Kehidupan ini adalah anugerah yang sangat berharga.
Hidup adalah tanggung jawab yang setiap detiknya harus bermakna ibadah.
Begitu banyak penjelasan kepada kita bahwa keindahan hidup bukan diukur
dari panjang pendeknya umur, tidak juga diukur dari kaya miskinnya
orang, melainkan dari bagaimana ia mengisi hidupnya.
Memaknai
hidup ini setiap insan pasti memiliki kemampuannya masing-masing dalam
berbagai bidang. Karena Allah telah menciptakan manusia sejak ditiupkan
ruh ke dalam masing-masing kita memiliki potensi diri ,entah di sadari
atau tidak karena kita ini adalah pemenang. Asal mau melihat dengan
cermat. Sebab, di dalam diri kita masing-masing terpendam “kekayaan”
bakat yang perlu dikelola agar lebih bermanfaat. Rasulullah bersabda
“Sesungguhnya
manusia tak lain seperti kawanan seratus ekor unta, hampir-hampir
engkau tidak bisa menemukan di dalamnya seekor unta yang mampu menempuh
perjalanan jauh” (H.R Bukhari).
Mengapa begitu? Karena kita belum
menggali potensi, belum menemukan bakat dan talenta kita, belum serius
melatih kemampuan diri, sehingga gampang menyerah dan kalah di tengah
jalan, batal bertanding sebelum naik ring.
Dan kerap kali
seseorang banyak yang merasa tidak Percaya diri akan kemampuan dirinya,
sehingga tak jarang dari kita hanya bergantung di bawah bayang-bayang
kesuksesan orang lain. “Lebih baik menjadi nomor satu buat diri sendiri, dari pada menjadi nomor dua di bawah bayang-bayang sukses orang lain”
Percaya
diri merupakan hal yang sangat penting untuk memperoleh kesuksesan
itu.
Dengan percaya akan kemampuan diri hal apapun yang membuatnya
mundur atau rintangan apapun yang menghadang justru sebagai bahan akar
semangat untuk mencapai kesuksesan.
Di sebutkan di dalam al-Qur’an
“Katakanlah:
Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya (bakatnya) masing-masing.
Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya” (Q.s
Al-Israa: 84). Ayat tersebut telah membuktikan bahwa memang di
dalam diri setiap insan memiliki potensi diri untuk menggapai kesuksesan
yang gemilang.
Begitulah, sesungguhnya manusia memiliki potensi
dalam dirinya masing-masing, namun apakah mereka bisa memanfaatkan
potensi tersebut? Itulah yang membuat mereka berbeda.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)














































0 comments: