Ujian hidup dan Kehidupan

Filed under: by: 3Mudilah

Firman Allah Subhanallah wa Ta’ala  dalam surah al A’rof ayat 145 dan ayat 146, sebagai berikut :


وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الألْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ (١٤٥)سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ (١٤٦)


”Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; Maka (kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik. Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya”.

Pembahasan

Dalam ayat-ayat tersebut dapat diambil paling tidak tiga bentuk pengajaran, yaitu :
  1. Bahwa Musa yang telah ditetapkan Allah Subhanallah wa Ta’ala  sebagai pembawa amanah Wahyu yang telah diturunkan kepadanya dan juga para Rasul terdahulu yang terhimpun dalam Kitab Taurot sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al Maidah ayat 44 dan dikuatkan besertanya yaitu sembilan mukjizat, adalah merupakan petunjuk dan ketatalaksanaan dalam keterkaitannya dengan masalah manusia dan kemanusiaan sampai datang penurunan Isa putra Maryam sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al Maidah ayat 46, yang merupakan sinyal berakhirnya kekuasaan Bani Isroil sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah az Zukhruf ayat 61.
  2. Sebagai bukti kerusakan  masalah manusia dan kemanusiaan diberbagai belahan bumi merupakan bangunan ”Darul Fasiqin” sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah Ibrohim ayat 28, yang akan diganti dengan ”Darus Sallam” sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah Yunus ayat 25 diakhir zaman sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah at Taubah ayat 33 oleh dan atas Kuasa dari Kehendak Allah Subhanallah wa Ta’ala.
  3. Allah Subhanallah wa Ta’ala telah menetapkan Rasulullah Muhammad  dan para muttabi’nya sebagai pilihan untuk menggelar Millah Ibrohim sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah Ali Imron ayat 68, artinya perbaikan dunia menuju darus sallam sampai akhir zaman adalah mutlaq dengan petunjuk dari tatalaksana al Quran sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al An’am ayat 153 melalui panduan Rasulullah, yaitu Muhammad saw sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah an Nisa ayat 64 dan ayat 65.
Maka jelas dapat difaham bahwa perjalanan sejarah masyarakat ummat manusia dari awal sampai akhir zaman  adalah pengendaliannya mutlaq dibawah petunjuk dan bimbingan dari para Rasul, mengingat antara lain :
  1. Iblis diadakan sebagai tim penguji atas manusia dan ada setelah manusia berada dalam kehidupan dunia sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al Isro ayat 64.
  2. Iblis menyarangkan sifatnya yaitu syaithon ke dalam nafsu manusia setelah manusia lahir ke dunia sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah an Nisa ayat 118.
  3. Manusia  dikala lahir di alam syahadah dibekali dengan ”as sam’a, wal abshor, wal af-idah” sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah an Nahl ayat 76, artinya perangkat tersebut adalah untuk memberikan bukti cintanya terhadap ”penghidupan dunia” sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah Ali Imron ayat 14. Disinilah iblis berperan membisikkan sifat syaithonnya ke dalam nafsu manusia sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al Hajj ayat 53, untuk dipengaruhinya menuju bangunan darul fasiqin.
  4. Ruh pada manusia telah ada dan disediakan Allah Subhanallah wa Ta’ala jauh sebelum manusia tercipta dan lahir di alam dunia sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al A’rof ayat 172 dan ruh akan melakukan pengendaliannya setelah Allah Subhanallah wa Ta’ala mengutus para RasulNya untuk memandukan berdasarkan WahyuNya sebagaimana dicontohkan dalam al Quran surah an Najm ayat 3 dan ayat 4.
Dengan demikian akan bertemu antara perintah mengabdi dengan ujian dalam hidup dan kehidupan sebagaimana diterangkan dalam al Quran surah al Mulk ayat 2, yaitu :


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢)
”Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Apakah menjadi pengikut dalam bangunan darul fasiqin ataukah darus sallam, ”maka tentukanlah diri anda”.

http://www.al-ulama.net/home-mainmenu-1/tafseer/311-ujian-hidup-dan-kehidupan.html

0 comments: