MACAM-MACAM WALIMAH, APAKAH MAKANAN ACARA BID’AH HARAM?

Filed under: by: 3Mudilah

Pertanyaan.

1. Di masyarakat, banyak pelaksanaan walimah. Ada walimah haji, walimah khitan, walimah (wanita) hamil (7 bulan) dan lain-lain. Tolong sebutkan yang lain!
2. Tolong jelaskan walimah yang sesuai dengan ajaran Rasulullah dan yang tidak!
3. Tolong jelaskan masalah pelaksanaan tahlilan (pesta kematian). Bagaimana hukum makanan tersebut, halal ataukah haram?

Jawaban

1. Walimah, adalah setiap makanan yang dibuat karena acara pernikahan atau lainnya.
Imam Syafi’i dan sahabat-sahabat beliau menyatakan, bahwa walimah setiap undangan (makan) diadakan, disebabkan karena adanya kejadian yang menyenangkan, baik pernikahan atau lainnya.

Namun yang masyhur, jika disebut walimah saja, maka yang dimaksud adalah walimah pernikahan.

Adapun untuk lainnya, disebutkan dengan secara khusus, seperti walimah khitan atau lainnya. [1]
Tentang macam-macam walimah (undangan makan) secara rinci, antara lain dijelaskan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam kitab Fat-hul Bari Syarh Shahih Bukhari. [2] Beliau menyatakan bahwa An Nawawi rahimahullah, yang mengikuti Al Qadhi ‘Iyaadh rahimahullah, menyebutkan walimah itu ada 8 macam:

• Al-I’dzaar atau al ‘udzrah, yaitu walimah karena khitan.
• Al- ‘Aqiiqah, walimah karena kelahiran (gembira terhadap bayi).
•. Al-Khurs atau al khur-sh, walimah karena keselamatan seorang wanita dari perceraian. Ada yang menyatakan, al khurs adalah walimah karena kelahiran.
• Al-‘Aqiiqah, walimah kelahiran khusus hari ke tujuh.
• An naqii’ah, walimah karena kepulangan orang yang bepergian. Ada yang menyatakan, an naqii’ah adalah walimah yang dibuat oleh orang yang datang (dari safar). Sedangkan walimah yang dibuatkan untuknya dinamakan at tuhfah.

• Al-Wadhiimah, walimah di saat musibah.

• Al-Ma’dubah atau al ma’dabah, walimah yang diadakan tanpa sebab. Jika al aa’dubah ini diadakan untuk orang-orang yang ditentukan, maka dinamakan an aaqaraa, jika untuk umum, dinamakan al jafalaa.

• Walimah, undangan makan karena pernikahan. Ada yang menyatakan, walimah adalah undangan makan setelah dukhul (pengantin baru menggauli isterinya). Adapun undangan makan imlaak (ijab-qabul, acara pernikahan) dinamakan asy syundukh atau asy syundakh. (Kemudian Al Hafizh menambahkan jenis walimah lainnya, yaitu:)

•. Al-Hidzaaq, undangan makan yang dibuat di saat anak kecil pintar (ahli). Ibnur Rif’ah mengatakan: “Al-Hidzaaq adalah undangan makan yang dibuat karena khatm (penutupan), yaitu khatm Al Qur’an”. Begitu dia mengkhususkan. Dan dimungkinkan khatm (penutupan) apa yang dia niatkan. Juga dimungkinkan, hal itu umum pada keahlian anak untuk tiap-tiap pekerjaan.

Itulah keterangan yang ada dari para ulama tentang jenis-jenis walimah (undangan makan). Adapun yang antum sebutkan, yaitu:

• Walimah haji, jika itu dilakukan setelah pulangnya, maka termasuk An-Naqii’ah atau At-Tuhfah. Jika itu dilakukan sebelum keberangkatannya, maka mungkin termasuk al ma’dubah. Tetapi kami tidak mengetahui kebiasaan ini dilakukan oleh Salafush Shalih.

• Walimah kehamilan 7 bulan. Hal seperti ini tidak boleh dilakukan, karena termasuk kebiasaan orang-orang jahiliyah. Dan biasanya disertai dengan kepercayaan dan perbuatan syirik.

2. Tolong jelaskan walimah yang sesuai dengan ajaran Rasulullah dan yang tidak!
 
Jawaban.

Walimah-walimah yang disebutkan oleh para ulama di atas, hukum asalnya adalah mubah, karena walimah termasuk urusan keduniaan. Yaitu urusan yang biasa dilakukan oleh manusia karena bermanfaat di dunia ini. Karena hukumnya mubah, maka jangan sampai dianggap sunnah, apalagi wajib, sehingga orang yang meninggalkannya dicela. Atau menganggapnya makruh atau haram, sehingga orang yang melakukannya dicela. Kecuali walimah yang diperintahkan atau dianjurkan oleh agama, sehingga menjadi ibadah wajib atau mustahab. Atau walimah yang dilarang, sehingga manjadi haram atau makruh.

Diantara walimah-walimah di atas, yang diperintahkan atau dianjurkan oleh syari’at yaitu : Walimatul ‘Ursy (walimah pernikahan) dan Walimah Aqiqah pada hari ke tujuh kelahiran bayi. Dalilnya sebagai berikut:

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui Abdurrahman bin ‘Auf telah menikah, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:

أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ
“Buatlah walaupun walimah dengan seekor kambing” [HR Bukhari, no. 5.167]

Tentang walimah aqiqah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) darinya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama” [HR Abu Dauwd, no. 2.838; Tirmidzi, no. 1.522; Ibnu Majah, no. 3.165; Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani]

Diantara walimah-walimah di atas yang dilarang syari’at, yaitu Al-Wadhiimah (walimah saat tertimpa musibah). Misalnya, seperti selamatan kematian yang dilakukan oleh banyak umat Islam.

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ كُنَّا نَرَى الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ (بَعْدَ دَفْنِهِ) مِنْ النِّيَاحَةِ
“Dari Jarir bin Abdullah Al Bajali, dia berkata : “Kami -yakni para sahabat- memandang, berkumpul di tempat keluarga mayit dan pembuatan makanan (setelah penguburan mayit) termasuk meratap”. [Riwayat Ibnu Majah, no. 1.612; dalam kurung tambahan riwayat Ahmad. Lihat Hukum Tahlilan, tulisan Ustadz Abdul Hakim bin Amir ‘Abdat]

Syaikh Dr. Shalih bin Ghanim As Sadlaan berkata: “Wadhiimah, yaitu makanan kumpulan orang-orang kesusahan (yakni walimah saat musibah) tidak disyari’atkan dan tidak disukai” [3].

Demikian juga Walimah Khitan, sebaiknya ditinggalkan. Al Hafizh Ibnu Hajar berkata,”Dalam Musnad Ahmad, dari hadits Utsman bin Abul ‘Ash, tentang walimah khitan (dinyatakan), ‘tidak pernah diundang untuknya (walimah khitan)’.” [4].

3. Tolong jelaskan masalah pelaksanaan tahlilan (pesta kematian). Bagaimana hukum makanan tersebut, halal ataukah haram?

Jawaban.

Tentang tahlilan (pesta kematian) telah terjawab di atas. Hal itu termasuk bid’ah dan maksiat. Adapun makanannya, jika berupa daging, maka sebaiknya ditinggalkan. Karena, dikhawatirkan termasuk binatang yang disembelih untuk selain Allah. Adapun selain dagingnya, maka halal. Namun bagi orang yang mengetahui dan melihat kemungkaran, dia wajib untuk mengingkari dan menjelasakannya, agar tidak disangka bahwa diamnya dan pengambilannya itu merupakan dalil tentang bolehnya kegiatan tersebut.

Mirip dengan ini, yaitu makanan atau benda yang dijadikan sesaji untuk berhala. Syaikh Muhammad Hamid Al Fiqi rahimahullah mengatakan:

“Dan demikian juga setiap makanan, minuman, atau lainnya yang disebut nama (Allah), karena untuk nadzar atau qurbah (mendekatkan diri, yaitu sesaji) untuk selain Allah (hukumnya sama dengan binatang yang disembelih untuk selain Allah). Maka seluruh makanan yang dibuat untuk dibagikan kepada orang-orang yang i’tikaf (semedi, tirakat) di dekat kubur-kubur atau thaghut-thaghut, atas namanya atau berkatnya, itu termasuk kategori yang disembelih untuk selain Allah”.
Menanggapi pernyataan Syaikh Muhammad Hamid Al Fiqi rahimahullah, maka Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah memberikan komentar :

“Dalam masalah ini terdapat perincian. Jika yang dimaksudkan dengan hal itu, bahwa perbuatan itu termasuk syirik, karena itu merupakan ibadah dan qurbah untuk selain Allah, maka ini benar.… Adapun jika maksud Syaikh Hamid bahwa uang, makanan, minuman, hewan hidup yang disajikan oleh pemiliknya untuk para nabi, para wali dan selain mereka, haram diambil dan dimanfaatkan, maka ini tidak benar. Karena itu merupakan harta yang dapat dimanfaatkan.

Pemiliknya sudah tidak menyukainya, dan itu tidak masuk pada hukum bangkai, maka pastilah itu mubah bagi orang yang mengambilnya. Sebagaimana seluruh harta-harta yang ditinggalkan oleh pemiliknya bagi orang yang menghendakinya. Seperti tangkai-tangkai (gandum, padi) yang ditinggalkan oleh para petani atau kurma yang ditinggalkan oleh para pemanennya untuk orang-orang miskin.

Dibolehkannya hal itu dengan dalil, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil harta-harta simpanan pada (berhala) Laata dan menggunakannya untuk membayar hutang ‘Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memandang harta itu dipersembahkan untuk Laata sebagai halangan dari mengambilnya ketika berkuasa terhadapnya. Namun merupakan kewajiban bagi orang yang melihat orang -dari kalangan orang-orang yang bodoh dan orang-orang musyrik- yang melakukannya untuk mengingkarinya dan menjelaskan kepadanya bahwa hal itu termasuk syirik. Sehingga tidak disangka bahwa diamnya dari pengingkaran dan pengambilannya dari barang itu –jika dia mengambil sesuatu darinya- merupakan dalil tentang kebolehannya. dan bolehnya taqarrub dengannya kepada selain Allah. Dan karena syirik merupakan sebesar-besarnya kemungkaran, maka wajib mengingkari terhadap orang yang melakukannya.

Tetapi, jika makanan itu terbuat dari daging-daging sembelihan orang-orang musyrik, atau dari lemaknya, atau kuahnya, maka itu haram. Karena penyembelihan mereka termasuk hukum bangkai, sehingga daging-daging itu haram, dan makanan yang bercampur dengannya menjadi najis. Berbeda dengan roti dan semacamnya, selama tidak tercampuri sesuatu dari sembelihan orang-orang musyrik, maka itu halal bagi orang yang mengambilnya. Demikian juga uang dan semacamnya, sebagaimana telah terdahulu. Wallahu a’lam”. [5]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus /Tahun VIII/1427H/2006M. Rubrik Soa-Jawab, Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]
_______
Footnote
[1]. Lihat Fat-hul Bari (9/290), Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 1, Th. 1419 H / 1998 M. Kitab Nikah, Bab Haq Ijabatil Walimah Wad Da’wah
[2]. Lihat Fat-hul Bari (9/290-292), Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 1, Th. 1419 H / 1998 M. Kitab Nikah, Bab Haq Ijabatil Walimah Wad Da’wah.
[3]. Catatan kaki kitab Fiqhuz Zawaaj, hlm. 79
[4]. Lihat Fat-hul Bari, (9/291), Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 1, Th. 1419 H / 1998 M. Kitab Nikah, Bab Haq Ijabatil Walimah Wad Da’wah.
[5]. Catatan kaki kitab Fat-hul Majid Syarh Kitab At Tauhid, Bab : Keterangan yang datang tentang penyembelihan untuk selain Allah, hlm. 128, Penerbit Daar Ibni Hazm, Cet. 1, Th. 1420 H / 1999 M.

The Red Hot Chili

Filed under: by: 3Mudilah

Pengusaha pada umumnya mudah sekali terjerat ribawi justru ketika usahanya mulai berhasil, bank-bank akan berdatangan kepada Anda menawarkan kreditnya
The Red Hot Chili [1]
Oleh: Muhaimin Iqbal

SAYA  sudah pernah menulis ‘Riba Yang Mengambil Makanan Kita’ yang di-liked ribuan orang, tapi karena sifatnya makro – baru sampai membuat orang paham – belum mendorong orang untuk berbuat. Padahal solusi-solusi berbasis Al-Qur’an itu seharusnya tidak berhenti pada pemahaman – harus sampai tingkat pengamalan, maka saya tulis ulang tentang solusi tersebut dengan pendekatan mikro.

Kita lihat bagaimana secara mikro satu saja ayat kita pahami dan amalkan sampai tuntas, insyaAllah akan dapat menyelesaikan masalah yang bahkan pemerintah-pun tidak sanggup menyelesaikannya.
Untuk mudahnya kita pahami, saya akan mulai dengan sesuatu yang sangat dekat dengan kita. Sesuatu yang semula nampak sepele tetapi sering menjadi isu nasional, yaitu masalah harga cabe. Masalah ini selalu berulang, dari waktu ke waktu muncul kembali tetapi tidak pernah terselesaikan dengan tuntas.

Sehingga masalah cabe ini seperti karakter cabe itu sendiri – yang dalam bahasa jawa disebut membuat orang ‘kapok lombok’. Ketika makan cabe kepedesan – rasanya mau berhenti makan cabe, tetapi sebentar saja sudah kambuh lagi – ingin makan cabe lagi.

Lantas bagaimana solusinya once for all, sekali solusi berlaku untuk seterusnya? Ada dua hal untuk ini, pertama solusi itu harus berdasarkan sumber petunjuk yang baku – yaitu Al-Qur’an. Kedua harus ada yang menuntaskan solusi itu sampai ke akar-akarnya, bukan karena tugas atau pekerjaan dia – tetapi karena memang dia memiliki passion untuk menyelesaikan masalah ini.
Untuk inspirasi solusi Al-Qur’an-nya sudah jelas, karena yang membuat mahal cabe utamanya adalah riba – seperti yang sudah saya jelaskan di tulisan makro tersebut di atas – maka solusinya juga harus dilawan dengan lawannya riba. Apa lawan riba di Al-Qur’an? Lawannya adalah jual –beli, “…Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS 2:275).

Petunjuknya sudah sangat jelas, namun bagaimana membumikan petunjuk ini sampai bisa menuntaskan urusan bergejolaknya harga cabe dari waktu ke waktu? Mari kita lihat scenario penyelesaian berikut.

Dalam dunia startup bila masalah itu besar, berarti juga menjadi peluang besar bagi yang bisa mengatasinya. Apakah mungkin Anda yang bisa  mengatasinya sehingga peluang juga milik Anda?

Saya bisa melihat peluang itu ada! Saya melihat bagaimana Uber mengatasi masalah transportasi dunia, Waze mengakali kemacetan dunia, AirBnB mengatasi problem akomodasi, mengapa tidak dengan cabe?

Apa yang terjadi ketika harga cabe mahal? Kebanyakan orang hanya akan mengeluh, ibu-ibu akan mengurangi belanja cabe, warung makan mengurangi kepedasan makanannya, pemerintah membahasnya, media memberitakannya dlsb. Intinya semua reaktif pada saat masalah itu terjadi.
Bagaimana dengan petani? Petani juga reaktif, ramai-ramai menanamnya – kemudian terjadilah apa yang disebut tragedy of the common yang pertama.

Karena begitu banyak petani menanam cabe paska harga naik, musim panen berikutnya harga anjlok – petani menjadi rugi. Pasca harga anjlog terjadi tragedy of the common yang kedua yaitu sangat sedikit yang mau menanamnya lagi, akibatnya tidak lama kemudian cabe menjadi mahal kembali – begitu seterusnya lingkaran setan itu terus berputar.

Bagaimana menghentikan lingkaran setan ini? Harus Ada yang bertindak proaktif, memutus lingkaran setan yang ada. Dan Anda bisa melakukan ini, bagaimana  kalau dengan uang tabungan Anda, Anda membiayai sejumlah petani untuk menanam cabe. Anda ikat mereka dengan kontrak pembelian dengan pembayaran di depan dengan penyerahan barang kemudian – yang dalam Islam disebut akad salam.

Dengan akad salam ini petani akan dengan senang menanam cabe sesuai pesanan Anda, pertama karena dia memiliki modal untuk menanamnya – yaitu dari pembayaran uang Anda di depan, dia juga tahu nantinya pada saat panen si petani tidak perlu pusing-pusing mencari pasar – karena hasil panennya memang untuk Anda.

Salam ini adalah rukhshah Ikemudahan dalam perdagangan Islam yang sangat berbeda dengan ijon), bila ijon membeli sesuatu yang tidak jelas quality dan quantity-nya  misalnya hasil panen satu pohon atau hasil panen satu hektar lahan dengan harga x, sedangkan dalam salam justru quantity, quality dan bahkan waktu penyerahannya sudah dengan jelas ditentukan dalam kesepakatan – misalya 5 ton cabe merah keriting segar dengan harga y untuk diserahkan pada bulan z.

Dasar dibolehkannya akad salam ini ada di A-Qur’an (QS 2:282), maupun hadits sahih, “Barang siapa melakukan salaf (salam), hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas, untuk jangka waktu yang diketahui.” (HR. Bukhari).
Apa yang Akan Anda lakukan dengan 5 ton cabe tersebut ? Lihat efek 5 ton cabe ini dalam kehidupan Anda ! Sebagai pegawai, semula mayoritas harta Anda berada di bank, asuransi dan dana pensiun  – Anda tidak tahu untuk apa uang tersebut digunakan oleh pengelolanya dan tidak tahu pula kepada siapa uang tersebut dipinjamkan.

Kini Anda menjadi tahu– katakanlah untuk 5 ton ini perlu Rp 50 juta – untuk siapa uang ini dan digunakan untuk apa, untuk si fulan yang menanam cabe ! Bedanya kalau bank, asuransi dan dana pensiun memberi rasa aman  – uang Anda pasti tumbuh dan dijamin tidak hilang, dilindungi dengan lembaga penjamin simpanan dlsb. Cabe sebanyak 5 ton membuat Anda tidak bisa tidur ! Mau diapakan cabe ini?

Tetapi justru disinilah kehidupan Anda sedang diuji, mau rasa aman duniawi atau rasa aman yang sesungguhnya hingga di kehidupan yang abadi nanti. Kalau Anda masih pilih yang pertama, Anda perlu membaca ulang lanjutan surat A-Baqarah 275 tersebut sampai beberapa ayat berikutnya , insyaAllah Anda akan paham apa yang saya maksudkan.

Sebaliknya, klisikan- tidak bisa tidur Anda setelah membeli dengan akad salam (artinya perjanjian untuk selamat !) 5 ton cabe – mudah –mudahan mengantar Anda menjadi salah satu Ulil Albab  (QS 3 : 190-191) di jaman ini, mengantarkan Anda untuk berpikir siang malam, sambil berdiri, duduk dan tiduran – memikirkan solusi untuk 5 ton cabe Anda!

Setelah ini terjadi pada Anda, insyaAllah tidak beberapa lama Anda sudah akan ketemu solusinya – tidak sampai ber bulan-bulan , yaitu waktu penyerahan cabe yang Anda pesan. Artinya jauh sebelum cabe Anda benar-benar diserahkan ke Anda, Anda sudah akan ketemu solusinya.

Solusi ini bisa berupa pasar kemana Anda akan menjual cabe Anda, ataupun ada ide untuk memprosesnya sendiri menjadi bubuk cabe, saos dlsb yang bisa dijual dalam rentang waktu yang lebih lama. Tiba-tiba Anda menjadi sangat kreatif dan menguasai inti persoalan – menjadi ulil albab – di bidang per-cabe-an.

Apa dampak solusi ini bagi diri Anda sendiri dan bagi petani? Bagi Anda – dengan Rp 50 juta uang yang Anda bebaskan dari riba, Anda telah bertransformasi dari pegawai biasa menjadi minimal pedagang cabe, atau bahkan juga produsen dari produk yang berbasis cabe.

Apa dampak bagi petani? Petani bisa menanam dengan tenang karena ada yang memodali biaya tanamnya dan ada yang menerima hasil panennya waktu cabe siap dipanen. Akan ada kelangsungan petani dalam bercocok tanam cabe, supply cabe jangka panjang menjadi terjamin, gejolak harga yang sebelumnya selalu terjadi secara berkala menjadi berkurang atau bahkan menghilang.

Apa dampak selanjutnya dari upaya ini bagi Anda? Akan muncul semangat dalam diri Anda untuk menjadi pemain cabe yang besar. Anda mulai semangat melibatkan banyak petani dan bahkan juga menanam sendiri ketika produksi petani tidak lagi cukup untuk mensupplai kebutuhan Anda.

InsyaAllah usaha Anda membesar, akan sampai waktunya ketika uang Anda sendiri tidak lagi cukup untuk membesarkan usaha Anda dalam merespon kebutuhan cabe dari pasar yang mulai Anda kuasai.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Pengusaha pada umumnya mudah sekali terjerat ribawi justru ketika usahanya mulai berhasil, bank-bank akan berdatangan kepada Anda menawarkan kreditnya. Tetapi bukan ini solusi yang Anda kehendaki karena bila demikian justru akan membawa Anda ke square one lagi – yaitu kembali ke era ribawi Anda.

Bisa saja Anda membuat perusahaan dengan mengajak orang lain untuk memodalinya bersama-sama, bisa dengan akad syirkah ataupun mudharabah – ini juga solusi halal, tetapi mungkin Anda khawatir juga karena belum tentu mudah mencari mitra syirkah yang sesuai.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar.  Bagi yang ingin terlibat lebih lanjut untuk hal-hal semacam ini, Workshop Mastering Salam Contract. Lihat web www.geraidinar.com.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Inilah Daftar 63 Penerbit dan Buku-Buku Syiah di Indonesia

Filed under: by: 3Mudilah

Syiahindonesia.com - Sebelum membeli buku di toko buku anda patut waspada, cek dahulu daftar penerbit buku Syiah Sesat Mengelabui Umat Islam termasuk Penerbit Gramedia.

Simak dan Sebarkan 63 Daftar Penerbit buku-buku SESAT ALIRAN Syiah ini :

01) Penerbit : Lentera
1. Akhlak Keluarga Nabi, Musa Jawad Subhani
2. Ar-Risalah, Syaikh Ja’far Subhani
3. As-Sair Wa As-suluk, Sayid Muhammad Mahdi Thabathaba’i Bahrul Ulum
4. Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Khalil Al Musawi
5. Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana, Khalil al-Musawi
6. Bagaimana Menyukseskan Pergaulan, Khalil al-Musawi
7. Belajar Mudah Tasawuf, Fadlullah Haeri
8. Belajar Mudah Ushuluddin, Syaikh Nazir Makarim Syirasi
9. Berhubungan dengan Roh, Nasir Makarim Syirazi
10. Ceramah-Ceramah (1), Murtadha Muthahhari
11. Ceramah-Ceramah (2), Murtadha Muthahhari
12. Dunia Wanita Dalam Islam, Syaikh Husain Fadlullah
13. Etika Seksual dalam Islam, Murtadha Muthahhari
14. Fathimah Az-Zahra, Ibrahim Amini
15. Fiqih Imam Ja’far Shadiq [1], Muhammad Jawad Mughniyah
16. Fiqih Imam Ja’far Shadiq Buku [2], Muh Jawad Mughniyah
17. Fiqih Lima Mazhab, Muh Jawad Mughniyah
18. Fitrah, Murthadha Muthahhari
19. Gejolak Kaum Muda, Nasir Makarim Syirazi
20. Hak-hak Wanita dalam Islam, Murtadha Muthahhari
21. Imam Mahdi Figur Keadilan, Jaffar Al-Jufri (editor)
22. Kebangkitan di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
23. Keutamaan & Amalan Bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan,Sayid Mahdi al-Handawi
24. Keluarga yang Disucikan Allah, Alwi Husein, Lc
25. Ketika Bumi Diganti Dengan Bumi Yang Lain, Jawadi Amuli
26. Kiat Memilih Jodoh, Ibrahim Amini
27. Manusia Sempurna, Murtadha Muthahhari
28. Mengungkap Rahasia Mimpi, Imam Ja’far Shadiq
29. Mengendalikan Naluri, Husain Mazhahiri
30. Menumpas Penyakit Hati, Mujtaba Musawi Lari
31. Metodologi Dakwah dalam Al-Qur’an, Husain Fadhlullah
32. Monoteisme, Muhammad Taqi Misbah
33. Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani, Husain Mazhahiri
34. Memahami Esensi AL-Qur’an, S.M.H. Thabatabai
35. Menelusuri Makna Jihad, Husain Mazhahiri
36. Melawan Hegemoni Barat, M. Deden Ridwan (editor)
37. Mengenal Diri, Ali Shomali
38. Mengapa Kita Mesti Mencintai Keluarga Nabi Saw, Muhammad Kadzim Muhammad Jawad
39. Nahjul Balaghah, Syarif Radhi (penyunting)
40. Penulisan dan Penghimpunan Hadis, Rasul Ja’farian
41. Perkawinan Mut’ah Dalam Perspektif Hadis dan Tinjauan Masa Kini, Ibnu Mustofa (editor)
42. Perkawinan dan Seks dalam Islam, Sayyid Muhammad Ridhwi
43. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur’an (1), Murtadha Muthahhari
44. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur’an (2), Murtadha Muthahhari
45. Pintar Mendidik Anak, Husain Mazhahiri
46. Rahasia Alam Arwah, Sayyid Hasan Abthahiy
47. Suara Keadilan, George Jordac
48. Yang Hangat dan Kontroversial dalam Fiqih, Ja’far Subhani
49. Wanita dan Hijab, Murtadha Muthahhari
 --------------------

02) Penerbit : Pustaka Hidayah

1. 14 Manusia Suci, WOFIS IRAN
2. 70 Salawat Pilihan, Al-Ustads Mahmud Samiy
3. Agama Versus Agama, Ali Syari’ati
4. Akhirat dan Akal, M Jawad Mughniyah
5. Akibat Dosa, Ar-Rasuli Al-Mahalati
6. Al-Quran dan Rahasia angka-angka, Abu Zahrah Al Najdiy
7. Asuransi dan Riba, Murtadha Muthahhari
8. Awal dan Sejarah Perkembangan Islam Syiah, S Husain M Jafri
9. Belajar Mudah Ushuluddin, Dar al-Haqq
10. Bimbingan Keluarga dan Wanita Islam, Husain Ali Turkamani
11. Catatan dari Alam Ghaib, S Abd Husain Dastaghib
12. Dari Saqifah Sampai Imamah, Sayyid Husain M. Jafri
13. Dinamika Revolusi Islam Iran, M Riza Sihbudi
14. Falsafah Akhlak, Murthadha Muthahhari
15. Falsafah Kenabian, Murthada Muthahhari
16. Gerakan Islam, A. Ezzati
17. Humanisme Antara Islam dan Barat, Ali Syari’ati
18. Imam Ali Bin Abi Thalib & Imam Hasan bin Ali Ali Muhammad Ali
19. Imam Husain bin Ali & Imam Ali Zainal Abidin Ali Muhammad Ali
20. Imam Muhammad Al Baqir & Imam Ja’far Ash-Shadiq Ali Muhammad Ali
21. Imam Musa Al Kadzim & Imam Ali Ar-Ridha Ali Muhammad Ali
22. Inilah Islam, SMH Thabataba’i
23. Islam Agama Keadilan, Murtadha Muthahhari
24. Islam Agama Protes, Ali Syari’ati
25. Islam dan Tantangan Zaman, Murthadha Muthahhari
26. Jejak-jejak Ruhani, Murtadha Muthahhari
27. Kepemilikan dalam Islam, S.M.H. Behesti
28. Keutamaan Fatimah dan Ketegaran Zainab, Sayyid Syarifuddin Al Musawi
29. Keagungan Ayat Kursi, Muhammad Taqi Falsafi
30. Kisah Sejuta Hikmah, Murtadha Muthahhari
31. Kisah Sejuta Hikmah [1], Murthadha Muthahhari
32. Kisah Sejuta Hikmah [2],Murthadha Muthahhari
33. Memilih Takdir Allah, Syaikh Ja’far Subhani
34. Menapak Jalan Spiritual, Muthahhari & Thabathaba’i
35. Menguak Masa Depan Umat Manusia, Murtadha Muthahhari
36. Menolak Isu Perubahan Al-Quran, Rasul Ja’farian
37. Mengurai Tanda Kebesaran Tuhan, Imam Ja’far Shadiq
38. Misteri Hari Pembalasan, Muhsin Qara’ati
39. Muatan Cinta Ilahi, Syekh M Mahdi Al-syifiy
40. Nubuwah Antara Doktrin dan Akal, M Jawad Mughniyah
41. Pancaran Cahaya Shalat, Muhsin Qara’ati
42. Pengantar Ushul Fiqh, Muthahhari & Baqir Shadr
43. Perayaan Maulid, Khaul dan Hari Besar Islam, Sayyid Ja’far Murtadha al-Amili
44. Perjalanan-Perjalan an Akhirat, Muhammad Jawad Mughniyah
45. Psikologi Islam, Mujtaba Musavi Lari
46. Prinsip-Prinsip Ijtihad Dalam Islam, Murtadha Muthahhari& M. Baqir Shadr
47. Rasulullah SAW dan Fatimah Ali Muhammad Ali
48. Rasulullah: Sejak Hijrah Hingga Wafat, Ali Syari’ati
49. Reformasi Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
50. Salman Al Farisi dan tuduhan Terhadapnya, Abdullah Al Sabitiy
51. Sejarah dalam Perspektif Al-Quran, M Baqir As-Shadr
52. Tafsir Surat-surat Pilihan [1], Murthadha Muthahhari
53. Tafsir Surat-surat Pilihan [2], Murthadha Muthahhari
54. Tawasul, Tabaruk, Ziarah Kubur, Karamah Wali, Syaikh Ja’far Subhani
55. Tentang Dibenarkannya Syafa’at dalam Islam, Syaikh Ja’far Subhani
56. Tujuan Hidup, M.T. Ja’fari
57. Ummah dan Imamah, Ali Syari’ati
58. Wanita Islam & Gaya Hidup Modern, Abdul Rasul Abdul Hasan al-Gaffar
--------------------
03) Penerbit : MIZAN
1. 40 Hadis [1], Imam Khomeini
2. 40 Hadis [2], Imam Khomeini
3. 40 Hadis [3], Imam Khomeini
4. 40 Hadis [4], Imam Khomeini
5. Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Murtadha Muthahhari
6. Allah dalam Kehidupan Manusia, Murtadha Muthahhari
7. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri, Ibrahim Amini
8. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi, O.Hasem
9. Dialog Sunnah Syi’ah, A Syafruddin al-Musawi
10. Eksistensi Palestina di Mata Teheran dan Washington, M Riza Sihbudi
11. Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
12. Falsafatuna, Muhammad Baqir Ash-Shadr
13. Filsafat Sains Menurut Al-Quran, Mahdi Gulsyani
14. Gerakan Islam, A Ezzati
15. Hijab Gaya Hidup Wanita Muslim, Murtadha Muthahhari
16. Hikmah Islam, Sayyid M.H. Thabathaba’i
17. Ideologi Kaum Intelektual, Ali Syari’ati
18. Ilmu Hudhuri, Mehdi Ha’iri Yazdi
19. Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat
20. Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat
21. Islam dan Logika Kekuatan, Husain Fadhlullah
22. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syari’ati
23. Islam Dan Tantangan Zaman, Murtadha Muthahhari
24. Islam, Dunia Arab, Iran, Barat Dan Timur tengah, M Riza Sihbudi
25. Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi’ah, A Syafruddin Al Musawi
26. Jilbab Menurut Al Qur’an & As Sunnah, Husain Shahab
27. Kasyful Mahjub, Al-Hujwiri
28. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari
29. Kepemimpinan dalam Islam, AA Sachedina
30. Kritik Islam Atas Marxisme dan Sesat Pikir Lainnya, Ali Syari’ati
31. Lentera Ilahi Imam Ja’far Ash Shadiq
32. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari
33. Masyarakat dan sejarah, Murtadha Muthahhari
34. Mata Air Kecemerlangan, Hamid Algar
35. Membangun Dialog Antar Peradaban, Muhammad Khatami
36. Membangun Masa Depan Ummat, Ali Syari’ati
37. Mengungkap Rahasia Al-Qur’an, SMH Thabathaba’i
38. Menjangkau Masa Depan Islam, Murtadha Muthahhari
39. Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer, Jalaluddin Rakhmat
40. Menyegarkan Islam, Chibli Mallat (*0
41. Menjelajah Dunia Modern, Seyyed Hossein Nasr
42. Misteri Kehidupan Fatimah Az-Zahra, Hasyimi Rafsanjani
43. Muhammad Kekasih Allah, Seyyed Hossein Nasr
44. Muthahhari: Sang Mujahid Sang Mujtahid, Haidar Bagir
45. Mutiara Nahjul Balaghah, Muhammad Al Baqir
46. Pandangan Dunia Tauhid,. Murtadha Muthahhari
47. Para Perintis Zaman Baru Islam,Ali Rahmena
48. Penghimpun Kebahagian, M Mahdi Bin Ad al-Naraqi
49. PersinggahanPara Malaikat, Ahmad Hadi
50. Rahasia Basmalah Hamdalah, Imam Khomeini
51. Renungan-renungan Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
52. Rubaiyat Ummar Khayyam, Peter Avery
53. Ruh, Materi dan Kehidupan, Murtadha Muthahhari
54. Spritualitas dan Seni Islam, Seyyed Hossein Nasr
55. Syi’ah dan Politik di Indonesia, A. Rahman Zainuddin (editor)
56. Sirah Muhammad, M. Hashem
57. Tauhid Dan Syirik, Ja’far Subhani
58. Tema-Tema Penting Filsafat, Murtadha Muthahhari
59. Ulama Sufi & Pemimpin Ummat, Muhammad al-Baqir
--------------------

04) Penerbit : YAPI JAKARTA

1.Abdullah Bin Saba’ dalam Polemik, Non Mentioned
2.Abdullah Bin Saba’ Benih Fitnah, M Hashem
3.Al Mursil Ar Rasul Ar Risalah, Muhammad Baqir Shadr
4.Cara Memahami Al Qur’an, S.M.H. Bahesti
5.Hukum Perjudian dalam Islam, Sayyid Muhammad Shuhufi
6.Harapan Wanita Masa Kini, Ali Shari’ati
7.Hubungan Sosial Dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
8.Imam Khomeini dan Jalan Menuju Integrasi dan Solidaritas Islam, Zubaidi Mastal
9.Islam Dan Mazhab Ekonomi, Muhammad Baqir Shadr
10. Kedudukan Ilmu dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
11. Keluarga Muslim, Al Balaghah Foundation
12. Kebangkitan Di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
13. Keadilan Ilahi, Nasir Makarim Syirazi
14. Kenabian, Nasir Makarim Syirazi
15. Kota Berbenteng Tujuh, Fakhruddin Hijazi
16. Makna Ibadah, Muhammad Baqir Shadr
17. Menuju Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
18. Mi’raj Nabi, Nasir Makarim Syrazi
19. Nasehat-Nasehat Imam Ali, Non Mentioned
20. Prinsip-Prinsip Ajaran Islam, SMH Bahesti
21. Perjuangan Melawan Dusta, Bi’that Foundation
22. Persaudaraan dan Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
23. Perjanjian Ilahi Dalam Al-Qur’an, Abdul Karim Biazar
24. Rasionalitas Islam, World Shi’a Muslim Org.
25. Syahadah, Ali Shari’ati
26. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
27. Sebuah Kajian Tentang Sejarah Hadis, Allamah Murthadha Al Askari
28. Tauhid, Nasir Makarim Syirazi
29. Wasiat Atau Musyawarah, Ali Shari’ati
30. Wajah Muhammad, Ali Shari’ati
--------------------

05) Penerbit : YAPI Bangil

1. Akal dalam Al-Kafi, Husein al-Habsyi
2. Ajaran- ajaran Al-Quran, Sayid T Burqi & Bahonar
3. Bimbingan Sikap dan Perilaku Muslim, Al Majlisi Al-Qummi
4. Hawa Nafsu, M Mahdi Al Shifiy
5. Konsep Ulul Amri dalam Mazhab-mazhab Islam, Musthafa Al Yahfufi
6. Kumpulan Khutbah Idul Adha, Husein al-Habsyi
7. Kumpulan Khutbah Idul Fitri, Husein al-Habsyi
8. Metode Alternatif Memahami Al-Quran, Bi Azar Syirazi
9. Manusia Seutuhnya, Murtadha Muthahhari
10. Polemik Sunnah-Syiah Sebuah Rekayasa, Izzudddin Ibrahim
11. Pesan Terakhir Rasul, Non Mentioned
12. Pengantar Menuju Logika, Murtadha Muthahhari
13. Shalat Dalam Madzhab AhlulBait, Hidayatullah Husein Al-Habsyi
--------------------

06) Penerbit : Rosdakarya

1. Catatan Kang Jalal, Jalaluddin Rakhmat
2. Derita Putri-Putri Nabi, M. Hasyim Assegaf
3. Fatimah Az Zahra, Jalaluddin Rakhmat
4. Khalifah Ali Bin Abi Thalib, Jalaluddin Rakhmat
5. Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat
6. Rintihan Suci Ahlul Bait Nabi, Jalaluddin Rakhmat
7. Tafsir Al fatihah: Mukaddimah, Jalaluddin Rakhmat
8. Tafsir Bil Ma’tsur, Jalaluddin Rakhmat
9. Zainab Al-Qubra, Jalaluddin Rakhmat
--------------------

07) Penerbit : Al-Hadi
1. Al-Milal wan-Nihal, Ja’far Subhani
2. Buku Panduan Menuju Alam Barzakh, Imam Khomeini
3. Fiqh Praktis, Hasan Musawa
--------------------

08) Penerbit : CV Firdaus
1. Al-Quran Menjawab Dilema keadilan, Muhsin Qira’ati
2. Imamah Dan Khalifah, Murtadha Muthahhari
3. Keadilan Allah Qadha dan Qadhar, Mujtaba Musawi Lari
4. Kemerdekaan Wanita dalam Keadilan Sosial Islam, Hashemi Rafsanjani
5. Pendidikan Anak: Sejak Dini Hingga Masa Depan, Mahjubah Magazine
6. Tafsir Al Mizan: Ayat-ayat Kepemimpinan, S.M.H. Thabathaba’i
7. Tafsir Al-Mizan: Surat Al-Fatihah, S.M.H. Thabathaba’i
8. Tafsir Al-Mizan: Ruh dan Alam Barzakh, S.M.H. Thabathaba’i
9. Tauhid: Pandangan Dunia Alam Semesta, Muhsin Qara’ati
10. Al-Qur’an Menjawab Dilema Keadilan, Muhsin Qara’ati
--------------------

09) Penerbit : Pustaka Firdaus
1. Saat Untuk Bicara, Sa’di Syirazi
2. Tasawuf: Dulu dan Sekarang, Seyyed Hossein Nasr
--------------------

10) Penerbit : Risalah Masa
1. Akar Keimanan, Sayyid Ali Khamene’i
2. Dasar-Dasar Filsafat Islam[2], Bahesty & Bahonar
3. Hikmah Sejarah-Wahyu dan Kenabian [3], Bahesty & Bahonar
4. Kebebasan berpikir dan Berpendapat dalam Islam, Murtadha Muthahhari
5. Menghapus Jurang Pemisah Menjawab Buku al Khatib, Al Allamah As Shafi
6. Pedoman Tafsir Modern, Ayatullah Baqir Shadr
7. Kritik Terhadap Materialisme, Murtadha Muthahhari
8. Prinsip-Prinsip Islam [1], Bahesty & Bahonar
9. Syi’ah Asal-Usul dan Prinsip Dasarnya, Sayyid Muh. Kasyful Ghita
10. Tauhid Pembebas Mustadh’afin, Sayyid Ali Khamene’i
11. Tuntunan Puasa, Al-Balagha
12. Wanita di Mata dan Hati Rasulullah, Ali Syari’ati
13. Wali Faqih: Ulama Pewaris Kenabian,
--------------------

11) Penerbit : Qonaah
Pendekatan Sunnah Syi’ah, Salim Al-Bahansawiy
--------------------

12) Penerbit : Bina Tauhid
Memahami Al Qur’an, Murthadha Muthahhari
--------------------

13) Penerbit : Mahdi
Tafsir Al-Mizan: Mut’ah, S.M.H. Thabathabai
--------------------

14) Penerbit : Ihsan
Pandangan Islam Tentang Damai-Paksaan, Muhammad Ali Taskhiri
--------------------

15) Penerbit : Al-Kautsar (MALANG), Bukan Pustaka Al-Kautsar Jakarta
1. Agar Tidak Terjadi Fitnah, Husein Al Habsyi
2. Dasar-Dassar Hukum Islam, Muhsin Labib
3. Nabi Bermuka Manis Tidak Bermuka Masam, Husein Al Habsyi
4. Sunnah Syi’ah Dalam Ukhuwah Islamiyah, Husain Al Habsyi
5. 60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait, Jalaluddin Suyuti
--------------------

16) Penerbit : Al-Baqir
1. 560 Hadis Dari Manusia Suci, Fathi Guven
2. Asyura Dalam Perspektif Islam, Abdul Wahab Al-Kasyi
3. Al Husein Merajut Shara Karbala, Muhsin Labib
4. Badai Pembalasan, Muhsin Labib
5. Darah Yang Mengalahkan Pedang, Muhsin Labib
6. Dewi-Dewi Sahara, Muhsin Labib
7. Membela Para Nabi, Ja’far Subhani
8. Suksesi, M Baqir Shadr
9. Tafsir Nur Tsaqalain, Ali Umar Al-Habsyi
--------------------

17) Penerbit : Al-Bayan
1.Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami Istri, Ibrahim Amini
2.Mengarungi Samudra Kebahagiaan, Said Ahtar Radhawi
3.Teladan Suci Kelurga Nabi, Muhammad Ali Shabban
--------------------

18) Penerbit : As-Sajjad
1.Bersama Orang-orang yang Benar, Muh At Tijani
2.Imamah, Ayatullah Nasir Makarim Syirazi
3.Ishmah Keterpeliharaan Nabi Dari Dosa, Syaikh Ja’far Subhani
4.Jihad Akbar, Imam Khomeini
5.Kemelut Kepemimpinan, Ayatullah Muhammad Baqir Shadr
6.Kasyful Asrar Khomeini, Dr. Ibrahim Ad-Dasuki Syata
7.Menjawab Berbagai Tuduhan Terhadap Islam, Husin Alhabsyi
8.Nabi Tersihir, Ali Umar
9.Nikah Mut’ah Ja’far, Murtadha Al Amili
10. Nikah Mut;ah Antara Halal dan Haram, Amir Muhammad Al-Quzwainy
11. Surat-Surat Revolusi, AB Shirazi
--------------------

19) Penerbit : Basrie Press
1.Ali Bin Abi Thalib di Hadapan Kawan dan Lawan, Murtadha Muthahhari
2.Manusia Dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
3.Fiqh Lima Mazhab, Muhammad Jawad Mughniyah
--------------------

20) Penerbit : Pintu Ilmu
Siapa, Mengapa Ahlul Bayt, Jamia’ah Al-Ta’limat Al-Islamiyah Pakistan
--------------------

21) Penerbit : Ulsa Press
1. Mengenal Allah, Sayyid MR Musawi Lari
2.Islam Dan Nasionalisme, Muhammad Naqawi
3.Latar Belakang Persatuan Islam, Masih Muhajeri
4.Tragedi Mekkah Dan Masa Depan Al-Haramain, Zafar Bangash
5.Abu Dzar, Ali Syari’ati
6.Aqidah Syi’ah Imamiyah, Syekh Muhammad Ridha Al Muzhaffar
7.Syahadat Bangkit Bersaksi, Ali Syari’ati
--------------------

22) Penerbit : Gua Hira
Kepemimpinan Islam, Murtadha Muthahhari
23) Penerbit : Grafiti
1. Islam Syi’ah: Allamah M.H. Thabathaba’i
2. Pengalaman Terakhir Syah, William Shawcross
3. Tugas Cendikiawan Muslim, Ali Syaria’ti
--------------------

24) Penerbit : Effar Offset
Dialog Pembahasan Kembali Antara Sunnah & Syi’ah Sulaim Al-Basyari &
Syaraduddien Al ‘Amili
--------------------

25) Penerbit : Shalahuddin Press
1. Fatimah Citra Muslimah Sejati, Ali Syari’ati
2. Gerbang Kebangkitan, Kalim Siddiqui
3. Islam Konsep Akhlak Pergerakan, Murtadha Muthahhari
4. Panji Syahadah, Ali Syari’ati.
5. Peranan Cendekiawan Muslim, Ali Syari’ati
--------------------

26) Penerbit : Ats-Tsaqalain
Sunnah Syi’ah dalam Dialog, Husein Al Habsyi
--------------------

27) Penerbit : Pustaka
Kehidupan Yang Kekal, Morteza Muthahari
--------------------

28) Penerbit : Darut Taqrib
Rujuk Sunnah Syi’ah, M Hashem
 --------------------

29) Penerbit : Al-Muntazhar
1. Fiqh Praktis Syi’ah Imam Khomeini, Araki, Gulfaigani, Khui
2. Ringkasan Logika Muslim, Hasan Abu Ammar
3. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
4. Tauhid: Rasionalisme Dan Pemikiran dalam Islam, Hasan Abu Ammar
--------------------

30) Penerbit : Gramedia
Biografi Politik Imam Khomeini, Riza Sihbudi
--------------------

31) Penerbit : Toha Putra
Keutamaan Keluarga Rasulullah, Abdullah Bin Nuh
 --------------------

34) Penerbit : Gerbang Ilmu
Tafsir Al-Amtsal (Jilid 1), Nasir Makarim Syirazi
--------------------

35) Penerbit : Al-Jawad
1. Amalan Bulan Ramadhan Husein Al-Kaff
2. Mi’raj Ruhani [1], Imam Khomeini
3. Mi’raj Ruhani [2] Imam Khomeni
4. Mereka Bertanya Ali Menjawab, M Ridha Al-Hakimi
5. Pesan Sang Imam, Sandy Allison (penyusun)
6. Puasa dan Zakat Fitrah Imam Khomeini & Imam Ali Khamene’i
--------------------

36) Penerbit : Jami’ah al-Ta’limat al-Islamiyah
Tuntutan Hukum Syari’at, Imam Abdul Qasim
37) Penerbit : Sinar Harapan
1. Iran Pasca Revolusi, Syafiq Basri
2. Perang Iran Perang Irak, Nasir Tamara
3. Revolusi Iran, Nasir Tamara
--------------------

38) Penerbit : Mulla Shadra
1. Taman Para Malaikat, Husain Madhahiri
2. Imam Mahdi Menurut Ahlul Sunnah Wal Jama’ah, Hasan Abu Ammar
--------------------

40) Penerbit : Duta Ilmu
1. Wasiat Imam Ali, Non Mentioned
2. Menuju Pemerintah Ideal, Non Mentioned
--------------------

41) Penerbit : Majlis Ta’lim Amben
114 Hadis Tanaman, Al Syeikh Radhiyuddien
--------------------

41) Penerbit : Grafikatama Jaya
Tipologi Ali Syari’ati
--------------------

42) Penerbit : Nirmala
Menyingkap Rahasia Haji, Syeikh Jawadi Amuli
--------------------

43) Penerbit : Hisab
Abu Thalib dalam Polemik, Abu Bakar Hasan Ahmad
--------------------

44) Penerbit : Ananda
Tentang Sosiologi Islam, Ali Syari’ati
--------------------

45) Penerbit : Iqra
Islam dalam Perspektif Sosiologi Agama, Ali Shari’ati
--------------------

46) Penerbit : Fitrah
Tuhan dalam Pandangan Muslim, S Akhtar Rizvi
--------------------

47) Penerbit : Lentera Antarnusa
Sa’di Bustan, Sa’di
--------------------

48) Penerbit : Pesona
Membaca Ali Bersama Ali Bin Abi Thalib, Gh R Layeqi
 --------------------

49) Penerbit : Rajawali Press
Tugas Cendekiawan Muslim, Ali Shari’ati
 --------------------

50) Penerbit : Bina Ilmu
Demonstran Iran dan Jum’at Berdarah di Makkah, HM Baharun
--------------------

51) Penerbit : Pustaka Pelita
1. Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Muh Al Tijani Al Samawi
2. Cara Memperoleh Haji Mabrur, Husein Shahab
3. Fathimah Az-Zahra: Ummu Abiha, Taufik Abu ‘Alama
4. Pesan Terakhir Nabi, Non Mentioned
--------------------

52) Penerbit : Pustaka
1. Etika Seksual dalam Islam, Morteza Muthahhari
2. Filsafat Shadra, Fazlur Rahman
3. Haji, Ali Syari’ati
4. Islam dan Nestapa Manusia Modern, Seyyed Hosein Nasr
5. Islam Tradisi Seyyed, Hosein Nasr
6. Manusia Masa Kini Dan Problem Sosial, Muhammad Baqir Shadr
7. Reaksi Sunni-Syi’ah, Hamid Enayat
8. Surat-Surat Politik Imam Ali, Syarif Ar Radhi
9. Sains dan Peradaban dalam Islam, Sayyed Hossein Nasr
--------------------

53) Penerbit : Pustaka Jaya
Membina Kerukunan Muslimin, Sayyid Murthadha al-Ridlawi
--------------------

54) Penerbit : Islamic Center Al-Huda
1. Jurnal Al Huda (1)
2. Jurnal Al Huda (2)
3. Syiah Ditolak, Syiah Dicari, O. Hashem
4. Mutiara Akhlak Nabi, Syaikh Ja’far Hadi
--------------------

55) Penerbit : Hudan Press
1. Tafsir Surah Yasin, Husain Mazhahiri
2. Do’a-Do;a Imam Ali Zainal Abidin
--------------------

56) Penerbit : Yayasan Safinatun Najah
1. Manakah Jalan Yang Lurus (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
2. Manakah Jalan Yang Lurus (2), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
3. Manakah Jalan Yang Lurus (3), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
4. Manakah Shalat Yang Benar (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
--------------------

57) Penerbit : Amanah Press
Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
--------------------

58) Penerbit : Yayasan Al-Salafiyyah
Khadijah Al-Kubra Dalam Studi Kritis Komparatif, Drs. Ali S. Karaeng Putra
--------------------

59) Penerbit : Kelompok Studi Topika
Hud-Hud Rahmaniyyah, Dimitri Mahayana
--------------------

60) Penerbit : Muthahhari Press/Muthahhari Paperbacks
1. Jurnal Al Hikmah (1)
2. Jurnal Al Hikmah (2)
3. Jurnal Al Hikmah (3)
4. Jurnal Al Hikmah (4)
5. Jurnal Al Hikmah (5)
6. Jurnal Al Hikmah (6)
7. Jurnal Al Hikmah (7)
8. Jurnal Al Hikmah (
9. Jurnal Al Hikmah (9)
10. Jurnal Al Hikmah (10)
11. Jurnal Al Hikmah (11)
12. Jurnal Al Hikmah (12)
13. Jurnal Al Hikmah (13)
14. Jurnal Al Hikmah (14)
15. Jurnal Al Hikmah (15)
16. Jurnal Al Hikmah (16)
17. Jurnal Al Hikmah (17)
18. Shahifah Sajjadiyyah, Jalaluddin Rakhmat (penyunting)
19. Manusia dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
20. Abu Dzar, Ali Syariati
21. Pemimpin Mustadha’afin, Ali Syariati
--------------------

61) Penerbit : Serambi
1. Jantung Al-Qur’an, Syeikh Fadlullah Haeri
2. Pelita Al-Qur’an, Syeikh Fadlullah Haeri
--------------------

62) Penerbit : Cahaya
Membangun Surga Dalam Rumah Tangga, Huzain Mazhahiri
--------------------

63(Non Mentioned)
1. Sekilas Pandang Tentang Pembantain di Masjid Haram, Non Mentioned
2. Jumat Berdarah Pembantaian Kimia Rakyat Halajba 1988, Non Mentioned
3. Al-Quran dalam Islam, MH Thabathabai
4. Ajaran-Ajaran Asas Islam, Behesti
5. Wacana Spiritual, Tabligh Islam Program
6. Keutamaan Membaca Juz Amma, Taufik Yahya
7. Keutamaan Membaca Surah Yasin, Waqiah, Al Mulk, Taufik Yahya
8. Keutamaan Membaca Surah Al-Isra & Al-Kahfi, Taufik Yahya
9. Bunga Rampai Keimanan, Taufik Yahya
10. Bunga Rampai Kehidupan Sosial, Taufik Yahya
11. Bunga Rampai Pendidikan, Husein Al-Habsyi
12. Hikmah-Hikmah Sholawat ,Taufik Yahya
13. Bunga Rampai Pernikahan, Taufik Yahya
14. Hikmah-Hikmah Puasa, Taufik Yahya
15. Hikmah-Hikmah Kematian, Taufik Yahya
16. Wirid Harian, Non Mentioned
17. Do’a Kumay,l Non Mentioned
18. Do’a Harian, Non Mentioned
19. Do’a Shobah, Non Mentioned
20. Do’a Jausyan Kabir, Non Mentioned
21. Keutamaan Shalat Malam Dan Do’anya, Non Mentioned
22. Do’a Nutbah, Non Mentioned
23. Do’a Abu Hamzah Atsimali, Non Mentioned
24. Do’a Hari Arafah (Imam Husain), Non Mentioned
25. Do’a Hari Arafah (Imam Sajjad), Non Mentioned
26. Do’a Tawassul, Non Mentioned
27. Do’a Untuk Ayah dan Ibu, Non Mentioned
28. Do’a Untuk Anak, Non Mentioned
29. Do’a Khatam Qur’an, Non Mentioned
30. Doa Sebelum dan Sesudah Baca Qur’an, Non Mentioned
31. Amalan Bulan Sya’ban dan Munajat Sya’baniyah, Non Mentioned

Waspadalah terhadap buku-buku yang di infokan diatas semoga dapat diwaspadai buku-buku diatas yang telah di infokan, Barakallohu’ fiikum

Buku-Buku/Kitab-Kitab yang mengcounter Syi’ah yang patut dibaca dan dipelajari yakni:
1. Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Penulis: Ustadz Drs. Hartono Ahmad Jaiz Hafidzhahulloh, Terbitan: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Juli 2005M.
2. Risalah Kepada Pecinta Ahlul Bait, Penulis: Tim Peneliti dan Kajian Dar al-Mutaqa, Riyadh, 2010M.
3. Ahlus Sunnah waljamaah Dan Dilema Syi’ah di Indonesia, Penulis: Ustadz Farid Ahmad Okbah, MA, Terbitan: Perisai Qur’an, Jakarta, September, 2012M. (Lihat di Resensi Info: http://www.nahimunkar.com/fakta-dan-data-bahaya-syiah-di-indonesia/)
4. Buku Eksklusif “ Akhirnya Kutinggalkan Syi’ah “ (Testimoni Tokoh Syi’ah), Karya: Syaikh Abu Khalifah Ali bin Muhammad al-Qudhaibi Hafidzhahulloh, yang diterjemahkan Oleh: Ustadz Ganna Pryadharizal Anaedi, Lc Hafidzhahulloh, Terbitan: Pustaka Imam Ahmad-Jakarta, November 2011.
5. Buku “ Mengapa Saya Keluar Dari Syiah? “, Penulis : Syaikh Al-Allamah Dr. Sayid Husain al-Musawi Hafidzhahulloh, Terbitan: CV. Pustaka al-Kautsar, Jakarta Timur,Agustus 2002.
6. Buku “Mengapa Kita Menolak Syi’ah” hal. 254-257, Kumpulan Makalah Seminar Nasional Tentang Syi’ah, LPPI/Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam, Jakarta, Juli 1998 M.
7. Buku Sekelumit Penyimpangan Syi’ah, Penulis: Anung Al-Hamat, Lc, M.Pd, I, Terbitan: FS3I/Forum Studi Sekte-sekte Islam, Bekasi, April 2013. (Lihat di Resensi Info: http://www.nahimunkar.com/fakta-dan-data-bahaya-syiah-di-indonesia/)
8. Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia, Terbitan MUI/Majelis Ulama Indonesia Pusat, 2013. (umar/faisal/nahimunkar/voa-islam/syiahindonesia.com)
 
http://www.syiahindonesia.com/2015/02/inilah-daftar-63-penerbit-dan-buku-buku-syiah-di-indonesia.html

Golput, Korban Khurafat Pemilu

Filed under: by: 3Mudilah



KIBLAT.NET – Selamat datang Pemilukada serentak 15-2-2017. Setiap kali musim pemilu menjelang, makhluk bernama golput hidup lagi seolah bangkit dari kubur. Dan yang membangkitkan, para pegiat demokrasi yang sedang paranoid melihat jagonya kalah.

Setelah dibangkitkan, golput dijadikan kambing hitam jika jagonya kalah. Pihak paling getol menyalahkan golput biasanya aktifis muslim yang ingin kekuasaan dipegang umat Islam. Golput dianggap menjadi biang kekalahan umat Islam. Dan golput yang paling dimusuhi adalah golput yang lahir dari aqidah; yaitu mereka yang enggan tangannya berlumuran demokrasi karena demokrasi dalam keyakinannya adalah syirik modern.

Para pemain demokrasi mengeluarkan berbagai jurus untuk menyudutkan para golputer aqidah tersebut, mulai dari jurus sindiran hingga bully kasar. Seolah jika ada umat Islam yang menolak ikut berdemokrasi, jalan perjuangan tamat, dan umat akan binasa karenanya. Lebay.

Dalam bahasa aqidah, mengkambing-hitamkan sosok tertentu sebagai penyebab kemalangan padahal tidak ada hubungan faktual maupun syar’i yang bisa dipertanggung-jawabkan disebut tathayyur. Orang Muhammadiyah biasa menyebutnya khurafat.

Dalam Islam, sebab-akibat yang benar itu jika sesuai dengan hukum alam atau sesuai dengan hukum kalam (syar’i). Adapun jika sebab akibat tak masuk salah satunya, digolongkan sebagai khurafat alias tathayyur.

Golputer aqidah jumlahnya masih sangat kecil, terlalu kecil untuk dikaitkan sebagai penyebab kekalahan. Masih ada puluhan faktor lain yang lebih layak disalahkan.

Kalau mau jujur, sebab paling utama kekalahan umat Islam dalam pemilu adalah ketidak-mampuan para tokoh dalam mengerucutkan calon umat Islam menjadi satu saja. Bila para tokoh parpol pro Islam mau saling mengalah dan bersatu untuk menyepakati calon tunggal bagi umat Islam, kemenangan insyaallah mudah.

Tapi karena mereka lebih berpikir untuk parpolnya, bukan ikhlas membela Islam, akibatnya kekuatan umat pecah. Dan bicara soal visi parpol, kekuatan pengendalinya jelas modal. Umat Islam hanya diingat saat pemilu, karena para taipan di belakang parpol membutuhkan suara mereka.

Kalau seandainya ditampilkan urutannya, golputer aqidah menempati ranking paling bawah dalam daftar penyebab kekalahan. Pengurus partai, pemodal dan kontestan muslim yang lebih dominan sebagai sebab. Pragmatisme, ambisi kekuasaan, dan pesanan sponsor menjadi sumber masalah.

Walhasil, keberadaan golputer aqidah sangat kecil secara jumlah. Karenanya tak perlu menjadi obyek kemarahan jika kekalahan terjadi.

Keberadaan golputer aqidah penting bagi umat Islam. Mereka yang akan menjaga kemurnian nafas ideologi Islam yang secara konseptual memang kontradiktif dengan demokrasi. Mereka yang akan selalu mengingatkan kita bahwa demokrasi bukan rumah warisan leluhur kita, tapi rumah jebakan musuh yang minimal harus selalu diwaspadai.

Oleh: @Elhakimi

https://www.kiblat.net/2017/02/13/golput-korban-khurafat-pemilu/

Tragedi Suriah, Ketika Demonstrasi Dianggap Biang Masalah

Filed under: by: 3Mudilah

Foto: Demonstrasi Suriah
 
KIBLAT.NET – Melihat penderitaan Rakyat Suriah, terkhusus Aleppo membuat semua orang prihatin, Iba, marah, mengecam dan berbagai reaksi lainnya. Namun ada reaksi yang tidak wajar dari beberarapa jamaah pengajian tertentu. Melihat potret Suriah hari ini, mereka mengatakan, “Tragedi Suriah dimulai dengan demonstrasi damai. Namun yang terjadi, negeri hancur dan rakyat dibantai.” Kira-kira seperti itu yang mereka ucapkan.

Antara Jihad dan Demonstrasi di Suriah


Menjadikan kondisi Suriah hari ini sebagai dalil haramnya demonstrasi adalah hal yang kurang tepat. Karena pembahasan hukum demonstrasi sudah selesai oleh para ulama, jauh sebelum jihad Suriah. Demonstrasi termasuk dalam nazilah (Perkara baru yang membutuhkan ijtihad) dan hasil ijithad para ulama berbeda dalam menghukuminya.

Untuk lebih detailnya, mari bersama kita melihat fakta demi fakta dan keterangan para ulama dalam masalah ini. Hal ini agar kita senantiasa terbimbing oleh ilmu dalam setiap perkataan danperbuatan.
Fakta pertama adalah Bashar Asad merupakan penganut Syiah Nushairiyah. Seperti apakah Syiah Nushairiyah?
  1. Syaikhul Islam di dalam Majmu’ Fatawanya berkata, “Mereka yang bernama Nushairiyah dan seluruh kelompok dari Qaramithoh Bathiniyah lebih kufur dari Yahudi dan Nasrani. Bahkan lebih kufur dari mayoritas kaum musyrikin. Bahaya mereka terhadap umat Muhammad –Shallallahu alaihi wasallam- lebih besar dari pada penjajah kafir seperti Tartar, kaum Frank dan selainnya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 35/149, versi Maktabah Syamilah) 
  1. Terkait Sekte Syiah Bathiniyah (Nushairiyah termasuk di dalamnya) Imam Al-Ghazali berkata, “Kesimpulannya, mereka (Bathiniyah) diperlakukan seperti orang murtad dalam hal darah, harta, nikah, semblihan, berlakunya putusan pengadilan dan mengqodho Ibadah (Dalam mazhab Syafi’I, seorang murtad yang bertaubat wajib mengqodho kewajiban yang ditinggalkannya selama murtad). Perlakuan terhadap jiwa mereka tidak sama dengan orang kafir. Terhadap orang kafir imam memiliki 4 opsi. Membebaskannya, meminta tebusan, menjadikannya budak atau membunuhnya. Sementara imam tidak berwenang menjadikan orang murtad sebagai budak, tidak bisa mengambil jizyah darinya, membebaskannya atau meminta tebusan darinya, yang wajib dilakukan imam terhadap mereka adalah mengenyahkan mereka dari muka bumi.” (Fadhoihul Bathiniyah 156)
Dua kutipan di atas memberikan kesimpulan bahwa sekte yang dianut oleh Bashar Asad adalah sekte menyimpang dan keluar dari pokok-pokok Islam. Di antara pokok-pokok keyakinan Nushairiyah yang menyimpang adalah meyakini Ali bin Abi Thalib sebagai tuhan.

Kelompok Bathiniyah ini juga memiliki kebencian mendalam kepada umat Islam. Pengkhianatan mereka terhadap ahlussunnah sudah cukup menjadi bukti . Kasus yang paling masyhur adalah agresi Syiah Qaramithoh (Syiah Bathiniyah yang memiliki kemiripan dengan Nushairiyah)  terhadap jamaah haji di Ka’bah pada abad ke 4 Hijriah.

Guna mengurai benang kusut antara haramnya demonstrasi dan krisis Suriah, baiknya kita kita mengkaji hukum keluar dari ketaatan pemimpin kafir.Karena untuk menghukumi suatu realita kita harus mengetahui hukum asalnya.

Di sebuah hadits Nabi Muhammad –Shallallahu alaihi wasallam– bersabda :

عَنْ جُنَادَةَ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ وَهُوَ مَرِيضٌ قُلْنَا أَصْلَحَكَ اللَّهُ حَدِّثْ بِحَدِيثٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِ سَمِعْتَهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،قَالَ: دَعَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ فَقَالَ: “فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ”. رواه البخاري

Artinya : “Dari Junadah bin Abi Umayyah berkata berkata, ‘Kami mendatangi Ubadah bin Shamit saat dia sakit.’ Kami berkata, ‘Semoga Allah menyembuhkanmu, sampaikan kepada kami sebuah hadits -yang Allah memberi manfaat kepadamu dengan hadits tersebut- yang kamu dengar dari Rasulullah –Shallallahu alaihi wasallam-.’ Dia berkata, ‘Nabi Muhammad –Shallallahu alaihi wasallam- memanggil kami dan kami membaiat beliau.’ Beliau berkata, ‘Beliau meminta kami untuk mendengar dan taat dalam keadaan lapang maupun sempit, susah maupun senang dan saat kalian diperlakukan sewenang-wenang. Kami diperintahkan untuk tidak merebut perkara (kepemimpinan) dari pemiliknya kecuali jika kalian melihat (pada pemimpin) kekufuran nyata yang ada keterangannya dari Allah.” (HR Bukhari)

Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Jika penguasa melakukan kekufuran nyata, maka tidak boleh mentaatinya dalam hal tersebut. Bahkan wajib melawannya jika ada qudrah (kemampuan) untuk melakukannya.” (Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhori 13/7)

Di tempat Lain beliau berkata, “Ijma’ menyebutkan bahwa penguasa dilengserkan jika melakukan kekufuran. Wajib bagi setiap muslim melakukannya, barangsiapa melakukannya maka baginya pahala, sedangkan yang tidak mau mendapat dosa. Adapun yang tidak mampu wajib baginya meninggalkan tempat tersebut.” (Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhori 13/123)

Syaikh Abdullah bin Umar bin Sulaiman Ad Dumaiji berkata, “Pemimpin jenis  ini (yang melakukan kekufuran yang nyata) para ulama sepakat akan kebolehan menentangnya dan memeranginya jika memiliki kekuatan. Jika belum memiliki kekuatan maka wajib berusaha semampu mungkin untuk menggulingkannya dan mengakhiri hegemoni penguasa kafir atas kaum muslimin. Walaupun upaya melengserkannya membutuhkan usaha yang keras.” (Imamatul Udzma Inda Ahlissunnah wal Jama’ah 501-502)

Hadits dan nukilan-nukilan di atas mejelaskan kebolehan (wajib) keluar dari ketaatan pemimpin yang melakukan kekufuran nyata seperti Bashar Asad. Namun para ulama mensyaratkan harus adanya kemampuan dan kekuatan sebelum melakukan pemberontakan terhadap penguasa kafir.

Poin di atas mengandung perintah, jika kaum muslimin belum memiliki kekuatan dan kemampuan untuk keluar dari pemimin yang nyata kekufurannya, maka harus ada upaya untuk mempersiapkan kekuatan dan kemampuan. Allah –subhanahu wa taala- berfirman :

Artinya : “Kalau mereka (serius) ingin berangkat (jihad), tentulah mereka akan mempersiapkan untuk hal itu. Akan tetapi Allah Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka, “Duduklah kalian bersama orang-orang yang tinggal (tidak berangkat jihad).” (QS At-Taubah : 46)

Terlebih fatwa kebolehan melakukan demonstrasi telah dikeluarkan oleh Rabithoh Ulama Suriah. Di dalam situs www.islamsyria.com dimuat fatwa Dr Amir Abu Salamah terkait hukum demonstrasi di Suriah. Beliau berkata :

بأن خروج الشباب في سورية, إلى الساحات، بمظاهرات سلمية، مطالبين بحقوقهم المسلوبة, ومنادين بمطالبهم المشروعة،ومنددين بالظلم الواقع عليهم،يريدون الإصلاح، ويبحثون عن التغيير الإيجابي،وينادون بحقوق الإنسان وكرامته، جائز من الناحيةالشرعية، بل هو واجب، لأن مالا يتم الوجب إلا به فهو واجب،كما قال العلماء

Artinya : “Keluarnya pemuda Suriah ke jalan-jalan dengan aksi damai bertujuan menuntut hak-hak mereka yang terampas, menyerukan tuntutan-tuntunan yang sah, menentang kezaliman terhadap mereka. Mereka ingin perbaikan, perubahan posistif, menyerukan hak-hak manusia. Hal tersebut diperbolehkan secara syar’i bahkan wajib. Karena segala sesuatu yang menjadi pra syarat untuk sesuatu yang wajib hukumnya berubah menjadi wajib.”

Di fatwa tersebut beliau juga membantah pihak yang menyatakan hal terseut sebagai bentuk khuruj (pemberontakan). Menurut beliau pemberontakan (khuruj) adalah keluar melawan dengan senjata, sementara mereka hanya melakukan aksi damai. (Fatwa bisa dilihat di sini)

Daf’u Shoil Kewajiban Utama Setelah Iman

Aksi damai mereka, kemudian dihadapi oleh rezim Nushairiyah dengan rentetan senjata militer. Di demonstrasi pertama setidaknya ada 4 orang meninggal dan beberapa yang luka karena tindakan represif militer. Di awal revolusi Suriah sepertinya rezim agak melunak dengan menjajika beberapa perbaikan.

Namun itu ternyata hanya retorika politik, senjata militer Bashar Asad terus memuntahkan peluru membasmi para penuntut keadilan dan perbaikan. Setelah diperlakukan seperti itu barulah rakyat melakukan perlawanan bersenjata. D alam fikih kondisi seperti ini biasa disebut dengan Daf’us shoil.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

وأما قتال الدفع فهو أشد أنواع دفع الصائل عن الحرمة والدين واجب إجماعًا، فالعدو الصائل الذي يفسد الدين والدنيا لا شيء أوجب بعد الإيمان من دفعه، فلا يشترط له شرط -كالزاد والراحلة- بل يدفع بحسب الإمكان، وقد نص على ذلك العلماء أصحابنا وغيرهم

Artinya, “Perang melawan musuh yang menyerang merupakan jenis perang yang paling wajib guna melawan musuh yang menyerang kehormatan dan agama. Hal ini wajib menurut ijma (konsensus) ulama. Melawan Agresor yang merusak agama dan dunia merupakan hal yang paling wajib seteah iman. Tidak perlu syarat apapun – seperti bekal dan kendaran- untuk melakukannya. Bahkan harus melawan semampunya. Hal tersebut sudah disebutkan oleh para ulama dari mazhab kami (Hanbali) dan mazhab lainnya.”

Ibnu Hazm di dalam kitab Al-Muhalla berkata :

وَلا يَجُوزُ الْجِهَادُ إلا بِإِذْنِ الأَبَوَيْنِ إلا أَنْ يَنْزِلَ الْعَدُوُّ بِقَوْمٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَفَرْضٌ عَلَى كُلِّ مَنْ يُمْكِنُهُ إعَانَتُهُمْ أَنْ يَقْصِدَهُمْ مُغِيثًا لَهُمْ أَذِنَ الأَبَوَانِ أَمْ لَمْ يَأْذَنَا – إلا أَنْ يَضِيعَا أَوْ أَحَدُهُمَا بَعْدَهُ، فَلا يَحِلُّ لَهُ تَرْكُ مَنْ يَضِيعُ مِنْهُمَا

Artinya, “Tidak boleh berjihad kecuali atas izin kedua orang tua. Kecuali musuh Islam menyerang sekelompok kaum muslimin, maka setiap muslim yang mampu menolong wajib menolong mereka, mendatangi temapt mereka guna membantu mereka. Baik diizinkan kedua orang tua ataupun tidak. Kecuali jika dengan kepergiannya kedua orang tuanya atau salahsatunya menjadi terlantar. Maka tidak boleh baginya meninggalkan yang terlantar.” (Al-Muhalla 5/122, versi maktabah syamilah)

Di dalam tulisannya yang berjudul Ad Difa’ an Arodhil Muslimin min Ahammi furudhil A’yan syaikh Abdullah Azzam merangkum perkataan para ulama lintas mazhab tentang hukum melawan dan berperang bagi kaum muslimin yang diserang oleh musuh-musuh Islam.

Di antaranya, sebuah pendapat di dalam kitab Hasyiyah Ad Dasuqi, “Jihad menjadi fardhu ain dengan adanya serangan dari musuh.” Ad Dasuqi berkata, “Maka wajib melawan bagi siapapun jika musuh menyerang. Baik perempuan, hamba sahaya, anak kecil seharusnya mereka keluar melawan walaupun dilarang oleh wali mereka, suami dan pemilik hutang.” (Hasyiyah Ad Dasuqi 2/174)

Menyalahkan demonstrasi rakyat Suriah terhadap Bashar Asad menjadi kurang elok. Karena mereka melakukan itu ada fatwa syar’inya dari otoritas ulama Suriah. Terlebih yang mereka demo adalah penguasa Nushairiyah yang oleh para ulama dihukumi keluar dari pokok-pokok ajaran Islam.

Adapun perlawanan bersenjata yang mereka lakukan adalah bentuk respon atas serangan rezim Bashar terhadap mereka. Di dalam Islam wajib kaum muslimin untuk melawan musuh yang menyerang dunia dan agama kaum muslimin.

Seharusnya yang dipersalahkan atas kondisi Suriah hari ini adalah Bashar Asad, Iran, Rusia, Amerika dan PBB. Karena merekalah penyebab  kehancuran Suriah. Bukan menyalahkan rakyat atas hal tersebut.

Menangguk Hikmah dibalik Musibah Suriah

Secara fisik, hari ini Suriah memang hancur lebur, korban tewas, mengungsi, tidak bisa hidup dengan aman. Kita akui kondisi Suriah hari ini memang seperti itu. Akan tetapi ada sisi positif pada hal-hal yang sifatnya non fisik (maknawi).

Salah seorang relawan Suriah pernah bercerita kepada kami bahwa pada rezim Asad (Hafidz Asad dan Bashar Asad), terjadi deislamisasi. Kaum muslimin terkhusus sunni dijauhkan dari pengajaran Islam yang sebenarnya. Maka, tak jarang kita mendapat cerita orang Suriah yang tidak paham pembatal-pembatal shalat, tidak mengerti  tata cara berwudhu dan lain sebagainya.

Hal yang kontras terlihat pasca pecahnya jihad Suriah. Gairah rakyat Suriah untuk belajar ulumuddin meningkat, kesadaran beragama mengalami kemajuan, semangat membela agama terus berkobar, kesabaran mereka semakin tertempa, keistiqomahan semakin teruji, kedermawanan mereka tiada duanya, gugurnya para syuhada’ dan hal-hal positif lainnya.

Jihad Suriah juga mampu menyibak tabir Syiah di berbagai belahan bumi, terkhusus di Indonesia. Sebut saja Hizbullah Lebanon, dahulu mereka selalu menjual isu Palestina. Menggambarkan seolah mereka barisan terdepan yang membela kaum muslimin. Tapi dengan adanya jihad Suriah borok mereka kelihatan, ternyata pembelaan terhadap Palestina selama ini hanyalah retorika politik.

Beberapa kelompok-kelompok Syiah di Indonesia yang sedang bertaqiyah juga kelihatan belangnya.
Jihad Suriah juga membuka tabir kelompok khawarij yang selama ini berlindung di balik baju jihad dan mujahidin. Jihad Suriah juga membangkitkan kesadaran kaum muslimin di seluruh penjuru dunia untuk peduli terhadap saudara seiman. Jihad Suriah juga menampakkan kemunafikan negera-negara barat. Jihad Suriah juga meyadarkan kaum muslimin bahwa jihad adalah jalan kemuliaan.

Sikap mempersalahkan aksi demontrasi rakyat Suriah ditakutkan mirip dengan perkataan orang muafik terhadap kaum muslimin pasca perang Uhud, Allah –Subhanahu wa ta’ala– berfirman :

الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Artinya : “(Mereka itu) adalah orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Cegahlah kematian itu dari diri kalian, jika kalian orang-orang yang benar.”(QS. Ali Imran:168)

Ayat ini bercerita tentang orang-orang munafik pasca perang Uhud. Mereka adalah orang-orang yang membelot daripasukan Uhud. Setelah pasukan Uhud pulang mereka berkata kepada kaum muslimin, “Kalau kalian mengikuti kami (untuk tidak berjihad) niscaya kalian tidak akan terbunuh.”
Sekilas perkataan di atas mirip dengan perkataan, “Kalau seandainya rakyat Suriah tidak berdemo niscaya tidak akan terjadi tragedy Suriah.” Bukan dalam rangka memvonis mereka munafik, tapi hanya sekedar megingatkan bahwa jangan sampai perkataan kita mirip dengan perkataan orang-orang munafik.

Setelah semua pemaparan dan hikmah jihad Suriah, masihkah kita mempersalahkan aksi demonstrasi rakyat Suriah?

Penulis : Arju Khoiro
Editor : Aiman
https://www.kiblat.net/2017/02/08/tragedi-suriah-ketika-demonstrasi-dianggap-biang-masalah/3/

Daftar nama Lembaga dan Pondok di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Universitas Islam Madinah

Filed under: by: 3Mudilah

Daftar nama Lembaga dan Pondok di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Universitas Islam Madinah Al-Munawarah, Arab Saudi

Berikut kami sebutkan beberapa Nama Lembaga atau Pondok Pesantren yang ada di Indonesia yang telah menerima akreditasi atau Muadalah dari kampus kami Universitas Islam Madinah Nabawiyyah,

Kerajaan Arab Saudi, Sehingga setiap lulusan dari lembaga maupun Pondok tersebut mempunyai peluang untuk di terima di kampus kami
  1. Ma’had Al Mu’min Al Islami ( Bagian Kuliyyah Mualimin )
  1. Madrasah Mathaliul Falah
  1. Madrasah At-Taqwa – Cabang Yayasan Islam Untuk Pembangunan dan Bantuan Umum
  1. Ma’had at-Tarbiyah al-Islamiyah Darul Rahman
  1. Ma’had Manbaul Ulum Pata Pata Al Islamiyyah
  1. Ma’had Al-Falah
  1. Madaris Darul Ulum Al-Islamiyah ( Sekolah Sekolah Darul Ulum Al-Islamiyah)
  1. Ma’had Darunnajah Al-Islamiyah
  1. Ma’had Darut Tafsir
  1. Madaris Matlaul Anwar Al-Markaziyah ( Sekolah Sekolah Matlaul Anwar Al Markaziyah )
  1. Ma’had Nurul Kasyaf Al-Islamiy
  1. Ma’had At Tarbiyah Al-Islamiyah Raudhatul-Hasanah ( Pondok Pesantren Pendidikan Islam Raudhatul Hasanah )
  1. Al-Ma’had Al-Islamiy
  1. Kulyah Al-Mualimin Al-Islamiyah Atau Ma’had Darusalam Gontor Ponorogo
  1. Ma’had Al-Irsyad Al-Islamiy ( Tengaran, Salatiga )
  1. Ma’had Al-Husnayain Al-Islamiy
  1. Ma’had Al-Ikhlash Al-Islamiy
  1. Ma’had At-Tarbiyah Islamiyah Darul Ma’rifah ( Pondok Pesantren Pendidikan Islam Modern Darul Ma’rifat )
  1. Ma’had Al-Furqan Al-Islamiy ( Riau )
  1. Ma’had Raudhatul Al-Ulum Al-Islamiy
  1. Ma’had Al-Islamiy Hidayatullah ( Pondok Pesantren Hidayatullah Balik Papan )
  1. Ma’had Tahfizul Quran Al-Karim ( Cabang Ma’had Al Amin Al Islamiy)
  1. Jamiatul Khayrat Al-Islamiy
  1. Madrasah Nur Malin Islam ( Cabang Ma’had Ar Rosyidiyah Al-Kholidiyah )
  1. Al-Jami’ah Al-Islamiyah Ad-Dariyah ( Universitas Islam Ad Dariyyah )
  1. Universitas Islam Sultan Agung
  1. Al-Ma’had Al-Islamiy
  1. Ma’had Imam Al-Bukhari (Solo)
  1. Markaz As-Syaikh Ibn Baz ( Yogyakarta )
  1. Ma’had Rofah Al Islamiy
  1. Al-Jami’ah Al-Wasiliyah ( Perguruan Tinggi Al Washliyyah )
  1. Ma’had Tarbiyatul Mualimin Al-Islamiyah
  1. Ma’had Al-Furqon Al-Islamiy (Gresik)
  1. Ma’had Ihyas-Sunnah (Tasikmalaya)
  1. Ma’had Al-Ukhuwah Al-Islamiy ( Sukoharjo)
Di Susun dan di tulis oleh :
Musa Jundana bin Ihsan
( Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah Alumni Ma’had Imam Bukhari Solo )
NB : Jika ingin Copas, Mohon untuk menyebutkan sumber dari kami
Daftar Nasehat : [ Nama # Umur # L/P # Alamat ] Kirim ke +62 852-1119-3332  | Registrasi HANYA VIA WHATSAPP bukan Sms | Bagi yang Ingin Berdonasi untuk kemajuan dakwah kami :  BNI Syariah 0454-730-654 a.n Musa Jundana

Sumber: seindahsunnah.com

(nahimunkar.com)

Ruh Ulama dan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’

Filed under: by: 3Mudilah

“Ketuhanan yang Maha Esa”itu adalah ruh dari setiap gerak perjuangan rakyat negeri ini bersama para ulama
Ruh Ulama dan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’
ilustrasi
Sebagaian anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah tokoh Muhammadiyah

Oleh: Imam Nawawi

BELAKANGAN ini simbol negara Pancasila kembali “disaktikan.” Tidak sedikit yang mengatasnamakan Pancasila kemudian ‘mengejar-ngejar’ ulama dan menuduh kelompok lain dengan label Anti NKRI atau anti kebhinekaan.

Tidak sedikit yang katanya cinta Pancasila tetapi tidak mengerti apa makna dari ‘Ketuhanan yang Maha Esa’. Yang logikanya, tidak memahami sila pertama berarti meruntuhkan semua sila di dalam Pancasila.

Itu kondisi kekinian yang mewarnai sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Pancasila nampaknya ingin dimonopoli dan dengan itu mereka yang sebenarnya perlu intropeksi diri apakah dirinya telah memahami sekaligus mengamalkan Pancasila atau belum, seperti dikatakan Rocky Gerung dalam siaran talk show di stasiun televisi swasta nasional “Mengendalikan Kebenaran.”
Generasi Muda Islam Tak Perlu Berjarak dengan Pancasila
Tetapi, lebih dari sekedar bertarung sengit dalam adu argumen apa itu Pancasila, saya tertarik untuk mengupas ilustrasi yang dibuat oleh Jalaluddin Rumi dalam bukunya “Fihi Maa Fihi” yang menjelaskan sikap Nabi Adam kenapa meski sama-sama diusir dari surga sebagaimana Iblis, Nabi Adam ada pintu spesial yang jika dimasuki akan mendapakan kebahagiaan, yakni pintu ampunan dengan pertaubatan. Sedangkan Iblis, selamanya dalam kutukan tiada akhir.

Iblis diusir dengan kehinaan tidak lain karena sikapnya yang ‘mendebat’ Tuhan, karena merasa dirinya lebih unggul dari Adam yang diciptakan dari tanah dan termasuk makhluk (ciptaan) yang new comer alias belum ada kiprah sama sekali. “Masuk akal,” mungkin demikian Iblis berpikir,

“Barangkali Tuhan lupa,” begitu mungkin analisanya.

“Engkau ciptakan aku dari api sementara dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf [7]: 12).

Dalam catatan Rumi, Iblis telah berbuat dosa, melakukan perlawanan, dan bantahan sekaligus. Dia benar-benar tidak memiliki tata krama kepada Allah yang telah menciptakannya, sehingga ia hanya ingat pada tuntutan hawa nafsunya sampai-sampai tidak sadar membantah perintah Tuhan yang menciptakannya dari api. Inilah sebab kenapa Iblis terkutuk dan gemar menjerumuskan manusia pada perbuatan-perbuatan terkutuk.

Sedangkan Nabi Adam, beliau sama sekali tidak mengeluarkan argumen. Sampai-sampai Allah berfirman kepada Adam, “Wahai Adam, ketika Aku menghukum dan mengusirmu karena dosa yang sudah kamu perbuat, kenapa kamu tidak mendebat-Ku padahal kamu memiliki argumen?

Kamu tidak berkata, “Segala sesuatu berasal dari-Mu dan diciptakan oleh-Mu. Apapun yang Engkau inginkan di dunia ini akan terwujud dan apapun yang tidak Engkau inginkan tidak akan pernah muncul.”

Kau memiliki argumen dan bukti sahih semacam ini, kenapa kamu tidak mengatakannya pada-Ku?”
70 Tahun Piagam Jakarta
Nabi Adam menjawab, “Tuhanku, aku tahu itu, tetapi aku tidak ingin menanggalkan tata kramaku di hadapan-Mu dan cinta tidak akan membuatku merasa tersakiti.”

Subhanalloh, keren sekali ilustrasi yang dibuat oleh Jaluluddin Rumi di atas. Jelas itu adalah wujud perenungan akan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap perintah Tuhan, termasuk kala menerima keputusan-Nya yang memberatkan jiwa dan perasaan kita.

Jika ilustrasi tersebut kita tarik dalam masa kekinian untuk menjadi landasan dalam memahami sila pertama Pancasila, “Ketuhanan yang Maha Esa” sangat mudah kita melakukan intropeksi diri ke dalam. Apakah aspirasi, tuntuntan, gerakan dan upaya-upaya kita dalam berbangsa dan bernegara ini memang dalam rangka memanivestasikan iman atau malah justru menenggelamkan keimanan?

Menuduh ulama sebagai perusak, pemecah belah NKRI, dan menangkapi umat Islam yang tak berdaya dengan argumen hukum yang direkayasa, apakah tindakan ini sesuai dengan semangat Pancasila secara hakiki dan menyeluruh?

Masak iya, ulama yang sepanjang perjalanan bangsa telah berkontribusi besar dalam menjaga akhlak dan adab rakyat mayoritas di negeri ini tiba-tiba berkehendak melakukan kerusakan? Apakah mungkin, ulama yang terus mendorong mayoritas penduduk negeri ini mendekat kepada Allah sebagai biang kerusakan?

Sadarlah, bahwa hukum, konstitusi dan regulasi yang dibuat di negeri ini tujuannya adalah untuk menghidupkan Pancasila, yang dijiwai dengan semangat “Ketuhanan yang Maha Esa” sebagai dasar dalam membangun NKRI yang maju dan bermartabat. Bukan sebagai pembenaran atas segala kepentingan politik sesaat dari berbagai kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Aduhai, bangsaku, rakyat Indonesia, sebagai apapun dirimu, mari kembali melihat ke dalam. Apakah pilihan-pilihan hidup kita, cara berpikir dan merasa kita, adalah wujud adab, tata krama, sopan-santun dan ketaatan secara totalitas kepada Tuhan Yang Maha Esa?

Atau justru sebaliknya, dengan apa yang melekat sementara dalam diri kita, kita telah terjerembab menjadi tentara Iblis yang terus membangkang perintah Tuhan Yang Maha Esa namun terus-menerus berkoar-koar tentang Kemanusiaan, Keadilan, Peradaban, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial dengan beragam laku dan argumen yang dipaksa-paksakan.

Padahal, “Ketuhanan yang Maha Esa”itu adalah ruh dari setiap gerak perjuangan rakyat negeri ini bersama para ulama. Bahkan, kemerdekaan negeri ini terjadi karena kita telah meminjam kata-kata dari-Nya, “Allahu Akbar.”

Sebuah kata yang tak mungkin pernah hadir tanpa diberitahukan oleh Tuhan dan dipersilakan untuk digunakan untuk memenangkan perjuangan. Silakan tundukkan kepala masing-masing dan bertanyalah dengan kejernihan hati nurani!

Penulis Buku Sabar & Change Yourself to Change The World 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

 http://www.hidayatullah.com/artikel/mimbar/read/2017/01/23/110265/ruh-ulama-dan-ketuhanan-yang-maha-esa.html

Ratusan Ulama dan Kiai Sepuh Berkumpul Bahas Kedaulatan Bangsa yang Mencemaskan

Filed under: by: 3Mudilah

KH. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) juga mengungkapkan kondisi bangsa ini sangat memprihatikan dengan pemberitaaan media - media yang sangat tidak bertanggung jawab
Ratusan Ulama dan Kiai Sepuh Berkumpul Bahas Kedaulatan Bangsa yang Mencemaskan
Ratusan ulama, kiai sepuh dan cendekiawan Muslim hari ini berkumpul di Pondok Pesantren Riyadlul Janah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 21 Januari 2017

Hidayatullah.com—Ratusan ulama, Kiai Sepuh dan cendekiawan Ahlus Sunnah hari Sabtu berkumpul dan bersilaturrahim  dengan di Rumah Sesepuh FPB KH. Makhfudz Syaubari di Pacet, Mojokerto Jatim dalam agenda Sinergi Kedaulatan Bangsa dihadiri KH. Ma’ruf Amin, Rais Amm PBNU sekaligus Ketua Umum MUI Pusat.

Ratusan ulama dan cendekiawan Muslim ini berkumpul di Pondok Pesantren Riyadlul Janah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 21 Januari 2017 dengan mengambil tema “Peran Habaib, Ulama dan Para Profesional dalam Penguatan Sinergi Ahlus Sunnah Waljamaah menuju Kedaulatan Bangsa“.
Pertemuan membahas masalah kondisi bangsa. Termasuk persoalan pendidikan, ekonomi, media, dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Hukum Jangan Direkayasa, Kiai Somad: Barang Batil Disimpan pun akan Ketahuan
Masing-masing utusan berkesempatan berbicara mengenai kondisi terkini bangsa Indonesia.
Habib Muhsin al-Hamid berpendapat pentingnya ummat Islam memiliki media massa, yang mana media ini khusus untuk ummat Islam dengan siaran yang Islami.

“Kita saat ini sedang dihancurkan oleh media sekuler,” tandasnya.

Sementara KH. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) juga mengungkapkan   kondisi bangsa ini sangat memprihatikan dengan pemberitaaan media – media yang sangat tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, umat sebenarnya mempunyai media – media. Jika  bisa bersatu maka umat Islam tidak akan mudah di provokasi.
Sedangkan KH. Ma’ruf Amin menjelaskan tentang peran penting ulama membentengi ummat baik yang bersifat individu semisal menyiapkan generasi penerus para ulama, yaitu mencetak santri-santri yang handal. Atau tanggung jawab secara bersama-sama semisal membentengi umat dari faham-faham menyesatkan yang bisa memecah belah ummat

“Tugas ulama dalam tanggung jawab bersama yaitu  tanggung jawab melindungi ummat dari gerakan penyesatan dan pemurtadan. Diantara aliran yg menyesatkan adalah liberalisme, aliran yang menyesatkan sahabat, dan serta harakah-harakah ekstrim,” tegas beliau.

KH Ma’ruf Amin menambahi, bahwa kemerdekaan bangsa ini adalah jasa para ulama.
“Jika tidak ada Resolusi Jihad Syaikh Hasyim Asy’ari, belum tentu terjadi kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya.

Beberapa rumusan telah didengungkan menyikapi kondisi terkini keumatan dan kebangsaan. Prof. Dr. Bisri, Rektor Universitas Brawijaya Malang mengatakan perlunya sinergi akademisi perguruan tinggi dan santri.

Prof. Dr. M. Nuh menyoroti tentang pentingnya pemetaan peran dan strategi keumatan.
Para ulama berpendapat, suasana bangsa Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Karenanya perlu mendesak Presiden Joko Widodo menyelenggarakan Dialog Nasional untuk Menyelamatkan Negeri. Jika Presiden Joko Widodo tidak berkenan, maka MUI dan para ulama yang akan berinisiatif menyelenggarakan.
Solusi Pak Kiai
Pada intinya para ulama menyerukan kepada semua elemen bangsa khususnya Pemerintah Republik Indonesia untuk mengembalikan lagi kedaulatan bangsa yang kini sedang terancam.
Acara ditutup pada kira-kira pukul 16.00. Wib.

Diantara Ulama dan tokoh umat yang hadir ialah; KH. Bashori Alwi (pengasuh PIQ Singosari Malang), Gus Sholahuddin Wahid (dari Jombang), KH Sodri (Jakarta Islamic Center), KH Ali Akbar Marbun (dari Medan), H Ali Sam (pengusaha dari Jakarta),  Habib Soleh Al-Jufri (dari Solo), KH Nurul Huda Jazuli (dari Kediri), KH R Azaim Ibrohimi (dari Situbondo), KH. Jais Badri (Situbondo), KH. Soleh Al-Qasim, KH. Maksum (Bondowoso), KH. Nasiruddin (Tuban), Gus Munip (Langitan), Gus Zaim (Lasem), Gus Akomadhien (Brebes), KH.Mujib Imron ( Pasuruan ), Ustad Sholeh Derehem (IKADI), Dr. KH. Fauzi Tidjani (Madura), dan puluhan ulama lainnya.Juga  Habib Husen Al-Idrus, Habib Soleh, Habib Muhsin Al-Jufri, dan lain-lain.

Adapun para cendikewan yg kelihatan hadir ialah; Prof Dr Imam Suprayogo (mantan Rektor UIN Malang); Prof Dr M Bisri (dari Universitas Brawijaya Malang),  mantan Mendikbud M Nuh, Prof. Dr. Ahmad Zahro, Dr. H. Marzuki Ali dan Ir. H. Heppy Trenggono.

Hadir pula dalam acara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machmud Arifin, Dandim (Komandan Distrik Militer) Mojokerto dan para pejabat lain.*/laporan M Saad (Mojokerto)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

*Iran – Irak (Syiah) Ditelanjangi Habis Oleh Warganya Sendiri*

Filed under: by: 3Mudilah

_*Indonesiaku Belajarlah Tentang Siapa Itu Syiah Yang Dipermalukan Oleh Seorang Penyair*_
================>
Ahmad Nu’aimi, penyair Irak akhirnya dieksekusi di tiang gantungan oleh pemerintah Irak yang kini dipegang oleh Syi’ah dibawah kendali Iran.
Harap dibaca sampai selesai:
إعدام الشاعر الشيعي العراقي أحمد النعيمي صاحب قصيدة “نحن شعب لا يستحي”. قصيدة التي أحدثت ضجة كبيرة وزلزالاً في إران. حنان عبد الهادي نشر في فيتو يوم 27-12-2015
Eksekusi Penyair Syi’ah Irak ternama *Ahmad Nu’aimi*, pemilik Sya’ir yang berjudul
*“KITA BANGSA YANG TAK PUNYA MALU”*
Sya’ir yang berhasil membuat heboh bangsa Iran.
Berikut sya’ir bersama terjemahannya:
نحن شعب لا يستحي
*Kita bangsa yang tak punya malu.*
حقائق تاريخية يجب أن لا تنسى
*Fakta-fakta sejarah yang tak boleh dilupakan.*
من الذي فتح الشام والعراق وفارس؟ عمر بن الخطاب (سني)
*Siapakah yang menaklukkan Syam, Irak, dan Persia? Umar bin Khattab (Sunny).*
من الذي فتح بلاد السند والهند وما وراء النهرين؟ محمد بن القاسم (سني)
*Siapakah yang telah membuka negeri Sindi, India, dan negeri-negeri di sekitar sungai Oxus (Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Turkmenistan)? Muhammad bin Al-Qasim (Sunny).*
من الذي فتح شمال إفريقيا؟ قتيبة بن مسلم الباهلي (سني)
*Siapakah yang mengekspansi Afrika Utara? Qutaibah bin Muslim Al-Bahily (Sunny).*
من الذي فتح الأندلس؟ طارق بن زياد (سني) وموسى بن نصير (سني)
*Siapakah yang membuka Andalusia? Thariq bin Ziyad (Sunny) dan Musa bin Nushair (Sunny).*
من الذي فتح القسطنطينية؟ محمد الفاتح (سني)
*Siapa penakluk Konstantinopel? Muhammad Al-Fatih (Sunny).*
من الذي فتح صقلية؟ أسد بن الفرات (سني)
*Siapakah yang menaklukkan Sisilia? Asad bin Al-Furaat (Sunny).*
من الذي أنشأ حضارة الأندلس وجعلها منارة علم؟ حكام الخلافة الأموية الثانية (أهل السنة) 
*Siapakah yang menciptakan peradaban di Andalusia dan menjadikannya pusat ilmu? Para khalifah Umawiyyah yang ke dua (Sunny).*
من الذي قاد المسلمين في حطين؟ صلاح الدين الأيوبي (سني) 
*Siapakah Panglima perang Kaum Muslimin pada peperangan Hittin? Shalahuddin Al-Ayyuby (Sunny).*
من الذي قاد المسلمين في عين جالوت وهزم التتار؟ سيف الدين قطز (سني) وركن الدين بيبرس (سني) 
*Siapakah yang memimpin kaum muslimin pada peperangan A’in Jalut dan mengalahkan bangsa Tatar? Saifuddin Qutz (Sunny) dan Ruknuddin Baibars (Sunny).*
من الذي كسر غرور إسبانيا بالريف المغربي؟ عبد الكريم الخطابي (سني) 
*Siapakah yang berhasil mematahkan kesombongan Spanyol di Negara Maroko? Abdul Karim Al-Khattaby (Sunny).*
من الذي أجبر إيطاليا على إعادة حساباتها في ليبيا؟ عمر المختار (سني) 
*Siapakah yang memaksa Italia untuk memperhitungkan bangsa Libya? Umar Al-Mukhtar (Sunny).*
وحديثا.. 
Dan terkini
من الذي قهر الروس في الشيشان وفتح مدينة غروزني؟ خطاب (سني)
*Siapa yang mengusir Rusia dari bumi Chechnya dan menaklukkan kota Grozny? Khattab (Sunny).*
من الذي مرغ وجه الناتو في التراب بأفغانستان؟ (أهل السنة) 
*Siapa yang telah membungkamkan wajah NATO di Afghanistan? Ahlu Sunnah.*
من الذي أجبر الأمريكان على الخروج من العراق؟ (أهل السنة) 
*Siapa yang memaksa Amerika untuk keluar meninggalkan Irak? Ahlu Sunnah.*
من الذي أقض مضاجع اليهود في فلسطين؟ أحمد ياسين (سني) 
*Siapa yang telah mengganggu tidurnya kaum Yahudi di Palestina? Ahmad Yasin (Sunny).*
لكن، ماذا نحن تركنا لأبنائنا من الشيعة في المقابل..؟؟!!! 
_Lalu, jasa apa yang telah kita tinggalkan bagi anak cucu kita dari Syi’ah sebagai imbalan??!!!_
من الذي غدر بالحسين حين أخرجه ثم تخلى عنه في كربلاءة؟ المختار الثقفي (شيعي) 
*Siapa yang telah mengkhiyanati Al-Husein, membujuknya untuk keluar menuju kufah kemudian membelot darinya di karbala? Al-Mukhtar Ats-Tsaqafy (Syi’ah).*
من الذي غدر بالخليفة العباسي الراضي بالله؟ البويهيون (شيعة)
*Siapa yang menghianati khalifah Abbasiyah Al-Radhi Billah? Kaum Buwaihy (syi’ah).*
من الذي مكن للتتار دخول بغداد؟ ابن العلقمي (شيعي) 
*Siapa yang membuka jalan bagi bangsa Tatar masuk ke Baghdad? Ibnu Al-Alqamy (Syi’ah).*
من الذي كان يزين لهولاكو سوء أعماله؟ نصير الطوسي (شيعي) 
*Siapa yang menganggap baik tindakan Hulagu Khan? Naseer Ath-Thusy (Syi’ah).*
من الذي أعان التتار في هجومهم على الشام؟ (الشيعة) 
*Siapa yang membantu Tatar dalam penyerbuannya ke Syam? (Syi’ah).*
من الذي حالف الفرنجة ضد المسلمين؟ الفاطميون (شيعة) 
*Siapakah yang bersekutu dengan Perancis melawan kaum muslimin? Negara Fathimiyyah (Syi’ah).*
من الذي غدر بالسلطان السلجوقي؟ طغرل بك البساسيري (شيعي)
*Siapa yang mengkhianati kesultanan Seljuk Raya (Syi’ah).*
من الذي أعان الصليبيين على الاستيلاء على بيت المقدس؟ أحمد بن عطاء (شيعي) 
*Siapa yang membantu kaum salib menguasai Baitul Maqdis? Ahmad bin Atha’ (Syi’ah).*
من الذي دبر لقتل صلاح الدين؟ كنز الدولة (شيعي)
*Siapa yang mendalangi pembunuhan Sulthan Shalahuddin Al-Ayyuby? Kanzud Daulah (Syi’ah).*
من الذي استقبل هولاكو بالشام؟ كمال الدين بن بدر التفليسي(شيعي)
*Siapa yang menyambut kedatangan Hulagu Khan di Syam? Kamaluddin bin badr Ath-Taflisy (Syi’ah).*
من الذي سرق الحجر الأسود وقتل الحجيج في الحرم؟ أبو طاهر القرمطي (شيعي) 
*Siapakah yang mencuri Hajar Aswad dan membantai jama’ah haji di Masjidil Haram? Abu Thahir Al-Qarmathy (Syi’ah).*
من الذي ساعد محمد علي في هجومه على الشام؟ (الشيعة)
*Siapa yang membantu Muhammad Aly dalam penyerangannya terhadap Syam? (Syi’ah).*
من الذي ساعد نابليون في هجومه على الشام؟ (الشيعة)
*Siapa yang membantu Napoleon Bonaparte dalam penyerangannya terhadap Syam? (Syi’ah).*
وحديثاً….
Dan terkini
من الذي يهاجم المراكز الإسلامية باليمن؟ الحوثيون (شيعة)
*Siapa yang menyerang Markaz-Markaz Islamiyah di Yaman? Kaum Hutsi (Syi’ah).*
من الذي بارك الغزو الأمريكي لبلاد العراق؟ السيستاني والحكيم (شيعة)
*Siapa yang memberkati invasi Amerika atas Syam? As-Sistany & Al-Hakim (Syi’ah).*
من الذي بارك الغزو الصليبي لبلاد أفغانستان؟ إيران (شيعة)
*Siapa yang mengapresiasi invasi salibis atas Afghanistan? Iran (Syi’ah).*
من الذي يحارب الثورة السورية ببلاد الشام؟ إيرانيون وعراقيون وأفغان ومرتزقة آخرون (شيعة)
*Siapa yang memerangi revolusi Suriah di Syam? Iran, Iraq, Afghan, dan mafia-mafia bayaran lainnya (Syi’ah).*
من الذي قال نحن مع بورما في حربها على الإرهاب؟ نجاد (شيعي)
*Siapakah yang berkata: “Kami bersama Burma dalam memberantas terorisme?” Ahmadi Nejad (Syi’ah).*
من الذي وقف مع النظام الفاسد بسوريا الذي يقصف الشعب ببراميل متفجرة بحجة قتال التكفيريين ثمّ يؤيد روسيا الملحدة في تدخلها في سوريا؟ خامنئي (شيعي)
*Siapa yang berdiri bersama rezim Basyar di suriah, yang telah membom rakyatnya dengan bom barel dengan dalih memerangi kelompok-kelompok ekstrimis, kemudian mendukung Rusia ateis dalam intervensi Suriah? Aly Khaman’iy (Syi’ah).*
على مر التاريخ لسان وأقلام الشيعة ضد الكفار بزعمهم وقلوبهم معهم…
بينما لسانهم وأقلامهم وسيوفهم في صدور المسلمين السنة…
هذا هو الغزو الفكري الحقيقي للسائل عنه.
ولو أردنا سرد جميع الحقائق لاحتاج الأمر لمجلدات..!!!
Sepanjang sejarah pena-pena syi’ah dipakai untuk melawan kaum kuffar dengan klaim yang mereka bangun, sedangkan *hati-hati mereka bersama kaum kuffar…*
Adapun lisan-lisan syi’ah dan pena-pena mereka begitu pula *pedang-pedang mereka tertuju ke dada-dada kaum muslimin.*
Inilah perang pemikiran yang sebenarnya bagi yang bertanya.
Jika kita mengurutkan fakta-fakta yang ada, maka hal itu membutuhkan berjilid-jilid kertas.
ألسنا من بايع الحسين ثم خنّاه؟
*Bukankah kita yang membaiat Al Husain, lalu kita pula yang mengkhianatinya?*
ألم تكن قلوبنا معه وبسيوفنا ذبحناه؟
Bukankah hati kita bersamanya, lalu mengapa pedang-pedang kita pula yang membunuhnya?
ألم نبكي الحسن بعد أن سممناه؟
*Bukankah kita yang menangisi Al Hasan setelah kita meracunnya?*
ألسنا من والى علي وفي صلاته طعناه؟
*Bukankah kita yang mengangkat Ali menjadi khalifah, lalu kita pula yang menusuknya dalam shalatnya?*
ألسنا من عاهد عمر ثم غدرناه؟
*Bukankah kita yang mengikat janji dengan Umar? Kita pula yang menghianatinya?*
ألم ندعي حبه، وفي الصلاة لعّناه؟
Bukankah kita mengaku cinta padanya? Tetapi kita laknat pula ia dalam shalat kita
قسمًا!.. نحن شعب لا يستحي
Sungguh..! Kita memang bangsa yang tak punya malu!!
نحن قطاع الطرق وخونة الدار
Kita adalah para perampok dan pengkhianat di rumah sediri.
نهدر دم المسلم ونهجم على الجار
*Kita tumpahkan darah muslim lalu kita tuduhkan pada tetangga.*
نعتمر عمائم بيضاء وسوداء وما تحتهما عار
Kita kenakan sorban hitam dan putih Tetapi isinya tidak lebih dari sesuatu yang memalukan.
والله نحن شعب لا يستحي
Demi Allah, kita memang bangsa yang tak punya malu.
نحن جيش القادسية وجيش القدس وجيش ام المعارك وجيش المهدي
*Kita mengaku sebagai tentara Qadisiah dan Al-Quds, tentara Ummul Ma’rik dan Al Mahdi yang ditunggu.*
ونحن أيضًا أتباع الأعور الدجال
*Tetapi kita juga adalah para pengikut Dajjal si mata satu!
نحن خدم الحسينيات والجوامع والمساجد والكنائس والملاهي والبارات
*Kita ada para pelayanan Husainiyat, jawami’, masjid, dan gereja. Tetapi kita juga pelayan nigh club dan bar!*
ونحن أيضًا أتباع الشيطان تحت السروال
*Kita adalah para pengikut setan dalam urusan di balik celana.*
نحن شعب لا يستحي
Kita, memang bangsa yang tak punya malu!
قاتلنا إيران مع صدام 
*Kita perangi Iran bersama Saddam.*
وحاربنا مع إيران ضد صدام
*Lalu bersama Syiah kita habisi Saddam.*
بربكم هل رأيتم كهذا الحجم من الإنفصام
*Demi Allah, pernahkah kalian menyaksikan paradok semacam ini?*
نحن شعب لا يستحي
*Kita, memang bangsa yang tak punya malu!*
مبروك…. عراقنا أكبر حديقة حيوان بشرية حكومتها إيرانية تحكم قطعانًا عراقية”
Selamat…

_Irak, kini adalah kebun binatang terbesar sedunia. Pemiliknya Syi’ah dan binatang-binatangnya adalah Irak._

*SEMOGA ALLAH MENURUNKAN HIDAYAHNYA KEPADA KAUM SYIAH DAN KAUM KUFFAR LAINNYA*
_*AAMIIN YAA RABBAL ‘ALAMIIN*_

 https://www.nahimunkar.com/iran-irak-syiah-ditelanjangi-habis-warganya-sendiri/