Perihal Kematian

Filed under: by: 3Mudilah

Petunjuk Al Quran

Dengan memahami petunjuk firman Allah dalam al Quran surah Ali Imron ayat 145, sebagai berikut :

”Dan tiadalah akan terjadi kematian bagi diri seseorang, melainkan dengan idzin Allah, suatu ketetapan yang telah ditentukan waktunya dan barang siapa yang menginginkan pahala dunia, niscaya Kami akan datangkan kepadanya dari hal pahala dunia itu dan barang siapa menginginkan pahala akherat, niscaya Kami datangkan kepadanya pahala akherat itu. Dan nantinya akan Kami memberi balasan pada orang-orang yang bersyukur”.

Pembahasan

Ayat tersebut merupakan gambaran jelas perihal ”kematian seseorang”, bahwa yang sesungguhnya adalah ”mutlaq berdasarkan ketentuan Allah” dan bukan karena sesuatu masalah kehidupan duniawiyah, mengingat bahwa :

  1. Masalah musibah adalah mutlaq atas dasar ketentuanNya sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah at Taghobun ayat 11.
”Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan idzin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu”.
  1. Masalah umur seseorang dalam hidup di alam syahadah ini mutlaq atas dasar ketentuanNya, karena itu perihal panjang pendek umur seseorang tidak ditentukan oleh kehendak manusia dan atau keadaan sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Fathir ayat 11.
”Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuanNya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”.

Oleh karena itu mereka yang berpandangan bahwa :
  1. Dengan programnya menyatakan ”berhasil mengurangi angka kematian” dan atau dengan tegas menyuarakan bahwa ”sekian ratus ribu manusia mati gara-gara asap rokok atau merokok” dan sebagainya yang berkaitan perihal penyebab kematian, adalah hanya sebatas duga-duga dari orang-orang yang tidak beriman, sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah Yunus ayat 36, sebagai berikut :
”Dan tiadalah kebanyakan mereka mengikuti melainkan sebatas persangkaan, sesungguhnya persangkaan itu sama sekali tidak berguna untuk mencapai Kebenaran, sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui kepada segala apa yang mereka kerjakan”.
  1. Mereka yang beranggapan bahwa kehidupan dan atau kematian manusia itu ditentukan oleh ”keadaan atau masa” adalah mereka yang menafikan keberadaan dan kekuasaan Allah, yang dalam istilah disebut ”materialisme dialektik”, seperti telah diterangkan dalam al Quran surah al Jatsiyah ayat 24, sebagai berikut :
”Dan mereka berkata : ”Tiadalah hidup ini melainkan kehidupan kita dalam dunia ini saja, kita mati dan kita hidup dan tiadalah akan membinasakan kita melainkan masa” dan tiadalah bagi mereka dengan yang demikian itu berdasarkan ilmu, tiadalah mereka itu melainkan hanya menduga-duga”.

Padahal sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada RasulNya untuk memberi kejelasan bahwa manusia tidak perlu lari dari kedatangan kematian, yang hal ini diterangkan dalam al Quran surah al Jum’ah ayat 8, sebagai berikut :

”Katakanlah (Muhammad) : ”Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya (kematian) itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui yang ghoib dan yang nyata”. Maka Dia akan terangkan kepada kamu tentang segala apa yang kamu kerjakan”.

Adapun sesungguhnya dalil pokok kajian tersebut untuk memberikan pembeda antara ”kaum dahriyah” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah ad Dahr ayat 27 beserta sistem yang dipedomaninya sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah an Nisa ayat 51 dan ayat 52, dengan ”orang mukmin” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hujurot ayat 15 beserta sistem yang dipedomani dalam hidupnya sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al An’am ayat 153. Karena hamba Allah yang bersyukur dikala hidupnya dalam dunia akan menerima balasannya perihal diri dan hartanya dengan ”kenikmatan ukhrowiyah yang kekal dan abadi” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah at Taubah ayat 111.

http://www.al-ulama.net/home-mainmenu-1/tafseer/449-perihal-kematian.html

0 comments: