Hidup Harmonis Bersama Pembantu Rumah Tangga

Filed under: by: 3Mudilah

Islam wajib menempatkan pembantu rumah tangga pada posisi yang layak, dan  tak menganggap mereka status yang rendah
 
SAYA ibu Anita 31 tahun. Saat ini saya bekerja pada sebuah BUMN. Ustadz, sudah lama saya mendambakan seorang pembantu rumah tangga wanita yang awet. Terus terang saya sadar, mungkin selama ini saya terlalu kasar kepada mereka. Walaupun sudah terlanjur, saya masih berharap bisa mendapatkan pembantu yang betah dan awet. Mohon diberi arahan, Ustadz! Apa yang seharusnya saya lakukan kepada pembantu. Terima kasih.
 
Wassalam
 
Anita, Bogor Jawa Barat
 
Jawaban:
 
Ibu Anita yang dirahmati Allah, syukur alhamdulillah, pengakuan Ibu adalah do’a yang didengar dan dikabulkan Allah subhanahu wa ta’ala.
 
Memilih pembantu rumah tangga termasuk pekrjaan yang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Jika kita ingin mencari pembantu yang ideal, mungkin kita perlu banyak belajar dan persiapan, baik fisik, mental (emosi) bahkan  finansial. Kita tidak hanya asyik memikirkan masalah pembantu, karena itu akan menambah beban dalam hidup. Tetapi bila berpedoman pada petunjuk dalam Islam, insya Allah akan dipermudah oleh Allah dalam banyak urusan. Berikut ini hal-hal yang perlu kita renungkan :
 
Rasulullah SAW bersabda : ''Mereka adalah saudara kalian, Allah menjadikannya di bawah kendali kalian, maka berikanlah kepada mereka makanan sebagaimana yang kalian makan. Berikanlah mereka pakaian seperti yang kalian pakai. Dan jangan kalian sekali-kali menyuruh sesuatu di luar batas kemampuannya. Dan bila kalian menyuruh sesuatu, bantulah pekerjaannya semampu kalian.'' (HR Muslim).
 
Harus disadari, di hadapan Allah SWT, posisi kita dan pembantu rumah tangga adalah sama, yaitu sesama hamba-Nya yang mencari keridhaan-Nya. Mereka telah memberikan manfaat cukup banyak dalam penanganan beban pekerjaan rumah tangga. Sehingga, sepantasnya mereka diperlakukan secara baik.
 
''Sesungguhnya Allah itu Maha lembut, dan menyukai kelembutan dalam segala perkara.'' (HR Muttafaq 'alaih).
 
Rasulullah SAW, memberi contoh bagaimana berperilaku terhadap pembantu rumah tangga. Anas bin Malik menceritakan, selama sepuluh tahun menjadi pembantu di rumah Rasulullah SAW belum pernah dikasari. Apakah itu dengan perkataan ataupun tindakan. Bahkan, ia belum pernah mendengar Rasulullah SAW menegurnya, ''Mengapa kamu melakukan ini?'' (HR Muslim).
 
Bahkan Rasulullah SAW mendoakan Anas bin Malik saat diantar ibunya menjadi pembantu di rumah beliau. ''Rasulullah, Anas ini pembantumu, doakanlah dia,'' kata ibunya. Kemudian beliau berdoa untuk Anas bin Malik. ''Wahai Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak serta berkatilah apa yang Engkau berikan.'' (HR Bukhari).
 
Kita wajib menempatkan pembantu rumah tangga pada posisi yang layak, dan tidak menganggap mereka pada status yang rendah. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk dapat memperlakukan mereka dengan baik.
 
Berikut beberapa langkah yang dapat kita tempuh :
 
1.      Beristikarahlah saat membuat pilihan, sebagaimana dalam hadits. ”….Sesungguhnya tidak akan menyesal orang yang beristikarah….”.
2.    Pembantu adalah manusia biasa yang membutuhkan kehidupan sosial. Jangan menyisihkan pembantu dan anggap mereka bagian keluarga yang kita. Jika membelisesuatu, jangan hanya dibeli untuk kita sekeluarga saja. Beri mereka makan apa yang kita makan. Jangan sampai kita kenyang mereka lapar, kita gembira mereka bersedih, kita makan mereka hanya melihat saja.
3.    Berikan kenyamanan kepadanya, yang membuatnya seperti di rumah sendiri. Pembantu biasanya segan untuk makan apa lagi dengan kehadiran majikan. Bertanyalah sekiranya pembantu belum makan dan suruhlah makan dan istirahat, walaupun kadang-kadang mereka segan. Pastikan istirahat dan tidur yang cukup untuk pembantu.
4.    Perhatikan keperluan dasarnya seperti pengobatan, pembalut, peralatan mandi dan yang lainnya. Hal ini akan meminimalisir godaan pencurian.
5.     Keinginan untuk bersosial dan seks adalah naluri biasa manusia, namun pantau agar dia berada di landasan yang dibenarkan oleh Islam. Jangan sampai tindakan mereka melampaui batas seperti bergaul atau berkhalwat dengan bukan muhrim.
6.    Ajaklah dia terlibat dalam kegiatan rohani, seperti shalat berjamaah, mengaji dan berdo’a. Ajari dia menjadi muslimah yang berakhlak mulia, seperti memiliki inisiatif atau bekerja yang tidak perlu disuruh-suruh, menghormati anggota, jujur, amanah, suka di rumah, teliti dan bersih dalam pekerjaan, menjaga pergaulan serta santun dalam  tutur kata.
 
Demikian sebagian langkah yang bisa kita tempuh, masih banyak hal-hal yang perlu dipelajari dalam memperlakukan pembantu. Wallahu a’lam. [ustad Endang Abdurrahman/hidayatullah.com]

0 comments: