Menjadi Pengusaha Sukses Seperti Tiga Sahabat Nabi-Ustadz. Dr. M. Arifin Badri

Filed under: by: 3Mudilah

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Saudaraku seiman dan seakidah…
Seringkali Anda bertanya, ketika Anda ingin berwirausaha, membeli rumah, membeli kendaraan, izin atau yang lainnya, Anda akan bertanya, “Dari mana saya mendapatkan uang? Modalnya dari mana saya dapat kalau saya tidak dibenarkan untuk menggunakan pinjaman dari bank yang menggunakan bunga? Lalu dari mana lagi saya akan mendapatkan modal yang dapat saya gunakan untuk wirausaha atau membeli rumah atau yang lainnya?”
Seringkali Anda beranggap berarti pupuslah impian saya untuk menjadi seorang pengusaha, untuk memiliki rumah impian, kendaraan yang saya harap-harapkan, atau mesin yang saya inginkan. Kalau tidak menggunakan pinjaman dari bank, lalu dari mana lagi?
Pesimis. Seakan  yang memiliki uang hanyalah bank, seakan kalau tanpa bank kiamatlah dunia Anda, harapan Anda, cita-cita Anda ada di tangan para bankir. Harapan Anda hanya ada di belakang, cita-cita Anda hanya ada di belakang pintu perbankan.
Tidak demikian. Percayalah, Allah subhanahu wa ta’ala…pintu rejeki Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah habis, tidak  pernah tertutup. Pintu rejeki Allah subhanahu wa ta’ala ada di mana-mana. Karenanya, dinyatakan oleh banyak…para pakar mengatakan bahwa  kewirausahaan itu adalah pola pikir dan bukanlah uang. Kewirausahaan itu bukanlah keturunan namun ialah bagaimana Anda memandang sebuah peluang, sebagai peluang atau rahmat.
Ibnu ‘Auf radhiyallohu ta’ala ‘anhu sebelumnya adalah seorang saudagar kaya raya di Mekah, namun karena tuntutan berhijrah di jalan Allah, meninggalkan kampung halamannya  Mekah, tinggal di kota Madinah maka beliau tinggalkan semua kekayaan dia di kota Mekah demi menyelamatkan imannya, demi dapat hidup berdampingan selalu bersama Rasululah saw sehingga ketika tiba di kota Madinah beliau tidak memiliki kekayaan apapun. Beliau datang hanya berbekalkan  pakaian yang melekat di tubuhnya.
Namun strategi yang ditempuh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kala itu, beliau .. setiap dua orang sahabat, satu dari muhajirin, satu dari anshor dipersaudarakan agar mereka saling bantu membantu, bahu membahu.
Kebetulan, sahabat Abdurrahman bin ‘Auf dipersaudarakan dengan sahabat Saad ibnu Rabi’ yang kala itu memiliki harta yang melimpah, memiliki dua istri . Beliau mengatakan, “ Wahai Abdurrahman, aku memiliki dua istri. Kalau  engkau mau, aku ceraikan satu darinya dan bila telah selesai masa iddahnya silakan engkau nikahi satu darinya. Aku memiliki harta, bila engkau mau akan aku bagi dua, silakan engkau ambil separuhnya.”
Subhaanallah… seorang pengusaha ulung, Abdurrahman bin ‘Auf menolak kedua-duanya dan mengatakan,“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi hartamu, memberkahi keluargamu, namun satu saja permintaanku. Tunjukkan kepadaku di mana letak pasar.”
Ketika Abdurrahman bin ‘Auf tahu letak pasar maka beliau, segera insting nalurinya sebagai seorang pengusaha berkobar. Nalurinya sebagai seorang pengusaha bersinar. Ia datang ke pasar dengan tangan kosong. Abdurrahman ibnu ‘Auf datang ke Madinah tanpa bekal apapun.
Namun berbekalkan dengan pola pikir, dengan hati yang besar, dengan kejelian dalam memandang peluang, kejelian dalam membangun relasi dan berkomunikasi sebagai seorang pengusaha ulung, beliau yang datang ke pasar dengan tangan kosong, dengan tangan hampa…di sore hari pulang  telah membawa keuntungan berupa setakar susu kering dan setakar gandum. Sehingga tidaklah berlalu beberapa hari dari kedatangan Abdurrahman bin ‘Auf di kota Madinah kecuali dia telah berhasil membeli emas sebesar satu biji kurma dan kemudian dengan emas tersebut dia menikahi seorang gadis di kota Madinah, membangun, mulai merintis, merajut suksesnya kembali yang telah beliau tinggalkan di kota Mekah.
Syuhaib Arrumi radhiyallohu ta’ala ‘anhu beliau adalah mantan budak, yang datang ke kota Mekah dalam kondisi tidak memiliki apa-apa, dengan tangan hampa, tidak memiliki modal, tidak memiliki keturunan, dia adalah pendatang, dia adalah mantan tawanan perang, dia mantan budak. Namun karena instingya sebagai seorang pengusaha, nalurinya sebagai seorang pengusaha, dia senantiasa jeli dan pandai memanfaatkan peluang.
Akhirnya apa? Tidaklah lama dari tinggalnya dia di kota Mekah, tidak selang berapa lama dari kedatangannya di kota Mekah, dia berhasil menjadi orang…salah satu orang yang terkaya di kota Mekah sehingga ketika dia hijrah, dia sebelum berhijrah dia menimbun, dia menyembunyikan harta kekayaannya di Mekah agar suatu hari nanti bisa diambil kembali.
Namun orang musyrikin Quraish tentu tidak rela. Apa yang dilakukan? Mereka mengejar, membuntuti Syuhaib Arrumi, mereka mengatakan, “Wahai Syuhaib engkau datang ke kota Madinah dalam keadaan,dalam kondisi tangan kosong tidak memiliki harta sedikitpun dan sekarang akankah engkau meninggalkan kota Mekah pindah ke kota Madinah berhijrah membawa seluruh harta kekayaan yang engkau peroleh dari kota Mekah? Tidak! Kami tidak akan merelakan itu. Kalau engkau pergi, silakan engkau pergi tanpa membawa sedikitpun dari kekayaan yang engkau dapat di kota Mekah.”
Maka Syuhaib Arrumi sebagai seorang yang memiliki naluri, memiliki pola pikir, sudut pandang, cara pikir seorang pengusahawan, apa yang dilakukan? Demi imannya, dia relakan semua kekayaannya. Dia mengatakan, “Sudikah kalian wahai orang-orang Quraish aku tunjukkan ke tempat aku menyembunyikan harta kekayaanku? Silakan kalian ambil semua dengan imbalan engkau bebaskan aku, engkau biarkan aku melenggang, pergi ke kota Madinah, berhijrah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”
Maka dia pergi ke kota Madinah dengan tangan hampa kembali. Namun subhanaallah, tidaklah berlalu..beberapa lama kecuali Syuhaib Arrumi pun kembali memiliki…berhasil mendapatkan kekayaannya kembali.
Sehingga Anda bila mulai muncul keinginan hasrat untuk menjadi seorang pengusaha, mengukir sukses melalui dunia usaha jangan berpikir tentang modal, janganlah menggantungkan impian Anda dengan keturunan namun benahilah cara pikir Anda. Jadilah orang yang memiliki mental baja sehingga Anda walau tidak memiliki bekal apapun, Anda mampu bekerja, mampu mendapatkan penghasilan, mampu merintis sukses sebagai seorang pengusaha. Jadilah orang yang memiliki mata yang jeli sehingga  Anda bisa memandang, menemukan berbagai celah-celah usaha kewirausahaan.
Janganlah hobi mengenakan kacamata kuda, yang hanya bisa memandang apa yang ada di depan mata, namun seorang pengusaha mampu memandang apa yang akan terjadi, apa yang diminati, apa yang diinginkan oleh masyarakat sehingga dia bisa memenuhi apa yang mereka inginkan. Dengan demikian Anda bisa sukses sebagai seorang pengusaha.
Urwah alBariqi adalah figur lain dari seorang pengusaha sukses. Betapa ia hanya berbekalkan dengan  kemampuannya berkomunikasi, menjalin relasi dengan orang lain, ia mampu mendapatkan keuntungan yang sangat fenomenal.
Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membuktikan akan keahlian Urwah alBariqi  dalam berkomunikasi, membangun relasi dan bernegoisasi. Suatu hari ia diberi kepercayaan untuk membeli seekor kambing yang akan dijadikan sebagai hewan qurban oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu sebesar satu dinar.   Ia dipercaya untuk membeli seekor kambing dengan satu dinar. Namun karena kepiawaian Urwal Bariqi dalam berkomunikasi, bernegoisasi ia dengan berbekalkan satu dinar mampu membeli dua ekor kambing. Dan kembali dengan berbekalkan kemampuannya untuk bernegoisasi, berkomunikasi ia menjual seekor kambing tadi yang telah ia beli dengan satu dinar. Sehingga dia yang berangkat ke pasar bermodalkan satu dinar, ia kembali kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing dan satu uang dinar.
Dia mengatakan, “Ya Rasulullah ….inilah uang dinar yang telah engkau berikan kepadaku dan ini hewan qurban yang engkau inginkan.”
Rasulullah saw senang dengan kemahiran, keahlian, dan kepiawaian Urwal Bariqi di dalam berkomunikasi. Ia berdagang dengan berbekalkan kepiawaian dalam berkomunikasi, bernegoisasi, sehingga Rasulullah mendoakan:
“Ya Allah berkahilah setiap transaksi Urwah alBariqi.”
Sehingga disebutkan dalam riwayat, dalam biografi Urwah alBariqi, andailah Urwah alBariqi bila barang dagangannya telah habis, andailah dia itu menggenggam segenggam debu, kemudian  dia tawarkan, kemudian dia jual berkat kepiawaiannya dalam bernegoisasi menawarkan, niscayalah dia  mendapatkan keuntungan dari segenggam debu tersebut.
Karenanya untuk menjadi seorang pengusaha jangan hanya berpikir  harus ada modal dan kalau modal itu hanya dari perbankan yang harus dengan riba maka Anda jalankan dengan konsekuensi membayar riba,demi semuanya,..semuanya demi mewujudkan impian menjadi seorang pengusaha.
Dunia usaha bukanlah dunia orang malas. Dunia usaha bukanlah dunianya orang yang manja, yang hanya bisa mengandalkan ayah, bapak, teman, sahabat,” Berilah saya,… berilah modal.”
Tidak. Dunia usaha adalah dunia orang yang cerdas. Dunia orang-orang yang jeli memandang peluang. Dunia orang yang pantang menyerah, gigih, ulet. Dan dunia orang yang terus mau belajar dan terus belajar. Karenanya, belajarlah bagaimana Anda bernegoisasi, berkomunikasi, bagaimana Anda membangun relasi, bagaimana Anda membangun kepercayaan. Sehingga kalaupun Anda tidak memiliki modal, Anda tidak memiliki dana yang cukup, berbekalkan dengan kepiawaian Anda bernegoisasi, berkomunikasi, kepiawaian Anda dalam membangun relasi, kepercayaan orang kepada Anda, amanah Anda. Anda akan mampu membangun dinasti sukses bisnis Anda. Akan mampu membangun kerajaan bisnis Anda. Bukan hanya kecil namun besar.
Sebagaimana yang dimiliki oleh, dilakukan Abdurrahman bin ‘Auf. Dia hanya berbekalkan dengan tangan hampa, namun dia,tidaklah Rasulullah saw meninggal dunia kecuali  Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salah satu orang terkaya di kota Madinah.
Beliau datang dengan tangan hampa namun dengan kepiawaiannya dalam berniaga, semangatnya, nalurinya sebagai seorang pengusaha mampu menjadikan dia melampaui kebanyakan tuan-tuan tanah yang ada di  kota Madinah kala itu. Sehingga tidaklah berlalu sekitar sepuluh tahun kecuali Abddurrahman bin ‘Auf telah menjadi orang terkaya di kota Madinah.
Semoga kata-kata singkat sederhana ini memotivasi Anda, merubah sudut pandang Anda tentang kewirausahaan sehingga Anda terus belajar, mampu bagaimana Anda menajamkan pandangan Anda, sehingga mampu melihat, menerawang peluang usaha, sebagaimana Anda juga terdorong untuk belajar bagaimana berkomunikasi, membangun  relasi dan bagaimana Anda bernegoisasi yang baik sehingga Anda bisa menjadi pengusaha yang sukses.
Dan semoga ini juga menjadi motivasi bagi anda untuk bisa membangun amanah, kepercayaan. Dengan berbekalkan kepercayaan orang, percayalah Anda mampu membangun sukses dalam berniaga.


Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa baraakatuh

http://catatankajian.com/938-menjadi-pengusaha-sukses-seperti-tiga-sahabat-nabi-ustadz-dr-m-arifin-badri.html
<iframe width="640" height="390" src="https://www.youtube.com/embed/hPkzkc6cH_s" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

https://youtu.be/hPkzkc6cH_s

0 comments: