Mewaspadai Diri

Filed under: by: 3Mudilah

Petunjuk Al Quran

Mempelajari petunjuk Allah dalam al Quran surah al A’rof ayat 200 sampai dengan 2002, yaitu :

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢٠٠)إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ (٢٠١)وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لا يُقْصِرُونَ (٢٠٢)

”Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaithon maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaithon, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaithon-syaithon dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)”.


Analisa

Memahami perihal gangguan syaithon, maka secara khusus perlu diketahui perihal bentuk-bentuk yang menjadi muatannya, antara lain :

a. Dalam lafadz ”yanzaghonnaka minasy syaithoni nazghun”, untuk diketahui maksudnya maka perlu mengetahui ragam pola iblis sebagaimana dijelaskan di dalam al Quran surah al Isro ayat 64, yaitu :

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الأمْوَالِ وَالأولادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلا غُرُورًا (٦٤)

”Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaithon kepada mereka melainkan tipuan belaka”.
  1. Menghasung dengan berbagai bisikan jahat, yang dengan itu nafsu manusia akan senantiasa condong kepada berbagai pelanggaran dan mengalami berbagai hambatan mental sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah Yusuf ayat 53.
  2. Mengarahkan kepada kehidupan hedonisme sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah ad Dahr ayat 27.
  3. Menyekutukan Allah melalui kebanggaan terhadap harta dan anak tanpa ada pengendalian didalamnya sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah at Taghobun ayat 14.
  4. Memberikan janji-janji palsu dengan pola dan sistem yang sesat dan menyesatkan sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah an Nisa ayat 51 sampai dengan ayat 53.
Dengan demikian maka manusia akan terseret ke neraka sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah Fathir ayat 6.

b. Dalam lafadz ”fasta’idz billah” adalah petunjuk Allah agar senantiasa beristi’adzah hanya kepadaNya sebagaimana diterangkan di dalam al Quran surah Fushilat ayat 35, yaitu :

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (٣٥)


”Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar”.


Pembahasan 


Bahwa sebenarnya hamba yang bertaqwa adalah yang senantiasa memacu aktivitas diri dengan ”amalan intiqod” atau mawas diri  yang dijelaskan di dalam al Quran surah al Hasyr ayat 18, karena syaithon itu dalam karakter aslinya adalah ”takabbur” dan akan senantiasa berbisik kepada nafsu manusia hal ini digambarkan di dalam al Quran surah al Hajj ayat 53, untuk melaksanakan berbagai macam pelanggaran hukum Kebenaran dari Allah dimana dijelaskan dalam al Quran surah al Aro’f ayat 146.

www.al-ulama.net

0 comments: