KISAH KERA BANI ISROIL

Filed under: by: 3Mudilah

Pada masa Bani Isroil, tersebutlah sekumpulan penduduk sebuah negeri yang bernama negeri Ailah. Negeri ini berada di pinggir laut. Alloh telah melarang/mengharamkan penduduk Ailah menagkap ikan di hari Sabtu.
Alloh ingin menguji mereka. Jika tiba hari Sabtu, semua ikan di laut akan muncul keluar, sampai mulut-mulut ikan itu kelihatan di atas permukaan air. Sedangkan pada hari ahad, ikan-ikan itu masuk ke dasar laut, sehingga tidak ada satupun ikan yang terlihat sampai tiba nanti di hari sabtu depannya.

Di antara penduduk Aikah itu ada yang tetap ingin mendapatkan ikan walau di hari sabtu. Maka seseorang membuat lubang dan saluran dari laut menuju lubang tersebut. Jika datang hari sabtu orang itu membuka saluran tadi. Jika datang ombak, ombak itu akan melemparkan ikan ke lubang tersebut. Ikan itu ingin keluar dari lubang itu tetapi tidak bisa, karena air yang ada di saluran sangat sedikit, sehingga ikan itu tetap berada di lubang itu.

Setelah hari ahad, orang itu mendatangi lubang yang ia buat dan mengambil ikan yang ada di sana. Kemudian orang itu memanggang ikan hasil tangkapannya.

Terciumlah bau ikan itu oleh tetangganya. Si tetangga bertanya kepada orang itu, bagaimana bisa mendapat ikan di hari sabtu. Maka orang itupun memberi tahu caranya. Maka si tetangga meniru menangkap ikan di hari sabtu. Sampai akhirnya perbuatan mereka berdua menyebar, dan beramai-ramai mereka ikut memakan ikan dengan cara seperti tadi.

Ulama mereka mengingatkan, “Sebenarnya kalian itu menangkap ikan pada hari Sabtu. Ikan itu tidak halal bagi kalian.” Tetapi orang-orang yang menangkap ikan itu berkata, “Kami hanya menagkap ikan pada hari Ahad, yaitu ketika kami mengambil.”

Orang-orang yang faqih di antara merekapun menjawab, “Tidak! Tetapi kalian telah menangkap ikan pada hari kalian membuka saluran air, sehingga ikan itu masuk.” Namun orang-orang itu justru bertambah menyimpang dan durhaka.

Setelah sekian lama ada yang berkata pada golongan yang tidak menangkap ikan di hari Sabtu, “Kenapa kalian menasihati orang yang akan dibinasakan Alloh atau diadzab Alloh dengan adzab yang pedih, padahal mereka tidak mentaati kalian?”

Sebagian mereka menjawab, “Kami menasihati mereka agar kami memiliki alasan di hadapan Alloh. Dan semoga mereka mau bertaqwa sehingga meninggalkan perbuatan mereka.”

Ketika orang-orang yang berbuat maksiat itu tetap saja mengangkap ikan di hari Sabtu, maka orang-orang yang taat berkata, “Demi Alloh, kami tidak akan tinggal satu tempat dengan kalian.” Maka mereka membagi negeri itu dengan sebuah tembok pembatas. Orang-orang yang taat mempunyai satu pintu, dan orang-orang yang durhaka mempunyai satu pintu yang lain. Mereka membuka pintu itu pada hari sabtu. Orang-orang yang taat keluar melalui pintu mereka sendiri, dan orang yang durhaka keluar dari pintu yang berbeda. Sampai di suatu hari...

Orang yang taat keluar dari pintu mereka, sedangkan orang-orang yang durhaka tidak membuka pintu mereka. Orang-orang yang taat pun heran kenapa meerka tidak keluar. Maka orang-orang yang taat memanjat tembok pembatas. Tiba-tiba mereka melihat orang-orang yang durhaka itu telah berubah menjadi kera yang saling berlompatan satu dengan yang lainnya.

{Sumber Tafsir Ibnu Katsir surat al-Baqoroh ayat 65 dan al-A’rof ayat 165-166}
http://ummuyahyakdr.blogspot.com/2009/05/kisah-kera-bani-isroil.html

0 comments: