Ribuan Warga Turki Demo Dukung Masjid Al-Aqsha

Filed under: by: 3Mudilah


Ribuan masyarakat Turki melakukan aksi protes atas serangan Israel terhadap masjid Al-Aqsha, yang oleh perdana menteri Turki Erdogan tindakan serta rencana Israel yang juga akan membangun kembali pemukiman Yahudi sebagai tindakan yang tidak bisa diterima.

Demo besar di ibukota Turki Istanbul ini diselenggarakan oleh beberapa LSM Turki, Ribuan orang berkumpuk di dlapangan Beyazit di Istanbul setelah shalat Jumat kemarin (19/3) untuk mendukung masjid Al-Aqsha dan mengecam tindakan Israel yang membuka Sinagog di dekat masjid Al-Aqsha.



"Relawan Palestina", termasuk organisasi-organisasi masyarakat sipil Turki seperti Mazlum-der, Ozgur-Der, IHH Humanitarian Relief Foundation, Gerakan kemanusiaan dan peradaban, Aqaba, Civilization Foundation, AKDAV, serta lembaga penelitian dan kebudayaan serta kebijaksanaan.

Beberapa pengunjuk rasa ada yang membawa balon besar berbentuk masjid Al-Aqsha. Dan puluhan orang lain berkumpul melakukan demo di luar Kedutaan Besar Israel di Ankara.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan seperti, "Al-Aqsha adalah kehormatan kita", "Kolaborasi dengan Israel adalah kejahatan" dan "Jatuhkan Israel!.



Mereka juga mendesak pemerintah Turki untuk memutuskan hubungan politik dengan Israel.

Sejumlah besar orang tua dan anak-anak turut bergabung dengan para demonstran, memegang foto anak-anak Palestina yang sedang melemparkan batu.

Setelah orasi, ribuan pengunjuk rasa melakukan doa untuk Palestina dan masjid Al-Aqsha. Demonstrasi berakhir ditandai dengan pembakaran bendera Israel oleh para demonstran, dan demo berlangsung tanpa insiden.

Pernyataan Erdogan

Perdana Menteri Turki Erdogan sendiri mendesak Israel untuk segera menghentikan aksi-aksi sepihak mereka terhadap tempat-tempat suci umat Islam di Palestina.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Israel harus menghentikan praktek yang sepihak sesegera mungkin.



"Israel harus menahan diri dari langkah-langkah yang akan mengubah kondisi di Yerusalem dan menghambat proses perdamaian," kata Erdogan pada pertemuan partai Keadilan & pembangunan (AKP) di Ankara.

Warga Palestina mengatakan bahwa pembukaan Sinagog, yang dibangun beberapa ratus meter dari kompleks Al-Aqsha, merupakan langkah pertama dalam sebuah encana Israel untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan membangun kembali Kuil Sulaiman pada reruntuhan masjid.(fq/wb)


http://eramuslim.com/berita/dunia/ribuan-warga-turki-demo-dukung-masjid-al-aqsha.htm


Serangan Zionis di Bandar Gaza Lukai 11 Warga

Sumber medis menyebutkan, korban luka diperkirakan akan bertambah




Hidayatullah.com--Serangan udara pada Jumat malam (19/3) melukai sedikitnya 11 warga Palestina, serangan udara yang dilakukan oleh Zionis tersebut menargetkan pekerja di bandara Gaza timur Rafah, selatan Jalur Gaza. Sumber medis menyebutkan, korban luka diperkirakan akan bertambah.

Kepada Pusat Informasi Palestina, Dr. Muawiyah Husnain, kepala UGD di departemen kesehatan Palestina menegaskan kepada Infopalestina bahwa pesawat tempur Israel menyerang dengan sejumlah roket terhadap sekelompok pekerja yang sedang mengambil besi-besi bekas di bawah puing-puing bandara Gaza yang sudah hancur. Hal itu mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Serangan Israel ini menyebabkan korban luka cukup banyak, tegas Husnain.

Ia menegaskan bahwa tim ambulan telah mengevakuasi 11 korban luka ke RS Abu Yusuf Najjar dan RS Eropa. Serangan tersebut telah melumpuhkan bandara internasional Gaza. Tentara Israel menyebutkan bahwa serangan tersebut berhasil mengenai target.

Sehari sebelumnya, serangan pasukan Israel juga berhasil mengenai dua terowongan yang ditengarai sebagai jalur penyelundupan senjata dan sebuah pabrik senjata.

Menurut laporan media setempat, Israel menyebut serangan mereka sebagai reaksi terhadap serangan roket yang dilakukan pihak Palestina dari Gaza ke Israel bagian selatan sehari sebelumnya.

"Israel mengatakan ini adalah pembalasan atas serangan roket Palestina, akan tetapi kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan terhadap Israel mengatakan serangan tersebut adalah bentuk reaksi terhadap apa yang dianggap sebagai agresi Israel dan provokasi terkait konflik Tepi Barat."

Serangan Israel yang terjadi dua hari terakhir itu dipicu oleh bentrokan antara pemuda Palestina dan polisi Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, terkait rencana Israel melanjutkan pembangunan 1.600 unit rumah baru di Jerusalem timur.[pic/ip/sk/aj/www.hidayatullah.com]

Dukung perjuangan Palestina melalui Vivapalestina

http://hidayatullah.com/berita/viva-palestina/11122-serangan-zionis-di-bandar-gaza-lukai-11-warga-



Ratusan ribu massa PKS memenuhi Monas dan Bunderan HI Jakarta hari ini, Ahad (20/3) untuk menunjukkan kepeduliaan terhadap kondisi Masjid al-Aqsha yang kini ditindas oleh pihak Zionis Israel. Massa yang datang, tidak hanya dari wilayah jabodetabek saja, akan tetapi dari wilayah-wilayah di Jawa Barat dan Banten.

Dalam orasinya, politisi PDIP Sabam Sirait, mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa hadir di tengah-tengah massa dan kader PKS. ”Sekali-kali kalau demo Palestina, ajak-ajak PDIP,” katanya yang diikuti tepuk tangan dari hadirin. Sabam mengatakan bahwa dirinya pernah pergi ke kota Al-Quds (Jerusalem) di masa ketua DPR Akbar Tandjung. Saat ia diminta untuk nginap di Tel Aviv, Sabam menolak mentah-mentah karena konstitusi negara RI tidak memiliki hubungan dengan negara penjajah seperti Israel itu.

Orasi kedua disampaikan oleh anggota DPR RI yang pernah berkunjung ke Gaza baru-baru ini, Yoyoh Yusro. Menurutnya, umat Islam di Palestina tengah melakukan i’tikaf di masjid Al-Aqsha membela tempat suci itu, dengan darah dan air mata. Untuk itu ia meminta dukungan dari masyarakat Indonesia peduli dengan masalah Al-Aqsha.

Orasi ketiga, disampaikan oleh mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Dalam sambutannya, Hidayat mengatakan bahwa persoalan Palestina dan Al-Aqsha bukan hanya menjadi persoalan umat Islam saja, akan tetapi sudah menjadi isu internasional. Bahkan, lanjut Hidayat, Presiden Brazil Lula da Silva, menyatakan mendukung penuh kemerdekaan Palestina dari Zionis Israel. Mantan Presiden PKS ini juga mengajak NU untuk membahas masalah Palestina dan Al-Aqsha dalam sidang-sidang di muktamar Makasar yang akan datang. ”Saya juga mengajak Muhammadiyah untuk membahas isu Palestina dan Al-Aqsha dalam peringatan 100 tahun lahirnya Muhammadiyah nanti,” tambah Hidayat.

Masih lanjut Hidayat,”Untuk mengulang sukses KTT Non Blok di Bandung yang mengeluarkan deklarasi Bandung, Indonesia siap menjadi tuan rumah, setelah mendapatkan izin dari Mesir, rekonsiliasi nasional Palestina yang mempertemukan antara Hamas dan Fatah. Kalau ini terjadi, Indonesia akan mencatat sejarah kedua kalinya dalam percaturan politik dunia.”

Di akhir orasinya, Hidayat tidak lupa mengajak massa dan kader PKS untuk tidak lupa menyumbangkan harta bagi rakyat Palestina. Harta itu, tutur Hidayat, dipakai untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat serangan Zionis Israel. Juga dipakai untuk merenovasi tempat-tempat suci umat Islam yang hancur akibat dirobohkan Zionis Israel. Tidak lupa, Hidayat mengingatkan bahwa tidak hanya tempat ibadah umat Islam saja yang jadi sasaran Israel, tapi gereja dan tanah-tanah milik orang Kristen menjadi sasaran Zionis Israel. Maka ia sampaikan bahwa orang-orang Kristen juga harus peduli dengan Palestina, seperti kepeduliaan umat Islam.

Para pengunjuk rasa membuat miniatur masjid qubbah shahra (masjid kubah kuning yang ada di komplek masjid Al-Aqsha) dan kemudian diarak dari Monas ke Bunderan HI untuk membuktikan mereka siap membela dan mempertahankan kiblat umat Islam yang pertama dan tanah ketiga yang disucikan oleh Nabi Muhammad SAW. setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.(infopalestina)

http://vivapalestina-id.org/archives/435

Rezim Arab Mati Suri

dakwatuna.com – Hebron, Ketua parlemen Palestina, Aziz Duwek menegaskan, rezim Arab memasuki pase terparah, mati suri. Ia meminta rakyat Arab dan Islam tidak diam terhadap pemerintahan tersebut. Mereka harus bersikap tegas dan tangkas dalam menghadapi Yahudsasi Al-Quds yang sedang membangun kerajaan Taurat di bumi Al-Quds.

Duwek menambahkan, Palestina adalah rakyat cerdas. Mereka mengerti bagaimana menghadap Entitas dan memahami bagaimana mempertahankan tempat sucinya. Sementara itu, faksi-faksi Palestina harus bersinergi bersama rakyat dalam menghadapi kezaliman Yahudi yang sudah memasuki fase yang sangat berbahaya.

Dalam pernyataanya, Selasa (26/3) Duwek menyatakan, rezim Arab bertanggung jawab penuh atas terhalanginya rakyat mengungkapkan pendapat dan kemaharanya pada Zionis yang telah menodai Zionis. Ia menyebutkan, rezim ini bertanggung jawab dan bahkan lebih besar ketimbang sebelumnya. Seharusnya ia merespon dengan tuntutan untuk meredakan pertentangan serta mengembalikan rakyat.

Sementara pemerintah Ramallah telah melemparkan semua seruan untuk menggelar musyawarah parlemen demi memulai kembali kehidupan konstitusional Palestina. (asy/ip)

http://www.dakwatuna.com/2010/rezim-arab-mati-suri/

0 comments: