Penerapan Hukum Islam dipersoalkan, Ini Jawaban Peragu Syariat

Filed under: by: 3Mudilah

Mengapa Anda sangat peduli pada apa yang terjadi di sini di sebuah negara Islam, tapi pada saat yang sama Anda tidak menolehkan muka ke Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina dan lainnya?
Penerapan Hukum Islam dipersoalkan, Ini Jawaban Peragu Syariat
Sultan Hasanal Bolkiah

Hidayatullah.com—Kecaman berbagai kalangan internasional dan Barat atas penerapan hukum Islam di Brunei Darussalam atau Kanun Hukuman Jenayah (KUHP) Syariah 1 Mei 2014 lalu membuat  berbagai kalangan menjawab keraguan Barat. Sebuah situs Brunei United, yang mengesankan jawaban Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah menjawab berbagai keraguan pihak asing atas penerapan syariah.

Inilah jawaban para peragu syariat yang dimuat di Beunei United (BU), Kamis (08/05/2014) lalu.
“Di negara-negara Anda, Anda menjalankan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan lain sebagainya. Itu semua terdapat dalam konstitusi Anda. Itu sistem politik, identitas nasional, hak dan cara hidup Anda.

Di negara saya, kami menjalankan sistem Melayu, Islamis dan Monarkis dan kami akan memulai menjalankan hukum-hukum Islam, Hukum Syariah. Islam ada di dalam konstitusi, identitas nasional, hak-hak dan cara hidup kami.

Kami dapat menemukan celah dalam hukum-hukum dan sistem peradilan Anda dan Anda mungkin telah menemukan celah dalam hukum-hukum dan sistem peradilan kami, tapi ini adalah negara kami.
Sepertihalnya Anda menjalankan hak Anda untuk menjadi gay, dan lain sebagainya demi kehidupan dunia ini dimana Anda tinggal saat ini, kami menjalankan hak kami untuk menjadi Muslim demi kehidupan dunia dan akhirat.

Negeri ini adalah negara Islamis yang menerapkan hukum Islam. Mengapa Anda tidak prihatin atas anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah-sekolah, prihatin atas penjara Anda yang tidak mampu menampung narapidana, prihatin atas tingginya tingkat kejahatan dan jumlah pengemudi dibawah pengaruh obat-obatan terlarang, prihatin atas tingginya tingkat bunuh diri dan tingkat aborsi, prihatin atas apapun yang seharusnya Anda prihatinkan.

Banyak agama menentang homoseksualitas, itu bukan hal baru. Saat Anda mendengar Islam dan Kaum Muslim mempertahankan diri dan berusaha menguatkan kembali iman mereka, Anda menghakimi, memboikot dan mengatakan itu salah, bodoh dan biadab.

Sekali lagi, kembalilah kepada keprihatinan-keprihatinan yang semestinya Anda fokus seperti yang telah saya sebutkan di atas.

Apakah tidak salah melegalkan senjata mematikan, apakah tidak salah mengijinkan pembunuhan bayi yang belum lahir, apakah tidak salah memperbolehkan gaya hidup yang menimbulkan AIDS dan memutus rantai generasi berikutnya?

Mengapa Anda sangat peduli pada apa yang terjadi di sini di sebuah negara Islam, tapi pada saat yang sama Anda tidak menolehkan muka ke Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina dan lainnya.
Ribuan orang dibunuh di sana dan Anda tidak peduli, tidak ada seorangpun yang tewas di sini dibawah hukum Syariah ini, dan Anda membuat keributan besar, bahkan ketika warga di sini yang langsung terkena dampaknya, menerimanya dengan damai.

Hukuman boleh jadi keras tetapi itu tidak berarti lebih mudah dilakukan. Ada proses yang harus dilalui sebelum penjatuhan hukuman yang sebenarnya. Kami baik-baik saja dengan hal itu dan kami bahagia.*

http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/05/12/21413/penerapan-hukum-islam-dipersoalkan-ini-jawaban-peragu-syariat.html#.U3B-GSgjXdk

0 comments: