Tidak Boleh Pinjam Bank, Orang Miskin Tambah Miskin?

Filed under: by: 3Mudilah

Ada pertanyaan menggelitik ketika saya membaca sebuah komentar dibawah ini
Kalau pinjam bank haram, lantas gimana orang miskin akan mengembangkan usaha, apakah berarti orang miskin harus tetap miskin hidupnya karena tidak punya modal?
Banyak artikel yang kami publikasikan tentang bahaya riba dengan tujuan agar kita berhati-hati dalam masalah ini, karena riba merupakan salah satu dosa besar yang dosanya lebih berat daripada dosa zina…
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ – يَعْنِى ابْنَ حَازِمٍ – عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ أَبِى مُلَيْكَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْظَلَةَ غَسِيلِ الْمَلاَئِكَةِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « دِرْهَمُ رِباً يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلاَثِينَ زَنْيَةً ».
Dari Hanzhalah, Rasulullah bersabda, “Satu dirham yang didapatkan dari transaksi riba lantas dimanfaatkan oleh seseorang dalam keadaan dia mengetahui bahwa itu berasal dari riba dosanya lebih ngeri dari pada berzina sebanyak tiga puluh enam kali” (HR. Ahmad)
Bahkan dosa riba yang paling ringan bagaikan menzinahi ibunya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الرِّبا ثلاثةٌ وسبعون بابًا ، أيسرُها مثلُ أن ينكِحَ الرَّجلُ أمَّه
“Riba itu ada tujuh puluh tiga model (pintu) dan dosa model riba yang paling ringan bagaikan dosa orang yang memperkosa ibu kandungnya sendiri” (HR. Al Hakim, Ibnu Majah, dll, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 3539)

Susah Mencari Modal?

Tidak hanya satu dua orang mengeluhkan susahnya cari modal untuk usaha.
Ketahuilah mungkin ini salah satu dari ujian Allah dari maraknya praktek riba dizaman ini yaitu sudah jarangnya orang-orang jujur dalam bermuamalah. Dimana banyaknya orang yang berhutang yang ingkar janji, menunda-nunda hutang yang berkepanjangan, membawa kabur hutang maupun modal, dll…
Nabi bersabda,
إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرُ السَّاعَة
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tinggal tunggulah kehancuran”
Kebanyakan orang berpikir bahwa bank satu-satunya tempat mendapatkan modal. Tapi mereka tidak melihat sisi-sisi buruk efek dari kegagalan usaha dimana modalnya pinjam dari bank. Ingat, bank tidak serta memberi pinjaman gratis-tis, tapi tentu mereka melakukannya dengan berbagai syarat, mulai bunga angsuran, agunan dll.. Apakah Anda yakin usaha Anda akan berkembang dengan modal dari bank tersebut?
Betapa banyak pelaku usaha yang gulung tikar dan dikejar-kejar debt collector, keluarga tidak nyaman dengan berbagai teror..mobil, tanah dan rumahpun disita.. apakah kita tidak memikirkan hal tersebut?

Mencari Modal Tidak Harus Hutang?

Jangan pernah berpikir bank merupakan sumber modal satu-satunya. Ada banyak jalan lain Anda mendapatkan modal. Anda bisa pinjam ke orang tua, saudara, atau sahabat. Namun tidak semua bisa dihutangi, mungkin berbagai alasan yang masuk akal semisal orang tua tidak mampu dll.
Teringat dari ceramah ustadz Arifin Baderi tentang sumber-sumber modal yang dapat kita cari. Diantaranya warisan, jual aset sekunder semacam mobil atau motor dan jual sebagian tanah.
Jika tidak punya aset maka bisa mencari alternatif lain semisal arisan, modal patungan (musyarakah), atau mudharabah (menjalankan uang pemodal).
Jika punya konsep bisnis yang bagus tentu saat melakukan presentasi ke pemodal (mudharib) insya Allah mudah mendapatkan modal.

Modal Tidak Harus Uang

Semua pelaku usaha mengakui bahwa memulai bisnis memerlukan modal, dan semua bisnis memang membutuhkan modal. Entah modal uang, aset, ketrampilan, fisik, tim atau sekedar nekad semua itu bisa diartikan sebagai modal.
Namun, jika selalu berpikir mengkonotasikan modal adalah dalam bentuk uang tentu semacam itu kurang tepat.
Mengapa? Allah Yang Maha Pemurah, telah mengkaruniakan kesempurnaan akal dan fisik bagi Anda. Sebetulnya dengan akal dan fisik itu, telah lebih dari cukup untuk dijadikan modal dalam memulai sebuah bisnis. Sayangnya, selama ini mindset kita terkungkung pada pengertian bahwa modal sama dengan uang. Tidak salah memang, hanya saja bila pada satu titik Anda berposisi sebagai orang yang tak punya cukup uang, tapi semangat Anda untuk berbisnis tinggi. Apa yang Anda lakukan? Belum lagi bila Anda ‘tertekan’ oleh kebutuhan yang kian menggunung. Sekali lagi, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan tega memberi nafkah keluarga dengan cara-cara culas, kotor dan yang diharamkan Allah? Na’udzubillahimindzalik.
Harus diakui banyak keterbatasan dalam memulai bisnis. Dan hal itu adalah lumrah. Tapi bukan berarti menjadi penghalang bagi orang untuk melangkah dalam dunia bisnis. Bagaimana mungkin jika Anda tidak memiliki kesemua itu, kemudian menginginkan sukses dalam berbisnis?
Sekali lagi, cobalah untuk berpikir secara lebih bijak bahwa modal tidaklah identik dengan uang. Ada sekian banyak potensi dalam diri Anda yang bisa dimanfaatkan untuk memulai bisnis. Karenanya, inventarisir potensi Anda lalu berdayakan secara maksimal. Anda bisa membaca tulisan: Menunggu Waktu yang Tepat untuk Memulai Bisnis
Banyak potensi-potensi yang mampu kita lakukan tanpa harus terjun kepada hal-hal yang haram.

Banyak Orang Sukses Sebelumnya Hidupnya Miskin

Lantas gimana orang miskin akan mengembangkan usaha, apakah berarti orang miskin harus tetap miskin hidupnya karena tidak punya modal?
Sebuah kalimat yang membuat hati kita trenyuh..karena apa?
Jika kita mengimani takdir Allah tentu tidak akan keluar kalimat seperti itu, Karena Allah berfirman
“Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri.” (Al-Ra’d-11)
Banyak kisah bertebaran tentang perjalanan orang-orang sukses berawal dari modal kecil. Atau kita bisa dibaca kisah sahabat Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu yang ketika hijrah ke Madinah tidak punya apapun kemudian dia berniaga dan menjadi orang yg sangat kaya lagi dermawan, bahkan konon awal berdirinya google berkantor di garasi rumah.
Anda bisa simak kisah-kisah menarik jatuh bangun dalam berbisnis pada artikel ini:
Dirangkum oleh Abu Najma Syahidah


Read more http://pengusahamuslim.com/5048-tidak-boleh-pinjam-bank-orang-miskin-tambah-miskin.html

0 comments: