Tak Lekang Menyerang Alquran

Filed under: by: 3Mudilah

Alquran dihina dan dilecehkan di mana-mana. Serangan yang sistematis.

Rencana pembakaran Alquran hanyalah satu dari sekian banyak makar yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Sebelum ini, pelecehan dan penghinaan Alquran serta Nabi Muhammad SAW tak pernah berhenti. Seolah siang dan malam, orang-orang kafir dan antek-anteknya terus mencari cara agar umat Islam terjauhkan dari keimanannya.

Makar ini ada yang bersifat individual maupun kelompok. Namun hampir semaunya tidak berdiri sendiri. Di belakang makar itu senantiasa ada sponsornya baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Tak heran para pembuat makar ini bisa bergentayangan bebas ke sana ke mari merusak Islam.

Makar tersebut sebagian ada yang memanfaatkan orang dalam, yakni para pembebek dan pemuja peradaban Barat. Ada juga yang langsung dilakukan sendiri oleh orang kafir. Namun semua langkah-langkahnya tertuju pada satu titik, menyerang Islam.

Serangan Fisik

Sebelum ada rencana pembakaran ini, sudah beberapa kali Alquran dilecehkan secara fisik. Tahun 2005, seorang tentara Amerika secara sengaja menendang Alquran dan seorang petugas interogasi menginjak Al-quran. Selain itu, seorang tentara AS lainnya kencing di saluran udara tahanan Muslim sehingga air seninya mengenai tahanan dan Alquran.

Tidak hanya itu, di penjara itu tentara AS pun memainkan bola air yang bisa membasahi Alquran para tahanan. Bukti ditemukan, mereka menorehkan kata hinaan dalam bahasa Inggris di bagian dalam sampul Alquran. Yang lebih kurang ajar lagi, satu tentara AS memasukkan  Alquran ke dalam closet dan menyiramnya bak kotoran manusia. 

Di Irak, pasukan AS menjadikan Alquran sebagai sasaran menembak pada 2008. kejadian itu berlangsung di wilayah Sunni Radwaniyah, di sebelah barat Baghdad. Kitab Suci itu ditemukan oleh para pejuang Irak. Terdapat 14 lubang peluru dan beberapa coretan pada bagian isinya.
Setahun kemudian, para pemukim Yahudi di Palestina menyerang sebuah masjid di bagian utara Tepi Barat. Mereka membakar kitab suci dan mem-buat grafiti ancaman dalam bahasa Ibrani di dalam bangunan masjid.

Para ekstrimis Yahudi ini mengobrak-abrik masjid di desa Yasuf, dekat kota Nablus dan membakar Alquran dan karpet alas tempat doa. Selain itu, mereka juga menuliskan slogan-slogan di lantai yang terbaca “Price tag  greetings from Effi.”

Di Afganistan, tentara teroris NATO pun tak ketinggalan merobek-robek Alquran. Paling tidak kejadian itu berlangsung dua kali yakni tahun 2009 dan tahun ini. Masyarakat setempat marah dibuatnya. Di Yunani, tahun 2009 lalu, seorang polisi pun dengan sombong menginjak-injak Alquran. Tindakan ini mem-buat marah warga setempat.

Pelecehan seperti ini pun terjadi di dalam negeri. Di Bekasi, Jawa Barat, Juni lalu, Abraham Felix Grady (16) divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Bekasi karena menodai Islam. Penganut Kristen yang masih duduk di kelas satu SMU ini terbukti menginjak kitab suci Alquran dan berpose memegang Alquran sambil mengacungkan jari te-ngah membentuk kode “fuck you” sebagai isyarat pelecehan.

Sebelumnya penodaan terhadap Alquran terjadi di sebuah hotel di Batu, Malang, Jawa Timur. Sekelompok orang Kristen mengadakan ritual yang mencaci maki Alquran. Pemimpin kelompok tersebut mengangkat Alquran sambil bercerita tentang teroris yang dilakukan oleh umat Islam. Tak hanya itu, sambil terus mengangkat Alquran, pendeta ini kemudian berkata, “Di dalam buku ini terdapat ajaran yang menyesatkan berjuta-juta o-rang.” Setelah selesai menghujat Alquran, pendeta itu kemudian meletakkan Alquran di lantai dan kemudian menyuruh seluruh jamaah untuk bersama-sama menghujat dan memaki-maki Alquran.

Serangan terhadap Isi

Masih ingat Salman Rushdie? Dialah orang yang dihalalkan darahnya oleh Khomeini untuk dibunuh pada 1989. Sampai sekarang dia bersembunyi di Inggris karena ketakutan.

Pria keturunan India ini menulis buku 'The Satanic Verses' (Ayat-ayat Setan) yang meng-hina Islam dan Nabi SAW termasuk Alquran.

Di Belanda, ada Geert Wilders yang membuat film 'Fitna' yang melecehkan ayat-ayat Al-quran. Film ini berisi potongan ayat Alquran di antara gambar pidato ulama radikal Islam, dan juga gambar tindak kekerasan dan serangan teroris seperti tragedi WTC pada tahun 2001 lalu.

Tidak hanya itu, Inggris terus menanam duri dalam daging umat Islam dengan membuat Ahmadiyah. Aliran sesat ini terbukti melecehkan dan mengacak-acak Alquran dengan membuat kitab suci baru yang bernama Tadzkirah. Namun mereka tidak mau dikatakan keluar dari Islam. Mereka ber-gerak dengan memperdaya orang-orang Islam yang lemah pemahamannya untuk meng-anut ajaran sesatnya.

Di luar itu, banyak kalangan umat Islam yang menjadi kaki tangan Barat di dunia Islam. Mereka mengibarkan bendera Islam liberal. Mereka menentang aturan-aturan yang ada dalam Al-quran dalam rangka mendorong Islam agar sesuai dengan per-adaban Barat. Para komprador ini terbukti dibiayai oleh Amerika dan Barat untuk menjauhkan umat Islam dari pemahaman Islam yang hakiki. Misalnya, mereka menghalalkan riba, membolehkan homoseksual, nikah tanpa wali, menentang kepemimpinan laki-laki, menolak hukum waris, dan sebagainya. Di Indonesia mereka ini tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) dan belakangan ada wadah baru lagi yakni Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Belum lagi, belakangan muncul situs/blog yang terus menerus menyerang Islam dengan pelecehan yang luar biasa.

Misi mereka cuma satu, yakni menghalangi kebangkitan Islam. Ada kepentingan ideologi. Amerika dan Barat menyadari betul kebangkitan Islam akan meluluhlantakkan peradaban mereka. Maka satu-satunya jalan adalah merusak Islam. Waspadalah![] mujiyanto

0 comments: