Hawa Nafsu Sumber Kesesatan

Filed under: by: 3Mudilah

hawa nafsu sumber kesesatanMakna Hawa Nafsu 

Hawa" ialah keinginan hati untuk berbuat atau berkata  yang tidak diridhai oleh Allah Ta`ala, Ibnul Muqfi' berkata: Sesungguhnya hawa nafsu itu hina jika kamu mengikutinya,jika kamu menyembahnya maka kamu akan ikuti kehendaknya.
 
Penyebab Hawa Nafsu 


1. Apa yang menjadi keinginannya, ia kerjakan 
2. Ketika orang itu menginginkan sesuatu, ia segera mengerjakannya sedangkan ketaqwaannya kepada Allah Ta`ala tidak dapat menghalangi keinginannya.
3. Mereka tinggalkan petunjuk Allah Ta`ala, karena mengikuti hawa nafsunya.
4.Orang kafir yang menjadikan agamanya selain agama Allah Ta`ala dan petunjuk-Nya.
5. Orang Quraisy penyembah patung 'Uzza yang berupa batu putih.
6.Orang yang ditaklukkan oleh kehendak jiwanya, seolah-olah kehendak jiwa itu tuhannya 
7. Orang yang hanya mengandalkan pemikirannya belaka.
8. Setiap pagi orang itu menjumpai hawa nafsu, pekerjaan, dan ilmunya.
9. Orang yang menilai baik atas suatu perkara tanpa dalil syar'i, itulah penyembah hawa nafsu.
10.Semisal orang-orang yang menyembah batu, jika melihat yang lain lebih baik, ia tinggalkan batu itu untuk menyembah yang lain, 
11. Itulah orang munafik. Tidaklah ia berkehendak, melainkan ia kerjakan.
12. Orang yang taat kepada setan ketika memerintah maksiat.
13. Orang musyrik dan dukun atau paranormal yang bekerja sama dengan jin.
14. Orang yang menyenangi atau membenci sesuatu bukan karena Allah Ta`ala. Itulah penyembah hawa nafsu.


Hukum Mengikuti Hawa Nafsu 

     Mengikuti hawa nafsu hukumnya haram dan sebagian besar tergolong perbuatan syirik besar sebagaimana keterangan surat al-Jatsiyah: 23


Penyebab Mengikuti hawa nafsu:

1. Karena tergolong orang jahil  QS. al-Jatsiyah: 18
2. Karena hawa nafsu, mendustakan wahyu QS. al-An'am: 150
3. Sesat dan menyesatkan  QS. al-Ma'idah: 77
4. Mengurangi kesempurnaan iman 
Tidaklah (sempurna) iman salah satu di antara kamu sehingga hawanya (keinginannya) mengikuti apa yang telah didatangkan kepadaku.


Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu 


1. Menyesatkan Manusia dari jalan yang benar QS. Shad: 26 
2. Sulit menerima nasihat QS. al-A'raf: 176 
3. Tidak mendapat pertolongan QS. al-Furqan: 43
4. Sesat dan Menyesatkan QS. al-Qashash: 50 


Cara Menjauhi Hawa Nafsu 

1. Menuntut Ilmu Syar'I 
2. Bertanya kepada ulama QS. al-Anbiya: 7
3. Menjauhi orang yang lalai dengan hukum Allah QS. al-Kahfi: 28
4. Membersihkan jiwa dengan amal shalih QS. an-Nazi'at: 40-41
Sabda Rasulullah SAW: “Dan Mujahid ialah orang yang mengarahkan jiwanya untuk taat kepada Allah Ta`ala” (HR. Ahmad)
5. Menjauhi ulama sesat 
6. Menjauhi keraguan 
7. Menjauhi umumnya orang QS.     Saba': 13, al-An'am: 116)


Ulama Sesat Pengikut Hawa Nafsu


"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah Ta`ala (QS. at-Taubah: 34)
Sabda Nabi SAW: "Sesungguhnya aku khawatir di antara umatku ini ada para pemimpin yang menyesatkan. (HR. Tirmidzi)


Penyebab Munculnya Ulama Sesat


1. Dicabut ilmu dien dan nampak kebodohan
    "Sesungguhnya Allah Ta`ala tidaklah menggenggam ilmu dengan mencabut begitu saja. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan meninggalnya ulama. Sehingga bila tidak ada seorang pun yang berilmu, manusia akan memilih pemimpin yang bodoh, jika mereka ditanya maka mereka berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhari) 
2. Fanatik kepada golongan QS. al-Baqarah: 135) 
3. Mengkultuskan tokoh QS. at-Taubah: 31
4. Rakus urusan dunia QS. al-A'raf: 176
5. Hasad (dengki) QS. asy-Syura:14
6. Meninggalkan Sunnah QS. al-Qashash: 50
7. Melampaui batas di dalam     agamanya QS. al-Maidah: 77


Sifat Dai dan Ulama Sesat


1. Membenci ilmu dien QS. Al- Baqarah: 170
2. Mencela sahabat Nabi SAW 
3. Mencela ulama salaf 
4. Mencela pemimpin kaum muslimin 
Imam al-Barbahari berkata, "Jika kamu melihat orang yang mencaci pemimpin, ketahuilah dia pengikut hawa nafsu." 
5. Menghalangi jalan haq QS. at-Taubah: 34    
6. Ambisi dunia dan kekuasaan 
"Hampir saja umat manusia mengerumuni kalian seperti orang lapar mengerumuni hidangannya. Lalu ada yang bertanya, "Apakah kita pada saat itu tergolong minoritas?" Beliau menjawab, "Tidak, bahkan waktu itu kalian tergolong mayoritas, tetapi kalian pada saat itu ibarat buih, dan sungguh Allah Ta`ala  akan mencabut rasa ketakutan musuh kepada kalian dan Allah Ta`ala menanamkan di hati kalian wahn (lemah). "Lalu ada yang bertanya, "Apa wahn-nya wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Cinta dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud)
7. Penyeru kemunkaran QS. at-Taubah: 67
8.Menjual ayat Allah Ta`ala untuk kepentingan dunia QS. at-Taubah:9


Mengenal Ulama Warasatul Anbiya


Bersabda Rasulullah SAW: "Akan dibela ilmu dien ini oleh setiap generasi yang jujur, yang menolak penyelewengan orang yang tersesat, aliran perusak, dan penafsiran orang bodoh. (HR. Baihaqi)


Ciri-ciri ulama Warosatul Anbiya':


1.Menuntut Ilmu Syar'i dan takut kepada Allah QS. al-Mujadilah: 11 
2.Berpegang kepada al-Qur'an dan Sunnah QS. Al-Hujurat: 1
3.Mengembalikan semua perselisihan kepada al-Qur'an dan sunnah shahihah QS. an-Nisa': 59
4.Menolak akal bila terdapat perselisihan dengan nash al-Qur'an atau sunnah 
5.Memahami al-Qur'an dan Hadits dengan pemahaman salafush shalih 
"Wajib kamu berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin yang mendapat petunjuk (HR. Ahmad)
6.Senantiasa di dalam dakwah dan kerya tulisnya menyerang syirik, bid'ah, dan semua bentuk kemaksiatan QS. at-Taubah: 71
7.Senantiasa menyenangi sahabat-sahabat Nabi SAW QS. at-Taubah: 100
8.Senantiasa menyenangi ulama Sunnah 
9.Memuliakan Pemimpin kaum muslimin 
"Barangsiapa memuliakan pemimpin Allah Ta`ala di dunia, Dia akan memuliakannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa menghinakannnya maka Allah Ta`ala akan menghinakannya pada hari kiamat (HR. Ahmad)
10. Mendo'akan baik kepada pemimpin yang adil 
11. Tidak menukil pekataan ahli hawa nafsu 
12. Menjauhi bergaul dengan ahli bid'ah 
13.Senang bersatu dan benci perpecahan 
"Berjama'ah adalah rahmat sedangkan perpecahan adalah adzab (HR. Musnad asy-Syihab) 
14. Senantiasa menyenangi ahli Hadits


     Sesungguhnya orang-orang yang beriman akan selalu menjaga hawa nafsu dan kehormatannya dalam rangka takut dan mengharap ridha Allah Ta`ala. Wallahu’alam Bissowab

Hayat Setiawan Husen
http://dewandakwahjakarta.or.id/index.php/buletin/juni/146-juni10.html

0 comments: