Perasaan Wanita Yang Dimadu

Filed under: by: 3Mudilah


“Yang penting harus mampu berbuat adil, dan adil itu bukanlah masalah perasaan karena Rasulullah saja tidak mampu bersikap adil secara perasaan terhadap istri-istrinya. Rasulullah terkenal sangat menyayangi Aisyah, walaupun menyayangi istri-strinya yang lain juga.

"Namun poligami itu diperbolehkan, walau istri tak memberi izin sekalipun”
, demikian penjelasan Ustad Iqbal kepada jamaah pengajian jum’at sore yang diadakan di masjid At-Taqwa, Rawamangun.

Bagiku penjelasan ini sudah sering terdengar olehku dan aku sudah hafal semua penjelasannya. Bagiku hal ini merupakan materi yang biasa ku simak dan biasa-biasa saja, namun akan menjadi luar biasa ketika suamiku yang kucintai, kupercayai serta kuhormati mengajukan permintaan yang tidak dapat kufahami, yaitu menikah lagi.

Semua penjelasan Ustad Iqbal yang masih terekam dalam ingatanku menjadi buyar dan menyebalkan. Mengapa Rasulullah menikah sampai begitu banyak? sehingga para suami kemudian berdalih dengan mengatakan ingin mengikuti sunnah rasul. Namun jeritku tak puas pada hatiku, Rasulullah berbeda, semua wanita yang dinikahinya meninggalkan history, dan pernikahan Rasul demikian agung serta semua diniatkan karena Allah.

Semua mempunyai nilai perjuangan serta dakwah. Dan yang jelas, semua istri Rasul pasti masuk surga walau semuanya dipoligami kecuali bunda Khadijah yang tetap monogami tanpa perempuan lain disisi Rasul. Namun bagaimana dengan aku, walaupun aku rela di madu, aku kan belum tentu masuk surga, protesku dalam diam..

Sudah dua hari ini aku mendiamkan suamiku. Dengan sikap serba salah dan salah tingkah suamiku mencoba mencairkan suasana, namun sayang hatiku masih beku dan tidak dapat menerima kenyataan real yang mungkin aku hadapi, dan merupakan gempa bumi bagi sebagian besar wanita bila suaminya menikah lagi.

Termenung aku dibuatnya. Aku bertanya dalam hatiku, “apa yang kurang dari diriku, apa salahku? Apa lagi yang diinginkannya? Sudah berapa lama dia berhubungan dengan wanita itu, dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang menggantung dalam hatiku. Semakin dipikirkan hal ini semakin membuatku marah dan nelangsa, rasanya dunia menjadi gelap dan hancurlah hatiku sekeping demi sekeping”.

Namun pada akhirnya akupun pasrah. Ketika hari yang kucemaskan tiba, kudapti suamiku betul-betul menikah lagi. Walaupun aku tidak siap dan tidak rela dimadu, namun aku harus berfikir kritis dan praktis, ’’yaa sudahlah suamiku menikah lagi atau tidak, yang penting bagiku adalah mencapai hidup bahagia dan mau apapun dia serta mau menangis seperti apapun aku, akhir dari kehidupan adalah kematian dan aku ingin kematian yang bergelar khusnul khotimah.

Akhirnya gusarku berangsur-angsur hilang, aku berteriak sekuatnya dibalik bantal di dalam kamar tidurku yang terasa dingin dan besar. Aku menjerit sekuatnya, melegakan hatiku yang gundah, "AAAAHHHHH .. BIARIN SAJA DIA kawin lagi, gak usah dipikirin, tiap manusia pasti .. MATI!!"

Yaa… “kullu nafsin dzaiqotul maut”, setiap yang bernyawa pasti mati (QS: Al Imron :185) dan dengan menikahnya lagi suami kita, dunia belum kiamat. Pikirkanlah cara agar kita bisa melalui proses kehidupan ini dengan akhiran yang baik, dengan gelar khsunul khotimah dan jangan habiskan waktu dengan amarah dan kesedihan yang berlarut-larut.

Pikirkanlah cara agar hidup kita dan sisa hidup kita begitu bermakna, bermanfaat dan berharga bagi diri sendiri dan orang lain, karena setiap manusia pasti mati. Pikirkanlah agar selama kita hidup, apa yang kita lakukan hanyalah kebaikan jariyah dan manfaat semata.

Berhentilah merenung, berhentilah marah-marah, dan berhentilah bersedih, jika suami kita kawin lagi. Dunia belum kiamat, isi hidup kita dengan sesuatu yang bermanfaat, karena mau apapun kita, kita pasti wafat. Salam khusnul khotimah!

http://eramuslim.com/akhwat/wanita-bicara/perasaan-wanita-yang-di-madu.htm


Jawaban Masuk:

DR. K — SELASA, 30/03/2010 01:01 WIB
ya kuncinya ga boleh selfish..kalau kita mau bisa hidup bahagia, punya suami baik, anak-anak sholeh, maka wanita lain juga mau demikian...maka itu beri kesempatan suami kita memberikan kebahagiaan kepada wanita lain yang belum seberuntung anda...makanya tidak heran balasan buat wanita yang rela dimadu adalah surga Allah..amin...

ANI — SELASA, 30/03/2010 03:16 WIB
Allahu Maha Basar, sebuah ujian keimanan u laki-laki dan perempuan.tinggal bgmn kita meletakkan cinta pertama dn utama kpd siapa...Allah SWT dn Rosul-Nya atau kpd manusia.kembalikan pd niat kita melakukannya

FAHMI ATTAMIMY — SELASA, 30/03/2010 03:42 WIB
wahai hamba Allah, pikirkanlah jika anda tidak pernah menikah dengan seorang laki-laki yg dari dulu anda idam2kan,,? walaupun perasaan anda ingin sekali memiliki suami tetapi sampai menangis darahpun anda tidak akan mendapatkannya, sehingga anda berusia lanjut dan anda hanya bisa melihat kemesraan pasangan2 hidup org lain yg saling berbagi dalam segala hal, anda hidup sendiri hingga anda berusia uzur,, dan akhirnya meninggal dalam keadaan bersendirian, tanpa seorang kekasih, suami, apalagi seorang anak,cucu, dan penerus keturunan... anda hanyalah seorang diri tidak meninggalkan apapun di dunia ini. saudariku yg di rahmati ALLAH S.W.T.. apakah saudari tau bahwa ada jutaan wanita yg bernasib demikia di dunia ini...? di karenakan jumlah perbandingan wanita dan pria di saat sekarang ini ,jumlah wanita jauh lebih bear, jikalah seorang pria harus mengawini seorang wanita saja, maka pasti sisa wanita lainnya akan bernasib seperti di atas, dgn ikhlasnya saudari unk berbagi, maka saudari telah menyelamatkan 1 atau lebih wanita yg bernasib demikian,, mudah2an saudari di berikan ketabahan oleh ALLAH S.W.T. amiin.

TIEN SUHARTINI — SELASA, 30/03/2010 04:17 WIB
klo kejadian itu memang menimpa kita sebagai umat islam yan beriman terhadap takdir Allah, seharusnya kita tidak ragu menjalaninya. Allah maha tahu apa yang terbaik untuk kita maka ...kenapa harus ragu?

ABDULLAH HIDAYAT RAMADHAN — SELASA, 30/03/2010 05:05 WIB
Sesungguhnya dalam poligami ada rahasia dan hikmah yg mendalam bagi mu'min dan mu'minat yg mau mencapai tingkat takwa dan sukses di dunia dan akhirat.
1.Allah swt mendidik kita agar mau berbagi dgn sesama dalam segala hal sebagaimana Allah swt membagi semua hal kepada hambanya demi kebutuhan hidup dan kehidupannya.
2.Allah swt ingin menyadarkan mu'min dan mu'minat bhw tidak ada monopoli,keserakahan dalam hidup dan kehidupan ini sebab Surga dan Neraka pun bukanlah Monopoli manusia dan iblis tapi mereka berlomba mencari pengikutnya masing2.
3.Sadarilah wahai mu'minat bhw bukanlah kaum mu;min berpoligami lantas dia merasa bahagia,TIDAK.bahkan mereka telah menambah beban tanggungjawab dalam sgl hal hidup dan kehidupannya.oleh karenanya justru mereka mengharapkan dukungan dan partisipasi penuh agar sukses menjalani hidup ini.
Semoga hikmah dan rahasia Allah swt ini dapat menjadikan kita hamba yg berbagi suka maupun duka.
ABU JAR'IN — SELASA, 30/03/2010 05:48 WIB
Istri tuaku berkata : " sabar dan tawakkal " apa salahnya aku berbagi kebahagiaan dengan saudari muslimahku "

MHD — SELASA, 30/03/2010 06:15 WIB
ukhtii fillah... msh ingat kita mencintai dan membenci hanya boleh jika karena Allah. Ego kita yg membuat seolah2 sunnah nabi adalah ketidakadilan. Naudzubillahi min dzalik. Jihad kita adalah bgmn kita sampai pd pemahaman bhw Allah dan rasul melimpahi dunia ini dg cinta pd risalahnya dan pd kenabiannya untuk kehidupan ini yg lbh baik. Jihad kita akan membw kita pd cinta yg lbh berharga lbh indah dan lbh mulia. Kalau kita sdh smpai pemahaman ini..cinta pada suami, pd madu kita, pd anak kita, bhkan pada kmanusiaan adalah sama. Kurang lebihnya adalah perlu kesabaran dalam memahami lemahnya orang lain...termsuk misal suami yg mau poligami. Wallahu alam bishowab

YUNUS — SELASA, 30/03/2010 06:53 WIB
Boleh poligami asal jangan hanya ingin menuruti hawa nafsu.
berpoligami karena Alloh SWt. & Rosullulloh SAW.

SHANTY MAHARANI — SELASA, 30/03/2010 07:24 WIB
Bismillah.. Salah satu tips agar hati ikhlas menerima sang 'madu' adalah menjadikannya sebagai Partner. Partner dalam membahagiakan dan mensupport suami, partner dalam dakwah, partner dalam kegiatan2 sosial dan partner dalam langkah2 jihad yang lain..
Cemburu..? Manusiawi. Tapi jangan biarkan rasa cemburu itu merusak akhlak mulia seorang istri, namun jadikanlah ujian ini sebagai ladang amal, yaitu menjadikan diri makin khusyuk dlm taqarrub ilallah, sabar, tegar, dan tawakkal kepada Allah swt.

RIDA A MALIKI — SELASA, 30/03/2010 07:38 WIB
kembalikan semua pada Allah ....Allah tidak akan menguji seorang hamba diluar batas kemampuan Nya.
Cinta yang tertinggi seharusnya ada pada Allah, semua yang ada dibumi dan semesta ini adalah ciptaan , maka sepatutnya kita bergantung pada pemilik Ciptaan ini .
sebesar apapun masalah didunia ini akan terasa hambar apabila kita sudah merasakan MANIS nya buah keimanan.

Manfaatkanlah waktu2 yang tersisa dgn byk menyibukkan mendekatkan diri pada Allah seperti : mengikuti pengajian , Mengikuti program Takhfiz Al Quran , berpartisipasi dlm bakti sosial dsb.


Ishbir , ya ukhti innallaha ma ana ...yakinlah bahwa Allah bersama orang2 yg sabar.

BUNGA — SELASA, 30/03/2010 08:15 WIB
mbak pikirkan juga perempuan yg susah mendapatkan jodoh...dan mmg tidak mudah mendapatkan laki2 single.
berbagi adalah solusi terbaik dari Islam kan?
apa mbak ngga kasian sama perempuan yg sendiri (tdk berjoodoh) sedangkan mbak dengan keluarga lengkap??

BAPAKELANA — SELASA, 30/03/2010 09:28 WIB
Bismillah, saya memang masih muda 30an tahun. Alhamdulillah saya diberi amanah untuk membimbing 2 orang istri. Yang satu aku nikahi seorang gadis 14th lalu, sampai sekarang belum dikarunia anak. dan 1 lagi aku nikahi seorang janda dgn 1 anak 2,5 tahun lalu. memang antara niat lillahi ta'ala dengan dorongan pemenuhan naluri beda-beda tipis tapi alhamdulillah sampai saat ini kami dapat berjalan dengan dengan saling mengisi disertai bumbu cemburu. ada kendala terbesar justru dari sanak saudara kami serta teman-teman yg memandang poligami itu hina. Bahkan akan ada aturan yang mempidanakan hal ini!.......!

YANTO — SELASA, 30/03/2010 09:33 WIB
Jangan mencintai apa yg ada didunia 100% , jangan pernah merasa memiliki apa yg ada didunia ini...tujuan hidup hanya ibadah & amaliyah yg baik..

NISA — SELASA, 30/03/2010 09:49 WIB
yupz...kasihanilah mereka yg tdk seberuntung anda....... Insya Allah berpahala...

ENDANG SETIYANA — SELASA, 30/03/2010 14:31 WIB
Kuncinya Taqwa dan tawakal insya Alloh semua rasa sedih gundah kecewa dll sirna.

L. RETNO — SELASA, 30/03/2010 14:59 WIB
Ketika kita memilih Islam Sebagai jalan mulia untuk di tempuh, disana ada sebuah kedudukan mulia dan Istimewa. tidak ada lagi pertimbangan "saya lebih suka jika..." dan "Ini lebih bermanfaat untuk saya". tapi hanya tersisa satu pilihan untuk kita(muslimah) "diridhoi Allah atau tidak". pandangan kita menatap jauh ke depan melewati semua kehidupan(Surga). ketundukan kita haya tersisa 1. hanya pada Allah. mungkin kita yang dianugerahi atau diamanahi seorang yang kita cintai akan terasa berat dalam menjalaninya. tapi Semua kepedihan dan kebahagiaan kita telalu kecil dibandingkan dengan hasil yang akan kita dapatkan (untuk SurgaNya, Saudari2 yang kita cintai, dan rahmat untuk seluruh alam). Wallahu 'alam.
Semangat!!!!!! Allahu Akbar!!!!

0 comments: