Dewan Dakwah Islam: Israel Itu 'Mbahnya' Teroris

Filed under: by: 3Mudilah

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Syuhada Bahri (depan) didapingi jajaran pengurus
Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Syuhada Bahri (depan) didapingi jajaran pengurus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) menyebut Israel sebagai teroris sebenarnya. Hingga kini, lebih dari 100 warga sipil terbunuh akibat serangan tentara Israel ke Gaza, Palestina.

Ketua Umum Dewan Dakwah Indonesia, Syuhada Bahri mengatakan, tindakan Israel menyerang Palestina saat mereka berpuasa adalah pelanggaran HAM. "Watak Yahudi begitu keras kepala, dan mereka itulah mbahnya teroris," katanya kepada Republika, (12/7).

Meski begitu, Syuhada yakin warga Palestina sudah cukup terlatih untuk menghadapi segala situasi. Hingga saat nanti, mereka akan membela diri dan Allah menolong perjuangan tersebut.
"Kita yang di sini, paling tidak harus terus mendukung dan membantu dengan doa. Karena Gaza merupakan benteng terakhir," ujarnya.

Ia menjelaskan, membela Gaza berarti membela umat Islam secara keseluruhan. Sebab bila Gaza sudah ditaklukkan, maka bukan tak mungkin, Mesir, Libanon, Yordania, dan lainnya pun akan diserang hingga jatuh.

Menurutnya, serangan ini akibat dukungan Amerika Serikat dan Inggris. Karenanya, bila kedua negara itu, berhenti mendukung Israel, maka secara otomatis Israel pun akan berhenti. Mengingat sebenarnya negara Israel tak lebih besar dari Bali.

"Kita harus mempertahankan Palestina, karena tidak seharusnya diperlakukan seperti ini," tutur Syuhada.

Ia juga berharap, negara-negara mayoritas Muslim, seperti Indonesia, dapat mengambil langkah konkrit. Sehingga bisa membantu menyelesaikan masalah Israel dan Palestina yang telah berlangsung lama.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/07/12/n8le16-dewan-dakwah-islam-israel-itu-mbahnya-teroris

Gaza, Sayap Malaikat Menyelimutimu


Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur dibom tentara Israel pada Jumat (11/7).
Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur dibom tentara Israel pada Jumat (11/7).
 Oleh Nashih Nashrullah/Wartawan Republika

Syair yang pernah ditulis oleh Imam Syafi’i berikut ini setidaknya dapat sedikit menjadi gambaran, betapa Gaza, tempat kelahiran tokoh pengarang kitab ar-Risalah dan al-Umm tersebut, penuh dengan kenangan, dinamis, dan tetap bertahan tak pernah lekang oleh gerusan zaman.

Peradaban demi peradaban boleh datang, lalu pergi dari Tanah Gaza, tetapi kota ini tetaplah istimewa. Imam Syafi’i lalu menulis, mengutarakan rasa rindunya akan Gaza, setelah ia berpindah ke Tanah Hijaz:

Sungguh aku merindu Tanah Gaza
Aku sembunyikan rasa rindu ini setelah beranjak darinya
Berharap Allah menyirami tanahnya, lalu aku raup debunya
Akan aku pergunakan untuk bercelak dari kerinduan yang menyelimutiku


Jamak diketahui, Gaza, adalah kota strategis berdasarkan doktrin teologi ketiga agama samawi. Menurut Yaqut al-Hamawi dalam karya monumentalnya Mu’jam al-Buldan, wilayah teritorial Gaza, berada di bawah negara Syam.

Batasan Syam ketika itu, dari Sungai Eufrat hingga ujung Aris, Mesir. Bagi Rasulullah Saw., Gaza, adalah tanah leluhur. Konon, di sinilah Hasyim bin Abdu Manaf, meninggal pada usia ke-25 tahun, tepat bila nama lain dari kota ini adalah Gaza Hasyim.

Sejarah Islam mencatat, Gaza adalah simbol perlawanan dan kemenangan terhadap tiran. Di tangan Amar bin al-Asha, kedigdayaan Bizantium di Gaza, berhasil dipukul. Ekspansi tersebut juga sekaligus membebaskan penduduk setempat dari rezim yang zalim.

Demikian juga, ketika pendiri sekaligus khalifah pertama Dinasti Ayyubiyah, Shalahudin al-Ayubi. Shalahudin memukul mundur pasukan Salib yang menguasai Palestina, termasuk Gaza. Hingga saat ini, dan sampai janji Allah Swt. akan kemenangan itu tiba, Gaza tetaplah simbol dan kiblat perlawanan terhadap pendudukan tiran.

Agresi militer Israel berulang kali tak mampu mematahkan asa dan semangat juang rakyat Gaza. Kegigihan dan ketidakputusasaan Gaza terhadap serangan Israel itu, diperkuat oleh sejumlah teks keagamaan. Bila Gaza termasuk Syam ketika teks-teks tersebut turun, maka ini berarti Gaza merupakan wilayah yang istimewa. 

Dalam surat al-A’araf ayat 137, Allah menegaskan bahwa negeri-negeri yang dipusakakan untuk Bani Israel tersebut tak lain adalah Syam. “Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya.” Demikian pula, Allah menyelamatkan Ibrahim dan Luth ke negeri-negeri yang diberkahi, dan tak lain adalah Syam, seperti penegasan surat al-Anbiyaa’ ayat 71.

Dalam kitabnya yang berjudul al-Mughni, Ibnu Qudamah al-Maqdisi, menyebutkan teks hadis yang menguatkan tentang itu cukup banyak. Salah satunya ialah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hawalah al-Azdi.

Hadis tersebut menyatakan ada tiga militer yang kuat, yakni Syam, Yaman, dan Irak. Dari ketiga kekuatan militer tersebut, Rasulullah memilih Syam. Syam, adalah tanah terpilih, pasukannya pun terdiri dari orang-orang pilihan. “Maka sesungguuhnya Allah mempercayakan kepadaku Syam dan warganya.”

Teks ini, menurut Ibnu Qudamah, menguatkan posisi Syam berikut kekuatan militernya. Jika demikian, maka Gaza termasuk benteng pertahanan yang kuat itu. Apa rahasia di balik kekuatan itu? Selain jaminan dari Allah, para malaikat seperti disebutkan hadis riwayat Zaid bin Tsabit, meletakkan sayap mereka bagi Syam.

Sikap shumud, yang ditunjukkan oleh warga Gaza sepanjang sejarah, tentu bukan sekadar faktor kebetulan atau keterpaksaan saja. Ada sentuhan luar biasa dan mahadahsyat di balik itu semua.
Tanpa kehadiran-Nya, maka secara logika dan hitung-hitungan kekuatan militer, Zionis tentu jauh lebih besar berkali-kali lipat. Tetapi, selalu saja tak bisa mematikan faksi-faksi perjuangan rakyat Gaza yang hanya bersenjatakan roket rakitan, lemparan batu, dan senjata AK 47.

Maka wajar bila kemudian Ibnu Taimiyah berkomentar, beruntunglah kalian rakyat-rakyat Gaza. Pasalnya, mereka beruntung tinggal di wilayah yang telah tersedia dan terbentang lebar, faktor-faktor ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
Penegasan itu disampaikan, ketika Ibnu Taimiyah ditanya perihal benarkah keistimewaan tinggal di Syam itu benar adanya. “Sebab ketika Allah dan Rasul-Nya mengutarakan keistimewaan itu, tentu lebih mengetahui kebenarannya,” ujar Ibnu Taimiyah.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/14/07/13/n8mb00-gaza-sayap-malaikat-menyelimutimu

Lieberman: “Kami akan Akhiri Hamas dan Serangan Udara Tidak Cukup”



liebr Lieberman: Kami akan Akhiri Hamas dan Serangan Udara Tidak Cukup
MENTERI Luar Negeri Israel Avigdor Liberman Jumat lalu mengumumkan bahwa tujuan serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza adalah untuk mengakhiri Hamas. Dan menegaskan bahwa bahwa serangan udara tidak cukup untuk melakukan hal tersebut.

“Waktu telah datang untuk mengakhiri pemerintahan Hamas di Gaza,” Liberman, pemimpin partai Yisrael Beitenu, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Israel Channel 2.
“Hanya operasi udara tidak dapat mencapai hal ini,” tegasnya.

Setidaknya 135 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, telah tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak Senin malam lalu.

Dan lebih dari 815 warga Palestina juga terluka akibat serangan udara pesawat tempur Israel.
Israel telah melancarkan serangan militer – yang dijuluki “Operation Protective Edge” – dengan kliam bertujuan untuk menghentikan serangan roket dari Gaza.

“Operation Protective Edge adalah yang ketiga di Gaza selama lima tahun terakhir dan itu harus menjadi yang terakhir,” ujarnya.

Pejabat tinggi Israel itu menolak gencatan senjata dengan menyatakan bahwa gencatan senjata hanya akan memungkinkan Hamas meningkatkan persediaan roket mereka.

“Pada 10-15 bulan kami akan kembali untuk putaran lain serangan. Kami perlu mengakhiri ini,” pungkas Liberman.[fq/islampos/anadolu]

http://www.islampos.com/lieberman-kami-akan-akhiri-hamas-dan-serangan-udara-tidak-cukup-122043/

0 comments: