Mengapa Wanita Banyak Menghuni Neraka?

Filed under: by: 3Mudilah

Sebuah pernyataan yang cukup lazim terdengar di telinga kita bahwa kebanyakan penduduk neraka dihuni oleh para wanita.

Berdasarkan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.”

Muncul pertanyaan di benak kita, apa yang menyebabkan kebanyakan wanita menjadi penduduk neraka? Dalam sebuah kisah ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.

Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum, “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Bagi para muslimah atau umumnya wanita ketika membaca atau mendengar hadist-hadist di atas sontak naik darah dan tidak bisa menerima sepenuhnya. Minimal akan berhujjah bahwasanya wanita bisa berbuat demikian karena ada penyebabnya, bukan tiba-tiba ingin berlaku demikian. Siapapun kalau ditanya tentu saja tidak ada yang ingin masuk neraka apalagi diklaim akan masuk neraka. Naudzubillah mindzalik!

Memang, berlayar mengarungi bahterah rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Seorang muslimah tepatnya seorang istri, tidak saja harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup tapi juga mutlak dibutuhkan mental baja dan manajemen yang baik dalam mengelola gelombang kehidupan beserta segala pernak pernik yang menyertainya. Ketika urusan rumah tangga tidak pernah ada habisnya, anak-anak rewel dan kondisi fisik sedang tidak fit, kemudian suami pulang kerja minta dilayani tanpa mau perduli dengan kondisi kita, biasanya, dalam kondisi seperti ini tidak banyak wanita yang tetap mampu mengendalikan kesabarannya. Manusiawi bukan? Belum tentu!Justru dalam situasi seperti inilah keimanan dan kesabaran kita akan teruji. Apakah kita masih bisa mengeluarkan kata-kata manis sekaligus rona muka penuh dengan senyum ketulusan? Sulit memang! Tapi sulit bukan berarti tidak bisa!

Jika kita cermati hadist diatas secara seksama, maka akan kita dapati beberapa sebab mengapa wanita bisa menjadi penduduk minoritas di surga, di antaranya :

Pertama, kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami. Sebuah fenomena yang sering kita saksikan, seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dalam waktu yang panjang hanya karena satu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal seharusnya seorang istri selalu bersyukur terhadap apa-apa yang diberikan suaminya, karena Allah SWT tidak akan melihat istri yang seperti ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam,“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr).

Kedua, durhaka terhadap suami. Durhaka yang sering dilakukan seorang istri adalah durhaka dalam ucapan dan perbuatan. Wujud durhaka dalam ucapan di antaranya ketika seorang istri membicarakan keburukan-keburukan suaminya kepada teman-teman atau keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Sedangkan durhaka dalam perbuatan diantaranya bersikap kasar atau menampakkan muka yang masam ketika memenuhi panggilan suami, tidak mau melayani suami dengan alasan yang tidak syar’i, pergi atau ke luar rumah tanpa izin suami, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, atau sebaliknya enggan berdandan dan mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu.

Jika demikian keadaannya maka sungguh merugi wanita-wanita yang kufur dan durhaka terhadap suaminya. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada surga karena mengikuti hawa nafsu belaka.
Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.

Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam siksa-Nya.

Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka?
Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika kita ingin menjadi penduduk minoritas di surga.

Masih ingat kan, ketika rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shahih jami’, “Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.”

Mengacu dari hadist di atas, mari kita berlomba menegakkan sholat dengan lebih khusu’, memperbayak sholat-sholat sunah karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. Selain puasa/shaum wajib di bulan romadhon, latihlah diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah. Hiasilah diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami dan banyak-banyaklah beristigfar karena istigfar bisa meruntuhkan dosa-dosa kecil yang tidak kita sadari.

Dan juga ada sebuah amalan yang sepele tapi sering terlupakan adalah bershodaqoh (sedekah). Bershodaqohlah dalam keadaan lapang dan sempit karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka.

Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda, “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya, “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)

Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin. Wallahu’alam.

http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/mengapa-wanita-banyak-menghuni-neraka.htm#.UyJ2UIWH_TS 

Cantik Ala Kapitalisme


Pernah lihat iklan sabun mandi ? Iklan Shampoo, atau iklan body lotion ? Pemandangan apa yang paling dominan diperlihatkan pada saat iklan itu berlangsung ? Yups, pasti tentang model iklannya. Iya kan ? Kebanyakan iklan tersebut selalu menampilkan model-model wanita yang aduhai. Tubuh tinggi semampai, kulit putih bersinar, rambut panjang terurai. Ya, iklan-iklan tersebut selalu condong menampilkan sisi fisik seorang wanita, entah dibagian tubuhnya yang mana. Yang jelas, iklan seperti itu mengambarkan tentang wanita yang ingin tampil cantik. Maka, agar terlihat cantik, harus memakai produk-produk yang diiklankan tadi.
 
Dan sayangnya, maindset kita pun ikut terbawa dengan apa yang dipertontonkan oleh iklan-iklan ditelevisi. Akhirnya, makna cantik yang didapatkan adalah cantik yang sesuai dengan tampilan iklan tersebut. Agar cantik, maka seseorang itu haruslah mempunyai kulit yang putih halus, rambut panjang, tubuh tinggi semampai, body seksi menawan, dll. Kita pun jadi terjebak oleh makna cantik yang disuguhkan oleh para kapitalis. Imbasnya, banyak orang yang tidak memiliki kepercayaan diri  bila melihat standar cantik seperti diiklan tersebut.

Kapitalisme telah berhasil membuat opini tentang makna cantik. Dan masyarakat pun dibuat setuju dengan apa yang disampaikan para pemilik modal tersebut. Cantik ala kapitalisme, membuat banyak remaja gadis berlomba-lomba memutihkan kulitnya dengan krim pemutih. Belum lagi dengan yang meluruskan rambut, entah sudah berapa banyak orangnya. Dan yang parah, tidak sedikit dari mereka mengumbar keseksian bodynya, agar terlihat tampak cantik di depan para mata lelaki.
Tak ada yang melarang wanita manapun untuk tampil cantik dan menawan. Namun masalahnya, cantik yang dipahami oleh masyarakat banyak, hanya sekedar “asik” untuk dipandang, bukan kecantikan hakiki.

Negara Korea, menjadi Negara yang melakukan operasi plastik tertinggi di dunia. Survei menyebutkan, bahwa sekitar 76% wanita Korea direntan usia 20-30 tahun, pernah melakukan operasi. Jenis operasi yang dilakukan beragam, mulai dari mengecilkan perut, membesarkan mata, memancungkan hidung, sampai merombak wajah. Tujuannya, tidak lain dan tak bukan adalah ingin tampil cantik. Kebanyakan remaja Korea, menginginkan kado ulang tahunnya berupa operasi plastik, dibanding dengan pemberian berupa materi. Adalah artis  Song Hye Gyo yang wajahnya paling banyak di-request oleh para remaja putri di Korea.

Di Indonesia, tak sedikit yang melakukan hal serupa. Alih-alih ingin tampil menawan, beberapa orang turut melakukan operasi plastik. Umumnya, banyak dilakukan oleh kalangan selebriti dan model. Tuntutan profesi. Ya, di era Kapitalisme seperti sekarang ini, kecantikan hanya dinilai dari cashing luarnya saja. Akhlak, itu soal belakangan, asal wajah menarik, kesempatan menjadi terkenal pun bisa dilakukan. Presepsi kita telah diperbudak oleh para penikmat kehidupan dunia. Barat, telah mampu memutar balikkan makna cantik ditengah-tengah masyarakat. Lewat penjajahan yang terus dilakukan melalui antek-anteknya, yakni para kapitalis, kebudayaan barat masuk dengan leluasa. Para kapitalis dengan senang hati mengambarkan kehidupan masyarakat barat dengan tontonan-tontonannya. Termasuk lewat iklan-iklan yang menggunakan keunggulan fisik para modelnya.
Cantik, tak sekedar bicara soal fisik. Karena sejatinya, fisik yang diberikan oleh Allah SWT, sudah dalam keadaan yang sempurna. Kita, hanya diperintahkan untuk menjaganya, bukan merubahnya. Merawatnya, bukan merenofasinya. Tanpa disadari, banyak yang telah menghilangkan rasa syukur atas nikmat diberikan jasad yang sempurna oleh Allah SWT, hanya karena ingin terlihat “lebih” dimata manusia.

Sekali-kali, bahwa baik atau buruk penilaian manusia tentang keadaan fisik yang ditujukan kepada kita, itu semua tak akan mampu untuk menyelamatkan kita dari siksa api neraka. Cantik bukan sekedar fisik, tapi cantik terpancar dari dalam hati, prilaku, akal, dan akidahnya. Pahamilah, kecantikan sejati, bukan untuk dinikmati ribuan pasang mata laki-laki. Kecantikan fisik, hanya dialamatkan untuk suami, bukan yang lain.

Jangan pernah terprovokasi dengan kecantikan yang diperlihatkan oleh para kapitalis. Meraka, hanya ingin menjual produknya agar laris manis dipasaran, tak peduli dengan cara apapun yang dilakukan, termasuk dengan menampilkan model seksi yang aduhai

Sadarilah, hanya wanita shalehah, yang mampu menyelamatkan kecantikannya dari siksa api neraka. Dia senantiasa menjaga apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya. Dia selalu menjaga setiap jengkal bagian tubuhnya, agar tak tampak oleh sembarang mata yang melihat. Dia, selalu bersyukur dengan segala macam kondisi fisik yang diterimanya. Karena dia meyakini bahwa pemberian Allah lah yang terbaik, bukan mengikuti hawa nafsu sesaat. Dan dia memahami, bahwa kondisi fisik yang Allah berikan, adalah sesuatu yang tak mungkin bisa ditawar-menawar bentuknya, semua itu sudah dalam qadhanya Allah.

Hanya islam lah yang mengajarkan kita tentang arti kecantikan yang hakiki. Kecantikan yang terpancar dari dalam qalbu, bukan sekedar tampilan fisik yang menipu. Semoga, kita semakin memahami, bahwa segala yang kita lakukan, akan dimintai pertanggung jawaban. Termasuk, mengubah bentuk struktur tubuh, hanya demi kecantikan yang semu.

http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/cantik-ala-kapitalisme.htm#.UyJ1DoWH_TQ

0 comments: