Kiat Bisa Shalat Malam

Filed under: by: 3Mudilah

Aswb. Bagaiman carannya agar kita mudah melakukan sholat malam. kadang-kadang yang saya rasakan suka malas. Mungkin ustadz punya kiat-kiat yang dapat membuat semangat untuk melakukan sholat malam. terima kasih

Nur Komariah
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Nur Komariah yang dimuliakan Allah

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi saw bersabda,”Hendaklah kalian menunaikan shalat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri dengan Tuhan kalian, mendapatkan ampunan atas kesalahan-kesalahan dan penghapusan dosa-dosa.”

Hasan al Bashri pernah mengatakan bahwa tidak ada suatu ibadah yang aku dapati lebih berat daripada shalat di penghujung malam. Dia ditanya,”Mengapa orang-orang yang sering menunaikan shalat malam adalah orang yang paling baik wajahnya?” dia menjawab,”Karena mereka adalah orang-orang yang berkhalwat dengan Yang Maha Pengasih lalu Dia swt memakaikan mereka cahaya-Nya.’

Diantara sebab-sebab yang dapat memudahkan seseorang mengerjakan shalat malam adalah :

Sebab-sebab lahiriyah :

1. Hendaklah tidak terlalu banyak makan; sebagian ulama mengatakan kepada murid-muridnya,”Wahai murid-muridku janganlah banyak makan karena hal itu akan menjadikan kalian banyak minum dan tidur sehingga kalian akan mendapatkan kerugian yang banyak.”

2. Menjaga diri agar tidak terlalu lelah pada saat siang harinya diakarekan beban-beban pekerjaan.

3. Tidak meninggalkan sedikit tidur siang karena hal ini dapat membantunya untuk bangun pada malam hari.

4. Menjauhi berbagai dosa. Ats Tsauri mengatakan,”Aku terhalang melakukan shalat malam selama lima bulan dikarenakan dosa yang aku perbuat.”

Adapun sebab-sebab batiniyah :

1. Memiliki kebersihan hati terhadap kaum muslimin, membersihkannya dari berbagai bid’ah serta berpaling dari berbagai perbuatan dunia yang tidak bermanfaat.

2. Didominasi oleh rasa takut kepada Allah karena hal ini akan menjadikan hati tidak panjang angan-angan.

3. Mengetahui keutamaan-keutamaan dari shalat malam.

4. Mencintai Allah swt dan kekuatan keimanan. Karena dengan dia bangun pada malam hari untuk bermunajat kepada Tuhannya maka dia akan merasakan kehadiran-Nya dan seolah-olah menyaksikan-Nya sehingga munajat tersebut menjadikannya betah untuk berlama-lama dalam shalat malamnya.

Abu Sulaiman mengatakan,”Orang-orang yang biasa menunaikan shalat malam maka ia mendapatkan malam hari mereka adalah saat yang paling lezat daripada (kelezatan) yang didapat orang-orang senang bermain-main didalam permainan mereka. Dan sesungguhnya kalau lah bukan karena malam hari maka aku tidaklah suka hidup di dunia.” (Mukhtashar Minahjil Qosidin hal 60 – 61)

Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo, Lc.
www.eramuslim.com

Peciptaan Alam Semesta antara Sains dan Alquran

Filed under: by: 3Mudilah


''Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (QS: Ar Rahman: 37)

Sejak dahulu kala, manusia dari masa ke masa selalu mempertanyakan proses penciptaan alam semesta. Berawal dari pertanyaan sederhana itu, kemudian tercipta beragam teori tentang penciptaan alam semesta. Di antara beragam teori itu, yang paling dikenal adalah teori Materialisme dan Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory).

Materialisme merupakan salah satu aliran dalam ilmu filsafat yang dikembangkan oleh para filosof Yunani Kuno. Materialisme adalah aliran yang memandang bahwa segala sesuatu adalah realitas, dan realitas seluruhnya adalah materi belaka. Menurut teori ini, alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak terbatas.

Menurut penganut paham materialisme, alam tidak memiliki awal maupun akhir. Teori ini juga menyakini bahwa alam semesta tidak diciptakan, tetapi ada dengan sendirinya. Segala sesuatu dalam alam semesta hanyalah peristiwa kebetulan atau ketidaksengajaan dan bukan merupakan hasil dari sebuah rancangan atau visi yang disengaja.

Teori ini diagung-agungkan para materialis di abad ke-19, termasuk Ludwig Freuerbach (1804-1872). Menurut pendapatnya, hanya alamlah yang ada, manusia juga termasuk alam. Dia menganggap bahwa jiwa ada setelah materi, jadi psikis manusia merupakan salah satu gejala dari materi yang ada.

Kaum materialis juga mengingkari adanya the ultimate nature of reality (realitas tertinggi atau Yang Mutlak). Mereka menganggap bahwa doktrin alam semesta yang digambarkan oleh sains merupakan materialisme sederhana.

Kaum materialis menyatakan bahwa para filosof tidak dapat menambah, dalam arti memperbaiki pengertian materi yang bersifat deskriptif yang diberikan para ilmuwan pada masa hidupnya. Paham materialisme ini memiliki beberapa aliran, yakni; materialisme lama, materialisme modern, serta materialisme dialektis/historis.

Teori materialisme yang sempat diagungagungkan para filsuf dan ilmuwan Barat dipatahkan oleh Teori Ledakan Besar (Bing Bang Theory). Seiring ditemukannya fakta tentang terjadinya Ledakan Besar oleh seorang Ahli Astronomi Amerika bernama Edwin Hubble pada 1929, kebenaran Teori Ledakan Besar pun semakin kokoh.

Teori Ledakan Besar mengungkapkan bahwa alam semesta termasuk bumi dan isinya itu terbentuk dari sebuah ledakan besar. Teori ini menyatakan adanya "awal atau permulaan" pada alam semesta yang disebabkan oleh Big Bang. Kalau alam semesta itu memiliki permulaan, maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan, Sang Pencipta semesta alam.

Beberapa puluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1948 seorang peneliti bernama George Gamov berpendapat, seharusnya ada sisa-sisa radiasi dari hasil big bang. Tak lama setelah itu, dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sisa radiasi dari Ledakan Besar berupa radiasi latar belakang kosmik.

Radiasi ini tidak seperti apapun yang berasal dari seluruh alam semesta, karena luar biasa seragam. Radiasi ini tidak dibatasi dan tersebar merata di seluruh jagad raya. Ternyata radiasi ini merupakan gema dentuman besar. Berkat penemuan itu baik Arno Penzias dan Robert Wilson dihadiahi Nobel untuk penemuan besar mereka.

Pada tahun 1989, National Aeronautics and Space Administration (NASA) meluncurkan sebuah satelit yang dilengkapi dengan instrumen sensitif Cosmic Background Emission Explorer (COBE) ke luar angkasa guna mendeteksi radiasi latar belakang kosmik yang ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson. Hanya dalam hitungan menit, (COBE) mampu menemukan radiasi latar belakang kosmik.

Sejumlah bukti lainnya yang menunjukkan alam semesta berasal dari sebuah ledakan besar adalah terdapatnya kandungan Hidrogen dan Helium yang tersebar di seluruh jagat raya. Jika alam semesta tidak memiliki awal, seharusnya Hidrogen telah menghilang dari alam semesta ini diakibatkan perubahan atom Hidrogen menjadi atom Helium.

Ini bukti yang ditemukan dari penelitian yang panjang. Akhirnya para ilmuwan di dunia mengakui kebenaran bahwa alam semesta lahir dari sebuah ladakan besar yang tentu saja diciptakan keberadaannya.

Belasan abad sebelum para ahli menemukan sejumlah teori penciptaan alam semesta, Alquran, sebagai firman Allah SWT, yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia penciptaan alam semesta. Alquran telah menjelaskan bagaimana alam semesta – bumi dan langit – diciptakan bagi umat manusia.

Dalam Alquran surat Shaad ayat 27, Allah SWT berfirman, “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang itu karena mereka akan masuk neraka.

Aliran materialisme sangat bertentangan dengan ajaran Alquran. Sebab, aliran tersebut menyatakan bahawa alam semesta ada tanpa direncanakan dengan visi tertentu. Dalam surat Ali Imran ayat 191, Sang Khalik berfirman,'' (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.''

Alquran menggambarkan penciptaan alam semesta digambarkan dalam enam masa. “Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakanNya pula matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahsuci Allah Tuhan semesta alam.

Lalu siapa lagi jika bukan Allah yang mampu menciptakan Ledakan Besar yang indah. Pasalnya hasil Ledakan Besar itu kini tersusun rapi menjadi materi seperti planet, bintang, galaxi, kluster, dan superkluster di jagad raya. Ledakan tersebut tidak seperti ledakan bom yang hasilnya hancur berantakan. Maka Allah menciptakan alam semesta ini tentunya agar diambil hikmahnya bagi manusia.

Ayat-ayat Penciptaan Alam Semesta

Ratusan ayat dalam Alquran menjelaskan penciptaan bumi dan langit. Berikut beberapa ayat tentang penciptaan alam semesta itu:

* ''(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'' (QS: Ali 'Imran: 191)

* Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS: Ali Imran: 190).

* Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (QS: Al An'aa,:11)

* Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (SURAT AL AN'AAM (Binatang ternak) ayat 73)

* Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (SURAT AL AN'AAM (Binatang ternak) ayat 101)

* Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy {548}. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS: Al A'raaf: 54)

* Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi...'' (QS At Taubah: 36)

* ''Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.'' (QS: AL Anbiyaa: 30) dya/taq

http://www.republika.co.id/berita/65555/Peciptaan_Alam_Semesta_antara_Sains_dan_Alquran

Statistics updated 31 Jul 2009

Filed under: by: 3Mudilah




Current Country Totals
From 12 Dec 2008 to 25 Jul 2009


Australia: Pemimpin Uighur Bukan Teroris

Filed under: by: 3Mudilah

SYDNEY -- Australia menolak keberatan-keberatan China menyangkut kunjungan pemimpin Uighur di pengasingan Rebiya Kadeer, dan mengatakan ia bukan teroris dan tidak ada alasan untuk menolaknya.

Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengatakan Rebiya telah diberikan visa untuk kunjungan pekan depan ke Australia, dalam kesempatan itu ia akan meluncurkan dokumentasi kehidupannya dan bertemu dengan para anggota masyarakat Uighur Australia.

"Saya kira ini akan merupakan kunjungan pribadinya yang ketiga. Kami tidak memiliki bukti atau informasi bahwa ia teroris sehingga dia diberikan satu visa sesuai prosedur imigrasi normal," kata Smith kepada stasiun televisi Sky News, Kamis.

China menuduh Kongres Uighur Dunia yang dipimpin Rebiya adalah gerakan teroris separatis dan menuduhnya mengatur aksi kekerasan yang menelan korban jiwa bulan ini di ibukota provinsi Xinjiang, Urumqi yang menewaskan paling tidak 197 orang.

China sudah menyampaikan protes kepada Australia menyangkut kunjungan itu. "Rebiya Kadeer adalah seorang penjahat. Fakta-fakta menunjukkan aksi kekerasan 5 Juli di Urumqi dihasut, didalangi dan diarahkan oleh Kongres Uighur Dunia yang dipimpin Rebiya," kata kedutaan besar China di Canberra seperti dikutip suratkabar The Australian.

Rebiya, 62 tahun pekan ini di Jepang mengatakan hampir 10.000 orang hilang selama aksi kekerasan di Xinjiang, tewas atau ditahan, yang memicu kemarahan Beijing dan memanggil duta besar Jepang untuk menyampaikan protes.

Smith mengatakan tidak punya rencana untuk bertemu dengan Rebiya, yang tinggal di Amerika Serikat itu, dan menolak ikut serta bersama Rebiya yang menyerukan PBB mengusut bentrokan antar etnik di Urumqi itu.

Ia menegaskan bahwa hubungan dengan mitra dagang penting China, sudah tegang setelah penahanan bulan ini seorang eksekutif pertambangan di Shanghai, tidak akan terpengaruh.

"Kami memiliki hubungan yang sangat penting dan baik dengan China, tetapi dari waktu ke waktu mengenai berbagai masalah kami berbeda pendapat dan Rebiya Kadeer datang ke Australia adalah salah satu dari masalah-masalah itu, Tetapi hubungan kami akan tetap berkesinambungan. Itu adalah bagian dan paket dari hubungan itu," kata Smith.

Rebiya menurut rencana akan berpidato di Klub Pers Nasional di Canberra melalui jaringan video Selasa depan menjelang ia tiba di Australia pada hari berikutnya.

Ia akan menghadiri peluncuran di Melbourne pada 11 Agustus festival film "10 Conditions of Love". China berencana mundur dari festival film di kota itu. Dua direktur China menarik film-film mereka sebagai protes.

Sementara itu dubes China Zhang Junsai menyebut penahanan eksekutip perusahaan tambang Rio Tinto Austraia, Stern Hu atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata sebagai satu kasus terpisah yang tidak akan merusak hubungan.

Hu dan tiga rekan Chinanya ditahan 5 Juli dan dituduh mencuri rahasia-rahasia negara dengan menyogok para pejabat pabrik baja dalam satu perundingan bijih besi yang alot.

"Kasus Stern Hu adalah satu kasus terpisah. Saya menganggap itu tidak merusak hubungan bilateral dan mengharapkan pihak terkait akan melakukan pendekatan melalui satu cara yang rasional," kata Zhang kepada surat kabar Australia Financial Review.

Rebiya, ibu 11 orang anak, adalah seorang pengusaha sukses di Xinjiang tetapi pernah mendekam enam tahun di sebuah penjara China dan menjadi seorang tokoh penting bagi gerakan Uighur sejak ia dibebaskan tahun 2005.

Minoritas Uighur Muslim di Xinjiang mengaku mereka mendapat tekanan politik dan penyiksaan sejak pasukan China "membebaskan secara damai" provinsi barat yang luas itu 60 tahun lalu. ant/afp/ahi

http://www.republika.co.id/berita/66160/Australia_Pemimpin_Uighur_Bukan_Teroris

Idris Tawfiq, Mantan Pastor yang Memilih Islam

Filed under: by: 3Mudilah


''Allah menyeru manusia ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).'' (QS Yunus: 25)

Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan hidayah (jalan kebaikan) kepada siapa saja yang dikehendakinya untuk memilih Islam. Tak peduli siapa pun. Baik dia budak, majikan, pejabat, bahkan tokoh agama non-Islam sekalipun.

Ayat tersebut, layak disematkan pada Idris Tawfiq, seorang pastor di Inggris yang akhirnya menerima Islam. Ia menjadi mualaf setelah mempelajari Islam dan melihat sikap kelemahlembutan serta kesederhanaan pemeluknya.

Sebelumnya, Idris Tawfiq adalah seorang pastor gereja Katholik Roma di Inggris. Mulanya, ia memiliki pandangan negatif terhadap Islam. Baginya saat itu, Islam hanya identik dengan terorisme, potong tangan, diskriminatif terhadap perempuan, dan lain sebagainya.

Namun, pandangan itu mulai berubah, ketika ia melakukan kunjungan ke Mesir. Di negeri Piramida itu, Idris Tawfiq menyaksikan ketulusan dan kesederhanaan kaum Muslimin dalam melaksanakan ibadah dan serta keramahan sikap mereka.

Ia melihat, sikap umat Islam ternyata sangat jauh bertolak belakang dengan pandangan yang ia dapatkan selama ini di negerinya. Menurutnya, Islam justru sangat lembut, toleran, sederhanan, ramah, dan memiliki sifat keteladanan yang bisa dijadikan contoh bagi agama lainnya.

Di Mesir inilah, Tawfiq merasa mendapatkan kedamaian yang sesungguhnya. Awalnya hanya sebagai pengisi liburan, menyaksikan Pirmadia, unta, pasir, dan pohon palem. Namun, hal itu malah membawanya pada Islam dan membuat perubahan besar dalam hidupnya.

''Awalnya mau berlibur. Saya mengambil penerbangan carter ke Hurghada. Dari Eropa saya mengunjungi beberapa pantai. Lalu, saya naik bis pertama ke Kairo, dan saya menghabiskan waktu yang paling indah dalam hidup saya.''

''Ini adalah kali pertama saya pengenalan ke umat Islam dan Islam. Saya melihat bagaimana Mesir yang lemah lembut seperti itu, orang-orang manis, tapi juga sangat kuat,'' terangnya.

''Saya menyaksikan mereka tenang, lembut, dan tertib dalam beribadah. Begitu ada suara panggilan shalat (azan--Red), mereka yang sebagian pedagang, segera berkemas dan menuju Masjid. Indah sekali saya melihatnya,'' terangnya.

Dari sinilah, pandangan Tawfiq berubah tentang Islam. ''Waktu itu, seperti warga Inggris lainnya, pengetahuan saya tentang Islam tak lebih seperti yang saya lihat di TV, memberikan teror dan melakukan pengeboman. Ternyata, itu bukanlah ajaran Islam. Hanya oknumnya yang salah dalam memahami Islam,'' tegasnya.

Ia pun mempelajari Alquran. Pelajaran yang didapatkannya adalah keterangan dalam Alquran yang menyatakan: ' Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang Yahudi dan Musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang beriman adalah orang yang berkata, ''Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.'' Yang demikian itu disebabkan di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena seungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.'' (Al-Maidah ayat 82).

Ayat ini membuatnya berpikir keras. Baginya, Islam sangat baik, toleran. Justru, pihak lain yang memusuhinya. Inilah yang menjadi awal keislaman mantan pastor Inggris dan akhirnya menerima Islam.

Sepulang dari Mesir, Tawfiq masih menjadi penganut agama Katholik. Bahkan, ketika dia aktif mengajarkan pelajaran agama kepada para siswa di sebuah sekolah umum di Inggris, ia diminta mengajarkan pendidikan Studi agama.

''Saya mengajar tentang agama Kristen, Islam, Yudaisme, Buddha dan lain-lain. Jadi, setiap hari saya harus membaca tentang agama Islam untuk bisa saya ajarkan pada para siswa. Dan, di sana banyak terdapat siswa Muslim keturunan Arab. Mereka memberikan contoh pesahabatan yang baik, bersikap santun dengan teman lainnya. Dari sini, saya makin intens berhubungan dengan siswa Muslim,'' ujarnya.

Dan selama bulan Ramadhan, kata dia, dia menyaksikan umat Islam, termasuk para siswanya, berpuasa serta melaksanakan shalat tarawih bersama-sama. ''Hal itu saya saksikan hampir sebulan penuh. Dan, lama kelamaan saya belajar dengan mereka, kendati waktu itu saya belum menjadi Muslim,'' papar Tawfiq.

Dari sini kemudian Tawfiq mempelajari Alquran. Ia membaca ayat-ayat Alquran dari terjemahannya. Dan ketika membaca ayat 83 surah Al-Maidah, ia pun tertegun.

''Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran).'' (Al-Maidah ayat 83).

Secara tiba-tiba, kata Tawfiq, ia pun merasakan apa yang disampaikan Alquran. Ia menangis. Namun, hal itu ia sembunyikan dari pandangan para siswanya. Ia merasa ada sesuatu di balik ayat tersebut.

Dari sini, Tawfiq makin intensif mempelajari Islam. Bahkan, ketika terjadi peristiwa 11 September 2001, dengan dibomnya dua menara kembar World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat, dan ketika banyak orang menyematkan pelakunya kalangan Islam. Ia menjadi heran. Kendati masih memeluk Kristen Katholik, ia yakin, Islam tidak seperti itu.

''Awalnya saya sempat takut juga. Saya khawatir peristiwa serupa terulang di Inggris. Apalagi, orang barat telah mencap pelakunya adalah orang Islam. Mereka pun mengecamnya dengan sebutan teroris,'' kata Tawfiq.

Namun, Tawfiq yakin, Islam tidak seperti yang dituduhkan. Apalagi, pengalamannya sewaktu di Mesir, Islam sangat baik, dan penuh dengan toleransi. Ia pun bertanya-tanya. ''Mengapa Islam? Mengapa kita menyalahkan Islam sebagai agama teroris. Bagaimana bila kejadian itu dilakukan oleh orang Kristen? Apakah kemudian Kristen akan dicap sebagai pihak teroris pula?'' Karena itu, ia menilai hal tersebut hanyalah dilakukan oknum tertentu, bukan ajaran Islam.

Masuk Islam


Dari situ, ia pun mencari jawabannya. Ia berkunjung ke Masjid terbesar di London. Di sana berbicara dengan Yusuf Islam tentang Islam. Ia pun kemudian memberanikan diri bertanya pada Yusuf Islam. ''Apa yang akan kamu lakukan bila menjadi Muslim?''

Yusuf Islam menjawab. ''Seorang Muslim harus percaya pada satu Tuhan, shalat lima kali sehari, dan berpuasa selama bulan Ramadhan,'' ujar Yusuf.

Tawfiq berkata, ''Semua itu sudah pernah saya lakukan.''
Yusuf berkata, ''Lalu apa yang Anda tunggu?''
Saya katakan, ''Saya masih seorang pemeluk Kristiani.''

Pembicaraan terputus ketika akan dilaksanakan Shalat Zhuhur. Para jamaah bersiap-siap melaksanakan shalat. Dan, saat shalat mulai dilaksanakan, saya mundur ke belakang, dan menunggu hingga selesai shalat.

Namun, di situlah ia mendengar sebuah suara yang mempertanyakan sikapnya. ''Saya lalu berteriak, kendati dalam hati. ''Siapa yang mencoba bermain-main dengan saya.''

Namun, suara itu tak saya temukan. Namun, suara itu mengajak saya untuk berislam. Akhirnya, setelah shalat selesai dilaksanakan, Tawfiq segera mendatangi Yusuf Islam. Dan, ia menyatakan ingin masuk Islam di hadapan umum. Ia meminta Yusuf Islam mengajarkan cara mengucap dua kalimat syahadat.

''Ayshadu an Laa Ilaha Illallah. Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.'' Saya bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah.

Jamaah pun menyambut dengan gembira. Ia kembali meneteskan air mata, bukan sedih, tapi bahagia.

Ia mantap memilih agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini. Dan, ia tidak menyesali telah menjadi pengikutnya. Berbagai gelar dan penghargaan yang diterimanya dari gereja, ia tanggalkan.

Seperti diketahui, Idris Tawfiq memperoleh gelar kesarjanaan dari University of Manchester dalam bidang sastra, dan gelar uskup dari University of Saint Thomas Aquinas di Roma. Dengan gelar tersebut, ia mengajarkan pandangan Katholik pada jemaatnya. Namun, akhirnya ia beralih mengajarkan Islam kepada masyarakatnya. Selama bertahun-tahun, Tawfiq mengepalai pusat Studi keagamaan di berbagai sekolah di Inggris dan Wales, sebelum dia masuk agama Islam.

''Dulu saya senang menjadi imam (pastor--Red) untuk membantu masyarakat selama beberapa tahun lalu. Namun, saya merasa ada sesuatu yang tidak nyaman dan kurang tepat. Saya beruntung, Allah SWT memberikan hidayah pada saya, sehingga saya semakin mantap dalam memilih Islam. Saya tidak menyesal meninggalkan tugas saya di gereja. Saya percaya, kejadian (Islamnya--Red) ini, lebih baik dibandingkan masa lalu saya,'' terangnya. sya/osa/berbagai sumber

Berdakwah Lewat Lisan dan Tulisan

Ketika ditanyakan pada Idris Tawfiq tentang perbedaan besar antara Kristen Katholik dan Islam, ia berkata: ''Dasar dari agama Islam adalah Allah. Semua perkara disaksikan Allah, tak ada yang luput dari perhatian-Nya. Ini berbeda dengan yang saya dapatkan dari agama sebelumnya. Islam merupakan agama yang komprehensif.''

Ia menambahkan, Islam mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa beribadah kepada Allah setiap saat. Tak terbatas hanya pada hari Minggu. Selain itu, kata dia, Islam mengajarkan umatnya cara menyapa orang lain dengan lembut, bersikap ramah, mengajarkan adab makan dan minum, memasuki kamar orang lain, cara bersilaturahim yang baik. ''Tak hanya itu, semua persoalan dibahas dan diajarkan oleh Islam,'' terangnya.

Penceramah dan penulis

Caranya bertutur kata, sikapnya yang sopan dan santun banyak disukai masyarakat. Gaya berbicaranya yang baik sangat sederhana dan lemah lembut, menyentuh hati, serta menyebabkan orang untuk berpikir. Ia pun kini giat berceramah dan menulis buku tentang keislaman.

Ia memberikan ceramah ke berbagai tempat dengan satu tujuan, menyebarkan dakwah Islam. Idris Tawfiq mengatakan, dia bukan sarjana. Namun, ia memiliki cara menjelaskan tentang Islam dalam hal-hal yang sangat sederhana. Dia memiliki banyak pengalaman dalam berceramah dan mengenali karakter masyarakat.

Ia juga banyak memberikan bimbingan dan pelatihan menulis serta berpidato bagi siswa maupun orang dewasa. Kesempatan ini digunakannya untuk mengajarkan pada orang lain. Termasuk, menjelaskan Islam pada dunia Barat yang banyak menganut agama non-Muslim.

Idris juga dikenal sebagai penulis. Tulisannya tersebar di berbagai surat kabar, majalah, jurnal, dan website di Inggris Raya. Ia juga menjadi kontributor regional dan Konsultan untuk website www.islamonline.net dan ww.readingislam.com.

Dia menulis artikel mingguan di Mesir Mail, koran tertua Mesir berbahasa Inggris, dan Sawt Al-Azhar, surat kabar Al-Azhar University. Dia adalah pengarang sejumlah buku. Antara lain, Dari surga yang penuh kenikmatan: sederhana, pengenalan Islam; Berbicara ke Pemuda Muslim; Berbicara ke Mualaf. Selain itu, ia juga menjadi juru bicara umat Islam di Barat. Ia juga banyak berceramah melalui radio dan televisi. osa/sya/berbagai sumber

http://www.republika.co.id/berita/65062/Idris_Tawfiq_Mantan_Pastor_yang_Memilih_Islam

Eropa 2050: Benua Islam Terbesar di Dunia

Filed under: by: 3Mudilah


Entah ini sesuatu yang dilebih-lebihkan ataukah memang sebuah perkiraan belaka. Bisa juga sebuah kabar bagus. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah upaya untuk “menyadarkan” orang-orang di seluruh Eropa akan keberadaan umat Islam di benua mereka agar bisa mengantisipasinya dan menyebarkan Islamofobia. Tapi hampir semua pihak mengeluarkan pernyataan yang sama. Baik gereja, pemimpin dunia, media, dan bahkan para analisis, bahwa pada tahun 2050, Eropa akan menjadi benua umat Muslim. Benarkah?

Dalam beberapa tahun belakangan ini, populasi umat Muslim di Eropa memang luar biasa. Di tengah hantaman gelombang isyu Islam itu teroris, orang-orang Barat malah berbondong-bondong ingin mengenal Islam. Begitulah, jika Anda menyatakan sesuatu terlarang, maka orang dengan sendirinya akan semakin mendekati yang Anda larang tersebut. Apalagi jika itu berhubungan sebuah institusi kebenaran.

Saat ini, diperkirakan Eropa dihuni oleh kurang lebih 50 juta penduduknya yang beragama Islam. Tentu saja, walaupun hanya sepertiga dari jumlah Muslim penduduk suatu Negara yang mempunyai pemeluk Islam terbesar di dunia, tetapi Muslim di Eropa mempunyai perbedaan yang sangat besar. Antara lain, mereka memeluk Islam lebih banyak karena kesadaran mereka sendiri, bukannya factor keturunan.

Dalam sejarahnya, Islam menyebar melalui Afrika Utara, melintasi selat Gibraltar ke Spanyol. Dari sini, Islam terus memasuki Austria, dan selanjutnya pada akhir abad 1800, Islam tak terbendung lagi memasuki Eropa. Hari ini, Islam menyebar dengan cara yang luar biasa.



Kajian statistik menunjukan bahwa angka kelahiran sebuah keluarga di Eropa merupakan sesuatu yang esensial. Sejarah menunjukkan bahwa jika angka kelahiran sebuah Negara di bawah 1,9 maka Negara itu akan jatuh. Sekarang Prancis mempunyai angka kelahiran 1.8, Inggris 1,6, Yunani 1,3, Italia 1,2, dan Spanyol 1,1. Angka kelahiran di Negara-negara 31 negara Eropa lainnya jika dirata-ratakan akan mencapai 1,38.

Tapi kedatangan imigran Muslim tak bisa lagi memprediksikan angka kelahiran di Eropa. Jumlahnya makin meningkat. Misalnya saja di Prancis, angka kelahiran di Negara ini mencapai 1,8 untuk seluruh penduduknya, namun 8,1 untuk angka kelahiran setiap keluarga Muslim.

Pada tahun 2027, satu dari lima orang Prancis sudah bisa diprediksi sebagai Muslim. Dengan angka seperti ini, 39 tahun ke depan, Prancis sudah diperkirakan menjadi Negara penganut Islam terbesar. Di Belanda, 25% penduduknya adalah Muslim. 50% dari kelahiran bayi baru berikutnya juga Muslim. Sedangkan di Russia ada 23 juta Muslim, dan hanya dalam waktu dekat, 40% dari tentara Russia akan menjadi Muslim juga.

Pemerintah Jerman adalah yang pertama menyuarakan perubahan dramatis ini. Mereka memperkirakan, pada 2025, German akan menjadi sebuah negara yang berpenduduknya mayoritas Muslim.



Jumlah 52 juta Muslim di Eropa sekarang ini diperkirakan akan berlipat ganda pada 24 tahun mendatang. Sejak tahun 1990, diperkirakan 90% dari pertumbuhan adalah Muslim. Pada 2050, Eropa akan menjadi benua yang penuh dengan umat Muslim.

Di Kanada, angka kelahirannya adalah 1,6. Antara tahun 2001 dan 2006, populasi Kanada meningkat sampai 1,6 juta. 1,2-nya merupakan Muslim. Islam memang menjadi agama yang paling cepat tersebar di negara ini. Sedangkan di AS, angka kelahirannya juga sama 1,6. Jika populasi penduduk Latin disertakan maka angkanya menjadi 2,2. Tahun 1970, hanya ada 100.000 orang Islam di AS. Sekarang jumlahnya menjadi 9 juta orang. Dalam 30 tahun ke depan, diperkirakan aka ada 50 juta Muslim di AS.

Perubahan perkiraan demografi ini jelas akan membawa perubahan tersendiri di suatu negara. Hukum, institusi, dan pemerintah akan ikut berganti mengikuti perubahan politik, dan perubahan politik akan senantiasa mengikuti arus besar massa itu sendiri. Akankah 2050, Eropa menjadi benua dengan pemeluk Islam terbesar? Wallohu alam bi shawwab. (sa/ciafact/nlsnprc)

http://eramuslim.com/gerakan-dakwah/eropa-2050-benua-islam-terbesar-di-dunia.htm

“Asma-ul Husna” Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Filed under: by: 3Mudilah


Resensi Buku “Asma-ul Husna” Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


Judul Indonesia : Asma-ul Husna
Pengarang : Ibnu Qayyim Al-jauziyah
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Jumlah halaman : 316

Para ulama membagi tauhidullah (mengesakan Allah) kepada tiga bagian, Pertama, tauhid Rububiyah, yaitu mengakui bahwa Allah satu-satunya Dzat yang menciptakan, mengatur seluruh makhluk, menghidupkan dan mematikan. Kedua, tauhid Uluhiyyah, yaitu meyakini bahwa Allahlah satu-satunya Dzat yang wajib diibadahi dengan hak, baik lisan, hati, maupun anggota badan. Dan yang ketiga tauhid Asma wa sifat, yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan oleh Rasulullah dalam sunnahnya tanpa mempersamakannya dengan makhlukNya, menakwilkannya dan menghilangkan artinya.

Jika ditanyakan kepada orang-orang Jahiliyah, siapakah yang menciptakan langit dan bumi, mereka pasti menjawab, yang menciptakan semua itu adalah Allah. Demikianlah Al-Quran menuturkannya. Namun demikian, mereka tetap disebut sebagai orang-orang yang sesat dan bodoh karena mereka tidak mentauhidkan Allah dalam ibadah, baik ibadah hati, lisan maupun ibadah anggota badan. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki tauhid Uluhiyyah yang benar.

Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Luqman: 23-26)

Demikian juga orang-orang jamhiyah, qadariyyah, jabariyyah, dan Muktazilah disebut sebagai orang-orang yang sesat, mulhid dan zindiq karena kesalahpahaman mereka dalam meyakini Asma dan sifat Allah.

Buku yang ditahlik oleh Yusuf Ali Budaiwi dan Amin Abdul-Rozak Syawwa ini hadir sebagai salah satu sarana untuk mengenal Allah dengan baik, memahami sifat-sifat-Nya dengan benar, dan meningkatkan ma’rifah kita kepada keagungan Allah subhanahu wata’ala berdasarkan pemahaman Al-Quran dan Sunnah yang mulia, sebagaimana Allah menjelaskannya, para Nabi mengajarkannya, dan sebagaimana para sahabat dan ulama-ulama yang hanif memahaminya. Buku yang penuh cahaya.

Saat kita menelusuri lembaran demi lembaran buku ini, semakin kita tersadar, bahwa sangat sedikit yang kita tahu mengenai Allah, Tuhan semesta alam, yang kita ibadati, yang kepadaNya kita memanjatkan doa dan mengadukan persoalan.

Di sisi lain, dengan membaca penjelasan demi penjelasan di buku ini, maka kita akan semakin mengerti pula mengenai hakikat diri sebagai seorang manusia, sebagai salah satu mahkluk-Nya, sebagai seorang hamba, yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

Syamsul Arifin
http://warnaislam.com/rubrik/resensi/2009/4/13/2220/Resensi_Buku_Asma-ul_Husna_Ibnu_Qayyim_Al-Jauziyah.htm

Menjual Agama, Munafik

Filed under: by: 3Mudilah

Setiap pemilu, isu-isu agama selalu mengemuka. Habis itu agama dibuang.



Jumlah pemilih di Indo-nesia mayoritas adalah Muslim. Tak menghe-rankan bila para capres-cawapres mengguna-kan isu keagamaan untuk menjual citra dirinya. Justru isu-isu seperti ini yang menonjol dibandingkan dengan program yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan.

Ada 'tahlil politik', 'dzikir politik', 'istighosah politik', 'kenduri politik', bahkan 'jilbab politik', hingga 'shalat politik' menjelang hajatan rebutan kursi kekuasaan baik di level desa hingga negara. Namanya juga tunggangan, nuansa politisasi terhadap ritual-ritual atau simbol simbol tersebut lebih kental di banding ibadah ritualnya itu sendiri.

Sekretaris Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jawa Barat, Hadiyanto A Rachim, menjelaskan, dalam sistem de-mokrasi apapun peluang akan diambil termasuk bagaimana menarik konsitituen dari kala-ngan Islam. Yang terpenting bagi capres-cawapres bagaimana me-narik jumlah kepala sebanyak-banyaknya, bukan isi kepalanya.

“Jadi mereka tidak lagi bi-cara apakah memerlukan ulama ataukah tidak, bagi mereka tidak jadi persoalan. Dalam hal ini agama hanya dijadikan alat,” kata Hadiyanto yang juga dosen FISIP Unpad ini.

Upaya menjual agama demi kepentingan politik ini tidak lepas dari kondisi umat Islam yang mayoritas belum paham Islam dalam arti sebenarnya. Islam masih dipahami sekadar ritual atau ibadah mahdlah semata. Kenyataan ini menjadi-kan Islam dan umatnya sekadar menjadi obyek politik. Menurut Hadiyanto, kondisi ini muncul karena umat Islam tidak mengemban pemikiran Islam, terlebih lagi sangat minim pesantren yang mengajarkan siyasiyah (politik).

Seharusnya, lanjutnya, Islam tidak bisa dilepaskan dari politik demikian pula sebaliknya. “Jadi, politik merupakan bagian dari Islam, dan Islam tidak bisa tegak tanpa politik. Sekali lagi, politik merupakan bagian dari syariah. Jadi saya usulkan, istilah syariah seharusnya tidak hanya pada ekonomi, kenapa tidak politik syariah,” katanya kepada Lutfi Affandi dari Media Umat di Bandung.

Hal senada diungkapkan Ketua Lajnah Siyasiyah HTI Harits Abu Ulya. Menurutnya, politik adalah bagian integral dari Islam. Islam sebagai sebuah ideologi memberikan tuntunan atau solu-si baik di wilayah spiritual maupun di ranah publik (politik). “Tidak mungkin Mukmin yang paham dan jujur mencoba me-menjarakan Islam hanya diruang-ruang privacy (spiritualisme sempit), dan menjadikan ruang publik dengan segala aktifitas politiknya itu steril dari tuntunan Islam,” jelasnya.

Dengan pemahaman se-perti itu, ia menepis bahwa politik itu sebuah perbuatan kotor yang harus di kubur dan ditinggalkan. Lapi pula, tabiat semua manusia sebagai makhluk sosial menis-cayakan bahkan pasti berpolitik. “Bahkan sebagian besar syariat Islam sebagai solusi itu banyak diperuntukkan manusia dalam kehidupan politiknya. Jadi Islam itu ya politik ya spiritual artinya semua aspek kehidupan Islam hadir memberikan jawaban atau solusi baik menyangkut hu-bungan diagonal, horizontal dan vertikal,” terang Harits.

Karena itu, tuturnya, peno-lakan terhadap isu-isu agama tidak akan terjadi kecuali dalam kehidupan masyarakat yang sekuler dengan para politikus yang sekuler juga. Orang sekuler akan senantiasa menolak agama baik syariat atau sesuatu yang dianggap simbol agama agar agama tidak masuk pada ruang kehidupan politik.

Sayangnya, lanjut Harits, sebagian besar politisi sekuler itu dilahirkan dari keluarga Muslim. Mereka jauh dari cahaya Islam karena telah terkooptasi dengan pemikiran asing, bukan Islami.

Tak mengherankan bila mereka menjadikan agama se-bagai alat mencapai kepen-tingan. Menurutnya, mereka ber-sikap nifaq. Artinya, agama ini (Islam-red) akan diambil jika memberikan keuntungan atau kemaslahatan politik. “Tidak ha-nya kuda yang menjadi tung-gangan, tapi agama juga dijadi-kan kuda tunggangan untuk meraih kepentingan temporal yang namanya kekuasaan,” tan-dasnya.

Posisi Agama

Dalam konteks kehidupan masyarakat yang Islami, menurut Harits, sudah seharusnya para politisi memberikan perhatian utama pada urusan agama, artinya selalu mengangkat isu atau topik-topik agama yang kepentinganya adalah dalam rangka memberikan kontrol ke-pada penguasa agar dijaga pelaksanaannya. Perhatian itu didasarkan atas kesadaran spiritualnya. Yakni, kewajiban politik seorang Muslim dan ke-ridlaan Allah SWT-lah yang ingin diraihnya bukan kursi atau hen-dak menjatuhkan kursi pe-nguasa.

Ini berbeda dengan kondisi sekarang. Kaum Muslimin hidup dalam sistem masyarakat yang tidak Islami, jika agama diusung dalam konteks seperti ini yang terjadi adalah cenderung “poli-tisasi agama”, Islam akan selalu ditempatkan sebagai nilai sub-stitusi dari sistem yang ada. Dam-paknya, para politikusnya pun akhirnya banyak bersikap apo-logis (menyerah kalah sekaligus mengadopsi nilai yang kontra dengan prinsip-prinsipnya). Yang lebih parah lagi, mereka ber-usaha mencari 'dalih' dan 'dalil' pembenaran agar terkesan itu adalah pilihan syar'i, pendapat Islami. Bahkan dalih itu diang-gapnya sebagai 'ijtihad politik' yang hasilnya legal secara syar'i. “Padahal yang sebenarnya ada-lah mengebiri agama atas nama kemaslahatan politik,” tandasnya.

Ia berharap umat Islam, khususnya para politikus, mau mengkaji Islam seutuhnya. Agar mereka “ngeh” akan kesempur-naan Islam sebagai sistem kehidupan yang layak diterapkan bagi seluruh umat manusia. Jika semua melakukan itu ia yakin Indonesia akan menjadi tempat yang subur bagi bersemainya Islam kaffah.

Hanya saja, lanjutnya, se-mua membutuhkan ikhtiyar, perlu komunikasi politik yang intensif dan masif dari seluruh komponen gerakan Islam kepada seluruh komponen masyarakat dan negara. Ia meyakinkan, ha-nya dengan penerapan Islam sajalah Indonesia akan selamat dan bangkit dari keterpurukan multidemensi akibat sistem yang batil sekuler-kapitalis ini. “Yakin-lah! Masa depan Indonesia ada-lah milik umat Islam dengan penerapan syariat kaffah dan mewujudkan rahmatan untuk semua!” tegasnya.[] mujiyanto

http://www.mediaumat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=648&Itemid=2

Tagihan Perang Afghanistan

Filed under: by: 3Mudilah


Tak ada yang murah di dunia ini. Apalagi jika menyangkut sebuah perang yang panjang dan tak terputus. Itu pula yang ditanggung oleh AS sebagai konsekuensi dari invasinya kepada Afghanistan.

Kementerian pertahanan AS mengeluarkan laporan bahwa tahun lalu, AS sudah membelanjakan sekitar 178 juta poundsterling hanya di sektor senjata saja. Biaya itu itu mengkover pengadaan misil, amunisi, peluru, dan bom untuk pasukannya selama berada di negeri Mullah.

Sekretaris menteri pertahanan AS John Hutton mengatakan bahwa biaya ini yang tersedot antara April 2007 sampai MAret 2008.

Biaya perang yang besar ini tak pelak menjadi salah satu yang menyebabkan terpuruknya ekonomi AS sejak akhir tahun lalu. Joseph E. Stiglitz dalam bukunya “Perang 3 Triliun", menyebutkan bahwa biaya total yang harus dikeluarkan AS untuk Irak dan Afghanistan minimal antara 1, 7 hingga 2, 7 trilliun dollar. Dan biaya itu harus dikeluarkan pada tahun 2017.

Sedangkan menurut National Priorities Project, dari tahun 2001 sampai 2009 ini, AS sudah mengucurkan dana lebih dari $223,217 juta.

Bukan hanya AS saja yang harus mengeluarkan biaya besar ini. Negara-negara yang tergabung dalam NATO pun mengalami hal yang sama. Tidak heran banyak negara yang rakyatnya menuntut mundur dari Afghanistan karena biaya perang itu otomatis menjadi tanggungan dalam pajak mereka yang makin membengkak. (sa/npp/rmslm)

http://eramuslim.com/berita/dunia/tagihan-perang-afghanistan.htm

Warisan Alquran : Mukjizat Buah Anggur

Filed under: by: 3Mudilah

''Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS: An Nahl: 11)



Aneka ragam buah-buahan segar diciptakan Sang Khalik untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran dalah anggur. Buah yang rasanya lezat itu, disebutkan dalam Alquran sebanyak 14 kali.

"Ini menunjukkan bahwa betapa banyak nikmat yang Allah berikan dan sediakan untuk umat-Nya, baik ketika masih di dunia maupun kelak nanti di kehidupan abadi, yaitu surga bagi orang-orang yang bertakwa," ujar Hisham Tahlbah dalam karyanya bertajuk Al-I'jaz Al Ilmi fi Alquran wa al sunnah (Ensiklopedia Mukzijat Alquran dan Hadis) yang telah dialihbahasakan kedalam bahasa Indonesia. Anggur merupakan salah satu tanaman yang dikenal umat manusia sejak lama. Menurut Thlbah, anggur sudah dikenal sejak masa Nabi Nuh AS.

Tanaman yang berbuah manis dan lezat itu tumbuh merambat ke atas, berlawanan arah dengan ujung kuncupnya, dan searah dengan penopang anggur.

"Anggur juga telah diketahui oleh orang-orang kuno sebagai tanaman berkhasiat tinggi dan memiliki manfaat sangat banyak. Kesimpulannya, anggur adalah salah satu buah yang paling banyak manfaatnya," tutur Tahlbah.

Buah anggur ini, sangat baik untuk dimakan, baik ketika masih segar ataupun sudah kering. Anggur merupakan buah yang mudah dicerna, dapat menggemukan, dan dapat menyuplai gizi yang yang cukup. Anggur hijau maupun merah memiliki khasiat yang sama, keduanya bisa dimanfaatkan untuk menjadi buah, makanan, minuman, maupun sebagai obat.

Hal senada juga dituturkan Ibnu Qayyim. Menurutnya, anggur adalah salah satu buah-buahan yang memiliki banyak manfaat. "Anggur adalah salah satu buah dari sekian banyak buah, salah satu makanan bergizi dari sekian banyak makanan bergizi, salah satu obat dari sekian banyak obat, atau salah satu minuman dari sekian banyak minuman," ungkap Ibnu Qayyim.

Sebagai obat, anggur memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Tahlbah mengungkapkan, anggur diyakini bisa mengobati batuk, memurnikan darah, membersihkan usus, pencernaan, bahkan bermanfaat untuk orang-orang yang terkena penyakit lambung. Tak hanya itu, anggur juga bisa dimanfaatkan bagi siapa saja yang henda melakukan diet (mengatur pola makanan).

Thalbah menjelaskan dalam buku-buku pengobatan pernafasan, anggur juga memiliki manfaat sebagai obat untuk mendukung pengobatan pernafasan. Untuk mendukung pengobatan tersebut, anggur diolah menjadi minuman yang berupa jus anggur. "Perasan air anggur juga berkhasiat menurunkan panas tubuh, menghentikan batuk, dan membuat perut merasa nyaman," papar Tahlbah.

Jus anggur, menurut dia, bisa membantu penyembuhan dari penyakit hemaroid (wasir), gangguan pencernaan, batu ginjal dan gangguan kantong empedu. Untuk itu, para peneliti menganjurkan untuk meminum segelas jus anggur, sebelum sarapan dan sebelum makan malam.

Bahkan meminum segelas anggur sebelum tidur juga bisa membantu anda untuk tidur nyenyak tanpa insomnia yang mengganggu. Jus anggur juga baik untuk orang-orang yang keracunan, keletihan atau dalam masa penyembuhan atau terkena batu ginjal (kencing batu).

Menurut para peneliti, jus anggur harus segera diminum setelah pembuatannya, karena jika didiamkan terlalu lama akan berubah menjadi arak yang memabukkan. "Dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti," (QS Al-Nahl (16) ayat 67).

Anggur juga bisa digunakan sebagai cairan pelembab kulit muka dan untuk bahan kosmetika. Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi atau akrab disapa Ibnu al-Baitar (1197 M – 1248 M) menuturkan bahwa anggur yang baik adalah anggur yang berukuran besar, berkulit tipis, berbiji jarang, dan berwarna agak kemerah-merahan. Menurutnya anggur adalah buah yang paling diminati.

"Ia juga tergolong paling baik dibandingkan buah-buahan lainnya, karena mengandung banyak lemak. Ia dapat menggemukan orang yang kurus, membersihkan darah, dan memperlancar saluran pencernaan. Anggur juga bermanfaat untuk meningkatkan libido, memulihkan orang yang sakit, dan menguatkan jantung," jelas Ibnu Baithar, ahli botani Muslim terkemuka di era kejayaan Islam di Andalusia.

Anggur muda atau anggur yang masih segar, lanjut Tahlbah, memiliki manfaat dapat memampatkan darah yang terus menerus mengalir keluar (pendarahan), menguatkan lambung, memperlancar saluran pencernaan, dan mengatasi masalah usus besar.

"Dari beberapa penelitian diperoleh kesimpulan bahwa anggur adalah buah yang memiliki banyak manfaat. Anggur sangat efektif dalam membangun, memperbaiki, dan memperkuat sel-sel tubuh. Ia juga dapat mengobati sejumlah penyakit. Selain mengobati anggur juga berfungsi untuk melindingi manusia dari serangan penyakit," tandas Tahlbah.

Fakta ini menunjukkan betapa buah-buahan yang disebutkan Sang Khalik dalam Alquran memiliki khasiat dan kegunaan yang luar biasa. Inilah salah satu bukti kemukjizatan ayat-ayat suci Alquran.


Anggur, Berlimpah Manfaat




Anggur yang kering disebut kismis. Kismis yang baik biasanya berukuran besar, berlemak, dan banyak mengandung minyak, juga berkulit tipis dan bijinya sedikit. Menurut Hisham Tahlbah dalam karyanya bertajuk Ensiklopedia Mukzijat Alquran dan Hadis, kismis yang seperti itu kaya kandungan gizi.

"Jika dimakan bijinya akan memberi manfaat yang banyak untuk pencernaan, hati dan limfa," katanya. "Jika daging anggur ditempelkan pada ke kuku yang mau lepas, maka akan mempercepat proses pelepasannya."

Tahlbah menambahkan, kismis juga dapat mempersubur hati, selain juga bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit di tenggorokan, dada, paru-paru, ginjal, dan kandung kemih. Menurut dia, jika anggur yang segar cocok dimakan pada akhir musim kemarau atau gugur, maka anggur kering/kismis cocok dikonsumsi selama musim hujan, karena mampu menjaga kandungan yang ada ketika masih segar (vitamin).

Kandungan Anggur


Dalam surat Abasa ayat 27-29 Allah SWT berpirman, "Lalu kami tumbuhkan biji-bijian, anggur, dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma (di bumi itu)." Sang khalik menciptakan anggur di bumi, dengan memberikan begitu banyak manfaat bagi umat manusia.

Tahlbah menjelaskan, buah anggur mengandung kadar gula mencapai 15 persen yang terdiri dari glukosa sekitar tujuh persen. Kadar tersebut akan semakin tinggi seiring usia kematangan buah. "Dengan demikian anggur termasuk buah dengan kandungan gula yang sedang, dan mudah dicerna serta diserap oleh tubuh," ujar Tahlbah.

Selain kadar gula, lanjut Tahlbah, anggur juga mengandung protein sebesar 1,5 persen dan lemak sebesar 1,5 persen. "Anggur mengandung zat gula yang sangat dibutuhkan hati, sehingga ketika ia membutuhkan pasokan gula seperti ketika puasa, anggur bisa dijadikan sebagai pemasoknya," paparnya.

Kulit anggur mengandung vitamin B Kompleks yang berfungsi dalam proses biologis tubuh manusia. "Vitamin B kompleks sangat penting untuk perlindungan urat-urat tubuh.'' Anggur juga mengandung vitamin C yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memperkecil kemungkinan tubuh terserang oleh mikroba dan bakteri.


Penanaman Pohon Anggur dalam Alquran




Alquran juga mengatur tentang tata cara penanaman pohon anggur. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan anggur. Allah SWT berfirmankan dalam Alquran surat Al-Kahf ayat 32.

"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. (QS Al Kahfi: ayat 32)

Dari ayat tersebut bisa dijabarkan faktor-faktor tersebut. Pertama adalah faktor tanah. Tanah merupakan faktor utama yang berpengaruh besar atas berkembangnya buah-buahan pada umumnya dan anggur pada khususnya. Tanah ini menyebabkan tumbuhan dapat hidup dan mengambil semua kebutuhan makanannya.

Selain itu, tumbuhan juga bergantung pada faktor lain, seperti temperatur, kelembaban, angin dan cahaya. Faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung pada pertumbuhannya. "Semua faktor tersebut dapat terpenuhi dengan baik, maka kualitas dan kuantitas anggur dapat meningkat. Begitu juga perubahan cuaca dan musim yang ikut mempengaruhi kematangan anggur," kata Tahlbah.

Penanaman anggur yang baik bisa dilakukan dengan cara menutup tanah, melindungi akar anggur dari kekeringan, terkena sinar dan panas matahari secara langsung. Allah juga dalam firmannya menganjurkan pentingnya mendirikan pagar disekeliling kebun anggur untuk mencegah tercabutnya pohon anggur dan badai yang bisa menghancurkannya.

Selain itu dibutuhkan pula tanaman yang dapat melindungi dari terpaan cahaya. Hal tersebut telah dijelaslkan Allah Swt dalam Alquran surat Al-Kahf ayat 32, Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma.

Ayat tersebut juga menjelaskan mengenai pentingnya pemeliharaan akar tumbuhan dari panas dan sinar matahari yang menerpa langsung. Allah SWT juga berfirman, dalam surat Al-Israa ayat 91 "Atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya.''. she/taq/RioL

Akhir Hidup Nabi Zakaria dan Yahya

Filed under: by: 3Mudilah

Assalamu'alaikum wr.wb.

Ustadz, saya ingin bertanya mengenai kisah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Semoga Allah memberi saya hidayah melalui jawaban Ustadz.

Saya pernah membaca mengenai akhir hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang menurut saya sangat tragis. Nabi Zakaria yang bersembunyi di dalam pohon mati digergaji. Sedangkan Nabi Yahya mati dipenggal kepalanya. Pertanyaan saya:

1. Benarkah kisah mengenai akhir hidup kedua Nabi tersebut?

2. Jika benar seperti itu, apakah hikmah dari Allah dalam kisah akhir hidup/perjuangan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya (maksud saya: dalam pemahaman saya yang awan dalam bidang agama ini, akhir kisah perjuangan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya yang sangat tragis tersebut kontras sekali dengan -misalnya- akhir kisah perjuangan:

- Nabi Nuh ( diselamatkan oleh Allah dari kezaliman umatnya yang durhaka dengan dihancurkannya umat yang durhaka tersebut melalui banjir besar)

- Nabi Ibrahim (diselamatkan oleh Allah dari hukuman dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud)

- Nabi Musa (diselamatkan oleh Allah dari kejaran Firaun dengan terbelahnya Laut Merah)

- Nabi Daud (diselamatkan oleh Allah dari kekejaman Jalut/Goliath)

- Nabi Yusuf (diselamatkan oleh Allah dari kezaliman/iri hati saudara-saudaranya bahkan akhirnya saudara-saudaranya menghormat kepada beliau)

- Nabi Isa (diselamatkan oleh Allah dari penyaliban)

- Nabi Muhammad SAW (diselamatkan oleh Allah dari kebiadaban kafir Quraisy dan Yahudi Madinah bahkan akhirnya berhasil kembali ke Mekkah dengan kemenangan)

Bahkan selain kisah para Nabi yang diselamatkan oleh Allah sebagaimana saya sebutkan di atas, ada pula kisah Ashabul Kahfi (diselamatkan oleh Allah dengan ditidurkan/disembunyikan dalam gua)

Saya mengimani bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan Penolong akan dengan mudahnya menyelamatkan Nabi Zakaria dan Nabi Yahya sehingga beliau berdua dapat terselamatkan dari kezaliman umatnya. Saya juga mengimani bahwa Allah Yang Maha Tahu juga mempunyai rahasia dan hikmah dalam setiap peristiwa di dunia ini termasuk kisah akhir hidup kedua Nabi tersebut. Itulah yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz mengenai hal tersebut : Rahasia atau Hikmah apakah dalam kisah akhir hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya tersebut sehingga pertolongan Allah "tidak tampak secara kasat mata" dibandingkan kisah para Nabi lain +Ashabul Kahfi? (Saya yakin pertolongan Allah pasti ada untuk Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, tapi saya belum dapat memahami bagaimana bentuk pertolongan Allah untuk kedua nabi tersebut).

Terima kasih untuk perhatian dan jawaban Ustadz

Wassalamu'alaikum wr.wb.

SIP
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Allah swt memerintahkan Rasulullah saw untuk menceritakan tentang Zakaria kepada manusia termasuk kisah ketika dirinya dikaruniai seorang anak laki-laki pada usianya yang sudah lenjut sementara istrinya adalah seorang wanita tua yang mandul dengan maksud agar manusia tidak pernah berputus asa terhadap karunia dan rahmat Allah swt, sebagaimana firman-Nya :

ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا ﴿٢﴾
إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاء خَفِيًّا ﴿٣﴾

Artinya : “(yang dibacakan Ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam : 2 – 3)

Sebagian salaf mengatakan bahwa Zakaria bangun pada saat malam hari lalu berdoa kepada Tuhannya dengan diam-diam tanpa diketahui banyak orang dan berdoa,”Wahai Robb, wahai Robb, wahai Robb” Allah berkata,”labbaik, labbaik, labbaik.” Zakaria mengatakan, "Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban.” (QS. Maryam 4)

Firman Allah swt :

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Artinya : “Hai Zakaria, Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan Dia.” (QS. Maryam : 7) ayat ini ditasirkan oleh firman Allah swt yang lain :

Artinya : “Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh". (QS. Al Imron : 7)

Keshalehan Nabi Yahya ini sudah terlihat sejak masa anak-anak, Abdullah bin al Mubarok mengatakan : Ma’mar mengatakan bahwa suatu ketika ada seorang anak yang mengatakan kepada Yahya bin Zakaria,”Mari kita bermain bersama.” Lalu Yahya menjawab,”Sesunguhnya kita diciptakan bukan untuk bermain.”, ada yang mengatakan bahwa ini adalah maksud dari firman Allah swt :


يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا


Artinya : “Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak.” (QS. Maryam : 12)

Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari Qotadah bahwa al Hasan berkata bahwa ketika Isa dan Yahya bertemu lalu Isa berkata kepada Yahya,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Yahya berkata,” ,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Lalu Isa pun mengatakan kepadanya lagi,”Engkau lebih baik dariku, aku memberikan salam kepada diriku sendiri sementara Allah memberikan salam kepadamu.” Dan Allah pun memberikan keutamaan kepada mereka berdua.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang anak Adam kecuali dia akan melakukan sebuah kesalahan atau berkeinginan untuk melakukan kesalahan namun tidak pada diri Yahya bin Zakaria..”

Sedangkan tentang kematian ayahnya, Nabi Zakaria, maka terjadi perbedaan riwayat dari Wahab bin Munbih : Apakah Nabi Zakaria mati secara wajar ataukah ia dibunuh? , terdapat dua riwayat.

Abdul Mun’im meriwayatkan dari Idris bin Sinan dari ayahnya dari Wahab bin Munbih mengatakan bahwa Zakaria lari dari kaumnya lalu masuk ke sebuah pohon, lalu mereka pun mendatanginya dan menggergaji pohon itu. Tatkala gergaji itu mengenai otot-ototnya dan ia pun merintih lalu Allah mewahyukan kepadanya,”Jika rintihanmu tidak mereda pasti aku akan jungkalkan bumi dan apa-apa yang ada diatasnya maka Zakaria pun menghentikan rintihannya sehingga dirinya terpotong dua”, ini diriwayatkan didalam hadits yang marfu’. Namun terdapat riwayat Ishaq bin Basyar dari Idris bin Sinan dari Wahab bahwa dia mengatakan bahwa orang yang terbelah didalam pohon itu adalah Sya’ya , adapun Zakaria meninggal secara wajar, wallahu A’lam.

Sedangkan tentang pembunuhan putranya, Yahya, mereka banyak menyebutkan sebab-sebabnya sementara yang paling masyhur menurut Ibnu Katsir adalah bahwa sebagian raja di Damaskus pada zaman itu ingin menikahi wanita-wanita yang menjadi mahram mereka atau wanita-wanita yang tidak halal untuk mereka nikahi. Hal ini mendapat penentangan dari Yahya as.

Sehingga terdapat seorang wanita yang meminta kepada seorang raja yang menyukainya agar memberikan hadiah kepadanya darah Yahya. Lalu dikirimlah seseorang untuk membunuh Yahya serta membawakan kepala dan darahnya diatas sebuah nampan kehadapan wanita itu.

Namun demikian, ada pula yang mengatakan bahwa cerita pembunuhan Nabi Yahya tersebut bersumber dari israiliyat yang tidak pernah disebutkan didalam Al Qur’an maupun sunnah-sunnahnya bahkan bertentangan dengan firman Allah swt :

Artinya : “Keselamatan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam)

Mereka juga merujuk kepada pengertian dari kata salam (keselamatan) disitu termasuk diselamatkannya dari kematian yang tidak menyenangkan.

Al Qodhi, ketika menjelaskan firman-Nya :

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا


Artinya : “(Isa berkata) Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku meninggal dan pada hari Aku dibangkitkan hidup kembali".(QS. Maryam : 33), bahwa kata salam merupakan ungkapan yang memberikan keamanan, seperti keamanan didalam berbagai kenikmatan dan dihindarkannya dari hal-hal yang tidak menyenangkan (merusak). Seakan-akan dia (Isa as) bertanya kepada Tuhannya dan meminta dari-Nya tentang Apa yang diberitakan Allah swt terhadap Yahya.

Dan pastinya para nabi akan mendapat pengabulan doa, dan ada tiga keadaan terbesar manusia yang membutuhkan keselamatan, yaitu : hari kelahiran, hari kematian dan hari kebangkitan. Ketiga keadaan tersebut membutuhkan keselamatan dan terkumpulnya kebahagiaan dari Allah swt agar terlindungi dari berbagai rasa sakit dan hal-hal yang mengerikan dalam setiap keadaan itu. (Tafsir ar Rozi juz III hal 303)

Dengan begitu, mereka berpendapat bahwa pembunuhan yang dialami Nabi Yahya adalah sesuatu yang mustahil, karena Yahya adalah seorang Nabi yang dijaga dan dilindungi Allah swt dan berita tersebut adalah berasal dari israiliyat dan sebagaimana kebiasaan orang-orang israil adalah ingin merendahkan dan mengecilkan para nabi Allah swt.

Namun demikian yang pasti bahwa didalam kisah-kisah para Nabi dengan segala keunikan dan kesabaran mereka semua—termasuk kisah Nabi Zakaria dan Yahya—didalam memikul beban kenabian sebagai pelita umat-umatnya ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh manusia, sebagaimana firman Allah swt :

Atinya : “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf : 111)

Diantara hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari mereka adalah kesabaran mereka dalam mengemban amanah risalah dan da’wah, kesabaran terhadap perlakuan buruk kaumnya ketika mendengar da’wah mereka, kesabaran untuk tidak tergoda oleh berbagai tarikan-tarikan dunia yang dapat menyimpangkan mereka dari jalan risalah dan da’wah serta sifat-sifat mulia lainnya yang ada didalam diri orang-orang mulia itu.

Tentunya Allah swt juga senantiasa memberikan pertolongan dan bantuan-Nya kepada mereka semua ketika mendapatkan kesulitan didalam menyampaikan risalah-risalah-Nya yang hal itu sudah menjadi janji-Nya kepada mereka sebagaimana firman-Nya :


Artinya : “Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS. Ghofir : 51 – 52)

Bagaimana Allah menolong para Rasul dan Nabi-Nya serta orang-orang yang bersamanya? tentunya Allah swt lebih mengetahui hal ini, karena ditangan-Nya lah segala kebaikan dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Sementara manusia hanya dituntut untuk bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah kepahlawanan mereka dan menghiasi kehidupannya dengan itu semua.

Wallahu A’lam
Ustadz Sigit Pranowo, Lc.
www.eramuslim.com

Ingin Cepat Kaya Dengan Hutang…?, Saran Saya Jangan…!.

Filed under: by: 3Mudilah


Sebenarnya sudah cukup lama banyak pertanyaan ke saya mengenai konon adanya cara cepat untuk mengumpulkan kekayaan berupa emas, melalui gadai emas ke perusahaan pegadaian maupun perbankan. Karena banyaknya pertanyaan tersebut, maka jawaban saya lebih baik saya tulis secara umum agar tidak setiap saat saya harus menjelaskan hal yang sama – ke pembaca-pembaca setia web ini.

Saya sendiri jujur tidak tertarik untuk mempelajari trik-trik untuk cepat kaya ini, jadi mohon maaf bila jawaban saya kurang detil. Pengetahuan saya sebatas apa yang disampaikan oleh penanya yang pada umumnya mengungkapkan bahwa cara untuk cepat memiliki emas dalam jumlah besar dengan harga beli yang katanya hanya sepertiga harga pasar adalah sebagai berikut :

Pertama membeli emas dengan harga normal, kemudian menggadaikannya untuk memperoleh cash 80% dari harga beli emas pertama. Setelah ditambah 20% tambahan modal, maka uang gadai yang diterima cukup untuk membeli emas yang kedua dst. Begitu seterusnya sampai suatu titik dimana emas yang dibeli tidak digadaikan lagi, tetapi dijual untuk menebus emas-emas yang digadaikan di awal.

Teorinya keuntungan akan diperoleh ketika emas naik 30% sedangkan pinjaman dari pegadaian atau bank syariah tetap/tidak naik, diluar biaya penitipan, admin dlsb. Asumsi pertama bahwa emas akan naik 30% sebenarnya tidak terlalu meleset karena memang appresiasi harga emas rata-rata tahunan dalam 40 tahun terakhir mencapai 31 %; yang perlu diingat adalah angka tersebut adalah rata-rata 40 tahun, atau rata-rata jangka panjang. Semakin pendek periode, semakin tidak pasti kenaikan ini.

Jadi kekeliruan pertama dari teori ini adalah menggunakan rata-rata statistik jangka panjang untuk men-justifikasi tujuan atau harapan jangka pendek.

Kekeliruan kedua adalah asumsi bahwa angka pinjaman dari pegadaian atau bank syariah yang tetap ( diluar biaya penitipan atau administrasi). Justru biaya penitipan atau administrasi inilah yang harus diperhatikan. Dari survey kecil saya dengan salah satu petugas kantor pegadaian pada saat saya menulis artikel ini misalnya, biaya ini bisa mencapai 1% per 15 hari atau 2% per bulan.

Kemudian dari pembicaraan serupa dengan salah satu bank syariah yang memiliki produk gadai emas, saya peroleh informasi bahwa biaya yang disebutnya sebagai biaya pemeliharaan ini mencapai Rp 5500/gram/per bulan pada saat harga emas 24 karat Rp 312,000/gram atau 1.76%/bulan.

Besaran biaya di pegadaian yang 2% per bulan atau bank syariah 1.76% ini secara rata-rata menjadi terlalu mahal untuk ngongkosi pembelian emas yang hanya mengalami appresiasi nilai rata-rata 1.46% per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Fluktuasi naik turunnya harga emas bulanan yang sangat tinggi, menambah risiko Anda ketika membiayai pembelian emas Anda dengan uang gadai atau pinjaman dari bank. Lihat grafik diatas untuk ini. Ketika grafik emas berada dibawah garis merah (biaya gadai) atau garis hijau (biaya bank), maka Anda pasti rugi.

Memang bisa jadi ada yang menjadi kaya mendadak dengan cara ini ketika grafik emas berada diatas grafik biaya gadai atau grafik biaya bank; tetapi karena frekwensi dibawah kurang lebih sama dengan frekwensi diatas, maka peluang untuk untung atau rugi mirip dengan peluang ketika Anda melempar koin – bisa keluar kepala (head), bisa pula keluar ekor (tail) – atau 50/50 peluangnya.

Berdasarkan data-data tersebut diatas-lah, maka saya tetap tidak menganjurkan membangun kekayaan melalui proses hutang/gadai. Gadai adalah produk yang sangat baik pada pada saat Anda membutuhkan dana yang cepat dengan cara yang relatif mudah, namun gadai dalam pemahaman saya tidak diperuntukkan sebagai instrument investasi.

Jadi bukan investasi emas-nya yang tidak menarik; dengan rata-rata appresiasi nilai bulanan 1.46% per bulan atau 17.52 % per tahun dalam 10 tahun terakhir, investasi emas tetap sangat menarik untuk kebutuhan investasi jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, dana pensiun dlsb. karena angka ini masih jauh lebih tinggi dari rata-rata hasil investasi deposito dan sejenisnya. Yang tidak menarik adalah bila dana untuk investasi tersebut Anda peroleh dari uang gadai atau pinjaman bank, dana-dana ini bisa jadi lebih mahal dibandingkan hasil yang bisa Anda harapkan – kalau hanya mengandalkan appresiasi harga emas pada periode yang sama.

Investasi terbaik tetap memutar dana Anda di sektor riil; kalau ini masih terlalu sulit bagi kebanyakn orang – maka emas atau Dinar pilihannya. Bisa Anda gadaikan tentu saja pada saat dibutuhkan - bahkan di Geraidinar menyediakan jasa ini untuk kliennya tanpa biaya apapun – tetapi hanya untuk kebutuhan dharurat, bukan untuk kebutuhan investasi yang spekulatif. Wa Allahu A’lam.

Written by Muhaimin Iqbal
http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=246:ingin-cepat-kaya-dengan-hutang-saran-saya-jangan&catid=1:latest-news&Itemid=50

Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Terdahulu

Filed under: by: 3Mudilah

Kitab-kitab suci terdahulu, baik Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, berbicara secara jelas tentang Nabi Islam, dan mengenai hal ini Allah berfirman di dalam al-Qur’an,

‘(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.’ (al-A'raf: 157)

Bukan hanya Kitab Suci, tetapi semua naskah kuno yang pernah digunakan dalam ritual peribadatan memberi kabar tentang kedatangan Nabi Islam.

Kitab Ulangan 18 ayat 17,18,dan 19 mengatakan: (17) Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; (18) seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (19) Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
Nubuat ini begitu jelas berbicara tentang seorang nabi bahwa Allah akan memilih di antara saudara-saudara Israel (orang Arab) dan membuang pemikiran parsial apapun.

Ini adalah nubuat yang penting untuk orang-orang Yahudi yang masih menunggu pembuktiannya selama berabad-abad hingga kedatangan Nabi Mohummad. Beberapa dari mereka, menurut beberapa nubuat, mengetahui tempat dan waktu waktunya, sehingga mendorong mereka untuk pergi ke Madinah, dan Makkah, dan kota-kota di sekitarnya. Mereka selalu mengancam orang-orang Arab musyrik dengan berkata, ‘Ini adalah waktu dimana Allah akan mengirim seorang nabi yang akan kami ikuti, lalu akan memerangi dan melenyapkan kalian.’ Ketika Nabi Islam muncul, banyak orang yang beriman dan banyak pula yang tidak beriman. Di antara alasan etiologis yang mendorong mereka masuk Islam adalah banyaknya berita tentang nabi Islam di dalam berbagai kitab suci. Beberapa di antaranya telah dihapus, beberapa yang lain telah dipenggal, tetapi ada pula yang masih menjadi bukti yang kuat mengenai kenabian Muhammad saw.

Nubuat yang disebutkan di atas, walaupun cocok dengan nabi Islam, orang-orang Yahudi mengklaim bahwa nubuatan sesuai dengan Yosua. Orang-orang Kristen memiliki pendapat lain, karena mereka selalu dalam kebiasaan mengubah setiap nubuat dalam Perjanjian Lama agar sesuai dengan Yesus. Mereka memilintir kata-kata tertentu untuk memberikan arti lain yang bertentangan dengan semua fakta sejarah, bahkan memasukkan, menghapus dan menyisipkan kata-kata baru ke dalam nubuat ini agar sesuai dengan apa yang mereka klaim. Umat Islam alasan yang baik bahwa nubuat berbicara dengan jelas dan pasti mengenai nabi Muhammad saw.

Jadi kita sekarang menghadapi tiga pendapat yang berbeda: Siapa yang dimaksud nabi di sini? Apakah Yosua, Yesus atau Muhammad saw? Hanya satu seorang dari mereka yang benar. Kami akan menjawab pertanyaan ini dalam artikel berikut:

Apakah nubuatan ini merujuk kepada salah satu nabi Yahudi? Jawabannya jelas tidak tidak, karena:

(1) Nubuat tersebut mengatakan, ‘Allah akan mengangkat seorang nabi dari saudara-saudara mereka.’ Jadi, nubuat ini berbicara tentang seorang nabi yang bukan dari Israel.

(2) Jika nubuat dimaksud merujuk kepada salah satu nabi Yahudi, maka Musa pasti berkata, ‘Dari kalangan kalian sendiri,’ yaitu dua belas suku utama Yahudi yang ada di hadapan Musa.

(3) Epilog kitab Ulangan memberi kesaksian terhadap fakta bahwa bukan Yosua atau nabi Yahudi yang lain yang dimaksudkan di sini. Epilog tersebut mengatakan, ‘Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel.’ (Ulangan 34: 10)

(4) Kitab Maleakhi, yang merupakan bagian terakhir dari Perjanjian Lama, mencatat nubuat yang difirmankan Tuhan, yang menunjukkan bahwa utusan yang dijanjikantu tidak datang pada masa tersebut, dan dengan demikian Yosua tidak mungkin seorang nabi: ‘Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.’ (Maleakhi 3: 1)

Komentar McKenzie mengenai Maleakhi: Buku ini oleh para kritikus ditengarai ada sesudah pembangunan ulang candi pada tahun 516 SM, selama periode Persia dan sebelum reformasi Nehemia dan Ezta, yaitu sebelum 432 SM. Rekaman nubuat tentang ‘utusan yang dijanjikan’ menunjukkan bahwa sampai 432 SM orang-orang Israel masih menunggunya dan ia belum datang.

Berbagai studi historis membuktikan fakta bahwa nubuat ini tidak terbukti baik sebelum atau setelah Yesus. Tidak ada nabi yang diklaim dari kalangan orang-orang Yahudi. Ayat ‘Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel’ juga membuktikan fakta ini. Mungkin epilog tersebut ditulis oleh Ezra pada 800 hingga 900 tahun setelah Musa. Jadi nubuat tersebut tetap tak terpenuhi selama 8 sampai 9 abad setelah Musa.

Dimungkinkan bahwa ia mungkin ditulis oleh beberapa redaktur kitab lainnya bila Taurat dan beberapa naskah Alkitab lainnya pertama kali dikompilasi dalam bentuk tertulis sekitar lima ratus tahun setelah Musa. Itu berarti nubuat tetap tak terbukti untuk tidak kurang dari 500 tahun setelah Musa. Ini juga tidak berarti bahwa nubuat tersebut terbukti sesudahnya. Tidak ada yang pernah diklaim sebagai ‘utusan yang dijanjikan’, atau prasyaratnya terpenuhi pada waktu kapapun setelah Musa. Hampir setiap sarjana Injil memahami bahwa nubuat tersebut masih belum terbukti bahkan setelah masa Yesus. The Bible Knowledge Commentary melihat: Selama abad pertama masehi, pemimpin formal Yudaisme masih mencari pembuktian dari nubuat Musa tersebut (silakan merujuk Yohanes I: 21).

Yang tetap tak terbukti selama masa Isa dan orang-orang Yahudi adalah mereka masih menunggu kedatangan nabi ini, dan hal itu dapat dipastikan sumbernya dari Injil Yohanes berikut: (19) Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ‘Siapakah engkau?’ (20) Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: 'Aku bukan Mesias.’ (21) Lalu mereka bertanya kepadanya: ‘Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’ ‘Engkaukah nabi yang akan datang?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’ (22) Maka kata mereka kepadanya: ‘Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?’ (23) Jawabnya: ‘Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.’ (24) Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. (25) Mereka bertanya kepadanya, katanya: ‘Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?’ (Yohanes 1: 19-25)

Dari studi yang dilakukan di atas ini, jelas bahwa 'Nabi yang seperti Musa' belum dibangkitkan hingga masa Yesus Kristus.

http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/nabi-muhammad-dalam-kitab-suci-terdahulu-1.htm


Nabi Muhammad dalam Kitab Suci Terdahulu (2)

Nabi Isa atau Nabi Muhammad?

Nubuat seperti yang dijelaskan pada bagian pertama itu justeru sesuai dengan sifat-sifat Nabi Muhammad saw, bukan yang lain, dengan alasan berikut:

(1) Nubuat tersebut menyatakan, ‘Dari saudara-saudara mereka.’

Muhammad saw adalah salah seorang dari saudara-saudara Musa as. Bangsa Arab adalah saudara bangsa Yahudi. Ibrahim as mempunyai dua anak laki-laki: Ismail dan Ishak as. Bangsa Arab adalah keturunan Ismail as dan orang-orang Yahudi adalah keturunan Ishak as. Jadi, bangsa orang Arab atau keturunan Ismail adalah saudara orang-orang Yahudi, dan Nabi Muhammad saw berasal dari keturunan Ismail.

Kata ‘saudara-saudara’ digunakan dalam Kitab Suci untuk merujuk kepada Ismail dan keturunannya. Dalam kitab Kejadian kita temukan, ‘Mereka (anak-anak Ismail) itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.’ (Kejadian 25:18)

Bani Ishaq adalah saudara bani Ismail. Demikian juga, Muhammad adalah sebagian dari saudara bangsa Israel, karena dia adalah seorang keturunan Ismail putra Ibrahim.

(2) Nubuat di atas mengatakan ‘seperti engkau ini’. Orang-orang Kristen mengatakan bahwa nubuat ini merujuk kepada Yesus karena Yesus itu seperti Musa. Musa adalah seorang Yahudi, dan juga Yesus adalah seorang Yahudi. Musa adalah seorang Nabi dan Yesus juga seorang Nabi. Jika hanya ada dua kriteria agar nubuat ini terpenuhi, maka semua nabi di dalam Alkitab yang datang setelah Musa seperti Sulaiman, Yesaya, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes sang Pembaptis dapat memenuhi nubuat ini karena mereka adalah orang-orang Yahudi dan juga nabi.

Tabel berikut ini menunjukkan sejauh mana Muhammad saw adalah nabi yang lebih menyamai Musa, sedangkan Yesus tidak.



Sebenarnya, klaim bahwa nubuat tersebut sesuai dengan Yesus meskipun semua sifat Musa bertentangan sifat-sifat Isa, melainkan sesuai dengan sifat-sifat Muhammad, adalah klaim yang lemah dan tidak dapat dipertahankan. Selain itu, Isa adalah seorang nabi Yahudi dan tidak memiliki hukum yang independen. Isa mengatakan, “Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius: 5:17)

(3) Nubuat tersebut mengatakan bahwa Allah akan meletakkan firman-Nya di mulut Nabi yang dinantikan itu.

Diketahui bahwa nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis (ummi atau unliteral), maka Allah akan meletakkan kata-kata di mulutnya. Musa menuturkan bahwa firman Allah itu diletakkan di mulutnya, dan itulah yang terjadi pada Nabi Muhammad dengan al-Qur’an. Allah berfirman, ‘Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).’ (an-Najm: 3-4)

Nabi Muhammad datang dengan membawa sebuah pesan kepada seluruh dunia. Semua manusia, termasuk orang-orang Yahudi dan Kristen, harus menerima kenabiannya, dan ini didukung oleh keterangan dalam Injil berikut berikut ini: ‘Dan dia akan berbicara kepada mereka semua bahwa aku memerintahkannya..’ Diketahui bahwa nabi Muhammad telah menyampaikan firman Allah ke seluruh dunia dan beliau tidak mati sampai beliau selesai menyampaikan pesan tersebut.

(4) Nubuat itu mengatakan, ‘Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku..’

Al-Qur’an al-Karim terdiri dari 114 surat, dan seluruh surat itu dimulai dengan basmalah. Hanya satu surat yang tidak diawali dengan basmalah, yaitu surat at-Taubah. Jadi, bagian dari nubuat ini juga sesuai dengan Nabi Muhammad saw.

Abdul-Ahad Dawud, the former Rev. David Benjamin Keldani, BD, a Roman Catholic priest of the Uniate-Chaldean sect . After embracing Islam, he wrote the book, ‘Muhammad in the Bible.’ He writes about this prophecy:

Abdul Ahad Dawud, mantan ketua organisasi David yang juga ketua organisasi Benjamin Keldani, seorang imam Katolik dari sekte Uniate-Chaldean, setelah memeluk Islam ia menulis buku ‘Muhammad dalam Alkitab.’ Dia menulis tentang nubuat ini sebagai berikut:

‘Jika kata-kata ini tidak sesuai dengan Muhammad, maka janji yang diberikan kepada mereka masih tetap tak dipenuhi. Yesus sendiri tidak pernah diklaim sebagai nabi yang disebut dalam nubuat tersebut. Bahkan murid-muridnya memiliki pendapat yang sama: mereka tidak melihat kedatangan kedua Yesus untuk pemenuhan dari nubuat (Kisah para Rasul 3: 17-24).

Yesus, seperti yang diyakini oleh Gereja, akan muncul sebagai Hakim. dan bukan sebagai pembuat hukum, melainkan nabi yang dijanjikan datang dengan dengan ‘hukum yang berapi-api’ di sebelah tangan kanannya. Muhammad Asad—lahir di Leopold Weiss pada Juli 1900 di kota Lvov (Lemberg Jerman), kini di Polandia, kemudian menjadi bagian dari kerajaan Austria—adalah bagian dari garis keturunan yang panjang para rabi, dimana garis keturunan itu putus pada ayahnya yang menjadi pengacara. Asad sendiri menerima pendidikan agama yang memberinya kemampuan untuk menjaga tradisi keluarga rabi. Dia telah menjadi ahli bahasa Ibrani pada usia dini dan familiar dengan bahasa Aramaik. Dia mempelajari naskah Perjanjian Lama yang asli dan juga teks dan komentar dari Talmud, the Mishna and Gemara, dan dia telah mengkaji seluk-beluk tafsir Bible, yaitu kitab the Targum.

Mengomentari ayat al-Qur’an, ‘Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui,’ (al-Baqarah: 42), Muhammad Asad menulis, ‘Maksud dari ‘mencampur-adukkan yang hak dengan yang batil’ adalah memanipulasi kitab Bibel, dimana al-Qur’an sering mengecam orang-orang Yahudi atas tindakan mereka itu.

Sementara arti lafazh ‘menyembunyikan yang hak’ itu merujuk kepada cara interpretasi mereka terhadap ucapan Musa dalam Injil secara tidak bertanggungjawab dan ngawur. Dalam Injil Musa berkata, ‘Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.’ (Ulangan 18:15) Dan juga terhadap firman Tuhan sendiri, ‘Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya.’ (Ulangan 18:18).

Kata ‘saudara mereka’ itu jelas maksudnya, yaitu orang-orang Arab khususnya musta'ribah (Arabianized) sebagai salah satu suku di antara mereka yang merupakan keturunan Ismail dan Ibrahim. Dan karena suku ini adalah sukunya Nabi saw, yaitu Qurasiy, maka isyarat-isyarat dalam Injil itu sesuai dengan kerasulan beliau.

http://eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/nabi-muhammad-dalam-kitab-suci-terdahulu-2.htm

Abdel Fotouh: Ikhwan Masih Membawa Ide-Ide Besar

Filed under: by: 3Mudilah

Masa depan Ikhwan selalu menjadi pertanyaan besar. Ikhwan mengalami ujian yang berbeda-beda di berbagai negara. Ada yang karena unsur kekuasaan dan militer, ada godaan politik dan masalah pembinaan, dan masing-masing lainnya.



Abdel Moneim Fotouh—lebih sering dikenal dengan Abou Fotouh—membicarakan tentang masa depan dan kekinian Ikhwan. Perbincangan ini dilakukan hanya seminggu sebelum penangkapannya oleh pemerintah Mesir. Dikutip dari Al Masri Al Youm, berikut petikan wawancaranya:

Mursyid Aam Ikhwan bilang bahwa beliau tak akan mencari lagi pemimpin buat Ikhwan, karena sudah ada Anda…

Ha ha ha, kita semua sering kali salah paham, dan hal itu cukup mengganggu saya.

Khalil Al Anani dari Al Ahram Centre for Political and Strategic Studies menyatakan Anda mendapat begitu banyak tekanan dari Barat…

Saya sudah aktif di politik sejak tahun 1970-an. Ikhwan tadinya mati suri pada saat itu setelah penindasan pemerintah pada 1960-an. Banyak pemimpin dan anggota Ikhwan yang harus mati dan atau berakhir di penjara.

Kerja kami di berbagai universitas waktu itu tidak berada dalam label apapun. Ketika kami masuk kampus, yang ada hanya pertarungan antara golongan kiri dan nasionalis. Tak ada gerakan dakwah Islam. Ketika para anggota Ikhwan dibebaskan dari penjara, kami semua berkumpul dan bersatu, dan masyarakat pun menemukan sebuah gerakan Islam yang membawa ide-ide besar.

Mengapa memulainya di kampus?

Sebagai seorang doktor, ini adalah salah satu jalan yang paling terbuka. Saya sudah berada di dakwah kampus selama tiga dekade, dan selalu memulainya dari sana.

Bagaimana dengan sekarang?


Tahun-tahun sekarang, sebagai konsekuensi kemenangan pemilu, memenangkan hati dan pikiran rakyat Mesir, Ikhwan selalu dikecam sebagai gerakan Islam yang radikal melalui Islam konservatif. Ini tidak benar. Ikhwan lahir dan tumbuh besar di bawah rejim tiranikal dan negara yang militeristik. Kami bukan sebuah kelompok radikal. Ikhwan adalah grup reformasi yang ingin mengubah masyarakat dan kami melihat itu perlu sebuah reformasi. Negara ini telah begitu korup dan jadi tiran, dan Ikhwan punya reformasi infrastrukturalnya.

Benarkah Ikhwan ingin membentuk pemerintah yang Islami?


Kami ingin menciptakan opini publik yang percaya bahwa kebebasan dan keadilan, serta pembangunan opini publik bisa menciptakan perubahan melalui perubahan sistem demokrasi pada waktunya. Revolusi masyarakat (secara ekstrem), itu bukan cara kami.

Banyak kaum muda Ikhwan yang sekarang banyak menyandarkan harapannya kepada Anda, termasuk Abdelrahman Ayyash yang masih berusia 20 tahun. Anda banyak memengaruhi mereka. Kaum muda Ikhwan mengklaim bahwa perubahan dan perjalanan Ikhwan di masa depan berada di tangan orang seperti Anda….

Saya menghargai itu dan menghormati Ayyash. Saya mempersilakannya untuk diskusi tentang hal-hal penting.

Apa arti kedatangan presiden Barack Obama ke Mesir satu bulan lalu?

Salah satu bagian kesepakatan antara AS dan Ikhwan adalah tentang beberapa hal mengenai dunia Islam. Kami tidak ingin perlakukan khusus. AS sebagai negara besar seharusnya mendasari hubungan (luar negerinya dengan Islam) berdasarkan tiga prinsip. Yaitu, kebebasan, keadilan, dan pembangunan. Hormati kebebasan yang lain, berikan hak negara lain untuk tumbuh, dan tidak boleh menerapkan teknologi canggih mereka untuk (menindas) negara lain. Inilah yang akan menjaga stabilitas di seluruh dunia.

Anda optimis terhadap sikap AS sekarang—misalnya tentang Israel?


Ya, tentu saja. Tapi perasaan ini tidak diterjemahkan pada aksi nyata. Semuanya akan kembali seperti semula dan tetap berjalan seperti biasanya lagi. Namun sejauh ini, presiden Obama sudah menunjukkan penghargaan positif.

Ikhwan dinilai terlalu banyak kompromi dengan pemerintah sekarang….

Ada kesalahpamahan besar di sini, terutama media dalam debat antara ekstemis dan sekularis. Media lokal memosisikan Ikhwan seolah melarang wanita dan Kristen Koptik untuk jadi presiden. Platform Ikhwan tidak membedakan lelaki dan perempuan. Tapi yang ingin kami katakan adalah: jika kami diberikan kesempatan untuk menominasikan kandidat kami, kami akan menggunakan itu. Ini misalnya seperti golongan Hindu atau Baha’i atau Komunis yang jika diserahi kesempatan serupa, maka semuanya akan terserah mereka kan?

Pada akhirnya, kami setuju dengan pilihan rakyat. Jika Anda ingin menominasikan seseorang, silakan saja dan rakyat bisa memilih siapa yang mereka sukai.

Bisa Anda deskripsikan, di mana Ikhwan dalam lima tahun ke depan?


Saya pikir, jika ada demokrasi yang sesungguhnya di negara ini, maka korupsi dan tirani akan segera habis. (sa/ikhwnwb)

http://www.eramuslim.com/berita/bincang/abdel-fotouh-ikhwan-masih-membawa-ide-ide-besar.htm

AS – Indonesia Reformasi Bisnis

Filed under: by: 3Mudilah


Pemerintah AS dan Indonesia Kembangkan Metode untuk Mendukung Reformasi Bisnis
Para peserta seminar juga mengutarakan pentingnya Indonesia untuk berbuat lebih banyak lagi agar menjadi tempat yang ramah bagi usaha bila tetap ingin menarik investasi luar dan dalam negeri.

Jakarta, 30 Juli – Sebuah seminar yang diselenggarakan di Bappenas hari ini berjudul, “Mencapai Kepastian Hukum Melalui Reformasi Peraturan” menyoroti pentingnya reformasi peraturan di Indonesia. Seminar yang dihadiri lebih dari 100 pejabat tinggi dari lembaga-lembaga pemerintah pusat ini membahas konsep yang berkaitan dengan metode reformasi peraturan nasional yang dapat mengumpulkan, memilah, dan melakukan analisis awal sejumlah peraturan.

Dalam seminar ini, rencana reformasi nasional Bappenas diperkenalkan secara resmi untuk pertama kalinya kepada biro hukum lembaga-lembaga pemerintah pusat dan daerah. Para peserta seminar juga mengutarakan pentingnya Indonesia untuk berbuat lebih banyak lagi agar menjadi tempat yang ramah bagi usaha bila tetap ingin menarik investasi luar dan dalam negeri.

“Melihat besarnya Indonesia, jumlah peraturan yang terkait, dan efek gabungannya yang akan terasa sampai beberapa dekade mendatang, progam seperti ini akan menjadi rumit dan banyak tuntutannya. Meskipun demikian, hal ini sangat penting dan strategis untuk masa depan Indonesia,” kata Walter North, Direktur USAID Indonesia.

Bappenas bekerja sama dengan proyek SENADA yang dibiayai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) telah mengembangkan sebuah metode evaluasi peraturan yang efisien untuk membantu reformasi pemerintah Indonesia. Bappenas mengusulkan agar metode ini dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah dan Rencana Pembangunan Tahunan.

USAID SENADA adalah program empat tahun yang bertujuan untuk memperkuat daya saing industri manufaktur ringan berbasis padat karya. Fokus SENADA ada pada lima bidang industri, yaitu alas kaki, komponen otomotif, garmen, perabot rumah tangga, dan informasi komunikasi dan teknologi (ICT).

http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=378:as--indonesia-reformasi-bisnis&catid=82:inkit&Itemid=199