Menjenguk Ustadz Abu Bakar Baasyir

Filed under: by: 3Mudilah


Menjenguk Ustadz Abu Bakar BaasyirUstadz Abu Bakar Baasyir
APA Kabar ustadz Abu? Ya, berita Abu Bakar Baasyir seakan tenggelam. Alhamdulillah Selasa pagi (12/10/2010), Sabili berkesempatan menjenguk Ustadz Abu Bakar Ba'asyir di tahanan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan. Ada beberapa anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dari berbagai wilayah juga datang menjenguk.

Ketika memasuki sebuah ruangan, tampak wajah Ustadz Abu yang berseri-seri dan sangat ramah menyambut tamu yang datang. Didampingin istrinya, Ustadz Abu terlihat sehat dan tak ada beban di pundaknya.

"Alhamdulillah, saya sehat walafiat. Di sini, saya diberi kebebasan, baik untuk melakukan shalat dan ibadah lainnya. Tidak ada tekanan pada saya," ujar Ustadz Abu yang sedang berpuasa Nabi Daud ini.

Kepada Sabili, Ustadz Abu menjelaskan bahwa dirinya sudah menjadi target Amerika. Tepatnya sejak Megawati sebagai presiden. "Semua ini pesanan Amerika. Semakin jelas, Amerika adalah kafir harbi. Dan Densus 88 adalah “jongosnya” Amerika. Sejak saya ditangkap dan diinterogasi, saya tidak pernah menjawab 40 pertanyaan yang diajukan," katanya lugas.

Ustadz Abu juga menegaskan, ketika dipenjara beberapa tahun lalu dirinya tak terbukti melakukan tindak pidana terorisme. Ia hanya dijerat pasal terkait imigrasi dan paspor. Dari tuduhan terlibat Bom Bali, peristiwa Aceh, hingga Medan, Ustadz Abu menegaskan bahwa dirinya tak terlibat. "Saya tidak kenal dengan orang Perancis yang katanya mendanai saya," tandasnya.

Ustadz Abu juga memberi tahu pada Sabili, anggota JAT yang ditahan Densus yakni Ustadz Haris dan Ubeid, kondisinya sangat memprihatinkan. Ustadz Haris misalnya, ia mendapat tekanan luar biasa saat diinterogasi, sehingga stres. Saat ini ia sedang dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Ubeid, kakinya remuk dianiaya oknum Densus.

Menyinggung soal peran Sofyan Tsauri, Ustadz Abu mengatakan, Sofyan Tsauri adalah intel polisi yang disusupkan ke dalam gerakan Islam, seperti JAT. Peristiwa Aceh dan Medan adalah rekayasa Densus 88 sendiri.

Ustadz Abu juga menegaskan, jika dirinya sama sekali tidak menyetujui fa'i (perampokan) yang dilakukan di Medan. “Itu benar-benar perampok, tindakan kriminal. Fa'i yang dibenarkan dalam syariat adalah jika kita sedang berada di zona perang dengan musuh yang jelas,” terangnya.

Rencananya persidangan ustadz Abu akan digelar di akhir tahun ini. Semoga, Ustadz Abu selalu diberi kesehatan dan ketabahan. Amin. (Adhes Satria & Eman Mulyatman)
 
http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2522:menjenguk-ustadz-abu-bakar-baasyir&catid=83:wawancara&Itemid=200

0 comments: