Inilah Alasan Polisi Menangkap Abu Bakar Ba`asyir

Filed under: by: 3Mudilah

Inilah Alasan Polisi Menangkap Abu Bakar Ba`asyir

Abu Bakar Ba\'asyir
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, menjelaskan alasan polisi menangkap Ustad Abu Bakar Ba'asyir di perjalanan dari Ciamis menuju Solo.  Ustad Ba'asyir dituduh terlibat langsung dalam rencana-rencana teror di dalam negeri.

Ba'asyir, kata Edward, berperan aktif dalam rencana awal pembentukan 'qoidah aminah' atau basis aman bagi gerakan terorisme di Aceh. Selain itu, tokoh garis keras itu ditengarai polisi telah menunjuk Dulmatin yang tewas beberapa waktu lalu di Pamulang, Tangerang, sebagai pemimpin lapangan gerakan teror itu.

Faktor lainnya yang mendorong polisi menangkap Ba'asyir adalah karena dia mengetahui rangkaian pelatihan gerakan terorisme di Aceh dan dia dilapori langsung orang lapangannya

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/10/08/09/129032-inilah-alasan-polisi-menangkap-abu-bakar-baasyir


Jubir: Penangkapan Baasyir Bukan Instruksi Presiden SBY
Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Presiden SBY, Julian A Pasha, menegaskan, penangkapan Abu Bakar Baasyir oleh Polri pada Senin (9/8) ini bukan merupakan instruksi dari SBY. Meski demikian, Julian membenarkan bahwa SBY sempat menyampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Bandung akhir pekan lalu bahwa ada ancaman terhadap dirinya.

"Yang saya ketahui itu bukan karena instruksi dari Presiden SBY karena Polri diinstruksikan bertindak profesional, terukur, dan transparan. Tak pernah Presiden SBY menginstruksikan secara personal tangkap si A atau tangkap si B. Tidak," kata Julian, Senin (9/8).

Julian menambahkan, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sudah melaporkan ihwal penangkapan Baasyir kepada Presiden pada Senin (9/8) pagi. Namun Julian mengaku tidak mengetahui detail, apakah laporan itu disampaikan lewat telepon atau Kapolri mendatangi langsung SBY di kediamannya di Cikeas, Bogor.

Menurut Julian, SBY berada di kediamannya bukan berarti khawatir atas keselamatan. Presiden, kata Julian berada di Cikeas untuk membahas materi pidato kenegaraan yang akan disampaikan pada 16 Agustus 2010 di Sidang Paripurna DPR dan DPD.
Red: Endro Yuwanto
Rep: M Ikhsan Shiddieqy
E-mailhttp://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/10/08/09/129050-jubir-penangkapan-baasyir-bukan-instruksi-presiden-sby


Rakyat Merasa Bosan Mendengar SBY Sering Mengeluh Diancam Teroris

Jakarta (voa-islam.com) - Pernyataan Presiden SBY bahwa dirinya menjadi sasaran teroris merupakan sikap yang berlebihan. Pengakuan itu justru akan membuat SBY blunder.

"Pengakuan itu akan membuat SBY blunder, terlebih jika ternyata kenyataannya tidak ada," kata pengamat politik Reform Institute Yudi Latif di Jakarta, Selasa (10/8).

Ia menuturkan, SBY sudah 2 kali mengutarakan ancaman teroris. Seharusnya, SBY bisa menahan untuk tidak mengatakan hal itu kepada rakyat.
...Kalau terlalu sering mengungkapkan, nanti khawatir jika memang kejadian, rakyat menganggap itu hal biasa-biasa saja," papar Yudi...
"Yang namanya ancaman kepada presiden itu kan tiap saat, sudah pasti ada. Kalau terlalu sering mengungkapkan, nanti khawatir jika memang kejadian, rakyat menganggap itu hal biasa-biasa saja," papar Yudi.

Terkait apakah strategi SBY masih jitu untuk menarik simpati publik, Yudi menyangsikannya. Sebaliknya, rakyat lama kelamaan akan bosan, dan menganggap ancaman teror tak punya urgensi apapun.

Sebelumnya, untuk yang kedua kalinya, Presiden SBY mengatakan bahwa ia mendapat laporan bahwa akan menjadi target teroris berikutnya.

Usai menyatakan itu, keesokannya Densus 88 menangkap Abu Bakar Baasyir yang diduga cikal bakal jaringan teroris Indonesia, termasuk skenario sasaran kepada presiden. 

Jangan 'Lebay', Kasih Solusi Dong!!

Presiden sebagai pemimpin negara dinilai tidak boleh hanya sekedar curhat bahwa dirinya mendapatkan ancaman teror. Tapi harus juga memberikan solusi.
..."Harapan kita pemimpin tidak sekedar curhat tapi ada fakta berbasis solusi. Pemimpin tidak curhat tapi membuat kebijakan atau menghalangi sesuatu yang destruktif,"...
"Harapan kita pemimpin tidak sekedar curhat tapi ada fakta berbasis solusi. Pemimpin tidak curhat tapi membuat kebijakan atau menghalangi sesuatu yang destruktif," kata Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/8).

Dia berharap pernyataan Presiden SBY soal teror jangan hanya dianggap sebagai curhatan. tetapi juga dimaknai sebagai warning. Karena kalau curhat Presiden seperti itu, mirip orang biasa yang tidak mempunyai kewenangan apapun. Padahal kepolisian dan BIN ada di bawah Presiden.

"Tapi dalam era demokrasi perintah Presiden adalah basis hukum," kata dia. Hidayat juga menilai curhatan Presiden tentang terorisme dengan penangkapan pemimpin pondok pesantren Al-Mukmin Abu Bakar Baasyir tidak terkait langsung. Tidak benar kalau itu dijadikan alasan penangkapan oleh Kepolisian.

"Karena ada perintah Presiden yang tidak dijalankan seperti rekening gendut yang belum selesai," imbuhnya. (Ibnudzar/inh)

http://voa-islam.com/news/indonesia/2010/08/10/9045/rakyat-merasa-bosan-mendengar-sby-sering-mengeluh-diancam-teroris/ 


Ismail Yusanto: SBY Tidak Boleh Cuci Tangan, Bebaskan ABB! 
Image 
Jakarta, mediaumat.com- Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menilai pernyataan Istana Presiden yang mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah memerintahkan Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri untuk menangkap Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Ba'asyir dengan tuduhan terorisme adalah sebagai bentuk cuci tangan saja.

Ismail menyayangkan, semestinya presiden tidakboleh cuci tangan. Kalau memang tidak memerintahkan, SBY harus memanggil Kapolri dan menginstruksikan pembebasan ABB. "Kan presiden bisa bertindak, kalau memang polisi bertindak tidak pada tempatnya kan bisa dipanggil dan Ust Abu dibebaskan!" ujarnya kepada mediaumat.com Rabu, (11/8) pagi di Jakarta. Karena menurutnya, penangkapan ABB dengan tuduhan terkait terorisme adalah kedzaliman dan penangkapannya pun sangat semena-mena di pinggir jalan lagi padahal tempat tinggal dan kegiatan ABB sangat jelas.

"Ini merupakan tindakan dzalim dan semena-mena di tengah-tengah situasi kepolisian itu gagal total membereskan kasus-kasus yang menjadi sorotan masyarakat!" tegasnya. Masyarakat sedang mengawal penanganan kasus korupsi sampai kasus rekening gendut para perwira polisi yang mengindikasikan persekongkolan jahat dalam berbagai hal, mulai dari penggelapan pajak hingga makelar kasus. Lalu tiba-tiba polisi menangkap seorang ustadz yang sudah sepuh. Apalagi dengan tuduhan mendanai segala macam hanya dengan bukti rekaman video.

Ismail yakin bahwa ABB tidak terlibat tindak teroris apapun. Karena secara prinsip ABB sudah mengulang berkali-kali. Bahwa ia itu tidak setuju dengan berbagai pengeboman di Indonesia termasuk pula bom Bali I dan II itu. Lalu dasarnya apa kalau dikatakan ABB itu mendanai aktivitas terorisme? Apalagi tuduhan itu hanya berdasarkan rekaman video. Memang rekaman video itu ada, tetapi tidak ada hubungannya dengan teror.

"Karena rekaman itu adalah merupakan dokumentasi kegiatan untuk persiapan jihad ke Palestina saat Israel menyerang Gaza pada awal 2009 lalu!" tegasnya. Tetapi opini dikembangkan sedemikian rupa seolah-olah itu adalah video kegiatan terorisme dan ABB merestui tindak terorisme sehingga ada alasan bagi kepolisian untuk menangkapnya.

ABB itu merupakan figur yang ditakuti Amerika, jadi selama ini Amerika tidak akan pernah puas sampai ABB ditangkap. Makanya dicari-cari alasan untuk menangkapnya, akhirnya ketemu rekaman video itu. Jadi jelaslah pemerintah mengada-ada dan memaksakan diri sekedar untuk melampiaskan nafsu jahat Amerika.

[]joko prasetyo
 http://www.mediaumat.com/content/view/1539/1/


FPI: Dalang Teroris Aceh Desertir Brimob Bukan Ba'asyir



Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengaku telah mengidentifikasi kasus teroris di Aceh. Ada rekayasa yang dibuat seorang personel Brimob bernama Sofyan Tsauri.

"Rekayasa terorisme yang dimainkan oleh seorang desertir Brimob yang bernama Sofyan Tsauri," kata Ketua Umum FPI, Habib Rizieq dalam dialog damai di kantor FPI, Jl Pentamburan, Jakarta Pusat, Senin (9/8/2010).

Menurut Rizieq, Sofyan adalah orang yang telah merekrut dan melatih teroris Aceh di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok sejak 2009. Karena itu, pelatihan militer di Aceh tidak ada kaitannya dengan Ustad Abu.

"Kita juga menyerukan kepada umat Islam untuk merapatkan barisan melawan segala kezaliman. Sekaligus melakukan pembelaan hukum terhadap Ustad Abu sesuai UU berlaku," tegasnya.

Rizieq mengatakan, penangkapan Ba'asyir merupakan politik pengalihan isu kasus besar seperti kasus Bank Century, kenaikan TDL, dan rekening gendut Polri. FPI menduga kuat penangkapan Ba'asyir juga merupakan politik rekayasa seperti kasus-kasus rekayasa lainnya seperti kasus Aan, kasus pemulung, dan kasus Gayus.

"Ini merupakan politik pemberangusan terhadap gerakan Islam untuk menakut-nakuti para aktivis Islam yang concern dengan perjuangan penerapan syariat Islam," ungkapnya. (detik.com, 9/8/2010)

http://www.mediaumat.com/content/view/1537/28/

0 comments: