Doa Diana Dewi di Depan Ka'bah Dikabulkan

Filed under: by: 3Mudilah


Pengusaha Muslimah yang berhasil, itulah kini predikat yang disandang Diana Dewi, wanita kelahiran Kerawang 3 Mei 1976 ini. Dan hal itu dirasakannya sebagai sebuah keberkahan dari Allah SWT, setelah dia menjadi mualaf.

Sejak memeluk Islam, Diana mengaku banyak mendapatkan kemudahan, terutama dalam merintis wirausaha. Hal tersebut tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Pada awalnya, dia membuka sebuah toko sembako. Ada pula apotek yang merupakan hasil kerjasamanya dengan seorang teman. ''Dari apotek ini, lantas berkembang menjadi klinik kesehatan, dan alhamdulillah sejak tiga tahun lalu menjadi rumah sakit,'' papar Diana kepada Republika di sela silaturahim keluarga besar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dengan Capres/Cawapres JK-Wiranto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bidang usahanya tersebut pun berjalan dengan lancar, walaupun dirinya sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang kesehatan. Menurut dia, itulah salah satu bukti nikmat Allah SWT kepada hamba-Nya.

Dia pun berusaha 'membalas' karunia itu. Dalam mengelola usaha, ibunda dari Yogi Pratama Hermawan, Yoga Wijaya Hermawan dan Tasya Dewi Hermawan ini, berharap dapat selalu membantu warga yang kurang mampu.

''Kalau ada kendala biaya, ya kita bantu, bisa dengan diskon atau apapun. Intinya semua bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,'' kata dia.

Langkah itu dinilainya sebagai sebuah ibadah. Diana mengatakan, kehidupan manusia tidak boleh lepas dari ibadah, termasuk dalam menjalani aktivitas pekerjaan.

Dari situlah, Diana menemukan hikmah lain, yakni jangan pernah meragukan ajaran Islam. Percaya dan yakinlah dengan syiar dalam agama Allah ini, maka niscaya keberkahan dan kemudahan senantiasa hadir dalam diri.

Oleh karenanya, dia ingin memotivasi para muallaf yang lain agar jangan ragu-ragu. ''Kadang ada yang hatinya masih ragu. Banyak yang seperti itu. Alhamdulillah, saya banyak dimudahkan. Dan saya yakin betul, doa muallaf pasti di-ijabah,'' tandasnya.

Adalah sekitar dua tahun lalu, Diana menemukan momentum keberkahannya, dan mungkin menjadi kenangan terindah dalam hidupnya. Ketika menjalani ibadah umroh, yang untuk kali pertama dilaksanakan, dia begitu terpesona ketika melihat Ka'bah.

Sungguh kebahagiaan luar biasa, tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Dia pun membandingkan ketika masih memeluk agama Nasrani. ''Bila ada acara seminar lantas ada orang lumpuh bisa berdiri lagi, itu membuat saya merinding. Tapi, peristiwa itu ternyata tidak semerinding saat melihat Kabah dan Raudhah,'' tegasnya.

Pertemuan pertama dengan Ka'bah dan Raudhah pun, menjadi momen paling berkesan. Dengan itu pula, Diana bertambah yakin, bahwa Islam adalah agama yang benar.

Maka, doa setulus jiwapun dipanjatkan di depan Kabah. ''Ya Allah, saya ini mualaf, saya tidak faham seperti umatmu yang memeluk Islam sejak kecil. Saya mohon dimudahkan,'' pinta Diana dengan khusyuk.

Alhamdulillah doanya didengar Allah SWT. Usahanya berjalan lancar, pun dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, sosial, dan keagamaan. Dan agar lebih mantap dalam beribadah, Diana pun melanjutkan dengan melaksanakan ibadah haji, tahun 2007 lalu. Dam

By Republika Newsroom
www.republika.co.id

0 comments: