CIR: DPR Harus Evaluasi Total Kinerja Densus 88

Filed under: by: 3Mudilah

Mengapa ditembak mati, apa bahayanya orang sedang shalat?

Hidayatullah.com—Kesaksian Kartini Panggabean, istri  Khairul Ghazali, tersangka terorisme yang di Tanjung Balai Medan yang ditembak saat sedang shalat, dipertanyakan berbagai kalangan.

Dalam sebuah rilisnya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Selasa malam (28/9), Centre for Indonesian Reform (CIR) mempertanyakan kinerja Densus 88.

CIR, melihat, ada ambiguitas mencolok pada korps burung hantu yang mengulang kasus penembakan tersangka Ibrahim.

“Ambiguitas mencolok saat terungkap penyergapan di Medan bermasalah karena tersangka tidak melakukan perlawanan, bahkan sedang shalat. Mengapa ditembak mati, apa bahayanya? Tragedi penyerbuan Temanggung terhadap tersangka Ibrahim dikeroyok ratusan aparat terulang lagi, ” tulis Direktur Eksekutif CIR, Sapto Waluyo.

Agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,  pihaknya meminta DPR melakukan evaluasi atas kinerja Densus 88.

“DPR harus mengevaluasi total Densus 88 via Panitia Khusus (Pansus) sejalan terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” tambah Sapto.

Lebih jauh, CIR mengatakan, Densus adalah bagian dari aparat penegak hukum yang dimiliki Polri. Seharusnya, tugasnya bukan menembak mati tersangka, namun hanya menangkap dan menyerahkan ke pengadilan saja.

“Karena Densus itu bagian dari Polri sebagai aparat penegak hukum. Tugas utamanya menangkap tersangka teroris untuk dibawa ke pengadilan agar bisa dibongkar  jaringan ke akarnya. Kalau menembak mati, serahkan saja kepada Kopassus yang punya Detasemen khusus anti-Teror sejak lama teruji, “ ujar Sapto.

  [cir/cha/hidayatullah.com]

Komisi III: Densus Tak Ada Bedanya Teroris, Kami Akan Panggil Kapolri

Jakarta (voa-islam.com) - Aksi Densus 88 menangkap Khairul Ghazali saat sedang salat membuat Komisi III DPR naik darah. Densus 88 dianggap telah mencoreng nama baik Polri karena menangkap dan menembak terduga teroris saat sedang salat.
Sebagai sebuah kesatuan elit yang terlatih dan profesional, hendaknya Densus 88 tidak brutal dan serampangan dalam melakukan operasi penangkapan teroris.
..."Wong orang lagi salat kok ditangkap, memangnya orang salat bisa membunuh. Jaga saja sampai selesai baru ditangkap. Sambil menunggu selesai salat, istri dan anak si tersangka dievakuasi dulu. Kalau brutal apa bedanya Densus dengan teroris,...
"Wong orang lagi salat kok ditangkap, memangnya orang salat bisa membunuh. Jaga saja sampai selesai baru ditangkap. Sambil menunggu selesai salat, istri dan anak si tersangka dievakuasi dulu. Kalau brutal apa bedanya Densus dengan teroris," tegas Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy, Rabu (29/9).
Menurut Ketua Fraksi PAN ini, Densus 88 harus menjaga kehormatan Polri sebagai pelindung masyarakat. Jangan sampai sederet prestasi yang sudah gemilang ditorehkan menjadi tak berarti di mata rakyat karena operasi yang serampangan dan brutal.

"Saya dukung pemberantasan teroris, saya peningkatan anggaran Densus tapi jangan brutal sampai orang lagi salat ditembak! Jangan lukai hati umat, Densus jangan mengumbar kebencian bernafsu membunuh," kecam Tjatur.
Densus Lukai Umat Islam, Komisi III Akan Panggil Kapolri
Sebelum agenda uji kelayakan calon Kapolri bulan depan, Komisi III DPR terlebih dulu akan mengagendakan pemanggilan Kapolri Bambang Hendarso Danuri guna mempertanggungjawabkan perbuatan Densus 88 tersebut.
"Kami akan panggil dulu Kapolri itu, kita akan minta penjelasan soal Densus 88 yang tidak profesional itu,"
"Kami akan panggil dulu Kapolri itu, kita akan minta penjelasan soal Densus 88 yang tidak profesional itu," tambah Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy, Rabu (29/9).

Menurut Tjatur aksi Densus 88 sudah kelewatan, sebab penangkapan dan penembakan orang saat salat bisa menyulut emosi umat Islam.

"Jumlah Densus lebih banyak, senjata Densus lebih lengkap lha kok orang lagi salat ditangkap dan ditembaki. Ini sudah tidak bisa dimengerti oleh logika apapun jadi SOP Densus harus diluruskan," ujar Tjatur.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 diduga menembak Khairul Ghazali, seorang yang diduga terlibat tindak terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/9). Khairul Ghazali, warga Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, yang diduga teroris itu, dikabarkan ditembaki pada saat tengah melaksanakan ibadah salat. (Arsyila/inh)

http://voa-islam.com/news/indonesia/2010/09/29/10477/komisi-iii-densus-tak-ada-bedanya-teroris-kami-akan-panggil-kapolri/

0 comments: