Buah Dalam Al-Qur’an

Filed under: by: 3Mudilah

Ketahanan pangan kita yang sangat lemah – di urutan 74 dari 105 negara yang di-ranking oleh The Economist tahun lalu – sangat bisa jadi karena kekeliruan dalam memilih komposisi bahan makanan pokok kita. Selama ini kita terlalu fokus pada bahan pokok  dari jenis serelia seperti padi dan gandum import, kemudian sedikit jenis umbi-umbian seperti singkong dan sedikit ekstrak tepung seperti sagu. Bagaimana dengan buah-buahan ? sejauh ini tidak dianggap sebagai bahan makanan pokok, padahal justru buah-buahan ini yang paling banyak disebut di Al-Qur’an untuk makanan manusia di dunia maupun di surga !

Saya menemukan lebih dari 60 ayat di Al-Qur’an yang membahas buah-buahan ini dari perbagai sisinya. Sementara kurang dari sepuluh ayat yang terkait dengan biji-bijian yang terdiri dari serelia dan kacang-kacangan. Umbi-umbian dan makanan dari batang pohon sagu malah saya belum menemukan ayatnya yang sesuai, meskipun saya juga yakin ada dijelaskan di dalam Al-Qur’an – karena sifat Al-Qur’an yang menjelaskan segala sesuatu.

Adanya sekitar 60 ayat yang membahas buah-buahan tersebut, sangat-sangat menguatkan bahwa sesungguhnya bahan makan utama kita itu seharusnya yang dominan adalah dari buah-buahan, sedangkan yang lain melengkapinya  – bukan sebaliknya.


Perhatikan misalnya ketika Nabi Ibrahim Alaihi Salam berdo’a dua kali untuk penduduk Makkah dan anak keturunannya, dalam kedua do’a tersebut disertai permintaan agar mereka diberi buah-buahan (QS 2 :126 dan 14:37). Do’a inipun dikabulkan oleh Allah untuk keturunan nabi Ibrahim dan penduduk Mekkah secara keseluruhan (QS 28:57).

Ini sejalan dengan jaminan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa di rumah yang dijamin tidak ada kelaparan adalah rumah yang ada kurmanya – yaitu jenis buah, bukan jenis biji-bijian apalagi umbi-umbian. “Tidak akan lapar penghuni rumah yang memiliki kurma.” (HR Muslim).

Ketika Allah membentangkan bumi, yang kemudian diisikannya adalah buah-buahan dan kurma, baru kemudian biji-bijian dan bunga-bungaan (QS 55-10-12). Ini menjadi petunjuk bahwa buah-buahan secara umum ada di seluruh dunia dengan jenisnya masing-masing, tetapi khusus kurma – dan tanaman-tanaman yang disebut namanya secara specific – dia bisa ditanam dimanapun lahan yang dihuni manusia.

Allah bahkan memberi petunjuk dimana menanam buah yang paling baik – yaitu di dataran tinggi (QS 2 :265) , dan secara umum di daerah-daerah yang banyak hujannya (7:57; 14:32; 23:19; 35:27).

Allah juga memberi petunjuk bagaimana agar pohon berbuah banyak, secara fisik adalah dengan menggembala di lokasi kebun buah (QS 16:10-11) dan secara ruhiah dengan meningkatkan ketakwaan (QS 13:35).

Dalam sejumlah ayat Allah memberi petunjuk yang sangat detil bagaimana kebun buah seharusnya disusun (QS 6:99; 6:141; 13:4; 16:11 dan 18:32). Allah juga memberi kabar buah tertentu sebagai rezeki yang baik  seperti kurma dan anggur (16:67), buah kurma bahkan dapat menjadi obat galau yang efektif karena menghadirkan rasa bahagia (QS  19:23-26).

Lebih jauh buah yang ada di dalam suatu negeri dapat digunakan untuk membedakan mana negeri yang baik dan mana negeri yang berpaling dari petunjukNya. Negeri yang baik dipenuhi kebun buah yang dimakan penduduknya (QS 34:15) sedangkan negeri yang berpaling dari petunjukNya pohon-pohonnya berbuah yang tidak enak dimakan manusia (QS 34:16).

Selain makanan bagi manusia selagi di dunia, buah-buahan juga menjadi makanan utama di kehidupan yang abadi di akhirat nanti baik yang di surga maupun yang di neraka.

Yang di surga diberi kebun-kebun buah yang mudah dipetik (QS 55:54; 69:23: 76:14), secara umum dari aneka buah-buahan , secara khusus kurma dan delima (QS 55:68), juga pisang (QS 56:29) dan aneka buah yang banyak yang  tidak berhenti berbuah (QS 56 :32-33). Yang di neraka juga diberi buah , tetapi buahnya adalah buah zaqqum – yang seperti tembaga  yang mendidih di dalam perut (QS 44:43-45).

Saking pentingnya buah-buahan ini bagi kecukupan pangan manusia, sampai ada perintah khusus untuk memperhatikan buah ketika pohon sedang berbuah dan ketika buah itu menjadi masak (QS 6 :99), kalau kita laksanakan perintah yang satu ini, insyaallah kita akan bisa memaksimalkan manfaat dari setiap jenis buah dan meminimalkan buah yang terbuang karena busuk atau karena keduluan dimakan codot dan sejenisnya.

Sehebat-hebatnya buah, sebagai makanan buah juga tidak bisa sepenuhnya sendirian. Untuk sumber kalori dari jenis karbohidrat tidak masalah, buah unggul di bidang ini. Buah pada umumnya juga unggul  dalam menyediakan vitamin dan mineral. Bagaimana dengan kebutuhan lemak yang baik ? kita disediakan buah terbaik untuk ini yang sampai 7 kali disebut di Al-Qur’an yaitu buah zaitun.

Bagaimana dengan kebutuhan protein ? Buah-buah tertentu juga mengandung protein meskipun kecil, seperti jambu biji (2.6%), berry-berry-an (1.4%), pisang (1.1%) dan blimbing (1.0%). Tentu ini tidak cukup, maka Allah juga mengisyaratkan selain buah- kita juga makan sayur atau tananaman bernutrisi tinggi (QS 80:28) , secara khusus tanaman di awal pertumbuhan atau kecambah (QS 22:5) yang proteinnya bisa mencapai 13.1 %.


Petunjuk yang sangat detil dan lengkap ini bisa menjadi peluang terbaik negeri ini untuk meningkatkan ketahanan pangannya, sekaligus juga untuk unggul di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bisa menjadi peluang terbaik pula bagi kita-kita untuk mengamankan kebutuhan pangan kita sendiri, maupun untuk menjadi peluang usaha bagi yang mau menekuninya secara khusus. Untuk yang terakhir ini Anda bisa bersinergi atau bekerja sama dengan kami karena InsyaAllah tahun ini kami mencanangkannya sebagai tahun buah dan sayur, tahun untuk kebangkitan ekonomi kerakyatan berbasis petunjukNya yang detil dan lengkap. InsyaAllah.

Oleh : Muhaimin Iqbal  
http://geraidinar.com/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/81-gd-articles/entrepreneurship/1687-buah-dalam-al-qur-an

0 comments: