Apakah Hasan Al Banna dan Sayyid Quthb Khawarij Masa Kini?

Filed under: by: 3Mudilah

Assalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh


Ustadz, saya pernah mendengar jawaban seorang ustadz di radio bahwa Hasan Al Banna dan penerusnya Sayyid Qutb itu adalah seorang yang berfaham khawarij. Apakah ini benar? Padahal yang saya pahami mereka adalah orang-orang yang memperjuangkan Islam dengan semurni-murninya tauhid.

Mohon penjelasannya.

Wassalaamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh

Abu Noura

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Diantara pokok ajaran Khawarij adalah bahwa dosa dalam pandangan mereka sama dengan kekufuran.

Mereka mengkafirkan setiap pelaku dosa besar apabila ia tidak bertaubat. Atas dasar inilah mereka secara terang-terangan mengkafirkan semua sahabat Nabi saw yang disebutkan tadi bahkan mereka tidak segan-segan mengumpat dan melaknat mereka. Selain dari itu, mereka mengkafirkan kaum muslimin secara keseluruhan karena : pertama, mereka tidak suci dari dosa-dosa dan kedua, karena mereka tidak hanya menganggap para sahabat Nabi saw itu sebagai orang-orang mukmin saja bahkan telah menjadikan mereka sebagai imam-imam mereka serta menetapkan hukum-hukum syariat dengan hadits-hadits yang diriwayatkan dari orang-orang itu. (baca : Penjelasan Tentang Khwarij)

Adapun untuk menjawab pertanyaan diatas tentang apakah Hasan Al Banna dan Sayyid Qutb berfaham khawarij maka saya kutipkan jawaban Syeikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin, seorang dai dan alim besar—anggota Fatwa dari ar Riasah al Buhuts al Ilmiyah wal Ifta wad Da’wah wal Irsyad (Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa dan Dakwah), Saudi Arabia, tahun 1402 H—

Beliau pernah ditanya tentang sebagian pemuda yang menganggap Syeikh Sayyid Qutb sebagai pembuat bid’ah, melarang membaca buku-bukunya dan mengatakan hal yang sama terhadap Hasan al Banna dan mengatakan terhadap sebagian ulama bahwa mereka adalah khawarij..

Syeikh Ibnu Jibrin menjawab :

Segala puji bagi Allah ….. wa ba’du

Tidak boleh menyatakan bid’ah dan fasik kepada kaum muslimin berdasarkan sabda Rasulullah shallalahu 'Alaihi wasallam : "Barangsiapa memanggil saudaranya 'wahai musuh Allah' padahal sebenarnya tidak, maka ucapan itu akan kembali kepadanya." (Hadits) "Siapa yang mengkafirkan seorang muslim maka sungguh salah seorang dari keduanya telah kembali dengan membawa kekufuran tersebut." (Hadits) “Ada seorang lelaki yang melewati seorang lelaki lainnya yang berdosa lalu lelaki itu mengatakan,’Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu .’ Maka (Allah) berfirman,’Siapa yang bersumpah dengan kesombongannya atas nama-Ku bahwasanya Aku tidak akan mengampuni si fulan? Ketahuilah, sesungguhnya Aku telah mengampuninya dan telah menghapuskan amal perbuatanmu." (Hadits)

Kemudian aku—Syeikh Ibn Jibrin—mengatakan,”Sesungguhnya Sayyid Qutb dan Hasan al Banna termasuk bagian dari ulama dan juru dakwah kaum muslimin. Allah telah memenangkan dakwah dan memberikan hidayah kepada banyak manusia melalui mereka berdua dan kesungguhan mereka berdua tidaklah bisa dipungkiri. Karena itu Syeikh Abdul Aziz bin Baaz pernah mengajukan permintan pemaafan bagi Sayyid Qutb ketika beliau diputuskan untuk dihukum mati namun Presiden Jamal Abdul Naser tidak mengabulkannya—Biarlah Allah yang memberikan apa yang sesuai baginya (Jamal)—

Dan ketika keduanya—Hasan Al Banna dan Sayyid Qutb—dibunuh maka beliau—Syeikh Ibn Baaz—menyebut keduanya sebagai syahid karena dibunuh dengan cara yang zhalim. Hal ini pun diakui oleh orang-orang tertentu maupun masyarakat umum bahkan disebarluaskan di berbagai surat kabar dan buku-buku tanpa ada yang mengingkarinya.Buku-buku mereka berdua pun banyak dipelajari oleh para ulama dan Allah telah memberikan banyak manfaat melalui mereka berdua serta tak seorang pun yang mencerca keduanya sejak 20 tahun ini.

Dan apa yang terjadi pada mereka juga pernah terjadi pada Imam Nawawi, Suyuthi, Ibnul Jauzi, Ibnu Athiyah, al Khottobi, al Qasthalani dan yang lainnya. Aku—Syeikh Ibn Jibrin—pernah membaca tulisan Syeikh Rabi’ al Madkhaliy tentang jawaban terhadap Sayyid Qutb dan aku melihat bahwa beliau tidaklah meletakkan judul-judulnya sesuai dengan kenyataannya. Tulisan itu pun pernah di dibantah oleh Syeikh Bakr Abu Zaid—semoga Allah Memeliharanya—(www.muslm.net)

Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz

Study komparatif; Andalusia Riwayatmu Kini

Filed under: by: 3Mudilah

Menelusuri warisan Andalusia di negri seribu benteng Maroko


(Maroko merupakan salah satu diantara negri pewaris sejarah dan kebudayaan Andalusia di Afrika Utara)

Sebenarnya ini cerita klasik yang sering terlupakan seiring dengan perkembangan zaman, Andalusia atau Spanyol saat ini lebih dikenal dengan kompetisi La Liganya, belum lagi dua klub raksasa dunia FC Barcelona dan FC Real Madrid yang banyak digilai pecinta bola, apalagi di tahun 2010 Spanyol berhasil menjadi Juara Dunia untuk kali pertama, spontan kisah Andalusia bisa lebih terkikis, alhasil dunia bola lebih sering di bincangkan oleh publik ketimbang keberhasilan Islam mewarnai Spanyol ratusan tahun silam.

Rasa penasaran menggiring hati ini untuk menyelami peradaban dan sejarah Islam lebih dalam, berawal dari perjalanan saya meninggalkan ibu pertiwi menuju negri di benua Afrika yaitu Maroko sambil mengikuti kilas balik sejarah. Walaupun selat menjadi pemisah diantara keduanya bukan menjadi penghalang untuk me-recover sejarah dan peradaban Islam di Andalusia yang kini menjadi warisan bersama umat Islam terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan afrika utara meliputi Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya dan Mauritania.

Jika kita bicara soal peradaban, jauh sebelum Andalusia sebenarnya sudah ada yang mengisi lembaran sejarah di muka bumi, berawal dari sejarah Peradaban Mesopotamia: 6000 SM – 1100 SM, Peradaban Mesir: 4000 SM – 343 M, Peradaban Yunani: 750 SM – 146 SM, Peradaban Romawi: 753 SM – 1453 M, kemudian Peradaban Islam: 622 M – 1924 M, itulah rangkaian singkat dari masa-masa peradaban. Sejarah tidak banyak mencatat perihal keakuratan fase-fase sebelum peradaban Islam, karena belum adanya sistem sanad seperti di peradaban Islam, salah satu metode menjaga keaslian sejarah agar manusia tidak berkata sesukanya, bahkan sebelum Peradaban Islam, di kenal dengan masa kegelapan (The Dark Age) yang berlangsung hingga ratusan tahun sampai akhirnya di utus suri tauladan untuk menyempurnakan Akhlaq dan menjadi revolusi besar akan peradaban manusia menuju masyarakat madani (Civil Society) di bawah komando Rasulullah SAW.

Setelah itu ajaran Islam sebagai ideologi yang lurus mulai berkembang ke berbagai penjuru, di antaranya : negara-negara arab, teluk, daratan Afrika utara, Andalusia, dan belahan dunia lainnya. Islam menyentuh dunia termasuk Andalusia dengan bahasa Perubahan yang bermakna yaitu memanusiakan manusia dengan risalahnya yang jelas berupa ajaran Tauhid dan nilai-nilai luhur budi pekerti. Di masa-masa inilah Islam pernah mengukir prestasi di daratan Eropa dengan Andalusianya terhitung dari tahun 711-1492 M.

Sambil mengkaji artikel singkat ini, sejenak kita bayangkan fakta sejarah 13 abad silam, dibaca secara perlahan, dan di akhir tulisan kita bisa sama-sama mengambil pelajaran untuk di bandingkan dengan fakta di abad ke-21, sambil merenungkan sejenak cerita dari pejuang Islam Thariq bin Ziyad yang dengan menggeloranya beliau membakar semangat pasukan Islam. Kurang lebih sebanyak 7.000 prajurit dipimpinnya, mereka berasal dari suku Barbar (suku asli penduduk Maroko/Afrika utara) dan Arab. Mereka telah selamat dan tiba di dataran Andalusia. Mereka telah mengarungi selat yang memisahkan tanah Maroko di Afrika Utara dengan Eropa itu. Tanpa ragu sedikit pun Thariq memerintahkan untuk membakar kapal-kapalnya. Pilihannya jelas: terus maju untuk kejayaan Islam atau mati terhormat.


(Menara Hassan : bangunan bersejarah yang terletak di Rabat ibukota Maroko yang merupakan salah satu dari tiga masjid bersaudara (Koutabia di Marrakech-Maroko dan Giralda di Sevilla-Andalusia)

Peristiwa di tahun 711 Masehi itu mengawali masa-masa Islam di Andalusia. Pasukan Thariq sebenarnya bukan misi pertama dari kalangan Islam yang menginjakkan kaki disana. Sebelumnya, Gubernur Musa Ibnu Nushair telah mengirimkan pasukan yang dikomandani Tharif bin Malik dan Tharif sukses dalam mengemban amanatnya. Kesuksesan itu mendorong Musa mengirim Thariq. Saat itu, seluruh wilayah Islam masih menyatu di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Walid dari Bani Umayah tanpa intervensi sedikitpun dari Bani Abbasiyah yang berpusat di Bhagdad ketika itu. Dan ini menjadi prestasi tersendiri bagi dinasti Umayah yang bisa menguasai Andalusia.

Thariq pun mencatat sukses seperti pendahulunya Tharif. Ia mengalahkan pasukan Raja Roderick di Bakkah dengan membawa risalah keIslaman tanpa paksaan untuk berpindah agama, karena sejatinya tujuan mereka berperang bukan untuk memaksakan penduduk Andalusia memeluk Islam, akan tetapi melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan Imperium Barat, jika kita Komparatifkan sama halnya seperti perang antara pasukan Islam dengan pasukan Romawi yang menjadi adikuasa di zaman Rasulullah SAW.

Setelah itu Thariq maju untuk merebut kota-kota seperti Granada, Cordova dan Toledo yang saat itu menjadi ibukota kerajaan Gothik. Ketika merebut Toledo, Thariq diperkuat dengan 5.000 orang tentara tambahan yang dikirim Musa.

Akhrinya Thariq sukses. Bukit-bukit di pantai tempat pendaratannya lalu dinamai Jabal Thariq, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Gibraltar hingga sekarang. Musa bahkan ikut menyebrang untuk memimpin sendiri pasukannya. Ia berhasil merebut wilayah Seville dan mengalahkan Penguasa Gothic, Theodomir. Musa dan Thariq lalu bahu-membahu menguasai seluruh wilayah Spanyol selatan itu.

Pada 755 Masehi, Abdurrahman -keturunan Keluarga Dinasti Umayah (661-750 Masehi) yang lolos dari kejaran penguasa Abbasiyah-tiba di Spanyol. Perebutan kekuasaan dan persaingan tidak sehat menjadi isu sensitif kala itu karena ulah para elit dalam memperebutkan kursi panas dan puncak jabatan serta pembagian kavling kekuasaan.

Abdurrahman Ad-Dakhil, demikian orang-orang menjulukinya. Ia membangun Masjid Cordova, dan menjadi penguasa tunggal di Andalusia dengan gelar Amir. Keturunannya melanjutkan kekuasaan itu sampai 912 Masehi. Kalangan Kristen sempat mengobarkan perlawanan "untuk mencari kematian" (martyrdom). Namun Dinasti Umayah di Andalusia ini mampu mengatasi tantangan itu.

Abdurrahman kemudian menjadikan Andalusia sebagai pusat ilmu terpenting di daratan Eropa. Pada 912, tersiar kabar bahwa khalifah Abbasiyah di Baghdad tewas dibunuh, Ia lalu menggunakan gelar khalifah dan mendirikan Universitas Cordova dengan perpustakaan berisi ratusan ribu buku. Dalam catatan ini jika kita komparatifkan antara dinasti Umayah dan Abbasiyah, dinasti yang berusia paling panjang dalam sejarah Islam adalah Abbasiyah (750-1258 Masehi).

Hal demikian dilanjutkan oleh Khalifah Hakam. Pusat-pusat studi dibanjiri ribuan pelajar, Islam maupun Kristen, dari berbagai wilayah. Ladang-ladang pertanian Andalusia tumbuh dengan subur mengadopsi kebun-kebun dari wilayah Islam lainnya. Sistem hidraulik untuk pengairan dikenalkan. Andalusia inilah yang mendorong era pencerahan atau renaissance yang berkembang di Italia dan Negara-negara di Eropa umumnya. Bahkan ilmu-ilmu modern pun bermunculan di era Andalusia ini seperti Matematika, Fisika, Astronomi, dan disiplin ilmu lainnya.


(Masjid Hassan II yang terletak di kota Casablanca-Maroko, dengan tinggi menara 210 m dan masuk dalam daftar bangunan tertinggi di dunia dengan karakteristiknya yang bercorak arsitektur Andalusia)

Islam dan Ilmu Pengetahuan pada hakekatnya adalah ibarat dua muka dari sebuah koin. Islam yang murni mesti berlandaskan pada dasar Ilmu Pengetahuan yang valid, dan Ilmu Pengetahuan yang sejati selalu mengantarkan kepada kebenaran Islam yang universal. bahkan tokoh barat Dr. Maurice Bucaille menambahkan perihal kitab suci Umat Islam di dalam (La Bible, le Coran et la Science (1976): Al Qur'an sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, namun bahwa Alkitab atau Bibel tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan.

Setelah Andalusia ada di puncak keemasan, munculah fase kemunduran dan Kekacauan. Diskursus para elit menjadi salah satu faktor utama dan terjadi setelah Hakam wafat, setelah itu kendali dipegang Manshur Billah seorang ambisius yang menghabisi teman maupun lawan-lawannya dengan menghalalkan segala cara. Kebencian masyarakat, baik Islam maupun Kristen mencuat. Situasi tak terkendalikan lagi setelah Manshur Billah wafat. Pada 1013, Dewan Menteri menghapuskan jabatan khalifah. Akhrinya Andalusia terpecah-pecah menjadi sekitar 30 negara kota.

Dua kekuatan dari Maghribi sempat menyatukan kembali seluruh wilayah itu. Pertama adalah Dinasti Murabithun (1086-1143) yang berpusat di Marrakech, Maroko. Pasukan Murabithun datang untuk membantu kalangan Islam melawan Kerajaan Castilla. Mereka memutuskan untuk menguasai Andalusia setelah melihat Islam terpecah-belah. Dinasti Muwahiddun, yang menggantikan kekuasaan Murabithun di Afrika Utara, kemudin juga melanjutkan kepemimpinan Islam di Andalusia (1146-1235). Di masa ini, hidup seorang pemikir besar yang banyak menafsirkan naskah Aristoteles yaitu ibn rusyd (filsafat). Ada juga ilmuan-ilmuan lainnya yang mempunyai pengaruh besar terhadap peradaban manusia seperti : al-Qurthubi, Qadhi Iyadl (Tafsir), Ibnu Abdil Barr (Hadits), Ibnu Khaldun (ilmu sosial), Ibnu Arabi (Tasawuf), Sahnun, Ibnu Hazm (Fiqh), as-Shathibi (Maqashid), as-Shathibi (Maqashid) dan lain-lain.

(Insya Allah bersambung ke episode akhir sejarah Islam di Andalusia)


(Di sebrang Andalusia, Ifrane-Maroko merupakan kota kecil yang bernuansa Eropa serta menyimpan banyak pesona di dalamnya)

Study komparatif; Andalusia Riwayatmu Kini (2)



(Andalusia dengan segala segala nuansanya memberikan cerita tersendiri di kalangan umat Islam dan non Islam)

Pada 1238 Cordova jatuh ke tangan Kristen, lalu Seville pada 1248 dan akhirnya seluruh Spanyol. Hanya Granada yang bertahan di bawah kekuasaan Bani Ahmar (1232-1492). Kepemimpinan Islam masih berlangsung sampai Abu Abdullah. Kemudian dia meminta bantuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella untuk merebut kekuasaan dari ayahnya. Abu Abdullah sempat naik tahta setelah ayahnya terbunuh. Namun Ferdinand dan Isabella kemudian menikah dan menyatukan kedua kerajaan. Mereka kemudian menggempur kekuatan Abu Abdullah untuk mengakhiri masa kepemimpinan Islam sama sekali di bawah kekuasaan raja dan ratu Katolik tersebut.

Sejak itulah, seluruh pemeluk Islam juga Yahudi, dikejar-kejar untuk dihabisi sama sekali atau berpindah agama. Mega proyek Imperium Kristus dengan hegemoninya terhadap pemeluk Islam itu dibawa oleh pasukan Spanyol yang beberapa tahun kemudian menjelajah hingga kawasan Asia tenggara tepatnya di Filipina. Kesultanan Islam di Manila pun mereka bumihanguskan, seluruh kerabat Sultan mereka perangi.

Alhasil memasuki Abad ke-16, Tanah Andalusia yang selama delapan Abad dalam naungan Islam kemudian bersih sama sekali dari keberadaan Muslimin setelah ekspansi besar-besaran para penguasa barat dengan imperium kristusnya merebut Andalusia dengan mengakhiri cerita pada Tragedy Granada, dimana Umat Islam ketika itu dihabisi dengan kejam tanpa belas kasihan.

Sebenarnya kejadian ini lebih dikenal dan disulap menjadi perayaan April mop (April Fools' Day) di kalangan masyarakat dunia dan diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah, padahal tidak demikian di kalangan umat Islam, keduanya saling berlawanan. Pada bulan itulah umat Islam di habisi dengan cara dibohongi dengan jaminan keselamatan dari pasukan Kristus dengan meninggalkan Granada tanpa disakiti sedikitpun, alih-alih diberikan keselamatan yang terjadi justru sebaliknya umat Islam dihabisi dan lengkaplah sudah kisah akhir Andalusia dengan Tragedy berdarah ini.

Cemerlangnya cerita Andalusia sebenarnya bukan hal baru, termasuk perpecahan dan kemunduran pasca kejayaan. Berkaca ribuan tahun silam Bani Israil bisa kita jadikan contoh relevan untuk dijadikan pelajaran berharga. Nabi Daud dan Sulaiman ‘alaihima as-salam mereka berdua sukses membawa Bani Israil kepada kegemilangan sejarah dan kemakmuran (fase keemasan). Setelah wafatnya Nabi Daud dan Sulaiman ‘alaihima as-salam, Bani Israil yang dulu kuat dan di puja-puja akhirnya menjadi kaum yang lemah dan mengalami perpecahan yang akhrinya dibagi menjadi dua kelompok :
  1. Kerajaan selatan dengan Yerussalem sebagai ibukota di pimpin oleh Rahbaam (Rehabeam)-(913-930/31 SM).
  2. Kerajaan utara dengan Nabloes sebagai ibukota dan dipimpin oleh Yarbaam (Yerabeam)-(909/910-930/931 SM).
Mereka berdua adalah keturunan para pemimpin Bani Israil terdahulu. Rahbaam Putra Nabi Sulaiman ‘Alaihi as-salam menjadi penerus dari kepemimpin ayahnya, sedangkan Yarbaam enggan berjalan bersama dan lebih memilih menjadi Oposisi ketimbang koalisi dengan Rahbaam dalam memimpin Bani Israil, dari sinilah berawal perpecahan demi hasrat politik menuju kekuasaan dari kubu Yarbaam.

Faktor mendasar kemunduran Bani Israil

Terlena dengan kejayaan, perebutan tahta kekuasaan, maraknya kubu oposisi yang bersifat subyektif, perpecahan, hidup yang berfoya-foya, krisis moral, dan unsur duniawi lainnya menjadi faktor paling mendasar kemunduran Bani Israil. Setelah beberapa kurun dalam fase kemunduran, estafet kepemimpinan Bani Israil di teruskan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihima as-salam dengan membawa risalah ilahi, keduanya mampu mengeluarkan Bani Israil dari penindasan turun temurun di bawah kekuasaan sang diktator Mesir Fir’aun serta berhasil dengan taufik dari Allah ta’ala seperti yang diceritakan di banyak ayat dalam Kitab suci Al Qur’an. salah satunya di Surat Al A’raaf ayat 103-137 juz 9.

Tambuk kepemimipinan Bani Israil pun berganti seiring dengan wafatnya kedua utusan Allah tersebut. Yusha Bin Nun salah seorang murid kepercayaan Nabi Musa ‘alaihi as -salam yang akhirnya menjadi pemimpin Bani Israil membawa mereka ke Tanah sakral Palestina dan menetap di sana dalam jangka waktu yang lama. Yusha Bin Nun senantiasa membagi masa kepemimpinan Bani Israil menjadi 3 bagian : (1). Masa Pemerintahan, (2). Masa kerajaan/kejayaan, (3). Masa perpecahan.

Dibawah kepimimpinan nabi Daud ‘alahi as-salam awal masa pemerintahan, di teruskan nabi Sulaiman ‘alaihi as-salam dengan masa kejayaan, setelah mereka berdua wafat datanglah masa perpecahan seperti yang di ceritakan pada paragraph sebelumnya.


(Masjid Koutoubia adalah masjid terbesar di Marrakech-Maroko, yang merupakan salah satu dari tiga bangunan bersaudara (menara hassan di Rabat-Maroko dan Giralda di Sevilla-Andalusia menara ini selesai di bawah masa pemerintahan khalifah Muwahidun Yaqub al-Mansur [1184-1199])

Catatan akhir study komparatif :

Cerita singkat ini hanyalah contoh kecil dari lembaran sejarah manusia yang bersifat Normatif. APALAH ARTI SEBUAH SEJARAH? kalimat itu ingin saya tanyakan ketika harus disandarkan dengan maraknya Fenomena keagamaan di era globalisasi ini. Bangkitnya pergerakan Islam di Asia tenggara, kemenangan tipis kelompok Islam di Turki atas kubu sekuler dan militer, dan semakin menjamurnya pemeluk Islam di benua Eropa, Australia, Amerika, hingga Asia timur pasca tragedi World Trade Center 2001, walaupun propaganda media massa juga tidak kalah bangkit memberitakan seputar dunia Islam. Ini semua menjadi akumulasi yang tidak terbantahkan perihal meluasnya cahaya Islam yang tidak dapat di bendung oleh kekuatan apapun dengan izin Allah ta’ala, sama halnya seperti meluasnya cahaya Islam ke daratan Andalusia ratusan tahun silam, sesuai dengan beberapa firmannya :
  1. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. ( QS : At-taubah-32 ).
  2. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim (7). Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." (8). ( QS : Ash Shaff,7-8 ).
  3. Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. ( QS : Al Israa’-81).
  4. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ( QS : Muhammad-7 ).
  5. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh. ( Al-Anbiyaa’-105 ).
  6. Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[kalimat tauhid] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur. ( QS : Faathir-10 ).
  7. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. ( QS : Al Maa’idah-56 ).

(Desain indah khas Andalusia yang sangat mengagumkan, mempunyai nilai arsitektur cukup tinggi dan banyak di jadikan referensi para arsitektur modern, pemandangan seperti ini bisa kita jumpai di negri-negri pewaris budaya Andalusia termasuk di negri seribu benteng Maroko)

Fakta menarik study komparatif

Jaminan Allah ta’ala terhadap orang-orang yang menjaga budi pekerti secara utuh di sertai keimanan bukan hanya berupa kejayaan dan kemenangan seperti pada ayat-ayat di atas, melainkan masih ada hadiah dan lebih dari sekedar jaminan yaitu janji-janji khusus untuk hamba-hambanya sebagai bukti kasih sayang Allah ta’ala, janji-janji ini telah di bingkai secara khusus didalam surat :

I. An Nuur ayat 55 juz 18 :

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

Beberapa janji Allah ta’ala sangat jelas, di antaranya :
  1. Menjadi Pemegang kepentingan. (Stakeholders)
  2. Dikuatkan agamanya (Strong in faith)
  3. Kenyamanan hidup (Comfortable in life)
Untuk mendapatkan tiga point di atas ternyata tidak terlalu sulit, hanya butuh usaha lebih, Bahkan Allah ta’ala hanya memberikan satu syarat saja setelah iman dan amal soleh yaitu :

a. Menyembah Allah ta’ala tanpa menyekutukannya dengan hal apapun.

II. An Nakhl ayat 97 juz 14 :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’’

Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki atau perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. Paling tidak ada dua point penting yang bisa kita ambil dalam ayat di atas, diantaranya :
  1. Ganjaran di dunia : Berupa kehidupan yang layak
  2. Ganjaran di akhirat : Kompensasi dari Allah ta’ala berupa pahala berlipat
Pelajaran berharga yang bisa didapat, diantaranya :
  1. Diskursus para elit acap kali menjadi faktor mendasar kehancuran suatu negri.
  2. Kecerobahan intelektual, kemiskinan, perpecahan adalah tanda awal dari runtuhnya suatu kejayaan.
  3. Keimanan disertai amal soleh akumulasi dari kebahagian dunia dan akhirat.
  4. Islam yang murni mesti berlandaskan pada dasar Ilmu Pengetahuan yang valid, dan Ilmu Pengetahuan yang sejati selalu mengantarkan kepada kebenaran Islam yang universal.
  5. Sejatinya cahaya kebenaran tidak dapat dibendung oleh kekuatan apapun, karena Allah ta’ala yang senantiasa menyempurnakannya.
  6. Manuver para ambisius yang bersifat tidak sehat, menghalalkan segala cara, memaksakan persepsi, cenderung berapriori terhadap lawan politiknya dapat mematikan hati nurani dan akal sehat.
  7. Kejayaan dan kemunduran suatu kaum terjadi atas izin Allah ta’ala.
  8. Seyogyanya seorang muslim sejati tidak pernah bosan dalam mencari kebenaran, apalagi dalam menyiarkannya. Karena ruang, jarak, dan dinding waktu bisa ditembus dengan kesungguhan niat yang semata-mata karena Allah ta’ala seperti masuknya cahaya kebenaran ke daratan Andalusia melalui para pejuang Islam terdahulu.
  9. Niat adalah hal terpenting dalam melakukan suatu aksi, karena dari situlah berawal segala sesuatunya.
  10. Kasih sayang Allah ta’ala terhadap orang-orang yang beriman dan beramal soleh begitu besar.
  11. Persatuan adalah hal terpenting dalam suatu Negara.
  12. Sifat fanatik yang berlebihan dan tidak mendasar adalah hal yang terbantahkan, karena akan menimbulkan perbedaan yang tidak normal.
  13. Hal tersulit daripada memperoleh kemenangan adalah mempertahankannya.
  14. Keteladan para pejuang Islam terdahulu bisa menjadi teladan dalam menghadapi segala tantangan di era globalisasi dan motivator terbaik bagi umat Islam.
  15. Sejatinya hidup adalah perjuangan tanpa henti. Karena dengan itulah hidup akan terasa lebih bermakna.
  16. Konsisten adalah karakter dari orang-orang yang berjiwa besar.
  17. Tiada keberhasilan yang berarti kecuali didapat setelah bersusah payah.
  18. Allah ta’ala sedikitpun tidak akan menyia-nyiakan amal baik kita walaupun baru tersimpan di dalam hati dan terlintas di pikiran seorang muslim/muslimah.
  19. Sebagai penutup catatan ringan ini, segala sesuatunya Allah ta’ala ciptakan dengan keseimbangan :
    1. Suatu kejayaan atau kemenangan terjadi seiring dengan kesabaran dan kesungguhan.
    2. Sebuah jalan keluar terjadi seiring dengan cobaan, rintangan, gesekan, halangan, dan benda-benda mati lainnya.
    3. Kemudahan terjadi seiring dengan kesulitan.
Referensi : Al Qur’an Al Kariem, Siroh nabawiyah, Data kolektif via Online (Tarikh El Andalus), Diktat Univ-Azhar Kairo (Milal Wa Nihal-Tarikh Bani Israil), dan Analisa Personal.
(Catatan ringan ini di dedikasikan untuk seluruh umat Islam dan para pengagum akan sejarah Islam di Andalusia)


(Di sekitar Masjid Sunnah yang terletak di Rabat ibu kota Maroko, menara tinggi yang berada di samping masjid menjadi ciri khas tempat-tempat ibadah di negri ini yang senantiasa di warnai nuansa khas Andalusia)

Oleh Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc *
* Alumni Univ Azhar Kairo 2008, program Master di Univ Sidi Mohammed bin abdellah Fes-Maroko (Studi Islam), kontributor ISCO (Islamic Studies Center Online), serta salah satu dari sekian banyak pecinta dan pengagum warisan Islam Andalusia.

http://www.eramuslim.com/berita/silaturrahim/study-komparatif-andalusia-riwayatmu-kini-1.htm
http://www.eramuslim.com/berita/silaturrahim/study-komparatif-andalusia-riwayatmu-kini-2.htm

Teknik Budidaya Anggur, Bisnis Segar Prospek Besar

Filed under: by: 3Mudilah

Anggur adalah jenis tanaman yang merambat. Tanaman ini sebenarnya berasal dari daerah Armenia. Namun bangsa Timur Tengah sudah mulai mengembangkan budidaya anggur ini sekitar 4000 tahun sebelum masehi. (foto: Google)


Anggur adalah jenis tanaman yang merambat. Tanaman ini sebenarnya berasal dari daerah Armenia. Namun bangsa Timur Tengah sudah mulai mengembangkan budidaya anggur ini sekitar 4000 tahun sebelum masehi. Kemudian bangsa Mesir mengembangkan tanaman anggur ini untuk diolah menjadi minuman yang disebut dengan wine pada sekitar tahun 2500 sebelum masehi. Dari sini kemudian teknik pengolahan anggur menyebar hingga sampai di Yunani hingga Spanyol, Perancis, Austria dan Jerman. Lalu Columbus seorang pelaut terkenal mengenalkan teknik pembuatan minuman anggur ini ke Amerika, Afrika serta Asia.

Prospek Budidaya Anggur

Saat ini anggur bukan hanya dibuat untuk minuman saja. Namun juga bisa dimakan begitu saja sebagai buah segar untuk makanan pencuci mulut. Masyarakat juga banyak yang menyukai buah yang bentuknya seperti kelereng ini. Karena selain rasanya yang segar, juga punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Selain dimakan langsung serta dibuat minuman, buah anggur juga sering dipakai untuk campuran membuat roti atau makanan yang lain.

Melihat kenyataan di atas, maka bagi yang suka menerjuni usaha di bidang agrobisnis tentu bisa menjadikan budidaya anggur sebagai salah satu pilihan yang cocok. Meski bukan merupakan produsen yang begitu terkenal di dunia, namun kita juga tetap bisa menciptakan pasar yang baik bukan hanya di tingkat lokal, namun juga di level regional bahkan internasional. Karena sampai saat ini kebutuhan anggur di banyak negara masih belum mencukupi. Ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pasar baru bagi anggur hasil budidaya sendiri.

Teknik Budidaya Anggur

Untuk melakukan budidaya anggur, hal-hal yang harus mendapat perhatian adalah:

1. Penyediaan benih
Pilihan yang paling bagus untuk melakukan budidaya anggur adalah dengan menggunakan stek. Karena selain bisa mempersingkat masa panen, juga lebih mudah untuk memilih bibit yang punya kwalitas unggul.
Caranya pilih stek dari tanaman buah anggur yang baik. Kemudian potonglah batangnya. Batang tersebut minimal sudah berusia satu tahun dengan ciri ukuran diameter batangnya lebih dari satu centimeter dan punya warna coklat tua namun terlihat cerah.

2. Menyediakan lahan
Pilih lahan yang bagus sesuai dengan jenis anggur yang akan ditanam. Bila lahan sudah diratakan kemudian buatlah lubang yang mau digunakan untuk menanam dengan ukuran yang sama yaitu 60 centimeter.
Sebelum ditanami stek anggur, sebaiknya tanah yang sudah dilubangi ini dibiarkan selama dua hingga empat minggu dengan tujuan untuk mensterilkan lahan dari bakteri atau virus yang merugikan tanaman. Setelah itu bibit boleh ditanam.

3. Perawatan
Bila tanaman anggur sudah mulai mengeluarkan daun, maka bila daunnya terlalu rimbun dan banyak, perlu dilakukan pemotongan. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan bunga.
Ketika bunga mulai tumbuh, perlu mendapat perhatian, apalagi ketika bunga tersebut sudah mulai menghasilkan buah anggur yang kecil. Bila dalam satu tangkai dirasa terlalu banyak buah anggur, maka kita perlu melakukan pemotongan beberapa buah agar pertumbuhan buah yang lain bisa lebih maksimal dan ketika dipanen ukurannya lebih besar.

4. Masa panen
Buah anggur mulai bisa dipetik atau panen ketika usianya sudah mencapai sekitar 90 hingga 100 hari. Namun bila tanaman tersebut berada di dataran yang tinggi, maka masa panen yang bagus adalah 105 atau 110 hari. Jadi membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Tanda-tanda bila buah anggur sudah matang dan bisa dipetik adalah ketika warnanya sudah merata sama semua dan butirannya gampang lepas.

SYARAT TUMBUH

Iklim:

1. Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan.
2. Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.
3. Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.
4. Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya.
5. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %.
Media Tanam
1. Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.
2. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral).
Ketinggian Tempat
Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl.

PEDOMAN BUDIDAYA

Pembibitan

1) Pengadaan Benih
Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok, stek cabang, stek mata, penyambungan). Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. Bibit stek yang baik adalah :
• a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun.
• b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm.
• c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau, berair dan bebas dari noda-noda hitam.
• d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.
2) Teknik Penyemaian Benih
Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. Cara vegetatif (stek) yaitu :
• a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari
• b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Media semai ini berupa
polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal.
3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
• a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang.
• b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan.
4) Pemindahan Bibit
• a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya.
• b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi.

Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan

Persiapan yang perlu dilakukan adalah:
• a) Menentukan lokasi penanaman.
• b) Menentukan luas areal tanam.
• c) Mengatur jarak tanam.
• d) Membuat lubang tanam.
• e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan.

2) Pembukaan Lahan

Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari. Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu.
3) Pengapuran
Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam.
4) Pemupukan
Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang, pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.

Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanam

Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin
sangat besar pengaruhnya. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m, 4 x 4 m, 3 x 5 m, 3 x 4 m, 4 x 5 m, 4 x 5 m, 3 x 5 m dan 4 x 6 m

Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas :

• a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1.111 pohon
• b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon
• c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon
• d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon
• e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon
• f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon

2) Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam, isi lubang berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang
dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2.

3) Cara Penanaman

Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau, sekitar Juni dan Juli. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam, agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para
Selamat berbisnis dan melakukan budidaya anggur. Semoga sukses. (fn/id/aa) www.suaramedia.com

Syaikh Qardhawi Fatwakan Haram Muslim Memilih Dukung Pemisahan Sudan

Filed under: by: 3Mudilah


Presiden persatuan ulama muslim internasional, Syaikh Yusuf Al-Qardhawi mengeluarkan fatwa yang menyatakan haram hukumnya bagi umat Islam untuk memilih mendukung pemisahan wilayah Selatan Sudan dengan wilayah Utara, dan menyerukan umat Islam serta bangsa Arab untuk bersama-sama menciptakan persatuan.

Fatwa ini datang dalam menanggapi pernyataan yang diterima Syaikh Qardhawi dalam program acara "Syariah wal Hayah" yang disiarkan saluran televisi Aljazeera, terkait tentang peran apa yang dimainkan oleh persatuan ulama muslim internasional untuk mencegah terjadinya pemisahan antara wilayah Selatan Sudan dan terjadinya pembagian Sudan.

Dalam pertanyaannya yang ditujukan kepadanya berbunyi, Apakah diperbolehkan umat Islam Sudan untuk memiliki hak memilih wilayah dan memilih untuk memisahkan diri?

Syaikh al-Qaradawi menjawab: "Saya tidak perbolehkan bagi seorang muslim Sudan untuk memilih memisahkan diri .. karena pemisahan selalu berakhir dengan kejahatan dan hal itu yang diinginkan oleh Barat dalam memecah negara muslim .. Kita berada dalam dunia yang terpecah .. Sudan negara besar dipenuhi oleh intrik orang-orang yang tidak ingin Sudan tetap bersatu," sembari menjelaskan bahwa pemisahan Sudan aktor di belakangnya adalah beberapa negara Barat dan Amerika yang berusaha merusak persatuan dunia Muslim.

Menambahkan pernyataannya Syaikh al-Qardhawi mengatakan: "Saya menyerukan umat Islam untuk memiliki suatu entitas yang lebih dalam dan lebih memilih persatuan umat Islam karena umat Islam harus bergerak dari peran ke peran yang lebih besar."(fq/imo)

Orang yang Berjiwa Besar

Filed under: by: 3Mudilah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta tidak akan berkurang gara-gara sedekah. Tidaklah seorang hamba memberikan maaf -terhadap kesalahan orang lain- melainkan Allah pasti akan menambahkan kemuliaan pada dirinya. Dan tidaklah seorang pun yang bersikap rendah hati (tawadhu’) karena Allah (ikhlas) melainkan pasti akan diangkat derajatnya oleh Allah.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [8/194])
……….
Hadits yang mulia ini memberikan berbagai pelajaran penting bagi kita, di antaranya:

  1. Hadits ini menganjurkan kita untuk bersikap ihsan/suka berbuat baik kepada orang lain, entah dengan harta, dengan memaafkan kesalahan mereka, ataupun dengan bersikap tawadhu’ kepada mereka (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 110)
  2. Anjuran untuk banyak bersedekah. Karena dengan sedekah itu akan membuat hartanya berbarokah dan terhindar dari bahaya. Terlebih lagi dengan bersedekah akan didapatkan balasan pahala yang berlipat ganda (lihat Syarh Muslim [8/194]). Selain itu, sedekah juga menjadi sebab terbukanya pintu-pintu rezeki (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 109)
  3. Anjuran untuk menjauhi sifat bakhil/kikir.
  4. Kebakhilan tidak akan menghasilkan keberuntungan
  5. Hadits ini menunjukkan keutamaan bersedekah dengan harta
  6. Sedekah adalah ibadah
  7. Allah mencintai orang yang suka bersedekah -dengan ikhlas tentunya-
  8. Terkadang manusia menyangka bahwa sesuatu bermanfaat baginya, namun apabila dicermati dari sudut pandang syari’at maka hal itu justru tidak bermanfaat. Demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu alangkah tidak bijak orang yang menjadikan hawa nafsu, perasaan, ataupun akal pikirannya yang terbatas sebagai standar baik tidaknya sesuatu. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Manusia itu, sebagaimana telah dijelaskan sifatnya oleh Yang menciptakannya. Pada dasarnya ia suka berlaku zalim dan bersifat bodoh. Oleh sebab itu, tidak sepantasnya dia menjadikan kecenderungan dirinya, rasa suka, tidak suka, ataupun kebenciannya terhadap sesuatu sebagai standar untuk menilai perkara yang berbahaya atau bermanfaat baginya. Akan tetapi sesungguhnya standar yang benar adalah apa yang Allah pilihkan baginya, yang hal itu tercermin dalam perintah dan larangan-Nya…” (al-Fawa’id, hal. 89)
  9. Hadits ini menunjukkan disyari’atkannya menepis keragu-raguan dan menyingkap kesalahpahaman yang bercokol di dalam hati manusia
  10. Memberikan targhib/motivasi merupakan salah satu metode pengajaran yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  11. Hadits ini juga menunjukkan pentingnya memotivasi orang lain untuk beramal salih
  12. Anjuran untuk memberikan maaf kepada orang lain yang bersalah kepada kita -secara pribadi-. Dengan demikian -ketika di dunia- maka kedudukannya akan bertambah mulia dan terhormat. Di akherat pun, kedudukannya akan bertambah mulia dan pahalanya bertambah besar jika orang tersebut memiliki sifat pemaaf (lihat Syarh Muslim [8/194]).
  13. Di antara hikmah memaafkan kesalahan orang adalah akan bisa merubah musuh menjadi teman -sehingga hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk membuka jalan dakwah-, atau bahkan bisa menyebabkan orang lain mudah memberikan bantuan dan pembelaan di saat dia membutuhkannya (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 109)
  14. Allah mencintai orang yang pemaaf.
  15. Anjuran untuk bersikap tawadhu’/rendah hati. Karena dengan kerendahan hati itulah seorang hamba akan bisa memperoleh ketinggian derajat dan kemuliaan, ketika di dunia maupun di akherat kelak (lihat Syarh Muslim [8/194]).
  16. Hakekat orang yang tawadhu’ adalah orang yang tunduk kepada kebenaran, patuh kepada perintah dan larangan Allah dan rasul-Nya serta bersikap rendah hati kepada sesama manusia, baik kepada yang masih muda ataupun yang sudah tua. Lawan dari tawadhu’ adalah takabur/sombong (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 110)
  17. Allah mencintai orang yang tawadhu’
  18. Larangan bersikap takabur; yaitu menolak kebenaran dan meremehkan orang lain
  19. Tawadhu’ yang terpuji adalah yang dilandasi dengan keikhlasan, bukan yang dibuat-buat; yaitu yang timbul karena ada kepentingan dunia yang bersembunyi di baliknya (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 110)
  20. Yang menjadi penyempurna dan ruh/inti dari ihsan/kebajikan adalah niat yang ikhlas dalam beramal karena Allah (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 110)
  21. Ketawadhu’an merupakan salah satu sebab diangkatnya derajat seseorang di sisi Allah. Di samping ada sebab lainnya seperti; keimanan -dan itu yang paling pokok- serta ilmu yang dimilikinya. Bahkan, ketawadhu’an itu sendiri merupakan buah agung dari iman dan ilmu yang tertanam dalam diri seorang hamba (lihat Bahjat al-Qulub al-Abrar, hal. 110)
  22. Hadits ini menunjukkan bahwa manusia diperintahkan untuk mencari ketinggian dan kemuliaan derajat di sisi-Nya. Sedangkan orang yang paling mulia di sisi-Nya adalah yang paling bertakwa (lihat QS. al-Hujurat: 13). Dan salah satu kunci ketakwaan adalah kemampuan untuk mengekang hawa nafsu, sehingga orang tidak akan bakhil dengan hartanya, akan mudah memaafkan, dan tidak bersikap arogan ataupun bersikap sombong di hadapan manusia.
  23. Hadits ini menunjukkan keutamaan mengekang hawa nafsu dan keharusan untuk menundukkannya kepada syari’at Rabbul ‘alamin
  24. Hendaknya menjauhi sebab-sebab yang menyeret kepada sifat-sifat tercela -misalnya; kikir dan sombong- dan berusaha untuk mengikisnya jika seseorang mendapati sifat itu ada di dalam dirinya
  25. Kemuliaan derajat yang hakiki adalah di sisi Allah (diukur dengan syari’at), tidak diukur dengan pandangan kebanyakan manusia
  26. Bisa jadi orang itu tidak dikenal atau rendah dalam pandangan manusia -secara umum-, akan tetapi di sisi Allah dia adalah sosok yang sangat mulia dan dicintai-Nya. Tidakkah kita ingat kisah Uwais al-Qarani seorang tabi’in terbaik namun tidak dikenal orang, diremehkan, dan tidak menyukai popularitas?
  27. Pujian dan sanjungan orang lain kepada kita bukanlah standar apalagi jaminan. Sebab ketinggian derajat yang hakiki adalah di sisi-Nya. Oleh sebab itu, tatkala dikabarkan kepada Imam Ahmad oleh muridnya mengenai pujian orang-orang kepadanya, beliaupun berkata, “Wahai Abu Bakar -nama panggilan muridnya-, apabila seseorang telah mengenal jati dirinya, maka tidak lagi bermanfaat ucapan (pujian) orang lain terhadapnya.” (lihat Ma’alim fi Thariq Thalabil Ilm, hal. 22). Ini adalah Imam Ahmad, seorang yang telah hafal satu juta hadits dan rela mempertaruhkan nyawanya demi menegakkan Sunnah dan membasmi bid’ah. Demikianlah akhlak salaf, aduhai… di manakah posisi kita bila dibandingkan dengan mereka? Jangan-jangan kita ini tergolong orang yang maghrur/tertipu dengan pujian orang lain kepada kita. Orang lain mungkin menyebut kita sebagai ‘anak ngaji’, orang alim, orang soleh, atau bahkan aktifis dakwah. Namun, sesungguhnya kita sendiri mengetahui tentang jati diri kita yang sebenarnya, segala puji hanya bagi Allah yang telah menutupi aib-aib kita di hadapan manusia… Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami
  28. Islam menyeru kepada akhlak yang mulia
  29. Islam mengajarkan sikap peduli kepada sesama dan agar tidak bersikap masa bodoh terhadap nasib atau keadaan mereka
  30. Sesungguhnya ketaatan itu -meskipun terasa sulit atau berat bagi jiwa- pasti akan membuahkan manfaat besar yang kembali kepada pelakunya sendiri. Sebaliknya, kedurhakaan/maksiat itu -meskipun terasa menyenangkan dan enak- maka pasti akan berdampak jelek bagi dirinya sendiri. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Perkara paling bermanfaat secara mutlak adalah ketaatan manusia kepada Rabbnya secara lahir maupun batin. Adapun perkara paling berbahaya baginya secara mutlak adalah kemaksiatan kepada-Nya secara lahir ataupun batin.” (al-Fawa’id, hal. 89). Allah ta’ala telah menegaskan (yang artinya), “Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyenangi sesuatu padahal itu adalah buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui -segala sesuatu-.” (QS. al-Baqarah: 216)
  31. Pahala besar bagi orang yang berjiwa besar; yaitu orang yang tidak segan-segan untuk menyisihkan sesuatu yang dicintainya -yaitu harta- guna berinfak di jalan Allah, mau melapangkan dadanya untuk memaafkan kesalahan orang lain kepadanya, serta bersikap tawadhu’ dan tidak meremehkan orang lain.
  32. Ketiga macam amal soleh ini -dengan izin Allah- bisa terkumpul dalam diri seseorang. Dia menjadi orang yang dermawan, suka memaafkan, dan juga rendah hati. Perhatikanlah sifat-sifat dan kepribadian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya ketiga sifat ini akan kita temukan dalam diri beliau. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah teladan yang baik, yaitu bagi orang yang berharap kepada Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.” (QS. al-Ahzab: 21)
  33. Di samping menyeru kepada persatuan umat Islam -di atas kebenaran- maka Islam juga menyerukan perkara-perkara yang menjadi perantara atau sebab terwujudnya hal itu. Di antaranya adalah dengan menganjurkan 3 hal di atas: suka bersedekah -yang wajib ataupun yang sunnah-, suka memaafkan, dan bersikap rendah hati/tawadhu’. Sesungguhnya, kalau kita mau mencermati kondisi kita di jaman ini -yang diwarnai dengan kekacauan serta fitnah yang timbul di medan dakwah-, akan kita dapati bahwa kebanyakan di antara kita -barangkali- amat sangat kurang dalam menerapkan ketiga hal tadi. Akibat tidak suka bersedekah, banyak kepentingan umat -khususnya dakwah- yang tidak terurus dengan baik. Akibat sulit memaafkan, permusuhan yang tadinya hanya bersifat personal pun akhirnya melebar menjadi permusuhan kelompok. Akibat perasaan lebih tinggi dan gengsi, jalinan ukhuwah yang terkoyak pun seolah tak bisa dijalin kembali. Masing-masing pihak ingin menang sendiri dan berat mendengarkan pandangan atau argumentasi saudaranya. Maka yang terjadi adalah sikap saling menyalahkan, dan kalau perlu menjatuhkan kehormatan saudaranya tanpa alasan yang dibenarkan. Kalau seperti itu caranya, ya tidak akan pernah ketemu… Bisa jadi ini hanya sekedar analisa, namun tidak kecil kemungkinannya itu merupakan realita yang ada, wallahul musta’an. Sebagian orang, setelah selesai mendengar kritikan dari saudaranya seketika itu pula ia memberikan ‘serangan balik’ kepada sang pengkritik. Padahal, nasehat yang didengarnya belum lagi meresap ke dalam akal sehatnya. Karena merasa dirinya telah ‘dilecehkan’ dia pun berkata kepada temannya, “Saya juga punya kritikan kepadamu. Kamu itu begini dan begitu…” Wahai saudaraku -semoga Allah merahmatimu- marilah kita bersama-sama berlatih untuk menerima kritik dan nasehat dengan lapang dada (lihat wasiat ke-31 bagi penuntut ilmu, dalam Ma’alim fi Thariq Thalabil ‘Ilm, hal. 268-269). Ingatlah ucapan seorang Syaikh yang mulia ketika berceramah menegaskan isi nasehat Syaikh Rabi’ bin Hadi -hafizhahullah- dalam Daurah Nasional yang belum lama berlalu di Masjid Agung Bantul Yogyakarta, “Tidak ada seorang insanpun melainkan pasti pernah terjatuh dalam kekeliruan… Namun, yang tercela adalah orang yang tetap bersikukuh mempertahankan kesalahannya.” Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang berjiwa besar, Allahumma amin. Rabbanaghfirlana wa li ikhwaninal ladzina sabaquna bil iman, wa laa taj’al fi qulubina ghillal lilladzina amanu, Rabbana innaka ra’ufur rahim.
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Tak Lekang Menyerang Alquran

Filed under: by: 3Mudilah

Alquran dihina dan dilecehkan di mana-mana. Serangan yang sistematis.

Rencana pembakaran Alquran hanyalah satu dari sekian banyak makar yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Sebelum ini, pelecehan dan penghinaan Alquran serta Nabi Muhammad SAW tak pernah berhenti. Seolah siang dan malam, orang-orang kafir dan antek-anteknya terus mencari cara agar umat Islam terjauhkan dari keimanannya.

Makar ini ada yang bersifat individual maupun kelompok. Namun hampir semaunya tidak berdiri sendiri. Di belakang makar itu senantiasa ada sponsornya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Tak heran para pembuat makar ini bisa bergentayangan bebas ke sana ke mari merusak Islam.

Makar tersebut sebagian ada yang memanfaatkan orang dalam, yakni para pembebek dan pemuja peradaban Barat. Ada juga yang langsung dilakukan sendiri oleh orang kafir. Namun semua langkah-langkahnya tertuju pada satu titik, menyerang Islam.

Serangan Fisik

Sebelum ada rencana pembakaran ini, sudah beberapa kali Alquran dilecehkan secara fisik. Tahun 2005, seorang tentara Amerika secara sengaja menendang Alquran dan seorang petugas interogasi menginjak Al-quran. Selain itu, seorang tentara AS lainnya kencing di saluran udara tahanan Muslim sehingga air seninya mengenai tahanan dan Alquran.

Tidak hanya itu, di penjara itu tentara AS pun memainkan bola air yang bisa membasahi Alquran para tahanan. Bukti ditemukan, mereka menorehkan kata hinaan dalam bahasa Inggris di bagian dalam sampul Alquran. Yang lebih kurang ajar lagi, satu tentara AS memasukkan  Alquran ke dalam closet dan menyiramnya bak kotoran manusia. 

Di Irak, pasukan AS menjadikan Alquran sebagai sasaran menembak pada 2008. kejadian itu berlangsung di wilayah Sunni Radwaniyah, di sebelah barat Baghdad. Kitab Suci itu ditemukan oleh para pejuang Irak. Terdapat 14 lubang peluru dan beberapa coretan pada bagian isinya.
Setahun kemudian, para pemukim Yahudi di Palestina menyerang sebuah masjid di bagian utara Tepi Barat. Mereka membakar kitab suci dan mem-buat grafiti ancaman dalam bahasa Ibrani di dalam bangunan masjid.

Para ekstrimis Yahudi ini mengobrak-abrik masjid di desa Yasuf, dekat kota Nablus dan membakar Alquran dan karpet alas tempat doa. Selain itu, mereka juga menuliskan slogan-slogan di lantai yang terbaca “Price tag  greetings from Effi.”

Di Afganistan, tentara teroris NATO pun tak ketinggalan merobek-robek Alquran. Paling tidak kejadian itu berlangsung dua kali yakni tahun 2009 dan tahun ini. Masyarakat setempat marah dibuatnya. Di Yunani, tahun 2009 lalu, seorang polisi pun dengan sombong menginjak-injak Alquran. Tindakan ini mem-buat marah warga setempat.

Pelecehan seperti ini pun terjadi di dalam negeri. Di Bekasi, Jawa Barat, Juni lalu, Abraham Felix Grady (16) divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Bekasi karena menodai Islam. Penganut Kristen yang masih duduk di kelas satu SMU ini terbukti menginjak kitab suci Alquran dan berpose memegang Alquran sambil mengacungkan jari te-ngah membentuk kode “fuck you” sebagai isyarat pelecehan.

Sebelumnya penodaan terhadap Alquran terjadi di sebuah hotel di Batu, Malang, Jawa Timur. Sekelompok orang Kristen mengadakan ritual yang mencaci maki Alquran. Pemimpin kelompok tersebut mengangkat Alquran sambil bercerita tentang teroris yang dilakukan oleh umat Islam. Tak hanya itu, sambil terus mengangkat Alquran, pendeta ini kemudian berkata, “Di dalam buku ini terdapat ajaran yang menyesatkan berjuta-juta o-rang.” Setelah selesai menghujat Alquran, pendeta itu kemudian meletakkan Alquran di lantai dan kemudian menyuruh seluruh jamaah untuk bersama-sama menghujat dan memaki-maki Alquran.

Serangan terhadap Isi

Masih ingat Salman Rushdie? Dialah orang yang dihalalkan darahnya oleh Khomeini untuk dibunuh pada 1989. Sampai sekarang dia bersembunyi di Inggris karena ketakutan.

Pria keturunan India ini menulis buku 'The Satanic Verses' (Ayat-ayat Setan) yang meng-hina Islam dan Nabi SAW termasuk Alquran.

Di Belanda, ada Geert Wilders yang membuat film 'Fitna' yang melecehkan ayat-ayat Al-quran. Film ini berisi potongan ayat Alquran di antara gambar pidato ulama radikal Islam, dan juga gambar tindak kekerasan dan serangan teroris seperti tragedi WTC pada tahun 2001 lalu.

Tidak hanya itu, Inggris terus menanam duri dalam daging umat Islam dengan membuat Ahmadiyah. Aliran sesat ini terbukti melecehkan dan mengacak-acak Alquran dengan membuat kitab suci baru yang bernama Tadzkirah. Namun mereka tidak mau dikatakan keluar dari Islam. Mereka ber-gerak dengan memperdaya orang-orang Islam yang lemah pemahamannya untuk meng-anut ajaran sesatnya.

Di luar itu, banyak kalangan umat Islam yang menjadi kaki tangan Barat di dunia Islam. Mereka mengibarkan bendera Islam liberal. Mereka menentang aturan-aturan yang ada dalam Al-quran dalam rangka mendorong Islam agar sesuai dengan per-adaban Barat. Para komprador ini terbukti dibiayai oleh Amerika dan Barat untuk menjauhkan umat Islam dari pemahaman Islam yang hakiki. Misalnya, mereka menghalalkan riba, membolehkan homoseksual, nikah tanpa wali, menentang kepemimpinan laki-laki, menolak hukum waris, dan sebagainya. Di Indonesia mereka ini tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) dan belakangan ada wadah baru lagi yakni Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Belum lagi, belakangan muncul situs/blog yang terus menerus menyerang Islam dengan pelecehan yang luar biasa.

Misi mereka cuma satu, yakni menghalangi kebangkitan Islam. Ada kepentingan ideologi. Amerika dan Barat menyadari betul kebangkitan Islam akan meluluhlantakkan peradaban mereka. Maka satu-satunya jalan adalah merusak Islam. Waspadalah![] mujiyanto

Fungsi Legislatif DPR, Apakah Menandingi Allah?

Filed under: by: 3Mudilah

dpragama
Assalamu’alaikum Wr Wb.

Ustadz Taufik semoga rahmat dan kasih sayang Allah SWT melimpahi antum. Begini ustadz, ana ingin minta penjelasan, Bukankah dalam al-Qur'an telah dijelaskan dengan tegas, bahwa umat Islam harus berhukum dengan hukum Allah. Orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah SWT dicap sebagai fasik, kafir, dzalim.

Bagaimana halnya anggota DPR yang salah satu tugasnya adalah legislasi alias membuat undang-undang? Mereka membuat undang-undang juga lengkap dengan sanksinya.Bahan baku mereka tidak hanya dari al-Qur’an terkadang dari adat-istiadat dan bahkan menggunakan pertimbangan non-Muslim?

Terus bagaimana dengan pemilu legislatif, di mana rakyat (sebagian umat Islam) memilih calonnya untuk duduk di legislatif, yang bertugas membuat undang-undang?  Apakah hal ini menandingi Allah dan berdosa pula yang memilih mereka?

Jawaban:

Menentukan hukum dalam masalah-masalah kontemporer membutuhkan dua jenis fiqih. Pertama, fiqih Syar’i yaitu memahami teks hukum dengan baik dan mendalam dilengkapi dengan  memahami maqasid dari teks tersebut. Kedua,  fiqih waqi’; memahami realita umat dengan teliti dan mencakup seluruh aspek permasalahan.

Fiqih Syari’ dalam tatanan memahami makna teks hukum sedangkan fiqih waqi’ dalam tatanan aplikasi. Memisahkan antara keduanya dalam memahami masalah-masalah kekinian menghasilkan produk hukum yang tidak sesuai dengan maqasid syariah.

Urgensi Fiqih Waqi’ Dalam Fatwa

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa seorang laki-laki terkena batu sehingga terluka agak serius. Setelah itu, saat ia tidur, ia mimpi basah. Ia bertanya kepada rekan-rekannya, “Apakah saya boleh tayamum?” Mereka menjawab,”Tidak boleh, karena kamu bisa mendapatkan air.” Lalu ia mandi dan meninggal dunia. Sesampainya di Madinah peristiwa ini disampaikan kepada Rasulullah saw. Beliau marah dan berkata: “Mereka telah membunuhnya! Allah akan membunuh mereka!”

Dalam hadis lain diceritakan bahwa Amru bin Ash ra. Memimpin pasukan dalam perang Dzatu –salasil. Di malam yang sangat dingin Amru bin Ash mimpi basah. Ketika waktu shalat Subuh tiba ia menolak mandi dan hanya cukup bertayamum. Ia beralasan bahwa mandi akan sangat mebahayakan kesehatannya. Kemudian Amru pun menjadi imam shalat.

Ketika pasukan kembali ke Madinah dengan membawa kemenangan dan harta rampasan perang yang berlimpah, para sahabat mengadukan apa yang dilakukan Amru bin Ash kepada Rasulullah saw. Beliau mengkonfirmasi hal tersebut kepada Amru bin Ash.

Jawaban Amru sangat di luar dugaan para sahabat. Ia menjawab: ”Aku ingat Firman Allah, “Janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha penyayang pada diri kalian,” (QS an-Nisa [4]: 29) maka saya cukup tayammum saja.” Mendengar jawaban itu Rasulullah saw menyetujui tindakan Amru bin Ash ra.

Dari dua hadis di atas kita memahami pentingnya fiqih waqi’. Riwayat pertama memberikan gambaran bahwa fatwa yang dikeluarkan tanpa memahami situasi dengan tepat berakibat sangat fatal. Sebaliknya riwayat kedua memberikan makna bahwa berfatwa dengan memakai fiqih waqi’ menyelamatkan kepentingan umat.

Fiqih waqi’ melahirkan fiqih-fiqih yang lainnya yang sangat diperlukan dalam berfatwa. Antara lain: Fiqih muwazanah; yaitu mempertimbangkan maslahah dan mafsadah. Fiqih marhalah; yaitu memahami situasi dan kondisi, fiqih prioritas. Fiqih ma-al; yaitu menimbang dampak yang ditimbulkan.

Apakah Hak Legislatif DPR menandingi Allah dalam menentukan hukum?

Apabila fatwa memakai fiqih syar’i saja maka jawabanya adalah:
1) Hak legislatif DPR menandingi Allah dalam hal membuat hukum. Maka hukumnya Musyrik. Karena Allah berfirman: “menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah“ ( al-Anam:57) )
2) Umat Islam berkewajiban Berhukum dengan hukum Allah, bukan berhukum dengan hukum produk DPR. Allah berfirman: barangsiapa yang tidak menentukan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (al-Maidah : 44)
3) Umat Islam diharamkan mengutus wakilnya di DPR
4) Mengikuti pemilu legislatif berarti ikut berperan serta mendukung lembaga pesaing Allah maka hukumnya haram.
Akan tetapi apabila fatwa memakai fiqih syar’i dan fiqih waqi maka jawaban tidak semudah dan sesederhana itu.

Hukum Orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah:

Ayat al-Qur’an dalam surat al-Maidah 44, 45, 47 dan ayat yang lainnya secara tegas menyatakan kewajiban menjalankan hukum Allah. Hukum orang yang tidak menjalankan hukum Allah dibagi menjadi tiga :
1)  Tidak menjalankannya karena mengingkari kewajiban berhukum dengan hukum Allah. Maka hukumnya kafir. Ia mengingkari sesuatu yang sudah yakin dan jelas berdasarkan dalil-dalil yang kuat (al-ma’luum minaad-diin bi dharurah).
2) Meyakini kewajiban berhukum dengan hukum Allah akan tetapi ia tidak melaksanakannya. Maka hukumnya tidak kafir. Ia berbuat rmaksiat.
3) Tidak menjalankan hukum Allah karena Ketidaktahuan. Maka ia tidak berdosa dan dimaafkan.

Membuat undang-undang yang tidak Islami

Sebelum menentukan hukum suatu masalah harus diketahui terlebih dahulu hakikat masalahan tersebut. Mengapa Undang-undang yang dihasilkan tidak Islami? Apabila jawabannya adalah karena menentang Allah, tidak percaya dengan hukum Islam, maka hukumnya kafir.

Namun apabila jawabannya karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan (fiqih marhalah), atau ada maslahat yang lebih besar yang hendak dicapai, atau karena ada mafsadah yang besar yang hendak dihindari maka ( fiqih muwazanah) maka hukumnya berbeda.

Hukum menjadi Anggota DPR

Dalam hadis dikatakan: ”Hukum perbuatan seseorang tergantung niat.” Apabila niat menjadi anggota DPR untuk mendukung orang-orang yang menentang hukum Allah maka jelas hukumnya haram.

Namun, apabila masuk DPR dengan niat menyuarakan hukum Islam, menentang hukum-hukum thagut, meyakinkan rakyat bahwa kejayaan bangsa ini hanya dengan Islam, berpihak pada kepentingan-kepentingan umat Islam maka hukumnya boleh.

Bahkan, kalau ditinjau dari fiqih muwazanah maka hukumnya wajib! Membiarkan DPR diisi orang-orang liberal, fasik dan musyrik adalah sebuah kemudharatan yang harus dicegah.

Apabila hukum yang dihasilkan bertentangan dengan hukum Allah, para anggota yang tidak menyetujui hukum semacam ini tidak ikut berdosa. Dosa hanya ditanggung oleh yang berbuat.

Yang tidak berbuat tidak menanggung dosa yang lain. Allah berfirman: ”Tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain."

Hukum Memilih Anggota Legislatif

Memilih Anggota legislatif dengan niat berkontribusi dalam perjuangan umat Islam tidak berdosa. Bahkan berpahala karena ikut serta melaksankan amar ma’ruf nahi munkar.

Sebaliknya, Muslim yang tidak ikut berperan akan menanggung dosa apabila karena ketidak ikut sertaanya mengakibatkan musuh-musuh Islam leluasa menentukan hukum-hukum yang menyaingi hukum Allah. (Majalah SABILI No 02 TH XVIII).

Keterangan:

Diasuh Oleh Dr HM Taufik Qulazhar Hulaimi MA Med, Direktur Ma’had Aly an-Nu'aimy Jakarta. Mencetak Kader Dai Nasional

Alamat: Jl. Seha II No. I Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12220Tlp: 021. 725 1334.
Website: http://sabili.co.id/agama/hak-legislatif-dpr-apakah-menandingi-allah

Luruhnya Aqidah Umat Islam?

Filed under: by: 3Mudilah

Desember hari yang terus membuat aqidah umat Islam meleleh. Seperti es yang meleleh terkena udara panas. Perlahan aqidah umat terkikis. Aqidah menjadi hilang dari dada umat. Tidak ada lagi furqon (pembeda), antara mukmin dan musyrik. Ini berlangsung setiap tahun. Akankah agama Islam tetap bertahan di Indonesia?

Secara massif sejak menjelang Desember media telivisi mengguyur dengan acara yang berkaitan Natal. Acara telivisi bukan hanya menyajikan cerita tentang Natal, tetapi juga simbol-simbol Natal. Seperti pohon Natal, Sinterklas, dan berbagai acara lainnya, yang mencerminkan ritual agama Nasrani (Kristen). Belum lagi iklan di telivisi dan surat kabar serta majalah, yang hampir semuanya dipenuhi dengan iklan tentang Natal. Belum lagi radio-radio yang tak henti-hentinya memutar lagu-lagu Natal.

Pemirsa telivisi mayoritas umat Islam. Pembaca surat kabar dan majalah mayoritas umat Islam. Pendengar radio mayoritas umat Islam. Mereka perlahan-lahan aqidahnya luruh. Mereka menjadi tasamuh (toleran) dengan agama kaum Nasrani. Tidak sedikit pula orang Islam yang mengucapkan selamat Natal kepada orang-orang Nasrani. Sehingga, tidak ada lagi ‘hijab’ (pembatas) antara orang mukmin dan musyrik secara aqidah.

Mall-mall, plaza, toko, hotel-hotel, dan tempat-tempat keramaian lainnya, semuanya berhias dengan pohon Natal. Acara-acara yang diselenggarakan berkaitan dengan Natal. Sangat luar biasa. Suasana di Indondesia sudah mirip seperti negeri Nasrani. Para pelayan toko menggunakan pakaian sinterklas. Banyak gadis berkerudung yang mengunakan topi sinterklas.

Desember, bulan yang mejadi bulan pelanjangan aqidah umat Islam. Aqidah umat dilucuti dengan berbagai sarana yang ada, semuanya akhirnya umat kehilangan kepercayaan dan keyakinan terhadap agama Islam.
Mall-mall, plaza, toko, hotel-hotel, dan tempat-tempat keramaian lainnya, mayoritas pengunjungnya, tak lain umat Islam. Mereka tak lagi merasa terganggu dengan simbol-simbol agama Nasrani. Mereka seperti sudah menjadi biasa dan berkompromi serta menerimanya. Ini merupakan awal luruhnya aqidah umat. Awalnya mereka toleran. Karena berlangsung setiap tahun, akhirnya umat Islam menerimanya, dan suatu saat akan menjadi keyakinan mereka.

Usai perayaan Natal di bulan Desember ini, belum pula berakhir acara-acara telivisi, radio, surat kabar, mall-mall, plaza, kantor-kantor, hotel-hotel, dan tempat-tempat hiburan, di seantero Republik ini menyambut datangnya tahun baru Masehi.

Tahun baru Masehi yang tak kalah meriahnya dibandingkan dengan perayaan Natal, pasti akan disambut begitu hangat dan dahsyat, dan akan berlangsung sampai ke pelosok-pelosok. Seperti tahun-tahun sebelulmnya.

Di Jakarta jutaan manusia pergi keluar rumah, ke jalan-jalan, ke tempat hiburan, seperti di Monas, dan Ancol, menyambut datangnya tahun b aru Masehi. Laki perempuan. Mereka melakukan pesta –pora dengan berbagai acara termasuk pesta kembang api. Menyambut pergantian tahun baru Masehi. Semuanya larut dalam suasana menyambut tahun baru. Semuanya yang ikut di dalam gegap-gempita , tak lain um at Islam. Sungguh ini merupakan gambaran yang sangat penuh dengan paradok. Dibandingkan ketika umat ini menyambut d atangnya tahun baru Hijriyah. Sepi.

Indonesia yang sudah dikuasai asing dengan masuknya modal melalui penamanan modal asing, menguasai sumber daya alam, asset BUMN, hotel, toko (ritel), sepeti Carefour, Sogo, Giant, dan tempat-tempat perbelanjaan, semuanya sudah menjadi milik asing. Semuanya menjadi tempat untuk ikut menyebarkan agama Nasrani secara langsung.

Inilah masa terjadinya penjajahan agama yang terjadi di Indonesia. Agama Nasrani dari dulu dibawa penjajah Belanda, Portugis, Inggris, Jerman. Sama seperti sekarang ini.

Penguasaan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki Indonesia oleh asing, akhirnya mempunyai relasi dengan penyebaran agama. ‘Gold, Gospel, dan Glorius', sekarang sudah menjadi kenyataan.

Usaha para da’i, mubaligh, ulama membentengi aqidah umat, seperti tak kuasa lagi menghadapi arus global yang dibawa para pemiliki modal, yang juga membawa misi agama Nasrani ke bumi Indonesia. Masih para da’i, mubaligh, dan ulama,sanggup menegakkan agama Allah di Indoenesia, menghadapi aqidah agama Nasrani ini?

“Katakanlah, “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak (pernah) pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah, untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS : al-Fafirun : 1-6)

http://www.eramuslim.com/suara-kita/dialog/luruhnya-aqidah-umat-islam.htm

Uang Panas Kuras Anggaran Negara RI

Filed under: by: 3Mudilah

Uang rakyat sebesar Rp 30 tilyun melayang sia-sia karena masuknya uang panas asing. BI mengalami negative spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen. Inilah aksi kriminal yang sesungguhnya!

Jika modal BI makin tipis akibat bea Sterilisasi Moneter untuk meredam dampak negatif uang pasan terhadap perekonomian domestik, pemerintah melalui anggaran negara (APBN) harus menambah modal bank sentral. Bila tidak, rupiah akan terjun bebas nilainya di pasar valas. Arus masuk dana asing spekulatif dan berjangka pendek yang kian deras, membengkakkan defisit neraca Bank Indonesia dan menipiskan modal bank sentral akibat naiknya biaya sterilisasi moneter tersebut.

Ini berarti rakyatlah yang harus menanggung beban, karena kalahnya pertahanan BI untuk menjaga nilai rupiah dari gempuran spekulan valas melalui Hot Money. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa dalam pertarungan antara spekulan valas melawan bank sentral negara manapun di dunia ini, senantiasa dimenangkan oleh spekulan valas. Pemerintah negara yang mata uangnya 'diserang' selalu tekor dan mengalami defisit anggaran negara, karena tersedot untuk menalangi pembelian valas guna menjaga nilai mata uangnya.

Padahal, pemerintah RI selama ini selalu mengandalkan pinjaman asing untuk menutup sebagian defisit anggaran. Ironisnya, dana asing berupa Hot Money tersebut pada akhirnya harus ditanggulangi dengan pinjaman dana asing pula. Inilah perampokan uang rakyat oleh spekulan di pasar valas. Tapi anehnya, kejahatan ini tidak dikategorikan sebagai tindak kriminal. Bahkan konyolnya, malah dihormati oleh rezim pemerintah kita, seperti sambutan hangat kepada pelaku spekulan, George Soros misalnya.

Direktur Keuangan Internal BI, Harti Haryani mengatakan neraca keuangan BI tahun 2010 ini diperkirakan defisit Rp 30 trilyun atau melebihi target awal sebesar Rp 22,3 trilyun. Dia menjelaskan, defisit tersebut disebabkan oleh besarnya anggaran kebijakan untuk operasi moneter yang dikeluarkan BI guna menstabilkan nilai tukar rupiah akibat derasnya arus masuk Hot Money pada tahun ini.

'Sampai Oktober, defisit anggaran BI sudah 26 trilyun. Perkiraannya, sampai akhir tahun defisit sekitar Rp 30 trilyun' kata Harti. Menurut dia, pengeluaran anggaran kebijakan Bi guna melakukan operasi moneter hingga Oktober telah mencapai Rp 24,8 trilyun. Defisit neraca BI itu, kata dia, berdampak pada permodalan BI yang turun dari 93,5 triyun rupiah pada tahun 2009, menjadi 73,4 trilyun rupiah pada Oktober lalu.

'Dengan defisit yang diperkirakan Rp 30 trilyun, maka modal BI sampai akhir tahun 2010 masih sekitar Rp 39 trilyun,' ujar Harti. Dalam UU Bank Indonesia, lanjut dia, ada pasal yang menyebutkan: Jika modal BI turun menjadi Rp 2 trilyun, maka pemerintah wajib memberikan tambahan modal kepada BI. Saat ini , BI menanggung beban berat akibat intervensi pasar valas untuk menstabilkan rupiah akibat serbuan Hot Money. BI mengalami Negative Spread karena membeli valas dengan bunga 6,5 persen.

Uang Panas Masuk Lagi

 
Kepala Biro Humas BI, Difi Ahmad Johansyah, Selasa 14 Desember 2010 mengatakan, Hasil Operasi Pasar Terbuka BI menunjukkan selama pekan kedua Desember 2010, dana asing kembali membanjiri pasar keuangan Indonesia. Jumlahnya mencapai Rp 5,19 trilyun atau setara dengan USD 589 juta. Menurut Difi, keputusan European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga pada level 1,0 persen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi preferensi investor asing pada emerging market atau pelarian modal asing ke Indonesia. Hal itu tercermin dari meningkatnya kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) oleh investor asing.

'Selama sepekan, SUN asing naik sebesar Rp 1,7 trilyun hingga meningkatkan pangsa SUN asing dari 30,26 persen menjadi 30,58 persen,' imbuh Difi.

Ekonom BI Adalah Siswa Mata Uang Yang Paling Dungu?

 
Sejak koin Dinar dan Dirham dicetak dan beredar di tanah air mulai tahun 2000 hingga hari ini, perhatian petinggi BI untuk mempelajari kedua Nuqud Nabawi ini cukup tinggi. Mereka telah beberapa kali mengirimkan orang-orang 'pinternya' untuk berguru pada ahli mata uang (Numismatik) tentang Dinar dan Dirham, dengan mengikuti berbagai seminar di dalam negeri maupun mancanegara, seperti pada Konferensi Mata Uang Dinar Dirham di Putra Jaya Malaysia, 2002, misalnya. Tapi sayangnya, mereka tidak mau menerapkan apa yang telah dipelajari. Maka pantaslah, kalau Ekonom BI mendapati julukan : Siswa Ilmu Mata Uang yang Paling Dungu. Kenapa?

Orang awam saja telah sadar akan kelemahan dari sistem mata uang kertas yang biadab dan penuh aksi tipu muslihat ini, dan segera mengamankan dan mempertahankan aset mereka dengan Dinar dan Dirham. Sebab sudah menjadi rahasia umum, bahwa uang kertas negara manapun di dunia ini selalu mengalami inflasi 20-30 persen per tahun. Jadi untuk apa gelar profesor dan doktor yang diraih para ekonom dungu ini? Untuk sekedar gagah-gagahan saja? [SF]


http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Uang.Panas.Kuras.Anggaran.Negara.RI/631/id

Kisah Sunan Giri Dan Pengembaraannya Ke Samudra Pasai

Filed under: by: 3Mudilah

Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M.

Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya (seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu) ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).

Ayahnya adalah Maulana Ishak, saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.

Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah "giri". Maka ia dijuluki Sunan Giri.

Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat.
Raja Majapahit - konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan - memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan.

Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.

Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam. (ar/oq) www.suaramedia.com

Konsep Takdir yang Benar

Filed under: by: 3Mudilah

Assalamu’alaikum wr. wb.
Ustadz Sigit yang dirahmati Allah,Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup mengganjal saya.
Yang pertama adalah mengenai takdir. Menurut buku yang saya baca takdir adalah “Segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untuk mahluk-Nya.” Semua yang berada di bumi, langit serta isinya di ciptakan oleh Allah. Dan seiring dengan penciptaan mereka, Allah juga telah memberikan suatu aturan, lakon atau cerita untuk diri mereka masing-masing. Dan cerita inilah menurut buku yang saya baca disebut takdir. (QS. Al Qamar : 49).

Cerita manusia dari lahir sampai dia diakhirat nanti telah Allah tentukan sedit-detilnya, dan dicatat dalam kitab Lauhul Mahfudz. Dan segala sesuatu telah ditentukan oleh takdir apakah dia akan berperan sebagai Raja, Sopir, atau bahkan penjahat sekalipun. (QS. Al Hijr : 21). Dan takdir yang telah ditentukan Allah tidak dapat diubah lagi sampai hari kiamat nanti (QS. Faathir : 43). Jadi semua tingkah laku kita sudah “diprogram” oleh Allah, bahkan sedetik kemudian langkah kita akan berlaku apa sudah ditentukan Allah, bahkan jauh sebelum kita diciptakan oleh Allah (QS. Al Hadiid : 22 – 23) . (Buku : Ya Allah, Tolong Aku Karya A.K penerbit Quanta Hal 140-153).

Namun saya pernah berkonsultasi dengan seorang aktifitis Islam, bahwa ada takdir yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak bisa diubah seperti sakit, kematian, kita lahir sebagai seorang perempuan atau laki-laki, dan ada juga takdir yang Allah yang tidak tidak punya kewenangan dalam menentukannya, karena merupakan pilihan kita sebagai manusia, seperti contohnya sebagai perempuan bila dia memilih untuk tidak berjilbab adalah pilihan dia, bukan takdir dari Allah, jika seseorang merampok adalah pilihan dia dan bukan takdir dari Allah. Dan saya juga pernah bertanya tentang takdir oleh seorang guru ngaji di masjid tempat saya mengaji kurang lebih pengertian takdir adalah seperti yang saya baca dibuku yang saya sebutkan diatas. Yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana mengenai konsep takdir yang diajarkan Rasulullah SAW yang sebenarnya.

Pertanyaan yang kedua adalah bahwa masih ada kaitannya dengan takdir, saya membaca di artikel Eramuslim, bahwa yang sudah ditentukan oleh Allah adalah rejeki dan maut, sedangkan jodoh adalah pilihan kita sendiri, bukan Allah yang menentukan. Jika benar jodoh bukan Allah yang menentukan mengapa saya tidak bisa menikah dengan pria pilihan saya ? Mengapa artikel seperti itu bisa ditampilkan di Eramuslim yang sejatinya sebagai media pencerahan bagi umat Islam.

Pertanyaan yang ketiga bagaimana hukumnya bagi seorang perempuan yang berjilbab syar’i kemudian melepasnya hanya karena alasan ekonomi (karena takut susah dapat kerja) kemudian berjilbab setelah bekerja, namun ketika berhenti kerja buka jilbab lagi, dan ketika sudah bekerja berjilbab lagi, begitu terus sampai lebih dari 3 kali kejadian. Apakah dia termasuk orang yang fasik? Bagaimana agar tetap istiqomah di jalan Allah?

Pertanyaan yang ke empat orang kafir adalah jelas penghuni neraka jahanam dan mereka kekal selama-lamanya di neraka. Bagaimana dengan orang munafik, fasik, musyrik? Apakah mereka kekal dineraka selama-lamanya atau hanya sementara saja?

Pertanyaan ke lima bagaimana harta yang di dapat dari bekerja dengan menggunakan ijazah palsu (lulus SMU mengaku S1). Untuk mendapatkan penghasilan itu dia bekerja selayaknya karyawan kantoran umumnya, hanya saja ijazah dan referensi kerjanya palsu.

Demikian pertanyaan saya ustadz. Mohon maaf jika terlalu banyak. Semoga pencerahan dari ustadz dapat menambah iman saya pada Allah.
Arum

Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Saudari Arum yang dimuliakan Allah SWT.

Pengertian Taqdir

Takdir Allah terhadap segala sesuatu mencakup peneguhan terhadap beberapa hakikat berikut :

1. Mengimani bahwa Allah SWT mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya sebagaimana diri-Nya mengetahui hal itu setelah terjadinya. Allah mengetahui sesuatu yang belum terjadi, tengah terjadi dan akan terjadi dan tidaklah ada sesuatu yang tidak diketahui-Nya baik yang kecil maupun besar, sebagaimana firman Allah SWT :

ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Artinya : “Dan tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yunus [10] : 61)

2. Mengimani bahwa Allah swt telah menuliskan segala sesuatu di “Lauh Mahfuzh” sebelum Dia swt menciptakan langit dan bumi.

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya : “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid [57] : 22)

3. Mengimani bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah swt. Tidak ada suatu kebaikan maupun keburukan kecuali dengan kehendak-Nya.

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya : “Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Insaan [76] : 30)
4. Mengimani bahwa segala sesuatu di alam ini adalah ciptaan Allah SWT dan hasil dari ketetapan-Nya.

قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Artinya : Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."(QS. Ar-Ra'ad [13] : 16)

Segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah swt, baik itu perkataan maupun perbuatan, pergerakan maupun berhenti, kondisi maupun keadaaan, baik maupun buruk seseorang. Namun demikian Allah SWT bersifat adil, Dia tidak akan menyesatkan orang yang berhak mendapatkan petunjuk atau sebaliknya. Kemudian setiap hamba-Nya pun diberikan kehendak dan pilihan untuk menentukan perbuatan-perbuatannya sendiri, sebagaimana firman-Nya :

لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ

Artinya : “(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang berkehendak menempuh jalan yang lurus.” (QS. At Takwir [81] : 28)

Dan semua kehendak manusia itu tidaklah keluar dari kehendak dan takdir Allah SWT. Untuk itu Allah SWT telah memberikan kepada hamba-hamba-Nya akal untuk bisa membedakan mana yang baik dan buruk serta untuk bisa menentukan pilihan apakah sesuatu itu dilakukan atau tidak.

Didalam kitab “Al Bayan Fii Arkanil Iman” disebutkan bahwa ketetapan Allah terhadap manusia bisa dibagi menjadi dua :

Pertama : perkara-perkara yang manusia tidak memiliki kehendak dan pilihan didalamnya, seperti : keberadaan atau ketidakberadaan, tinggi atau pendek, pintar atau bodoh, sehat atau sakit, kehidupan atau kematiannya dan lainnya. Dalam hal ini manusia tidaklah dikenakan pahala maupun siksa.

Kedua : Perkara-perkara yang menjadi takdir Allah sebelumnya sesuai dengan ilmu dan hikmah Allah swt namun didalamnya terdapat sebab, perbuatan, keinginan dan kehendak manusia, seperti : makan, munum, berpakaian atau hal-hal mubah (dibolehkan) lainnya atau seperti : shalat, infak, jihad atau hal-hal taat lainnya, seperti : berzina, mencuri, minum khamr atau hal-hal yang diharamkan lainnya. Perbuatan-perbuatan ini —macam kedua— terjadi sesuai dengan ilmu, tulisan, kehendak dan ketetapan Allah swt dan manusia diberikan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan diberikan sangsi atas keburukan yang dilakukannya.

Seorang mukmin berkeyakinan bahwa seluruh perbuatan hamba baik yang berupa pilihan maupun paksaan terjadi dengan keinginan Allah dan takdirnya sejak di azali dan dibawah pengetahuan-Nya sebelum terjadinya. (Al Bayan, hal. 415 – 416)

Dengan demikian seorang wanita yang melepas jilbabnya atau seorang yang melakukan perampokan merupakan takdir Allah SWT karena tidaklah ada sesuatu yang terjadi di alam ini, apakah ia berupa kebaikan atau keburukan kecuali itu semua adalah takdir, ketetapan dan kehenda Allah SWT. Namun dalam hal ini orang itu diberikan sangsi atas perbuatannya itu dikarenakan kehendaknya memilih melepaskan jilbab atau melakukan perampokan padahal akalnya telah mengetahui bahwa mengenakan jilbab adalah kewajiban dan merampok adalah perbuatan yang dilarang dan merugikan orang lain.

Demikian pula dengan jodoh adalah takdir Allah SWT, apakah seorang wanita menikah dengan pria pilihannya atau pilihan orang tuanya, atau dirinya tidak menikah atau menikah dengan seseorang kemudian bercerai dan menikah lagi dengan pria lain, atau menikah dengan seorang pria kemudian bercerai dan tidak menikah lagi.

Diwajibkan bagi seorang mukmin untuk mengimani hikmah Allah SWT di dalam takdir-takdir-Nya. Dia swt memiliki hikmah yang tepat pada segala sesuatu yang terjadi di alam ini baik yang dapat fahami maupun tidak oleh akal manusia. Akan tetapi banyak diantara hikmah-hikmah Allah swt itu tidak bisa difahami oleh akal manusia. Karena itu diwajibkan bagi manusia untuk berserah diri kepada Allah swt dan ini merupakan bagian dari keimanan terhadap kesempurnaan hikmah-Nya dan tidak boleh menentangnya terhadap aturan maupun takdir-Nya.

Melepas Jilbab Karena Alasan Ekonomi

Tidak selayaknya bagi seorang muslimah yang telah mengenakan jilbab kemudian melepasnya hanya karena alasan ekonomi atau tuntutan pekerjaan karena hal ini termasuk melanggar perintah Allah SWT.

ا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Tidak sepatutnya dirinya melakukan pelanggaran demikian hanya karena tuntutan ekonomi dan atau untuk menambah rezekinya karena sesungguhnya rezekinya, banyak atau sedikit penghasilannya telah ditetapkan dan dituliskan Allah di Lauh Mahfuzh-Nya.

Perbuatan menanggalkan jilbab sementara dirinya tetap meyakini kewajibannya bisa termasuk dalam perbuatan fasik karena pengertian fasik adalah keluar dari ketaatan kepada Allah swt. Diharuskan baginya untuk segera bertaubat kepada Allah swt dan mengenakan kembali jilbabnya serta bertawakal kepada Allah SWT atas rezekinya.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ

Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq [65] : 2-3)

Adapun hal-hal yang bisa menjadikan seseorang tetap istiqamah diatas jalan dan ketaatan kepada-Nya adalah memperbanyak ilmu pengetahuan agamanya demi meningkatkan keimanannya kepada Allah swt serta mencari lingkungan atau teman-teman dari kalangan orang-orang shaleh yang takut kepada Allah swt.

Apakah Orang Fasik, Musyrik dan Munafik Kekal di Neraka?

Diantara pokok-pokok ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah moderat di dalam nama-nama iman dan agama. Di dalam nama-nama iman dan agama kita dapati beberapa kelompok yang berbeda, yaitu: Mu’tazilah dan Khawarij di satu sisi serta Murji’ah di sisi lainnya. Muta’zilah dan Khawarij mengatakan, “Sesungguhnya seseorang apabila berzina maka dia telah keluar dari keimanan dan tidaklah menjadi mukmin...” Sedangkan Murji’ah mengatakan yang sebaliknya, “Sesungguhnya seseorang walaupun dirinya berzina atau mencuri maka dia tetaplah mukmin yang sempurna keimanannya, keimanannya seperti keimanan orang yang paling taat kepada Allah.” Sementara Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan, “Apabila seseorang berzina atau mencuri maka ia adalah seorang mukmin yang kurang keimanannya atau mukmin dengan keimanannya dan fasik dengan dosa besarnya.”

Kemudian juga moderat di dalam hukum—di dalam hukum terhadap manusia atas perbuatannya, apa yang akan menimpanya jika dirinya melakukan perbuatan dosa besar. Mu’tazilah dan Khawarij mengatakan, “Sesungguhnya orang itu kekal di neraka bersama dengan orang-orang munafik, Abu Jahl, Abu Lahab dan selain mereka.” Sementara Murji’ah mengatakan, “Tidak, bahkan setiap pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka selama-lamanya dan ini tidak mungkin.” Sementara itu Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan, “Sesungguhnya dia berhak mendapatkan siksa dan bisa saja Allah mengampuninya.” (Liqo’at al Bab al Maftuh juz 45 hal 19)

Dengan demikian seorang yang meninggal diatas agama islam tidaklah kekal di dalam neraka betapa pun besar dosa yang dilakukannya, dan bisa jadi dirinya masuk neraka sesuai dengan dosa-dosa yang dilakukannya dan jika Allah berkehendak maka dirinya akan mendapatkan ampunan dari-Nya.

Imam Bukhori meriwayatkan dari 'Ubadah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak kecuali Allah satu-satunya dengan tidak menyekutukan-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa 'Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya dan firman-Nya yang Allah berikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga betapapun keadaan amalnya."

Adapun terhadap dosa syirik maka para ulama membagi menjadi dua macam :
  1. Syirik Kecil, seperti : riya, bersumpah dengan selain Allah swt maka tidaklah menyebabkan dirinya kekal di neraka dan tidaklah menghapuskan amal-amalnya akan tetapi perbuatan tersebut termasuk yang diharamkan sepertihalnya dosa-dosa besar bahkan lebih berat dari dosa-dosa besar akan tetapi tidak menyebabkannya kekal di neraka, demikian menurut Syeikh Ibn Baaz.
  2. Berbeda dengan Syirik Kecil maka pelaku Syirik Besar, seperti : menyembah selain Allah swt dapat mengeluarkannya dari islam, kekal di neraka dan menghapuskan amal-amalnya.
Sedangkan nifak atau kemunafikan pun dibagi menjadi dua macam :
  1. Nifak Amali, seperti : berdusta jika berbicara, berkhianat, menyalahi janji, bermalas-malasan dalam shalat tidaklah menyebabkan pelakunya keluar dari islam dan tidak menyebabkan dirinya kekal di neraka.
  2. Berbeda dengan Nifak Amali maka Nifak Itiqadiy, seperti : mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mendustakan sebagian yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, membenci Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dapat mengeluarkan pelakunya dari islam dan menyebabkannya kekal di neraka.
Penghasilan Dari Ijazah Palsu

Seorang yang melamar pekerjaan dengan menggunakan ijazah palsu berarti dirinya telah melakukan suatu kecurangan (penipuan) yang diharamkan agama, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dan barangsiapa menipu kami, maka dia bukan golongan kami."

Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 51544 menyebutkan bahwa apabila seseorang mendapatkan pekerjaannya dengan menggunakan ijazah palsu kemudian dirinya profesional didalam amalnya itu maka tidaklah ada kesempitan baginya terhadap gaji yang didapat darinya selama dirinya menunaikan pekerjaannya itu sesuai dengan yang diinginkan (instansinya) dan diharuskan baginya untuk bertaubat kepada Allah terhadap perbuatan curangnya itu.

Wallahu A’lam.
Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz
www.eramuslim.com