Sekilas tentang Israiliyat

Filed under: by: 3Mudilah

Sekilas tentang Israiliyat (1)
Ilustrasi

Israiliyat yang dimaksud adalah sesuatu bangsa yang dikaitkan kepada Israil, yaitu Ya’qub bin lshaq bin Ibrahim.

Shabir Tu’aimah, seorang mufasir dari Mesir, menyatakan bahwa khazanah Israiliy, baik yang berkaitan dengan historis maupun keagamaan mengandung pengertian seluruh manuskrip yang ditinggalkan oleh atau dikaitkan kepada Bani Israil yang berasal dari tradisi yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi lainnya.

Hal ini sampai munculnya Nabi Isa AS, dan sampai kepada umat Islam dalam bentuk buku berdasarkan berbagai sumber dan Perjanjian Lama.

Muhammad Husein az-Zahabi, mufasir dari Mesir, berpendapat bahwa Israiliyat tidak hanya terbatas pada Yahudi dan kebudayaan mereka, tetapi juga termasuk Nasrani dan kebudayaannya, yang semuanya berpengaruh dalam menafsirkan Alquran.

Lebih lanjut az-Zahabi mengatakan, pemakaian kata Israiliyat bukan hanya terkait dengan warna dan kebudayaan Yahudi, tetapi juga warna dan kebudayaan Nasrani.

Menurutnya, pemakaian istilah Israiliyat hanyalah sekedar menunjukkan bahwa pada masa awalnya, Islam lebih banyak berhadapan dengan Yahudi dibanding Nasrani.

Menurut Quraish Shihab, pengertian Israiliyat yang lebih komprehensif adalah pengertian Israiliyat yang dikemukakan Muhammad Husein az-Zahabi, yaitu mencakup warna dan kebudayaan Yahudi dan Nasrani.

Pertimbangannya adalah bahwa pembicaraan Israiliyat dalam ulumul Quran (ilmu-ilmu Alquran) biasanya berkaitan dengan kedua kelompok tersebut. Di samping itu, kebudayaan Nasrani tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan Yahudi, karena kebudayaan Yahudi merupakan akar dari kebudayaan Nasrani.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/12/05/mejpgh-sekilas-tentang-israiliyat-1

 Israiliyat bersumber dari Taurat dan Injil.

Yang dimaksudkan dengan Taurat adalah seluruh kitab yang ada di kalangan umat Yahudi, yang meliputi kitab Zabur dan yang lainnya.

Di samping itu, Israiliyat juga bersumber pada tradisi, nasihat-nasihat, dan syarah (penjelasan) yang diriwayatkan orang Yahudi dari Nabi Musa AS secara tidak tertulis dan diterima masyarakat Yahudi dari generasi ke generasi.

Sumber-sumber tersebut dibukukan dalam sebuah kitab yang diberi nama Talmud. Demikian juga halnya dengan berbagai etika Yahudi, kisah. sejarah, syariat, dan hikayat yang ada pada masyarakat Yahudi termasuk sebagai sumber Israiliyat. Kisah, cerita, dan syarah berbagai Kitab Injil juga termasuk sumber Israiliyat.

Menurut Muhammad Husein az-Zahabi. Israiliyat masuk ke dalam tafsir Alquran sejak zaman sahabat. Dalam memahami ayat-ayat Alquran, para sahabat pertama kali berpegang pada penjelasan Rasulullah SAW.

Setelah Rasulullah SAW wafat, jika tidak ada penjelasan dari Rasulullah SAW terhadap ayat yang ingin dipahami, para sahabat berusaha memahami ayat tersebut sesuai dengan pengetahuan bahasa Arab yang dimiliki mereka.

Dalam hal-hal yang menyangkut peristiwa masa lalu, seperti kisah-kisah umat yang telah lalu, yang tidak mereka temukan penjelasannya dalam sabda Rasulullah SAW, mereka berusaha menanyakannya kepada para sahabat lain yang dahulunya beragama Yahudi atau Nasrani.

Mereka yang disebut terakhir ini berusaha memberikan penjelasan atau penafsiran dari ayat, yang tidak terlepas sama sekali dari pengaruh agama atau kebudayaan mereka dahulu. Bahkan, ada pula di antara mereka yang sengaja memasukkan unsur-unsur Yahudi dan/atau Nasrani ke dalam penafsiran mereka.

Ibnu Khaldun (732 H/1332 M- 808 H/1406 M), sejarawan Islam, menganalisis masuknya Israiliyat dalam penafsiran Alquran diawali oleh keadaan orang Arab yang waktu itu mempunyai pola al-badawah (nomad) dan ummiyyah (buta huruf)

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/12/05/mejpmi-sekilas-tentang-israiliyat-2habis

0 comments: