Masjid Al Ikhlas Dinodai, Sebagian Besar Tinja Ditaruh di Tempat Imam Shalat

Filed under: by: 3Mudilah

Masjid Al Ikhlas Dinodai, Sebagian Besar Tinja Ditaruh di Tempat Imam Shalat
Jamaah tetap melakukan shalat Jumat di lokasi runtuhan Masjid Al Ikhlas.

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN - Jamah Masjid Al Ikhlas, Medan, kembali mendapat teror pada Jumat (10/6) siang tadi. Saat akan menunaikan shalat Jumat, kotoran ditebarkan di lokasi Masjid Al Ikhlas.

Dalam rilis yang diterima Republika.co.id,  Forum Umat Islam (FUI) Medan menyebutkan kotoran manusia dan sapi disebar di tempat shalat Jumat di lokasi bekas reruntuhan Masjid Al Ikhlas. Ada juga bangkai tikus dan telur busuk yang dilempar di Jalan Timor tersebut beberapa saat sebelum shalat Jumat dilaksanakan.

''Sebagian besar kotoran tersebut disebar dan diletakkan di lokasi jalan di mana Imam/Khotib biasanya berada,'' tulis rilis tersebut.

Puluhan jamaah tetap melakukan shalat Jumat meski sempat mendapat teror tinja dan bangkai tikus. Dengan air dan peralatan seadanya, kotoran itu akhirnya bisa dibersihkan. Lokasi runtuhan Masjid Al Ikhlas pun kemudian dipakai untuk tempat shalat Jumat.

“Insya Allah, jamaah yang shalat terus bertambah,” kata Ustaz Indra dari Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara.

Pakai Jaket Hitam dan Helm Tertutup, Pelaku Lempar Tinja ke Masjid Al Ikhlas

Pakai Jaket Hitam dan Helm Tertutup, Pelaku Lempar Tinja ke Masjid Al Ikhlas
Puing-puing sisa Masjid Al Ikhlas Medan.

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN - Salah seorang warga sekitar Jalan Timor melihat pelaku yang membuang tinja manusia ke lokasi Masjid Al Ikhlas. Saksi, yang menolak disebutkan namannya, mengatakan bahwa pelaku pelemparan dan pengirim kotoran, bangkai tikus serta telur busuk tersebut terdiri dari empat orang

Pelaku mengendari dua unit kendaraan roda dua. Mereka berjaket hitam dengan helm tertutup.
''Mereka dengan cepat melemparkan dan menaburkan kotoran-kotoran itu kemudian langsung pergi dengan cepat,'' katanya seperti disebut dalam rilis Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara yang diterima Republika.co.id. ''Kotoran manusia yang mereka lemparkan itu jatuh tepat di sebelah warung dagangan saya.''

Karena kotoran itu banyak mengundang lalat hijau, saksi mata itu langsung saja membuang kotoran manusia tersebut. Dia menutupi sisa kotoran manusia tersebut dengan pasir. ''Pelanggan saya bisa kabur kalau kotoran itu tetap ada,'' katanya menjelaskan.

Sementara ustadz Indra Suheri, salah seorang Ketua FUI Sumatera Utara, menyesalkan sikap provokatif dari orang-orang atau pihak yang tak bertanggung jawab tersebut.

''Kita yakin bahwa ini hanyalah bentuk intimidasi dan provokasi agar kita semakin marah dan berbuat anarkis,'' kata Ustadz Indra Suheri. ''Namun, kita tidak akan melakukan hal tersebut. Sebab, kita komit bahwa perjuangan kita tetap di jalur hukum.''
Redaktur: Didi Purwadi

Ustadz Masjid Al Ikhlas: Mereka Coba Provokasi agar Kami Berbuat Anarkis

 Ustadz Masjid Al Ikhlas: Mereka Coba Provokasi agar Kami Berbuat Anarkis
Masjid Al Ikhlas sebelum dirobohkan paksa pada Rabu (4/5) tengah malam.

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN - Jamaah Masjid Al Ikhlas diteror saat akan melaksanakan shalat Jumat pada siang hari tadi. Lokasi tempat shalat Jumat dikasih tebaran kotoran berupa tinja manusia, tai sapi, telur busuk hingga bangkai tikus.

Dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara mengecam aksi intimidasi tersebut. Ustadz Indra Suheri, salah seorang Ketua FUI Sumatera Utara, menyesalkan sikap provokatif dari orang-orang atau pihak yang tak bertanggung jawab tersebut.

''Kita yakin bahwa ini hanyalah bentuk intimidasi dan provokasi agar kita semakin marah dan berbuat anarkis,'' kata Ustadz Indra Suheri. ''Namun, kita tidak akan melakukan hal tersebut. Sebab, kita komit bahwa perjuangan kita tetap di jalur hukum.''

Kotoran lembu, bangkai tikus, dan telur busuk dibiarkan sampai perwakilan ormas Islam hadir. Mereka memberi kesempatan kepada wartawan untuk mengambil gambar untuk bukti dokumentasi. Mereka kemudian membuang serta membersihkan kotoran dan bangkai tersebut.

Pelaksanaan shalat Jumat tetap berjalan lancar dengan Ustadz Musa Abdul Ghani, Ketua Hizbut Tahrir Sumatera Utara, sebagai khotibnya.
Redaktur: Didi Purwa

0 comments: