Memahami Perintah

Filed under: by: 3Mudilah

Petunjuk al Quran

Firman Allah dalam al Quran surah al Anfal ayat 20 yaitu :

“Wahai orang-orang yang beriman! Tho’atlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berpaling padahal kamu sama mendengarkan”.

Ayat tersebut adalah ada keterkaitan tentang “proses pengkondisian” yang dilakukan oleh Ahli Kitab dan Musyrikin terhadap ummat Islam, sebagaimana dapat dirasakan dampak psikologisnya yaitu berbagai fitnah yang ditujukan terhadap ummat Islam dalam bentuk sebagai pembangkang sepanjang zaman sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Anfal ayat 25.

Kajian dan Bahasan

Bahwa sesungguhnya Allah telah menempatkan posisi Kafirin secara umum adalah sebagai “tim” yang secara pasti melaksanakan “system” jibti dan thoghut sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah an Nisa ayatt 51 dan ayat 52, dengan strategi umum adalah “upaya memadamkan cahaya Kebenaran Dinullah” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah ash Shof ayat 8, antara lain “pengkondisian terhadap pemahaman al Quran” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Fushilat ayat 26.

Akan tetapi berdasarkan pemahaman terhadap kaidah ’Ulumul Quran yaitu ilmu untuk memahami al Quran, ternyata penurunan al Quran tersusun secara “sangat spesifik” yang tidak mungkin terjangkau oleh intellectual kafirin.

Sebagai gambaran tentang proses hidayah yang ditetapkan Allah dalam al Quran surah az Zumar ayat 23, untuk membangun kesemangatan dalam perjalanan menuju “Janji Allah”, melalui kalimat yang serupa dan diulang yang meliputi antara lain sebagai berikut :

  1. Firman Allah dalam al Quran surah ash Shof ayat 9 dimana untuk menggugah kesadaran hati untuk bertransaksi kepada Allah dengan menepati “kaidah mukmin secara benar”, termasuk dalam kaidah kebersamaannya sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hujurot ayat 15.
  2. Firman Allah dalam al Quran surah al Fath ayat 28 adalah memberikan suatu petunjuk mutlaq dalam menata diri sebagai muttabi’urrasul dengan semangat yang prima. Kemudian dalam segala pelaksanaan kerjanya termotivasi secara benar sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah az Zumar ayat 11 dan ayat 12 dan dengan sistem yang benar sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Furqon ayat 52.
  3. Firman Allah dalam al Quran suran at Taubah ayat 33 adalah petunjuk yang didalamnya tersimpan “janji yang pasti akan terjadi” berdasarkan penjelasan Rasulullah saw dalam al Haditsnya yang berderajat shohih riwayat Muslim dari jalan Syaddad bin Aus dan Tsauban.
Maka panduan menuju janji Allah antara lain :
  1. Keberadaan al Quran yang terpelihara keasliannya sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hijr ayat 9.
  2. Petunjuk Rasulullah saw dalam al Haditsnya dengan derajat shohih riwayat Abu Daud, Al Hakim, Al Baihaqi, dari jalan Abi Huroiroh tentang keberadaan ”mujaddid” yang dibangkitkan Allah pada setiap awal abad untuk memberikan pembaharuan Islam ditengah ummat Islam.
  3. Proses awal dari Janji Allah tentang Daulah Islam Dunia ditandai dengan pengakuan dan penyerahan Ahli Kitab kepada para Ulama Islam setelah melalui proses  munadloroh dan mubahalah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hasyr ayat 2. Kemudian menunggu satu masa perjalanan sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Shod ayat 88 dan perjalanan selanjutnya akan diawali oleh al Mahdi yang bersumber dari Hadits shohih riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah, dalam menyambut ”julukan Ketetapan Allah” yaitu Khilafatul Muslimin sampai akhir zaman.
Maka dengan demikian menjadi jelas bahwa dalam memahami perintah Allah perihal ”Tho’at” sebagaimana tersebut, bertujuan untuk membuktikan keberadaan kapasitas iman dan penyelesaian yang berkepanjangan apabila mengabaikan petunjuk al Quran.

http://www.al-ulama.net/home-mainmenu-1/tafseer/401-memahami-perintah.html

0 comments: