Aktualisasi Kewajiban Hijrah

Filed under: by: 3Mudilah

Sungguh Allah subhanahu ta’ala telah menetapkan salah satu ciri hambaNya yang benar imannya adalah mereka yang melaksanakan salah satu perintah wajib, yaitu hijrah. Dengan kembali mengingati serta mengamati beberapa keterangan dalam Al Quran dan Hadits Rasulullah sholallahu‘alaihi wassalam insyaAllah kita akan mendapatkan makna yang jelas akan permasalahan ini.
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan Menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam Keadaan bagaimana kamu ini (diwafatkan)?". mereka menjawab: "Adalah Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali ( Surah An Nisa : 97)
Bagi orang yang telah mengikrarkan syahadatain sedangkan ia merasa nyaman dan tentram hidup di tengah-tengah lingkungan yang rusak akibat merajalelanya hukum – hukum dan tradisi jahiliyah menunjukkan betapa lemah imannya, maka ia terancam dengan ayat di atas, yaitu neraka jahanam. Sudah seharusnya hati seorang mukmin sejati tidak akan senang dan hidupnya tidak akan tenang sebelum Allah mendzohirkan Syariat Dinul Islam atas semua aturan  hukum produk fikiran manusia. Dalam ayatnya yang lain Allah mengajarkan kepada rasulNya dan tentu para muttabi’nya tentang tahapan menyongsong tegaknya aturan Dinullah.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (Surah al Anfal : 74)
Dimulai dengan pembinaan iman dan gerakan dakwah selama di Makkah. Namun ternyata dakwah disana mendapat hambatan dari musyrikin, sehingga Rasulullah beserta para sahabatnya diperintah Allah hijrah ke Madinah. Adapun definisi hijrah ini dapat kita ambil dari sebuah hadits shohih Rasulullah SAW :
”Mujahidin adalah orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) mengendalikan nafsunya demi mentha’ati Allah, dan Muhajir adalah orang yang hijrah dari segala yang dilarang Allah atasnya” (HR. Ahmad III/21)
Dengan beberapa keterangan ayat al Quran dan hadits sebelumnya maka dapatlah kita maknai hijrah itu mencakup perpindahan lahir dan bathin menuju masyarakat dan lingkungan wilayah yang Islami.
Adapun konteks hijrah dewasa ini dimana Ummat Islam tidak hanya terdapat di Makkah dan Madinah saja namun tersebar merata di penjuru dunia, maka ajakan hijrahpun harus diserukan ke seluruh pelosok dunia. Dengan melihat kenyataan saat ini belum ada satupun wilayah di dunia ini yang masyarakatnya telah dipimpin dan mampu mewarnai dirinya dengan Islam secara kaffah, maka kondisi ideal tersebut wajib diupayakan namun tetap hasilnya Allah juga yang bekuasa menentukan. Kita hanya wajib berusaha namun tidak wajib berhasil karena Islam ini adalah milik Allah, tentu Dia yang berhak menjaga dan menegakkan sedangkan kita hanya mengawal tegaknya Islam ini.
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (٣٣)
Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan Din yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (Surah Attaubah : 33)
Maka hijrah disini dapat diaktualisasi dengan tanpa kepindahan (menetap) secara fisik disuatu tempat serta meninggalkan tempat asal kita menetap. Namun insyaAllah dengan Ittifaqul Ulama sedunia (Qs.2 :208) melalui tahapan Mudzakarah Ulama Sedunia. Bukankah Allah telah menetapkan janjiNya melalui lisan rasulNya bahwa akan tibanya masa Keemasan Islam hingga menjelang di akhir zaman. Yaitu Dinul Islam akan tegak diseluruh pelosok bumi yang dilalui malam dan siang dengan satu kesatuan kepemimpinan dalam Khilafah ’ala Minhajin Nubuwah (khilafah yang berjalan diatas manhaj para Nabi). Hal ini dapat kita temukan dalam beberapa hadits shohih riwayat Muslim dan Ahmad dari jalan Tsauban ra., Syadad bin ’Aus ra., dan Hudzaifah ra.
Dalam hadits tersebut Allah menyatakan bahwa Dia sendiri yang akan mengangkat atau mencabut kekuasaan dari mulkan jabariyah penguasa diktator yang mengendalikan hampir seluruh negeri di dunia saat ini. Kemudian digantikanNya dengan Khilafah ’ala Minhajin Nubuwah atas kehendakNya. Maknanya bahwa belumlah sah secara hukum saat ini jika ada yang memproklamirkan dirinya sebagai khalifah namun kenyataannya ia sendiri masih hidup dan tunduk di tengah – tengah hukum jahiliyah. Untuk itulah diperlukan kesepakatan Ummat Muslim sedunia melalui para Ulamanya dalam menongsong janji Allah tersebut.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٢٠٨)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (assilmun : alittifaq) secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Surah al Baqarah : 208)
Kita tentu sudah memahami bahwa iman itu mencakup keyakinan hati, ikrar pada lisan, dan bukti pada amal. Imanpun berbilang dan dapat bertambah serta berkurang. Salah satu bukti iman yang dibenarkan Allah adalah menyambut ajakan transaksi dariNya untuk menjadi kaum anshorullahdengan melibatkan diri dan harta kita dalam upaya menjadi penolong bagi tegaknya hukum Allah. Usaha mentaati secara menyeluruh kepada perintah Allah inilah dinamakan jihad.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (Surah As Shaff : 10 -12)
Hanya dengan memenuhi ajakan Allah menjamin keselamatan kita dari azab neraka yang pedih serta membayar kita dengan jannahNya. Inilah perniagaan yang tak kenal rugi. Bahkan Dia iringi dengan janji lainnya selagi di dunia ini yaitu pertolongan dan kemenangan yang akrab atau dekat bagi tiap perjuangan mukmin sebagai kabar gembira.
وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (Surah As Shaff : 13)
كَانَ الْمُؤْمِنُونَ يَفِرُّ أَحَدُهُمْ بِدِينِهِ إِلَى اللهِ تَعَالَى وَإِلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَخَافَةَ أَنْ يُفْتَنَ عَلَيْهِ فَأَمَّا الْيَوْمَ فَقَدْ أَظْهَرَ اللهُ اْلإِسْلاَمَ وَالْيَوْمَ يَعْبُدُ رَبَّهُ حَيْثُ شَاءَ
Dulu ada orang Mukmin yang lari membawa agamanya kepada Allah dan Rasul-Nya karena takut difitnah. Adapun sekarang (setelah Hijrah,red.) Allah Swt. benar-benar telah memenangkan Islam, dan seorang Mukmin dapat beribadah kepada Allah Swt. sesuka dia. (HR. al Bukhari).
Inilah gambaran umum persyaratan kemenangan tersebut yaitu iman, hijrah, jihad yang diiringi kesabaran, anshor, dan tempat pusat kepemimpinan dalam bentuk khilafathul muslimin sedunia. Sedangkan bagian jihad itu antara lain kewajiban Qital (menundukkan musuh ; perang) yang wajib secara terpimpin.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
dan Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Surah Muhammad : 31)
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
diwajibkan atas kamu berperang (qital), padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Surah al Baqarah 216).
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Surah as Shaff : 4).
Allah mencintai pelaksanaan qital secara terpimpin, teratur, dan terprogram. Tentu jika dilakukan sebaliknya Ia akan membencinya dan tidak akan berbuah kemenangan. Perjuangan yang benar tapi tanpa nidhom akan dikalahkan perjuangan kebatilan dengan nidhom, demikian pesan Ali bin Abi Tholib ra.
هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لأوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الأبْصَارِ
Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
Ayat ini ditutup dengan فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الأبْصَارِ yang berbentuk fiil mudharik ma’lum yang bermakna dawam atau pengulangan ; berkekalan. Maka siapa yang dapat menduga dan percaya bahwa peradaban dan benteng ahli kitab yang masih tegak dan mendominasi dunia saat ini akan musnah pada saat yang ditentukan Allah melalui tangan mereka sendiri dan tangan hambaNya yang beriman. Dimulai dari runtuhnya pusat kekuatan mereka, sedangkan mereka dalam keadaan terusir dan terhina. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.Wallahu’alam (sdp)

0 comments: