Syaikhul Azhar; Terjadi Kejahatan Terhadap Al-Aqsha

Filed under: by: 3Mudilah

dakwatuna.com – Kairo, Di hari pertama bekerja sebagai Syekh Al-Azhar yang baru, Asy Syaikh Ahmad at-Taeb mengungkapkan kecaman kerasnya terhadap tindakan permusuhan penjajah Israel dan kelompok yahudi ekstrim terhadap masjid Al-Aqsha. Ia menyebut apa yang terjadi di Al-Quds dan di halaman masjid Al-Aqsha berupa tindakan yahudisasi dan permusuhan terhadap identitas Islam dan Arab bagi kota suci Jerusalem (Al-Quds Terjajah) adalah bentuk kejahatan yang tidak boleh didiamkan oleh dunia internasional atau dari kalangan orang Islam. “Mereka semua harus membela masjid Al-Aqsha dan tempat suci di tanah Palestina” tegasnya.

Di hari pertama kerjanya sebagai Syekh Al-Azharm, Ahmad al-Taeb menolak berkomentar soal keberatan Jamaah Ikhwanul Muslimin atas penunjukannya sebagai Syekh Al-Azhar. “Tidak ada permusuhan antara saya dengan Jamaah Ikhwanul Muslimin atau lainnya dari kelompok politik agama di dalam Mesir atau di luar. Sikap saya sudah jelas bagi semua; yakni menolak penggunaan symbol agama untuk mewujudkan tujuan politik,” tukasnya. (bn-bsyr/ip)


Netanyahu : Arab Tidak Boleh Menguasai Baitul Maqdis


Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan mengizinkan bangsa Arab menguasai Baitul Maqdis. Hal ini dinyatakan Netanyahu dalam suratnya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton menjelang lawatannya ke negara adidaya ini.

Netanyahu menekankan bahwa proyek pembangunana distrik Zionis di Baitul Maqdis adalah kebijakan utama rezim ini dan tidak ada perbedaannya dengan kebijakan Tel Aviv lainnya.

"Strategi Israel di Baitul Maqdis seperti strategi 42 tahul lalu dan akan terus dipertahankan, selain itu AS harus mendukung penuh kekuasaan Tel Aviv atas Al-Qods," demikian ditandaskan Netanyahu.

Dalam suratnya Netanyahu mengatakan, "Kami tidak akan pernah membiarkan bangsa Arab untuk berkuasa di Baitul Maqdis dan mengizinkan pengungsi Palestina kembali ke negara ini meski mereka mengklaim wilayah ini adalah tanah nenek moyang mereka." Kantor perdana menteri Israel menyatakan, Presiden AS, Barack Obama mengundang Netanyahu besok (Selasa 23/3) ke Washington untuk bertemu dengannya. Perdana menteri Israel ini juga diprediksikan akan menghadiri pertemua tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Ia bersama Hillary Clinton dijadwalkan akan membarikan sambutan dalam pertemuan tersebut.(Irb/sbl)

http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1539:netanyahu--arab-tidak-boleh-menguasai-baitul-maqdis&catid=81:internasional&Itemid=198
http://www.dakwatuna.com/2010/syaikhul-azhar-terjadi-kejahatan-terhadap-al-aqsha/

0 comments: