Agar Seorang Muslim Mendapatkan Syafa'at

Filed under: by: 3Mudilah

Setiap muslim mendambakan syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa  sallam, karena pada hari Kiamat nanti, tidak ada yang menolong seorang  hamba, kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian amal-amal shalih yang  dikerjakan seorang hamba, serta syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu  'alaihi wa sallam.

Adapun kiat-kiat seorang muslim untuk mendapatkan syafa’at, yaitu :

[B]1. Tauhid dan mengikhlaskan ibadah kepada Allah serta ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.[/B]

Tidak diragukan lagi bahwa tauhid sebagai penyebab yang paling besar  untuk mendapatkan syafa’at pada hari Kiamat. Nabi Shallallahu 'alaihi wa  sallam pernah ditanya: "Siapakah orang yang paling bahagia dengan  syafa’atmu pada hari Kiamat?" Nabi menjawab :

 أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

"Yang paling bahagia dengan syafa’atku pada hari Kiamat adalah, orang  yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah dengan ikhlas dari hatinya atau  dirinya". \[HR Bukhari, no. 99]

 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : ”Syafa’at, sebabnya  adalah tauhid kepada Allah, dan mengikhlaskan agama dan ibadah dengan  segala macamnya kepada Allah. Semakin kuat keikhlasan seseorang, maka  dia berhak mendapatkan syafa’at. Sebagaimana dia juga berhak mendapatkan  segala macam rahmat. Sesungguhnya, syafa’at adalah salah satu sebab  kasih sayang Allah kepada hambaNya. Dan yang paling berhak dengan  rahmatNya adalah ahlut tauhid dan orang-orang yang ikhlas kepadaNya.  Setiap yang paling sempurna dalam mewujudkan kalimat ikhlas (laa ilaahaa  illallaah) dengan ilmu, keyakinan, amal, dan berlepas diri dari  berbagai bentuk kesyirikan, loyal kepada kalimat tauhid, memusuhi orang  yang menolak kalimat ini, maka dia yang paling berhak dengan rahmat  Allah. \[Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, XIV/414 dengan  ringkas].

[B]2. Membaca al Qur`an.[/B]

Dari Abi Umamah bahwasannya dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

 "Bacalah al Qur`an. Sesungguhnya al Qur`an akan datang pada hari Kiamat  sebagai pemberi syafa’at bagi sahabatnya…" \[HR Muslim, no.804].

Yang dimaksud para sahabat al Qur`an, mereka adalah orang-orang yang membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkan isinya.

[B]3. Puasa[/B]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ  بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ  النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

"Puasa dan al Qur`an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada  hari Kiamat kelak. Puasa akan berkata : "Wahai, Rabb-ku. Aku telah  menahannya dari makan pada siang hari dan nafsu syahwat. Karenanya,  perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya". Sedangkan al Qur`an  berkata : "Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari. Karenanya,  perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya". Maka keduanya pun  memberi syafa’at". \[HR Ahmad, II/174; al Hakim, I/554; dari Abdullah bin  ‘Amr. Sanad hadits ini hasan. Hadits ini dishahihkan oleh al Hakim dan  disetujui oleh Imam adz Dzahabi. Kata Imam al Haitsami, diriwayatkan  oleh Ahmad dan Thabrani dalam Mu’jam Kabir. Rijal hadits ini rijal  shahih. Lihat Majma’uz Zawaid III/181. Dishahihkan oleh al Albani dalam  Tamamul Minnah, hlm. 394]

[B]4. Doa setelah adzan[/B]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ  التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ  وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ  حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa yang membaca ketika mendengar adzan 'Ya Allah, Rabb pemilik  panggilan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah  al wasilah (derajat di surga), dan keutamaan kepada Muhammad n , dan  bangkitkan beliau, sehingga bisa menempati maqam terpuji yang engkau  janjikan'. Maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat". \[HR  Bukhari no.614, dari Jabir bin Abdillah]

[B]5. Tinggal di Madinah, sabar tehadap cobaannya, dan mati disana.[/B]
Abu Sa’id pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ  شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

"Tidaklah seseorang sabar terhadap kesusahannya (Madinah) kemudian dia  mati, kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya, atau menjadi saksi  baginya pada hari Kiamat. Jika dia seorang muslim" \[HR Muslim,  no.1374,  477; dari Abu Sa’id al Khudri].

لَا يَصْبِرُ عَلَى لَأْوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنْ  أُمَّتِي إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا

 "Tidaklah seseorang dari umatku sabar terhadap cobaan Madinah dan  kesusahannya, kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya atau menjadi  saksi baginya pada hari Kiamat". \[HR Muslim, no.1378, 484; dari Abu  Hurairah].

مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

 "Barangsiapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah disana.  Sesungguhnya aku akan memberi syafa’at bagi orang yang mati disana". \[HR  Ahmad, II/74,104; Tirmidzi, no.3917; Ibnu Majah, no.3112; Ibnu Hibban,  no. 3741, dari Ibnu Umar. Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih"].
[B]
6. Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. [/B]
Dari Ibnu Mas’ud, bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

 "Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat  adalah, yang paling banyak shalawat kepadaku" \[HR Tirmidzi, no.484,  hasan].

[B]7. Shalatnya sekelompok orang muslim terhadap mayit muslim.[/B]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ  يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

 "Tidaklah seorang mayit dishalatkan oleh sekelompok orang Islam yang  jumlah mereka mencapai seratus, semuanya memintakan syafa’at untuknya,  melainkan syafa’at itu akan diberikan pada dirinya". \[HR Muslim, no.  947, 58].

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ  رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ  فِيهِ

 "Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu jenazahnya dishalatkan  oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu  apapun, melainkan Allah akan memberikan syafa’at kepadanya". \[HR Muslim,  no.948, 59].

[B]8. Membanyakkan sujud.[/B]
Dari Rabi’ah bin Ka’ab al Aslami, dia berkata: "Aku pernah bermalam  bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku mendatangi  beliau sambil membawa air untuk wudhu’ beliau. Kemudian beliau berkata  kepadaku,'Mintalah'. Aku berkata,'Aku minta untuk dapat menemanimu di  surga,' kemudian beliau berkata, 'Atau selain itu?' Aku berkata,'Itu  saja'. Lalu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

 "Tolonglah aku atas dirimu dengan banyak bersujud". \[HR Muslim, no.489, 226].

Demikianlah delapan faktor yang bias menjadi penyebab seseorang  mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam  Mudah-mudahan kita termasuk orang yang mendapatkan syafa’at Nabi  Muhammad pada hari Kiamat, bila kita mengikhlaskan ibadah semata-mata  karena Allah dan ittiba’, mengikuti contoh Rasulullah Shallallahu  'alaihi wa sallam.

Adapun pendapat sebagian orang, bahwa di antara sebab-sebab untuk bisa  mendapatkan syafa’at adalah dengan ziarah ke kubur Nabi Muhammad  Shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berdalil dengan hadits-hadits yang  palsu, dan sama sekali tidak ada asalnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi  wa sallam. Seperti hadits, barangsiapa yang ziarah ke kuburku, maka dia  berhak mendapatkan syafa’atku, dan masih banyak lagi yang lain.

Jadi, ziarah kubur Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak  termasuk menjadi faktor yang bias menyebabkan seseorang untuk  mendapatkan syafa’at, karena tidak adanya dalil-dalil yang shahih  tentang masalah tersebut.

Oleh: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Diringkas dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun IX/1426H/2005M.

http://assunnah-qatar.com/artikel/aqidah/item/1410-agar-seorang-muslim-mendapatkan-syafaat.html

0 comments: