Mohon Hadits Lengkap Tentang Waktu

Filed under: by: 3Mudilah

Assalamu'alaykum wr wb

Ustadz, afwan untuk keduakalinya ana mau minta tolong, ana sering membaca hadits: "Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia beruntung..." mohon kelengkapan haditsnya disertai rawi, karena ana kesulitan mencari rujukannya, syukron jazakalloh.

YANA

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Yana yang dimuliakan Allah swt

Kami tidak mendapatkan lafazh hadits seperti yang anda sebutkan. Akan tetapi terdapat hadits yang serupa dengannya didalam kitab “al Maudhu’at al Kubro” miliki al Qorii dengan lafazh: “Barangsiapa yang kedua harinya sama maka ia tertipu dan barangsiapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka ia terlaknat.” Kemudian beliau (al Qorii) mengatakan,”hadits ini tidak dikenal kecuali didalam kitab “Manam” milik Ibnu Abi Rawad yang dinukil pula oleh al ‘Ajalunii didalam “Kasyaf al Khafa’” dan “Muziil al Ilbaas”
Kemudian Al ‘Ajaluni mengatakan; al Iraqi mengatakan didalam takhrijnya ; “Aku tidak mengetahui hal ini kecuali didalam kitab “Manam” milik Abdul Aziz bin Abi Rawad. Dia mengatakan, ”Didalam mimpi, aku melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku mengatakan: Wahai Rasulullah Nasehatilah aku,’ Beliau menjawab,’Hal itu dengan adanya pertambahan di akhir (hari) nya. Dan pertambahan maksudnya barangsiapa yang tidak bertambah maka dia berkurang.

Serupa dengan makna tersebut adalah apa yang terdapat didalam “Kasyf al Khafa’ yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dengan sanad lemah dari Ali radhiyallahu ‘anhu yang berkata,”Barangsiapa yang kedua harinya sama maka dia tertipu dan barangsiapa yang akhir harinya lebih buruk maka dia terlaknat, dan barangsiapa yang tidak mendapat penambahan maka ia berada dalam kekurangan. Dan barangsiapa yang berada dalam kekurangan maka kematian lebih baik baginya. Dan barangsiapa yang merindukan surga maka dia bersegera kepada berbagai kebaikan dan barangsiapa yang takut dari neraka maka dia berpaling dari syahwat dan barangsiapa yang terus mengawasi kematian maka berbagai kelezatan rendah baginya dan barangsiapa yang zuhud di dunia maka berbagai musibah mudah baginya.”

Didalam kitab “Kanz al ‘Umal” dari al Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata,”Barangsiapa yang mencari dunia maka ia akan duduk disampingnya, barangsiapa yang zuhud di dalamnya (dunia) maka dia tidak menghiraukan siapa yang memakannya (dunia). Orang yang mencintainya adalah budak bagi orang yang memilikinya….. Barangsiapa yang harinya sama didalamnya maka ia terpedaya dan barangsiapa yang harinya lebih baik dari esoknya maka ia tertipu. Dan barangsiapa yang tidak mendeteksi kekurangan terhadap dirinya maka ia berada dalam kekurangan dan barangsiapa yang berada dalam kekurangan maka kematian lebih baik baginya.”

Riwayat-riwayat tersebut tidak benar sedikit pun disandarkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang terdapat didalam “Kasyf al Khafa’” dan “Muziil al Ilbaas Fii Maasytahar Min al Ahadits ‘Ala Alsinah an Naas” milik Ismail al Ja’luuni. (Markaz al Fatwa No. 33322)

Jadi lafazh yang anda maksudkan pada pertanyaan diatas bukanlah termasuk hadits yang berasal dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu A’lam
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/mohon-hadits-lengkap-tentang-waktu.htm

1 comments:

On 28 Desember 2013 14.34 , GANEDIO mengatakan...

Asslamu’alaikum

,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhori)

“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan, bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”. (QS.Fushilat 41:8)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Timbangan pahala orang beriman dan beramal saleh bertambah tiap hari. Selalu, hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Jika timbangannya tidak bertambah, berarti kondisi tidak beriman, waktunya sia-sia, rugi jadinya.

JIka berkurang, berarti berbuat dosa yang mengurangi timbangan pahalanya.