Nigeria Rayakan Jatuh Bangunnya Penerapan Syariah

Filed under: by: 3Mudilah

LAGOS (Berita SuaraMedia) – Saat Nigeria merayakan ulang tahun penerapan Syariah di negaranya, banyak yang percaya bahwa gerakan ini telah meningkatkan taraf hidup masyarakat, sementara lainnya mengeluhkan politik dan ketidaktahuan yang telah membayangi seluruh pengalaman tersebut.
"Bagi kami, pengenalannya cukup sukses," ujar Sanni Yerima Bakura, mantan gubernur negara bagian Zamfara, yang merupakan negara bagian Muslim pertama yang memperkenalkan Syariah di tahun 1999.
"Kami tidak ada penyesalan tentang itu."

Dengan serangkaian kegiatan, termasuk pidato oleh Presiden Goodluck Jonathan, Nigeria pada hari Rabu (27/10) merayakan satu dekade diterapkannya Syariah di 10 negara bagian.

Zamfara adalah negara bagian pertama yang mengimplementasikan Syariah setelah Nigeria kembali ke demokrasi tahun 1999. Setelah itu kemudian diikuti oleh 11 negara bagian lainnya.

Peringatan ulang tahun Syariah tahun ini diadakan untuk membangkitkan perdebatan tentang keberhasilan dan kegagalan aturan hukum Islam tersebut.

Bakura, yang sekarang menjabat sebagai senator dari Republik Federal, bersikukuh bahwa implementasi Syariah adalah permintaan populer di negara bagiannya dan telah terbukti berhasil.

"Kami tidak mengklaim 100% sukses tapi akan buruk bagi siapapun untuk menyebutnya gagal."
Dia mencatat bahwa dengan diterapkannya Syariah, pejabat di negara bagiannya bisa memberantas penipuan dan korupsi dan mengurangi penindasan terhadap rakyat.

"Analis jujur manapun akan memberitahumu bahwa institusi Zakat juga berhasil mengurangi kemiskinan."
Abdullah Shuaib, koordinator Konferensi Organisasi Islam (KOI) di Lagos, sependapat bahwa Syariah telah menyediakan platform bagi kaum miskin.

"Inilah yang tujuan Syariah bagi masyarakat dan negara, yaitu pemerintahan yang baik, keadilan sosial, kesetaraan, dan keadilan."

Namun, Shuaib juga setuju bahwa dekade implementasi Syariah memiliki aspek positif dan negatif.
Dia menuduh beberapa pihak menggunakan aturan hukum tersebut sebagai permainan politik.

"Banyak pemimpin politik yang tidak hanya telah mengecewakan masyarakat tapi juga menurunkan derajat dan mengkhianati sistem."

Dia menambahkan bahwa dasar Syariah adalah toleransi nol untuk korupsi, keadilan, kesetaraan, keadilan, layanan yang tidak mengutamakan diri sendiri, peraturan hukum, dan konstitusionalisme.

"Sulit kita lihat semua itu dipraktikkan di banyak negara bagian yang mengklaim menerapkan Syariah." (rin/oi) www.suaramedia.com

0 comments: