Hijrah, Jihad Dan Shobar

Filed under: by: 3Mudilah

Petunjuk Al Quran

Bahwa sesungguhnya sebagai hamba Allah yang telah terbuka hatinya untuk menerima “Nur Islam” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah az Zumar ayat 22 akan merupakan hal yang wajar kalau mempunyai “rasa keberfihakan terhadap Islam dan ummat Islam”, karena Allah telah memberikan petunjuk tentang betapa pentingnya mendudukan diri sebagai muttabi’urrasul secara baik dan benar sebagaimana dituntunkan dalam al Quran surah al Hujurot ayat 7. Dengan demikian akan berarti pula sebagai “Khoiru Ummat” yang harus teruji sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Ali Imrom ayat 110; Maka Allah memberikan suatu pembekalan penting yang menuntut pemahaman yang benar, sebagaimana difirmankanNya dalam surah an Nahl ayat 110, yaitu :

“Kemudian sesungguhnya Robb kamu (pasti menolong) kepada orang-orang yang berhijrah sesudah segala apa (yang membuat) mereka difitnah, kemudian mereka berjihad dan shobar. Sesungguhnya Robb kamu dari sesudah (mereka berupaya mengatasi ujian)nya sungguh Pengampun Penyayang”.-

Pentelaahan Dalil

Dengan melihat kebelakang dalam keterkaitan sebenarnya peristiwa “Hijratur Rasul” adalah harus difaham sebagai “Proses Pengkondisian Ummat Islam”, mengingat antara lain :

a. Memperhatikan gambaran sejarah Rasul, yaitu tindakan dan ancaman yang ditujukan terhadap Muhajirin oleh Quraisy bersama-sama musyrikin di semenanjung Arab dan para penyembah berhala di Madinah dan termasuk pula diantara kelompok Yahudi yang menyatukan dirinya untuk memerangi Muhammad saw bersama para Muhajirin. Dalam kenyataan memang demikian itu upaya kaum kafir dan musyrik terhadap keberadaan Islam dan Ummat Islam sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah al Anfal ayat 30.

b. Memperhatikan terhadap kenyataan tentang nafsu orang-orang yang gonjang-ganjing dalam ber’aqidah, sehingga nafsu ingin berkuasa seperti layaknya raja atau hartawan sangat menggelora dan gandrung serta mabuk kepayang (-euforia-). Dan bahkan ada yang senantiasa merindukan dan mendambakan perempuan-perempuan yang berwajah cantik, sehingga setiap hari dan setiap saat harus terseok-seok merangkak dibelakang perempuan untuk memperoleh kepuasan yang seolah-olah akan memperoleh ketenteraman dan ketenangan. Dan juga ada yang menghabiskan waktunya siang dan malam hanya untuk melihat angka-angka dalam buku catatannya dan mengincar untuk memperoleh lebih banyak lagi. Padahal hasilnya tergantung Kehendak Allah, sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah al isro ayat 18, yaitu :

“Barang siapa ada menginginkan (keduniaan) yang segera, Kami segerakan baginya dalam dunia ini menurut apa yang Kami Kehendaki pada siapa yang Kami inginkan. Kemudian Kami jadikan untuknya Jahanam yang ia akan masuk kedalamnya secara hina dan terusir”.-

Dengan yang tersebut maka “Makna Hijrah” itu sendiri adalah membangun tekad dalam menghabiskan seluruh hidupnya untuk menegakkan keutamaan Di-nullah dengan tanpa membedakan waktu dan tempat, kemudian melaksanakan pengkondisian hati Ummat Islam untuk bertansiq sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah al Hujurot ayat 10 sampai dengan ayat 12 untuk mempersiapkan diri dengan satu pernyataan yaitu “Anshorulloh” sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah ash Shof ayat 14.

Kemudian langkah selanjutnya dalam keterkaitan “Jihad dan Shobar” adalah memberikan pengertian tentang azas pembangunan Ummat secara shoffan sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah ash Shof ayat 4, yaitu berkerja keras secara bersungguh-sungguh dalam “Meletakkan Dasar-Dasar Pokok” yang diperlukan untuk kepentingan li i’la-i kalimatillah yaitu mendalami tuntunan Islam dengan mengaktifkan majelis Ilmu sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah az Zumar ayat 17 dan ayat 18 dengan mentadabburi Kalamullah secara terus-menerus sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah al Mukminun ayat 68 agar kokoh dan sempurna bagi Ummat Islam dalam bertaqorrub sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah al Fath ayat 29 dan menyatukan hati sesama Mukmin untuk membangun “mawaddah fil qurba” sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah asy Syuro ayat 23. Kemudian membuat tapakan dasar, mengatur hubungan untuk menciptakan “kemitraan” dengan mereka yang tidak se-‘aqidah berdasarkan moral tauhid sebagaimana difirmankanNya dalam al Quran surah Fushilat ayat 34 yang telah dirintis oleh para Ulama pendulu.

http://www.al-ulama.net/component/content/article/505-hijrah-jihad-dan-shobar.html

0 comments: