Siaga Diri

Filed under: by: 3Mudilah

Petunjuk Firman

Allah memberi peringatan kepada hambaNya yang beriman dalam surah an Nahl ayat 96 sebagai berikut :

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٩٦)

“Segala apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.


Analisa

Ayat tersebut memberikan gambaran yang cukup dan sangat jelas, bahwa yang sebenarnya Allah telah menetapkan beberapa kewajiban penting, antara lain :
  1. Dengan dasar petunjuk al Quran surah al Qoshosh ayat 60, yaitu :

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلا تَعْقِلُونَ (٦٠)

”Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, Maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka Apakah kamu tidak memahaminya?”.
  1. Dengan Ketetapan Allah perihal ujian dalam hidup, yang diterangkan dalam surah al Mulk ayat 2, yaitu :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢)

”(Allah) yang menjadikan mati dan hidup  (dari tidak ada menjadi ada), supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Dengan mengambil dua petunjuk tersebut dapat dipaham bahwa ”Al Kholiq” telah menyediakan sarana penghidupan dengan segala kelengkapannya yang bersifat sementara dan keseluruhan tersebut adalah ”sarana” menuju Akherat sebagaimana dijelaskan dalam surah al A’rof ayat 32, dan selanjutnya pasti akan mengalami kebinasaan, karena manusia semua itu akan dikembalikan kepada Yang Empunya sebagaimana ditetapkan dalam al Quran surah al Qoshosh ayat 88.

Pembahasan

Bahwa sesungguhnya yang membawa ketenangan menuju keridloan Allah adalah ”Ash Shobru `inda Ad Duniya”, selama segala sesuatunya itu senantiasa mengarah dan disandarkan kepada Ukhrowiyah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam al Quran surah al Qoshosh ayat 77, antara lain yaitu :
  1. Perihal keinginan terhadap keutamaan dan kemuliaan dalam hidup; adalah dengan langkah-langkah dari wujud pemahaman penghayatan terhadap ”Kalimah thoyyibah” yang diikuti dengan ’amalan sholihat, terutama dalam keterkaitannya dengan keummatan sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah Fathir ayat 10, mengingat bahwa bumi ini diwariskan Allah kepada hamba-hambaNya yang sholih yang ditetapkanNya dalam al Quran surah al Anbiya ayat 105. kemudian menjauhkan diri dari semua upaya yang dilandasi oleh ”hawa nafsu” yang hanya menjuruskan kepada segala paham ”materialisme dan atau materialisme dialektik” yang didasarkan al Quran surah al Jatsiyah ayat 23 dan 24, yang mendorong rasa ambisi duniyawiyah menjadi ”hedonisme intellektual” sebagaimana diterangkan dalam surah ad Dahr ayat 27, karena akan berarti ”mengalami krisis manusia modern”.
  2. Sebagai hamba yang beriman, maka hidup dalam dunia ini harus bermakna sesuai dengan tuntunan syar’i, sehingga akan diibaratkan dengan pohon yang subur dan rindang dengan buah lebat dan mampu memberikan manfaat dalam kepentingan pembangunan keummatan secara bathiniyah dan lahiriyah yang tergambarkan dalam al Quran surah Ibrohim ayat 24 dan 25.
Dengan demikian walau secara ringkas maka dapat merupakan gambaran jelas tentang memaknai arti ”ketidak kekalan dalam kehidupan dunia ini”, sedangkan kehidupan Akherat adalah kehidupan yang sebenarnya dan kekal selamanya.

http://www.al-ulama.net/home-mainmenu-1/articles/320-siaga-diri.html

0 comments: