Fatwa Ulama: Solusi Untuk Berbagai Kuis Berhadiah

Filed under: by: 3Mudilah


Tanya:
“Apakah ada solusi syar’i untuk berbagai kuis yang sebagian di antaranya mengandung unsur judi?”
Jawab:
Menjadi kewajiban para pedagang dan produsen untuk merasa cukup dengan rizki yang Allah berikan kepada mereka. Hendaknya mereka berupaya maksimal untuk menawarkan barang dagangan mereka dengan menjaga komitmen untuk jujur dalam menggambarkan barang dagangan mereka. Demikian pula, hendaknya mereka tidak berlebih-lebihan dalam mencari keuntungan dan mematok harga. Hendaknya mereka merasa cukup dengan keuntungan sedikit sebagai kompensasi atas kepayahan mereka dan biaya untuk mengupah karyawan dan sewa tempat asalkan mereka telah mendapatkan keuntungan yang mencukupi. Banyak produsen yang berlebih-lebihan memuji produk mereka dan mematok harga dengan nilai yang tinggi sehingga mereka mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari keuntungan yang seharusnya mereka dapatkan.
Ketika ternyata produk mereka tidak diterima oleh pasar maka mereka akhirnya mengadakan kuis untuk melariskan barang dagangannya. Mereka tawarkan hadiah yang bernilai besar sehingga banyak orang yang tertipu.
Andai mereka mau bersikap jujur dan mematok harga yang murah lalu mereka terkenal dengan hal tersebut niscaya banyak orang yang mencari barang produksi mereka dan membelinya sehingga mereka mendapatkan keuntungan yang mencukupi.
Kami nasehatkan kepada para pedagang agar komitmen dengan kejujuran dan memberikan penjelasan yang cukup terkait dengan produknya dan tidak berlebih-lebihan dalam mematok harga.
Sering sekali para pedagang memuji-muji barang dagangannya dan menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk hal tersebut kemudian pada akhirnya masyarakat luas mengetahui kebohongan mereka. Akhirnya produk mereka ditinggalkan oleh banyak orang bahkan anggota masyarakat saling mengingatkan untuk tidak membeli produk mereka.
Andai mereka mau jujur dan menjelaskan apa adanya tentu mereka akan mendapatkan kebaikan yang banyak.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika penjual dan pembeli jujur dan menjelaskan apa adanya maka jual beli keduanya akan diberkahi. Akan tetapi, jika mereka berdua berdusta dan menutup-nutupi maka keberkahan jual beli mereka akan dicabut.” (HR Bukhari dan Muslim)

Undian Berupa Pertanyaan


Tanya:
“Sebagian perusahaan meletakkan beberapa pertanyaan di barang yang mereka produksi. Biasanya pertanyaan yang diberikan itu mudah sekali untuk dijawab dan seputar produk mereka tentang warna, ukuran atau ciri fisik yang lain. Setelah jawaban dikirimkan maka pada waktu yang ditentukan diadakan penarikan undian untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Apakah hal ini dibolehkan?”
Jawab:
Ini adalah di antara trik pedagang untuk menarik perhatian masyarakat dan agar banyak orang tertarik untuk membeli produknya. Akhirnya sebagian orang membeli barang tersebut lebih dari kebutuhannya atau membelinya padahal dia sudah memilikinya atau malah memiliki barang yang lebih bagus kualitasnya. Itu semua dilakukan karena harapan mendapatkan hadiah yang disediakan oleh perusahaan.
Produsen akhirnya berani menjual dengan harga mahal dan sebagian kecil keuntungan mereka gunakan untuk menyediakan hadiah. Karena hadiah inilah mereka naikkan harga barang tersebut melebihi harga normalnya dan mereka puji habis-habisan produk yang mereka hasilkan. Dengan hal ini banyak orang polos yang tertipu. Mereka berbondong-bondong membeli barang tersebut dan menjawab pertanyaan yang ada di dalamnya yang jawabannya bisa diketahui setelah membelinya.
Oleh sebab itu, tidak boleh memotivasi mereka, para pedagang untuk melakukan hal ini karena undian semacam ini berstatus semi perjudian dan termasuk memakan harta orang lain tanpa alasan yang bisa dibenarkan. Di samping itu, dalam hal tersebut terdapat kezaliman terhadap konsumen karena harga produk tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga pasaran. Demikian juga menzalimi produsen lain yang ditinggalkan oleh kebanyakan orang karena tidak mengadakan undian. Dalam hukum agama semua bahaya harus disingkirkan. Kami nasehatkan kepada para pedagang agar merasa cukup dengan rezki yang Allah limpahkan kepada mereka dan hendalah mereka jual produknya dengan harga yang murah sehingga tidak ada satupun muslim yang terzalimi.

0 comments: